Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran

Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran
Chapter 9 Hate


Leticia melihat Alexander memandangi nya sambil tersenyum tipis.


" Ternyata anda bisa tersenyum seperti itu ya yang mulia ? saya kira anda tidak bisa tersenyum " tanya Leticia


" Siapa yang tersenyum? dan kenapa kau tidur disini?" tanya Alexander menunjukkan wajah dingin nya lagi


" Apa dia juga mendengar ucapan ku barusan? untuk apa aku memikirkannya" batin Alexander cemas


" Dia sedang mengalihkan perhatian" batin Leticia


" Pergi ke kamar mu sana !" seru Alexander


" Jadi saya boleh pergi ?" tanya Leticia berbinar binar


" Ya, kembalilah besok pagi dan siapkan keperluan ku " kata Alexander tegas


" Keperluan apa?" tanya Leticia polos


" kau bisa tanyakan pada Anne " jawab Alexander dingin


" Cih, dia kembali lagi pada sikap dinginnya. Dasar psiko " batin Leticia


" kenapa kau diam saja? kau sedang mengutukku di dalam hatimu ya?" tanya Alexander ketus


" Apa ? memangnya yang mulia mendengar saya mengutuk anda ?" tanya Leticia


" Tidak, tapi aku tau " jawab Alexander cuek


" Apa jangan jangan anda bisa membaca pikiran?" tanya Leticia terperangah


" Sudah ! pergilah! kau membuat ku banyak bicara !" teriak Alexander marah


" Ah baiklah yang mulia " kata Leticia ramah


Leticia tersenyum sebelum keluar dari kamar Raja. Alexander merasakan lagi jantung nya berdegup lebih kencang dari biasanya.


" Seperti nya aku harus memeriksakan diri ku pada tabib, akhir akhir ada yang bermasalah dengan jantung ku " gumam Alexander pelan


Leticia pergi ke kamar para pelayan, Carol menceritakan pada Leticia tentang Darren dan Moore.


" Apa? pangeran Darren datang kemari? kau serius?" tanya Leticia tak percaya


" Iya yang mulia, pangeran datang kemari dengan pengawal pribadinya tuan Moore. Ah mungkin nona tidak ingat, tapi tuan Moore juga adalah teman masa kecil nona bersama pangeran Darren " terang Carol


" Carol, menurut mu kenapa dia datang kemari?" tanya Leticia


" Tentu saja karena dia mencemaskan yang mulia " jawab Carol


" Dia menerobos pertahanan kerajaan yang kuat, hanya untuk melihat ku masih hidup dan baik baik saja. Apa menurutmu teman kecil akan berperilaku seperti itu?" tanya Leticia heran


" jika tebakan ku benar, pangeran Darren dia mungkin.. "batin Leticia berfikir


" Ini hanya pendapat saya yang mulia. Tapi saya merasa kalau pangeran Darren menyukai yang mulia lebih dari sahabat atau teman masa kecil" kata Carol


" Suka? ternyata tebakan ku benar, dia menyukai Leticia yang asli " gumam Leticia terdengar kecewa


" Yang mulia anda bilang apa? " tanya Carol tak mendengar jelas


" Tidak apa, kalau pangeran Darren datang kemari lagi suruh saja dia pulang dan bilang pada nya jangan kemari lagi, karena ini bisa membahayakan nyawa nya " terang Leticia sambil tersenyum pahit


" Baik yang mulia " kata Carol


" Ah.. satu lagi, Carol ..aku bukan lagi tuan putri sekarang aku hanya Leticia, kau panggil saja namaku Tisha " kata Leticia


" Yang mulia..." kata Carol


" Mungkin kau belum terbiasa, baiklah ini sudah malam. Ayo tidur, besok pagi aku harus ke kamar yang mulia raja " kata Leticia sambil berbaring di tempat tidur nya.


" kenapa aku merasa kecewa saat tau pangeran itu menyukai Leticia yang asli? " batin Leticia sedih


Di kerajaan Ilios, Darren sedang duduk di balkon dan hatinya terlihat tidak tenang. Mariana ( Ratu Ilios), istri Cedric menghampiri Darren dan menghampiri nya.


