
.
.
Di istana Ilios
Perang dingin terjadi antara Darren dan Raja Cedric, kakak nya sendiri. Hal itu terjadi ketidaksepahaman antara ia dan kakak nya, padahal selama ini mereka selalu akur dan tidak pernah berselisih. Darren juga tidak pernah melawan kakak nya, dan kakaknya tidak pernah melalukan sesuatu hal yang membuat Darren tidak suka. Raja Cedric selalu menjaga perasaan adiknya, karena Darren adalah satu satunya keluarga yang dimiliki Raja itu, setelah kedua orang tua meninggal.
Kali ini mereka benar-benar bertengkar hebat, bahkan di depan Ratu Mariana.
Pagi itu, Darren tiba-tiba menerobos masuk ke ruang kerja Raja Cedric. Derrick juga ada disampingnya dan heran melihat Darren yang begitu marah.
" Perilaku tidak sopan apa ini, pangeran Darren?!" tanya Raja Cedric marah
Darren melihat wajah kakak nya dengan kesal, Derrick juga terpana mendengar nya.
" Sir Derrick, keluarlah dulu. " ujar Raja Cedric memerintah
" Ya, yang mulia " Derrick membungkuk hormat dengan patuh
" Semoga ini bukan tentang Leticia " batin Derrick berharap
TAP
TAP
TAP
KLAK
Derrick sudah keluar dari ruangan itu dan menutup pintunya rapat-rapat. Kini di dalam ruang itu hanya ada Raja Cedric dan Darren saja.
" Tenanglah, dan duduk lah dulu " kata Raja Cedric tenang
" Tidak ! bagaimana bisa aku duduk tenang setelah kakak melakukan semua ini padaku?" tanya Darren
" Memangnya apa yang ku lakukan?" tanya Raja Cedric santai
" Rumor itu, kakak yang membuatnya kan? tentang hubungan asmara palsu ku dengan nona Giselle ?" tanya Darren
" iya itu memang aku. Ternyata rumornya cepat menyebar juga karena kau sudah mendengar nya, padahal ini belum sehari " jawab Raja Cedric cuek
" Kenapa kakak tiba-tiba berubah seperti ini? kakak tau apa yang aku inginkan, kenapa kakak tiba-tiba menentangnya?" tanya Darren sedih
" Kau sungguh sungguh menyukai nona Leticia? mantan tuan putri dari kerajaan Brilla? Pangeran Darren, setelah ku pikirkan lagi kau tidak cocok dengannya " kata Raja Cedric
" Bukankah kakak setuju dan mendukung ku sebelumnya? apa alasan yang membuat kakak berubah pikiran seperti ini?" tanya Darren heran
" Aku sudah bilang kau tidak cocok dengannya, status kalian berbeda, itulah yang menjadi halangan kalian. Secara pribadi aku menyukai gadis itu, tapi opini publik tidak, ini pertama kalinya aku meminta sesuatu darimu Darren. Aku minta hal ini sebagai kakak mu, aku ingin kau menikah dengan nona Giselle " kata Raja Cedric serius
" Kakak.. kumohon jangan begini.. kakak bisa meminta apapun, tapi jangan ini kak.." kata Darren memohon
" Mau tidak mau kau harus bertunangan dengannya, itu keputusan ku " kata Raja Cedric tegas
" Maafkan aku Darren, kalau saja Grand Duke Xavier tidak memegang rahasiaku. Aku tidak akan memaksa mu melakukan ini " batin Raja Cedric merasa bersalah
* Grand Duke Rainer O De Xavier adalah menteri pertahanan di Ilios sekaligus ayah dari Giselle Monia De Xavier.
Pembicaraan Darren dan Cedric tidak berjalan lancar, keinginan mereka berdua jelas bertolak belakang. Yang satunya menentang yang satunya memaksa, Darren di dalam dilema yang besar. Ia memang pernah berjanji pada kakak nya untuk mengabulkan satu keinginan nya, tapi ia tak bisa dan tak mau memenuhi nya.
Di tengah kegundahan itu ia berniat menemui Leticia di dapur, tapi wanita itu tak terlihat disana. Ia mencari ke kamarnya, ke taman, dan ke seluruh istana nya hingga ia lelah. Namun, pria itu tak menemukan keberadaan Leticia.
Hingga ia tak sengaja berpapasan dengan Carol di lorong istana.
