
***
Disisi lain, Derrick mencari-cari keberadaan Leticia, tapi adiknya tidak terlihat dimana pun.
Tadi aku yakin mereka ada disini, tapi kenapa sekarang tidak ada?
Begitulah Derrick yang kebingungan mencari keberadaan adiknya dan Raja tiran itu. Ia celingukan kesana kemari tapi tak menemukan adiknya.
" Sir Derrick, ayo makan dulu bersama kami. Kau pasti lelah " kata Daniel menawarkan buah anggur pada Derrick dengan ramah
" Kau juga tadi melihat mereka disini kan? lalu kenapa mereka bisa menghilang tiba-tiba?" tanya Derrick kebingungan
" Anda tidak tau seberapa hebat Raja saya, anda tidak akan menemukan nya meskipun dia ada di dekat anda " kata Daniel sambil makan anggur bersama Harold dan pak kusir.
" Sir Derrick, kita makan saja dulu sambil menunggu. Anda tidak usah cemas, saya yakin kalau tuan putri.. maksud saya nona akan baik-baik saja " kata Harold menenangkan
" Kau juga ikut ikutan makan, Harold?" tanya Derrick tak percaya
" Habis nya saya lapar " jawab Harold dengan wajah polosnya
" Benar kata tuan ini, yang mulia Raja tidak akan berbuat macam macam pada nona Leticia. Setelah selesai mereka bicara, pasti mereka akan kembali kok "kata Daniel santai
" Benar benar.. bagaimana mungkin yang mulia akan melukai orang yang membuatnya menjadi budak cinta seperti itu " kata pak kusir membenarkan
Derrick terlihat sedang memikirkan sesuatu yang serius, ia melamun. Daniel dan kedua orang yang sedang makan anggur itu, bisa melihat kalau Derrick masih terlihat cemas pada Leticia.
" Mana bisa aku tenang, kalau adikku sedang bersama musuhku. Bagaimana jika dia melukai adikku " gumam Derrick cemas sambil mengepalkan tangannya
" Itu tidak akan terjadi, saya jamin sir Derrick. Yang mulia tidak akan melukai nona " kata Daniel
" Kenapa kau sangat yakin kepada Raja mu itu? dia bahkan tidak ragu untuk membantai semua keluarga ku dalam semalam. Bukan hanya keluarga ku saja, tapi mungkin orang lain banyak yang sama nasibnya dengan ku " tanya Derrick heran
" kalau itu, saya memang tidak menyangkalnya. Tapi, percayalah dia tidak akan menyakiti nona. Karena yang mulia sangat mencintai nona " kata Daniel mencoba meyakinkan Derrick
" Cinta? apa orang seperti dia bisa mencintai seseorang? orang yang hanya tau membunuh bisa jatuh cinta? haa.. aku bahkan ragu, apa dia punya hati?" tanya Derrick emosi
" Rupanya sir Derrick sangat membenci yang mulia, kasian yang mulia.. perjalanan yang mulia akan panjang untuk bersama dengan nona. Tapi, aku sebagai tangan kanan yang mulia harus meningkatkan nilai baik yang mulia di mata sir Derrick dan orang-orang. Image yang mulia, harus diubah menjadi baik " batin Daniel prihatin
" Tentu saja yang mulia punya hati, dia kan manusia! buktinya yang mulia bisa mencintai seseorang. Dan yang mulia juga membiarkan sir Derrick dan nona tetap hidup sampai sekarang. Menurut mu apa sebabnya? kau tahu sendiri kan kalau yang mulia mempunyai prinsip dalam berperang, bahkan semua orang tau itu. Kalau yang mulia Raja adalah seorang tirani yang tidak akan menyisakan satu orang pun dari negeri yang dijajah olehnya untuk hidup. Lalu kenapa yang mulia membiarkan sir Derrick dan nona Leticia tetap hidup? " tanya Daniel serius
" Semoga ini bisa membantu yang mulia. Membuka pikiran orang ini, bahwa yang mulia juga bisa berubah " batin Daniel berharap
Kali ini giliran Derrick yang kehabisan kata-kata, ia tak bisa menjawab pertanyaan Daniel yang terdengar santai tapi tajam dan menusuk. Derrick terlihat berfikir, lagi-lagi dia melamun.