" kau belum tidur pangeran Darren?" tanya Mariana


" Yang mulia ratu " sapa Darren


" Apa yang kau pikirkan sampai-sampai tidak menyadari aku melihat mu dari tadi? " tanya Mariana


" Bukan apa apa , yang mulia " jawab Darren resah


" Wajahmu tidak bisa menyembunyikan nya, apa ini tentang putri Leticia?" tanya Mariana


Darren tercekat mendengarnya dan melihat ke arah Mariana.


" Ternyata benar ya, pangeran Darren sepertinya putri Leticia sangat penting ya bagimu. Kau sampai menyamar pergi ke Fostiarus hanya untuk melihat nya, rupanya pangeran kita sudah dewasa " kata Mariana ramah


" Apa? apa kakak ku tau kalau saya pergi kesana?" tanya Darren kaget


" Tentu saja, yang mulia Raja menempatkan mata mata di sekitar mu. Dia sangat marah pada awalnya, tapi dia mengerti kenapa kau berbuat seperti itu. " terang Mariana


" Benarkah? syukurlah kalau kakak ku mengerti " kata Darren lega


" Kenapa kau tidak mengatakan perasaan mu padanya? " tanya Mariana heran


" Perasaan apa maksud yang mulia Ratu?" tanya Darren


" katakan kalau kau mencintai nya " jawab Mariana


" Aku? aku tidak mencintainya, seperti nya yang mulia salah paham. Aku dan dia hanya sahabat masa kecil " kata Darren kelabakan


" Sahabat masa kecil mungkin itu dulu, bagaimana perasaan mu sekarang?" tanya Mariana serius


" Aku.. padanya.." Darren paham


" Pangeran Darren dengarkan aku, mungkin dulu kau dan putri Leticia adalah sahabat masa kecil. Namun, kau jangan lupa kalau hati manusia itu bisa berubah begitu pula dengan hubungan..Tidak ada yang tau ke depannya akan bagaimana. Kau harus lebih memahami hati mu, bagaimana putri Leticia yang dulu dan dia yang sekarang posisi nya di dalam hatimu " terang Mariana ramah


" Posisi nya di dalam hati ku?" gumam Darren bingung


" Apa kalian yakin kalian masih bersahabat? tanyakan itu pada hatimu sendiri ya" ucap Mariana mengingatkan


" Dulu aku selalu menganggap Leticia sebagai sahabat ku, tapi entah kenapa perubahan sikap nya akhir akhir ini membuat ku berfikir lain tentang nya. Aku merasa dia yang sekarang sangatlah menyenangkan dan membuat ku nyaman, apa aku menyukainya? " batin Darren berfikir


***


Keesokan harinya di kastil Fostiarus, Leticia sudah siap siaga di depan kamar Alexander untuk melayaninya.


" Hey masuk !" seru Alexander


Leticia masuk ke dalam kamar Alexander.


" yang mulia saya punya nama, tolong jangan panggil saya hey lagi " kata Leticia sebal


" Terserah aku " kata Alexander cuek


Alexander membuka baju nya di depan Leticia dan itu membuat gadis itu terpana untuk kedua kalinya.


" kenapa yang mulia selalu membuka baju mu sembarangan ?" Leticia menutup matanya


" Aku mau mandi " jawab Alexander cuek


" Ya, kalau mandi buka bajunya di kamar mandi saja " kata Leticia malu


" Kenapa? ini kamar ku, aku bebas melakukan apapun " kata Alexander cuek


" Anda itu ya.. selain tiran, kau juga seorang yang cabul !" seru Leticia


" Waktu pertama kali bertemu juga kau menyebut ku begitu " gumam Alexander


" Apa anda bilang?" tanya Leticia tak mendengar


Pria itu masuk ke dalam bathtub, setelah melepas semua pakaiannya. Ia menyuruh Leticia mengusap punggung nya, dan Leticia menurutinya dengan terpaksa.


" Yang benar menggosok nya " kata Alexander sinis


" Bagaimana rasanya melayani orang yang membunuh ayah mu?" batin Alexander senang


" Pria mesum ini, benar-benar menyebalkan. Mandi pun harus dilayani seperti ini. Apa orang orang di dunia ini memang se vulgar ini?" batin Leticia kesal


Leticia menggosok punggung Alexander sambil menutup matanya dan hal itu membuat Alexander marah.