" Carol, dimana Tisha?" tanya Darren serius
" Aduh, aku harus jawab apa? kenapa nona belum kembali juga.. katanya sebentar.." batin Carol bingung
" Nona ada di kamarnya " jawab Carol
" Bohong, aku sudah kesana " Darren menyanggahnya
" Mungkin nona sedang melihat bunga di taman hehe " kata Carol sambil tersenyum canggung
" Aku sudah mencarinya kesana, aku sudah mencari kesemua tempat, sebenarnya dia ada dimana? kau pasti tau kan?" tanya Darren menatap tajam pada Carol
" Ya.. yang mulia.. saya tidak tahu " jawab Carol ketakutan
" Kau pasti tau, jangan bohong lagi. Katakan dimana Tisha dan aku akan mengampuni mu !" Kata Darren tajam dan mengancam
" Ke..kenapa yang mulia pangeran jadi seperti ini? dia kelihatan sangat marah.. kemana pangeran yang lembut itu? nona cepatlah kembali " batin Carol takut
***
Sementara itu Leticia di istana Fostiarus, ia sedang membersihkan darah yang ada di wajah dan tangan Raja Alexander dengan handuk.
" Yang mulia tidak bohong padaku kan? kau tidak membunuh orang lagi?" tanya Leticia sambil mengusap noda darah yang tersisa ditangan Raja tiran itu
" Kalau kau tidak percaya, tanyakan saja pada Daniel " kata Alexander
" Baiklah, aku percaya pada yang mulia. "
" Jadi bagaimana? jawabanmu tentang yang tadi malam " kata Alexander menanti
" jawaban apa?"
" Aku sudah mengatakan nya dengan susah payah, kalau aku mencintai mu " kata Alexander
" Aku juga ingin bilang kalau aku memiliki perasaan yang sama denganmu, tapi bagaimana dengan perasaan kakakku saat dia tau aku mencintai musuhnya? Tuhan.. apa perasaan ini dibenarkan?" batin Leticia bingung
" Aku harus segera kembali, kakak ku pasti mencari ku dan cemas, karena aku pergi terlalu lama " kata Leticia sambil meletakkan handuknya di atas meja, ia sudah selesai menyeka noda darah yang ada di tubuh pria itu
" Kau tidak boleh pergi, sebelum kau mengatakan nya. " kata Alexander tegas
" Aku harus bilang apa?"
" Bukankah pernyataan cinta ku harus dibalas?" tanya Alexander
" Jangan kekanakan seperti ini yang mulia. Antar kan aku pulang ke Ilios sekarang " kata Leticia menghindar dari pertanyaan
" Apa ini karena kakak mu? " tanya Alexander menebak
Deg
Deg
" Aku akan panggil tuan Daniel saja untuk mengantarku pulang" kata Leticia sambil melangkah pergi
" Jangan paksa aku bersikap kasar padamu !" seru Alexander sambil memegang tangan Leticia
" Mari kita lihat, apa sekarang kau bisa memaksa ku " Leticia tak yakin
" Kau selalu punya cara untuk membuatku gila "
Pria itu membawa Leticia ke ranjangnya dan meletakkan wanita itu disana. Kini dia dalam posisi berbaring. Leticia kaget saat melihat Alexander melepaskan bajunya dan menjadi telanjang dada.
" A.. Apa yang akan yang mulia lakukan? hey psikopat tiran jangan macam-macam ya !" ujar Leticia
" Aku merindukan saat kau memanggilku begitu, aku jadi ingat saat pertama kali aku bertemu denganmu. Rasa membunuh ku sangat kuat saat itu, tapi sekarang aku malah sangat tergila gila padamu " kata Alexander sambil tersenyum tipis dan mulai melepas celana nya
" Apa yang kau lakukan?!! " teriak Leticia panik dengan aksi aneh pria itu.
Alexander langsung memburu Leticia yang masih ada di ranjang nya. Dengan cepat kedua tangan Alexander mengunci tangan Leticia.
" Kau ! kau mau apa?!! Serius, kau mau memaksaku ?!! "
" Tidak ada cara lain lagi, agar kau mengakui perasaanmu. Mari kita tidur bersama " kata Alexander sambil memberikan ciuman pada pipi Leticia.
" Kau jangan gila ! dasar psikopat tiran! "
" Tidur bersama katanya?? dia sudah gila ya?? bagaimana ini, kakak pasti panik mencari ku " batin Leticia gelisah
" kyaa !! geli tau ! lepaskan aku, kalau tidak aku akan membencimu !" Leticia mengancam
" Maka bencilah aku, tapi hari ini kau harus jadi milikku " kata Alexander sambil menutup bibir gadis itu dengan bibirnya sendiri dan terjadi lah adegan ciuman.
Hmphh.. hmphh.. Ahh..
Suara erangan dari pria itu terdengar jelas, pertanda bahwa ia sangat menikmati ciuman itu. Ciuman yang panas sama seperti sebelumnya, ada rasa posesif di dalam nya. Penuh, dalam, bergairah, itulah yang dirasakan Leticia saat menerima ciuman dari pria itu. Ia tak menolaknya, karena mereka sama sama suka.
Pria itu melepaskan ciuman nya, ia seperti mengisyaratkan untuk bergerak ke arah yang lain. Ia mulai membuka resleting gaun yang dikenakan Leticia.