Dipikir-pikir, pria ini ada benar nya. Dia adalah tiran yang tidak akan menyisakan satu orang pun dari kerajaan yang dijajah nya. Jika benar itu karena ketertarikan nya pada Leticia, berarti dia sudah menyukai Leticia dari dulu, tapi sejak kapan? padahal dia harusnya membenci kami, tapi dia membiarkan kami hidup dengan baik. Walaupun benar dia menyukai Tisha, aku tidak bisa membiarkan Tisha bersama pria berbahaya seperti dirinya.
Beberapa menit kemudian, Leticia dan Alexander menampakan batang hidung mereka kehadapan 4 pria yang sedang menunggu mereka kembali.
" Tisha, kau darimana saja? kenapa lama sekali?" tanya Derrick tegas
" Kami ada disana kok kak, dekat pohon itu " jawab Leticia polos
" Aku sama sekali tidak melihat mu disana, ah sudahlah ayo kita pulang " suara Derrick terdengar kesal
" sudah kuduga, yang mulia pasti memakai sihir nya agar tidak terlihat " batin Daniel sudah menduga
" Aku pergi ya Lex " bisik Leticia pada Alexander. Pria itu langsung terpana dan wajahnya memerah saat mendengar suara manis wanita itu memanggil namanya.
" I.. iya chia.." jawab Alexander gugup
Daniel dan Pak kusir itu terlihat kaget dengan sikap Alexander yang terlihat seperti anak kecil yang jinak di hadapan Leticia. Hanya mendengar wanita itu bicara saja sudah membuat Raja iblis di medan perang itu mabuk kepayang dibuatnya.
" Astaga, apa itu yang mulia Raja kita?" bisik pak kusir pada Daniel.
" Haa.. aku juga tidak percaya, benarkah dia Raja kita? " bisik Daniel pada pak kusir.
" Mungkin dihadapan cinta semua orang jadi bodoh, tanpa terkecuali yang mulia sendiri "batin Daniel
Alexander melihat kepergian Leticia, Derrick dan Harold. Diam diam gadis itu menoleh kebelakang dan tersenyum pada Alexander. Setelah Leticia dan kakaknya sudah pergi jauh, sikap Alexander berubah, ia sudah duduk di keretanya.
" Hey ! kenapa kalian ngobrol terus?! ayo kita kembali ke istana !" ujar Alexander galak
" Ya ampun, begitu nona Leticia pergi dia kembali menjadi galak " batin pak kusir
" Baik yang mulia !" kata Daniel dan pak kusir patuh
" Kalian lama sekali ! Hey ! mau mati ya !" seru Alexander kesal
" Ya, beginilah yang mulia Raja yang sebenarnya..." batin Daniel sabar
Alexander tersenyum sendiri, nampaknya pria itu sedang senang dan di mabuk cinta. Ia juga memikirkan tentang masa depan bersama Leticia nantinya.
***
Leticia, Derrick dan Harold sudah sampai di depan jalan istana. Mereka melihat Darren seperti sedang menunggu seseorang dengan cemas.
Mereka bertiga memberi hormat pada pangeran kerajaan Ilios itu.
" Tisha.. maksudku kalian dari mana saja?" tanya Darren cemas
" Maafkan kami yang mulia, kami pergi tanpa pemberitahuan. Kami pergi makan bersama di kedai yang tak jauh dari sini " kata Derrick menjelaskan
" Aku pikir kalian pergi kemana.." kata Darren sambil melihat ke arah Leticia. Namun, wanita itu terlihat mengabaikan nya.