" Pantas saja tidak benar menggosok nya, kau menutup mata mu begitu !" Alexander marah


" Aku.. aku tidak pernah melihat pria telanjang sebelumnya dan itu membuat ku tidak nyaman " kata Leticia gugup


" Jadi dia belum pernah melihat pria telanjang di depan nya? berarti aku yang pertama ?" batin Alexander


" Kau nyaman atau tidak nyaman bukan urusan ku, buka matamu !" ujar Alexander


" Aku tidak tahan melihat tubuh nya itu, aku tidak bisa. Ini merusak kesucian mata ku, aku hanya melihat pria telanjang dan itu adalah suami ku kelak. Pria ini tidak pantas, pembunuh ini tidak pantas untuk ku lihat " batin Leticia kesal


" Aku tidak mau, aku akan keluar saja. Kau mandi saja sendiri yang mulia !" seru Leticia kesal sambil melangkah pergi


" Kau berani !" seru Alexander sambil menarik tangan Leticia dengan cepat dan gadis itu terjatuh ke bathtub.


AHH !


BYURR


Badan gadis itu basah semua, namun situasi yang paling parah adalah saat Leticia berada di pangkuan Alexander dan terlihat sedang memeluknya. Ia menyadari bahwa sudah 2 kali ia berada di dalam posisi canggung itu.


" Kau.. " Leticia canggung tak tau harus bagaimana, tangan nya yang kecil menyentuh otot dada Alexander yang sixpack


" Sekarang siapa yang mesum hah?" tanya Alexander sinis


" Aku..tidak ! " Leticia berdiri dan terlihat kesal


" Bagaimana rasanya melayani orang yang membunuh ayah mu? apa kau senang?" tanya Alexander sambil memegang tangan Leticia dengan kasar


" Lepaskan aku psikopat!" seru Leticia kesal


Leticia dan Alexander saling menatap tajam satu sama lain. Alexander menunjukkan mata yang senang, sementara Leticia menunjukkan mata yang penuh kebencian.


" Ternyata bersikap manis di depan pria ini aku tidak bisa konsisten, setiap melihat nya aku teringat wajah ayah dan kakak " batin Leticia sakit hati


Leticia menahan air matanya, tiba-tiba saja raja itu melepaskan pegangan tangan nya. Hatinya terhenyak melihat mata gadis itu berkaca-kaca. Apa raja itu mulai mempunyai hati? dan apakah ia mulai iba kepada gadis di depannya itu? Pria itu menyangkalnya.


" Aku bisa gila, aku harus menemui tabib setelah ini. Jantungku ini benar benar tidak bisa dikendalikan lagi, setiap berada di dekat nya sesaat aku seperti kehilangan rasionalitas ku " batin Alexander berfikir


" Yang mulia raja !" seru Daniel sambil masuk ke dalam kamar Raja. Disamping Daniel ada seorang gadis cantik.


Daniel dan gadis itu kaget melihat pintu kamar mandi terbuka dan mereka melihat Leticia juga Alexander ada di dalam bathtub. Gadis itu adalah Vivian Julianne Randell ( putri Marques Randell ).


" Bukan kah yang mulia raja tidak suka berdekatan dengan wanita? kenapa di berdekatan dengan tawanan itu? aku harus melaporkan nya pada ayah " batin Vivian kesal


Leticia terlihat marah dan kaget karena kedua orang itu tiba-tiba masuk dan seperti salah paham pada nya dan Alexander.


" Kami tidak lihat apa apa kok " kata Daniel terpana


" Aku tidak salah lihat kan? yang mulia barusan terlihat berpelukan dengan putri itu? kenapa yang mulia memeluknya seperti itu? apa dia benar-benar ada perasaan lain " batin Daniel peka


Alexander menatap Daniel dan Vivian dengan tajam dan kesal. Pria itu memakai handuknya.


" Siapa suruh kalian bisa masuk ke dalam kamar ku ?!!" teriak Alexander murka


" Maafkan saya yang mulia " kata Vivian dengan wajah genit


" Daniel, aku akan mengurus mu nanti. Semuanya keluar dari kamar ku sekarang !" seru Alexander marah


" Nona Vivian, ayo kita keluar " ajak Daniel


" Tapi.."