" Kau milikku Leticia.. kau milikku " gumam pria itu dengan penuh gairah
GREP
" Jangan lakukan itu ! aku sudah bilang prinsip ku padamu ..." Leticia memegang tangan Alexander yang hendak membuka resleting nya dengan keras dan genggaman yang kuat. Mata mereka bertemu, dan debaran jantung terasa kencang di rasakan oleh mereka berdua.
" Kau tidak bisa menghentikan ku kali ini. Percaya atau tidak, aku tidak akan membuatmu berdiri dari tempat tidur ku " kata Alexander mengancam
" Sebelum kau mengatakan nya, aku akan melakukan hal lebih jauh lagi " batin Alexander yang membutuhkan kepastian dari wanita itu
" Ba..baik.. akan ku katakan. Aku juga mencintaimu.." kata Leticia mengaku dengan malu malu
Raja tiran itu tersenyum lalu melepaskan pegangan nya dari Leticia, ia kembali memakai baju lengkapnya. Begitu pula dengan Leticia yang kembali merapikan bajunya.
" Dasar gila, dia melakukan ini agar aku mengatakan cinta padanya. Memang psikopat tiran " Leticia memaki pria itu di dalam hatinya
" Tenang saja, aku ingat prinsip mu itu. Kau tidak akan melakukannya sebelum menikah, mana mungkin aku mengingkari nya " kata Alexander sambil tersenyum cerah
" Terus barusan kau ngapain Hah?!" tanya Leticia kesal
" Aku hanya ingin kau mengatakan isi hatimu. Ternyata cara ini berhasil juga " jawab Alexander santai
" Hey kau !" Leticia melayangkan tangannya dan hendak memukul Alexander, tapi pria itu memegang tangan Leticia dan mencium punggung tangannya.
CUP
" A..aapa yang kau lakukan?!"
" Kenapa dia suka membuat jantung ku terus berdebar? rasanya aku sulit bernapas lega " batin Leticia resah
" Jadi sekarang kita sedang menjalin hubungan kan?" tanya Alexander
" Hu..hubungan apa? kita hanya saling mengatakan perasaan, tidak berarti kita memiliki hubungan " kata Leticia
" Apa kau akan terus seperti ini? aku membatalkan pernikahan ku untukmu, lalu kau mau mencampakkan ku? kau tidak boleh begitu " kata Alexander sambil memeluk Leticia dengan lembut
Wanita itu terlihat ragu-ragu, ia memikirkan kakak nya yang tidak merestui hubungan mereka. Leticia menepis tangan Alexander dan melepaskan dirinya dari pelukan pria itu. Alexander terlihat terluka dengan penolakan dari Leticia.
" Aku akan meyakinkan kakak mu, jika memang itu masalah nya. "
" Sejak kapan kau jadi pengertian seperti ini? " tanya Leticia terpana
" Dia bukan orang yang pengertian dan sebelumnya dia juga orang yang keras kepala, jangankan memikirkan perasaan orang lain. Dia selalu bertindak sesuka hati, tapi sekarang dia berubah " batin Leticia
" Sejak sekarang dan seterusnya. " jawab Alexander santai. " kau yang sudah membuatku seperti ini, kau harus bertanggungjawab dan tinggal disisi ku "
" Aku tidak tau apa aku bisa atau tidak " kata Leticia sedih
Dilema !
Itulah yang dirasakan oleh Leticia, setelah mengatakan perasaan masing masing. Wanita itu malah harus dilema, tantangan terbesar dalam hubungan mereka adalah restu dari Derrick. Alexander juga mengetahui hal yang membuat wanita nya itu resah, ia berusaha meyakinkan Leticia agar mempercayai nya.
" Aku akan berusaha agar kakak mu menerima ku, karena itu kau harus percaya padaku. " kata Alexander
Meskipun Leticia tidak yakin dengan Alexander yang mengatakan hal itu. Wanita itu mencoba percaya pada Alexander yang akan berusaha membuat kakak nya menerima hubungan mereka.
" Baiklah, aku percaya padamu. Tapi, jika tidak bisa juga.. aku harap kau menyerah, karena aku juga akan ..
HUP
Pria itu lagi-lagi mencium bibir Leticia dan menghentikan wanita itu yang sedang berbicara.
hmph..hmph..
Haaa.. haaa..
" Jangan katakan hal itu ! kau tau sifat ku bukan? ketika aku ingin mendapatkan sesuatu maka akan aku dapatkan, ini juga berlaku untuk dirimu. Untukmu, aku akan laku kan apapun "
Sulit dipercaya, bahwa Raja tiran alias Alexander Victor Wayne, akan mengatakan hal romantis pada Leticia. Pria yang bahkan selalu bilang membenci wanita, kini jadi budak cinta dan berubah drastis karena seorang wanita.
Setelah itu Leticia bertekad akan mempertegas penolakannya terhadap Darren, karena ia akan mencoba percaya pada Alexander sepenuhnya dan ia mencintai pria itu.
...---***---...