" Ada apa dengannya? kenapa dia tidak melihatku? apa dia salah paham tentangku dan nona Giselle?" batin Darren heran
Tap
Tap
Tap
" Sir Derrick dan tuan Harold..yang mulia Raja memanggil kalian keruangan nya " kata Moore sopan
" Saya akan segera kesana, Tisha kau ikut kakak juga " kata Derrick mengajak
" Iya kak " jawab Leticia patuh
" Tunggu, aku ingin bicara dengan Tisha !" seru Darren
" Baiklah " kata Derrick
" Yang mulia, saya rasa tidak ada yang perlu saya bicarakan dengan yang mulia. Dan saya juga harus segera menyiapkan makan malam di dapur " kata Leticia menolak pria itu
" Kenapa kau tiba-tiba bicara formal padaku? apa aku melakukan kesalahan? Tisha, kita bicara dulu ya ?" kata Darren sambil memegang tangan Leticia, ia menatap wanita itu dengan penuh harapan
" sebenarnya aku tidak ingin bicara dengannya sekarang, tapi sepertinya aku harus menyelesaikan ini dan menegaskan semuanya" batin Leticia
" Baiklah yang mulia, mari kita bicara. Tapi, tidak akan lama " kata Leticia sambil menghela napas
Darren terlihat senang dan mengajak wanita itu ke taman labirin yang menjadi taman pribadinya. Tempat yang tidak diketahui siapapun selain dirinya.
" Saya belum pernah melihat taman ini sebelum nya, dan seperti nya tempat ini terpencil "
" Kau benar, ini adalah taman pribadiku. Sejak kecil aku sering bermain kesini diam-diam. Tidak ada yang mengetahui taman labirin ini selain aku dan kau " Darren tersenyum
" Apa maksudnya dia hanya mengajak ku kesini? aku? " batin Leticia kaget
Terlihat 2 ayunan di taman terpencil dan indah itu. Leticia mengagumi keindahan taman itu. Darren menyuruh Leticia duduk di ayunan, dan pria itu berlutut di depannya.
" Apa yang.. yang mulia apa yang kau lakukan?" tanya Leticia kaget
" Apa sikapmu seperti ini karena mendengar aku akan bertunangan dengan gadis lain? " tanya Darren
" Itu.. itu benar " jawab Leticia
" Jadi kau cemburu padaku?" tanya Darren senang
" Eh, kenapa dia terlihat senang? jangan-jangan dia salah menangkap maksudku " batin Leticia kaget
" Sudah kuduga, kau tidak ingin aku bertunangan dengannya kan? karena kau suka padaku kan?" tanya Darren sambil memegang tangan Leticia
" Yang mulia anda salah paham, itu hanya salah satu alasan kenapa saya harus bersikap sopan dan formal terhadap anda. Tapi itu bukan karena saya menyukai yang mulia "
Deg
Deg
Pernyataan dari wanita itu membuat Darren terkejut, apa maksud wanita itu?
" Maksud mu apa? kau tidak menyukaiku? apa maksudnya?" tanya Darren
" Saya akan menegaskan nya detik ini juga, saya tidak menyukai yang mulia lebih dari teman. " kata Leticia jelas
" Apa?" Darren terpana mendengarnya
" Yang mulia, apa saya mengatakannya kurang jelas? saya tidak menyukai anda, jika saya menyukai anda itu hanya sebagai teman saja, tidak lebih "
" Maaf, aku harus menolak perasaan mu. Tapi, aku sadar kalau aku hanya menyukai psikopat tiran " Leticia merasa bersalah
Darren terdiam sejenak,ia berusaha menerka apa yang ia dengar dari mulut wanita itu. Bahwa yang ia dengar itu adalah salah !