" apa nona tidak lihat yang mulia sedang marah?" tanya Daniel berbisik


" Baiklah " kata Vivian


Vivian melihat sinis ke arah Leticia, sekaligus dengan tatapan jijik. Leticia juga melangkah keluar dari kamar Raja, namun sebelum itu ia berbicara dengan Raja sebentar.


" Puas kau sudah membuat ku malu? kau sudah menginjak harga diri ku hingga hancur lebur. Aku membencimu, aku sangat benci !! " kata Leticia marah


Alexander tak menjawab, hanya terdiam dengan wajah dinginnya seperti biasa. Namun, dalam hatinya ia merasa terganggu dengan perkataan Leticia.


***


Di sebuah rumah tua di pinggir hutan, Derrick terbaring dengan tubuh nya yang terluka. Perlahan pria itu mulai sadar dan membuka matanya.


" Yang mulia ! syukurlah yang mulia sudah sadar " kata Harold senang


" Harold? aku masih hidup?" tanya Derrick bingung


" Ya, kita dikejar pasukan Fostiarus tapi kita selamat " jawab Harold senang


" Lalu, apa adik adik ku selamat?" tanya Derrick


" Putri Elisha dan putri Kenisha beserta pelayan mereka sudah tiada. Sementara putri Leticia, saya tidak tahu bagaimana keadaannya "terang Harold


" Raja Alexander, aku akan membalas mu. Tunggu saja " kata Derrick penuh kemarahan


Derrick yang terluka parah di rawat oleh Harold dan seorang pria tua yang tinggal di dalam hutan.


" Apa yang mulia putra mahkota baik baik saja?" tanya Barton


" Tuan terimakasih sudah menolong ku dan juga pengawal ku " kata Derrick tulus


" Dulu juga yang mulia raja Edmund pernah menolong saya. Saya hanya membalas budi baik nya " kata Barton ramah


Barton menceritakan tentang kebaikan raja Edmund yang menolongnya dari kemiskinan dan kelaparan. Dan saat ia tau kalau kerajaan Brilla di serang oleh Raja Fostiarus ia sangat kaget.


Barton menemukan Derrick dan Harold hanyut di sungai dan membawa mereka ke rumahnya dan merawatnya selama 5 hari.


" Syukurlah keadaan kalian sudah membaik, saya ingin memberi tahu kan kalian informasi penting yang saya dapat ketika berada di kota tadi " kata Barton


" Informasi apa tuan?" tanya Harold


" Prajurit Fostiarus masih mencari keberadaan yang mulia dan tuan Harold. Dan saya mendengar kalau tuan Putri masih hidup " jawab Barton


" Apa? adik ku masih hidup? apa kau yakin tuan?" tanya Derrick tak percaya dan kaget


" Iya, orang orang bilang kalau tuan Putri di tawan di Fostiarus dan di jadikan pelayan oleh Raja Alexander " terang Barton


" Apa ? kurang ajar sekali dia !" teriak Derrick marah


" Yang mulia anda tenang lah, luka anda masih belum pulih " kata Harold menenangkan


" Sebenarnya rumornya bukan itu saja, tapi aku takut yang mulia putra mahkota akan marah lagi kalau aku mengatakan semuanya " batin Barton takut


Derrick mengepal tangannya dengan penuh kemarahan, wajah nya masih pucat tapi sudah menunjukkan kebencian yang luar biasa. Di satu sisi pria itu senang mengetahui adik nya masih hidup, tapi disisi lain ia merasa kesal dan murka karena adik nya di perlakukan buruk oleh Raja tiran itu.


" Harold katakan ! menurutmu kenapa Raja tiran itu membiarkan Leticia hidup?" tanya Derrick tegas


" Ini hanya asumsi saya yang mulia, tuan Putri dibiarkan hidup agar bisa di jadikan umpan untuk menangkap yang mulia. Karena dia yakin kalau yang mulia masih hidup." terang Harold


" Yang dipikirkan Harold sama dengan apa yang aku pikirkan. Aku harus mencari cara membebaskan Leticia dari sana setelah luka ku pulih " batin Derrick


" Aku bersumpah akan membunuh Raja itu ! demi kehormatan rakyat Brilla dan demi ayah, kedua adikku yang ia bunuh " kata Derrick penuh amarah


...---*****--...