" Aku kurang apa? kenapa kau melakukan ini padaku? kita bahkan belum berkencan dan aku belum menyatakan perasaan ku dengan benar padamu ! bagaimana bisa kau mengatakan kau tidak suka padaku seperti ini?!" kata Darren tak percaya, dan ia terdengar kecewa
" Tapi saya memang tidak menyukai anda, bagi saya yang mulia hanya teman yang baik, bukan seorang pria. " jawab Leticia mencoba meyakinkan pria itu
" Ini pasti karena kakak kan? apa kakak ku mengatakan sesuatu padamu? makanya kau bicara dan bersikap seperti ini?" tanya Darren sambil menatap wanita itu dengan sedih
" Itu memang salah satunya, tapi aku tidak bisa bilang. " batin Leticia
" Yang mulia Raja tidak mengatakan apapun, ini karena saya sendiri. Saya yang menolak anda. " kata Leticia tegas
" aku baru tau kalau dia adalah orang yang keras kepala juga " batin Leticia heran
" Kalau begitu, apa ini karena berita pertunangan ku?" tanya Darren polos
" Tidak ! kan saya sudah bilang ini karena saya tidak menyukai anda ! " ujar Leticia mulai kesal
" Kau hanya membuat alasan untuk menolak ku saja kan? kau menyukaiku, tapi karena mendengar berita pertunangan itu kau jadi marah dan berkata seperti ini " Darren tak percaya
" Apa? aku sudah susah-susah menjelaskan panjang lebar maksud hatiku, tapi dia menganggap ku membuat alasan dan dia tidak percaya padaku? " batin Leticia tercengang
" Lagi lagi anda salah paham, saya sedang tidak membuat alasan. Itu murni perasaan saya pada yang mulia " suara wanita itu sedikit keras
" Kalau aku bilang aku tidak mau bertunangan dengan gadis itu, apa kau tidak akan marah lagi?" tanya Darren polos
" Itu urusan yang mulia, kenapa yang mulia harus bertanya pada saya? dan.. saya sudah bilang saya tidak menyukai yang mulia " kata Leticia sambil berdiri dari ayunan nya
Darren yang melihat Leticia, mengikuti nya berdiri juga. Pria itu menggenggam tangan Leticia, ia bersikeras kalau Leticia menolaknya karena ada wanita lain yang dijodohkan dengannya. Ternyata dibalik sikap lembutnya, Darren juga keras kepala dan tidak pantang menyerah, ia berusaha membujuk Leticia agar wanita itu memberikan nya kesempatan untuk berusaha pendekatan dengannya.
" Aku akan bicara pada kakakku untuk membatalkan pertunangan itu ! aku akan bilang padanya kalau aku benar-benar menyukaimu "
" Itu berarti anda melanggar perintah Raja ! anda tidak bisa begitu yang mulia " kata Leticia mengingatkan
" Maka biarlah begitu ! aku akan memperjuangkan mu " Darren penuh keyakinan
" Tapi saya tidak menyukai anda yang mulia, tidak ada gunanya anda memperjuangkan saya !" seru Leticia mulai kesal
" Kenapa sih dia begitu keras kepala?" batin Leticia
" Kalau begitu, aku akan bilang pada kakak ku kalau aku hanya akan menikahi mu " kata Darren dengan serius dan keras kepala
" Apa? menikah??! " Leticia tercengang
Ternyata pria itu tidak mengerti sama sekali apa yang dimaksud oleh Leticia dan salah paham menanggapi maksudnya.
" Ya, ayo kita menikah saja ! aku rela meninggalkan istana dan statusku sebagai pangeran, asalkan kau menerimaku dan mau bersamaku.." kata Darren
" Apa yang mulia sudah gila??!!" Leticia kaget
Gila, benar-benar gila. Apa katanya? menikah????! Penjelasan ku yang panjang lebar begini dianggap apa? kenapa salah paham nya sebesar ini?
" Tidak bisa begini yang mulia. Alasan saya menolak yang mulia adalah karena saya sekarang sudah punya kekasih !! saya menyukai orang itu !" teriak Leticia kesal
Deg
Deg
Perkataan menusuk lagi-lagi membuat Darren terpana. Apakah kali ini dia akan salah paham lagi? atau mengerti perkataan Leticia yang sebenarnya?
...---***---...