Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran

Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran
Bab 68 Untukmu


🍂🍂🍂


Di istana Ilios, Derrick yang sedang berlatih pedang merasa sangat cemas karena Leticia belum kembali dan memberi kabar.


Di sisi lain semua orang di istana Ilios nampak sedang sibuk dengan pesta pertunangan Darren dan Giselle yang akan diadakan lusa.


Bukannya membantu menyiapkan pesta pertunangan, pangeran Darren malah sibuk menanyakan keadaan Leticia pada Derrick berkali-kali.


" Kenapa anda kemari lagi yang mulia?" tanya Darren heran


" Tisha belum kembali ya?" tanya Darren


" Dari kemarin yang mulia terus menanyakan hal yang sama, dan sekarang jawabannya pun masih sama " ucap Derrick


" Apa kau benar-benar menyetujui hubungan mereka? " tanya Darren sedih


" Tidak "


" lalu kenapa kau membiarkan Tisha pergi bersamanya?" tanya Darren penasaran


" Karena mungkin dia tidak akan bisa bertemu lagi dengannya " jawab Derrick


" Apa? apa maksud mu?" tanya Darren bingung


Ah, aku keceplosan


" Tidak, bukan apa-apa. Pokoknya aku tidak setuju Tisha bersama tiran itu " jawab Derrick


" Lalu bagaimana denganku?" tanya Darren


" Yang mulia sudah menanyakan itu berkali-kali. Saya juga tidak setuju " jawab Derrick


" Karena aku akan bertunangan kan?" tanya Darren


" Yang mulia dan Tisha tidak berjodoh. Jadi, terima saja " jawab Derrick


Yang aku inginkan saat ini adalah hidup damai dengan Tisha. Terlibat dengan mu atau tiran itu, sama-sama berbahaya. Aku tidak ingin suatu saat nanti Tisha celaka karena kalian berdua. Aku tidak percaya kalian bisa melindungi Tisha.


Darren dan Derrick seperti tenggelam dalam pikiran mereka sendiri. Seperti merencanakan sesuatu di pikiran mereka, entahlah apa itu, mereka terlihat serius


🍂🍂🍂


Alexander menyuapi Leticia sarapan, dan itu membuat nya kebingungan dengan sikap Alexander.


" Sudah cukup, aku sudah kenyang "


" kau mau minum? apa kau mau minum susu atau air biasa?" tanya Alexander perhatian


" Tunggu Alexander, eh maksudnya yang mulia. Ada apa ini? kau belum menjelaskan tentang cincin ini dan sikapmu yang aneh ini. Kau membuatku bingung " ucap Leticia kebingungan


" Bukankah kau harusnya mengerti tanpa ku jelaskan apa maksudnya cincin itu terpasang di jarimu?" Alexander bertanya balik


" Aku tidak tau ! makanya kau jelaskan dong !" ujar Leticia


" Kita.. mari kita bertunangan "


" Apa? kita kan sudah putus, bagaimana bisa begini?" tanya Leticia heran


" Apa kau mengerti tidak maksud ku? kalau aku bilang bertunangan berarti kita tidak putus ! jangan katakan putus lagi ! akan aku lakukan semua yang kau inginkan, tapi jangan tinggalkan aku "


" Apa kau bersungguh-sungguh? apa kau sudah pertimbangkan baik-baik, kau mau bertunangan denganku?" tanya Leticia


Bagaimana bisa dia berubah dalam semalam? apa dia benar-benar merenungkan kesalahan nya semalaman.


" Aku serius, aku tidak bisa putus denganmu. "ucap Alexander serius


" Kau sudah tau kesalahan mu?" tanya Leticia sambil menyilangkan dadanya


" Iya aku salah karena tidak memberikan orang lain kesempatan. Aku salah karena selama ini aku selalu menggantungkan perasaan mu, aku minta maaf " Terlihat penyesalan dan rasa bersalah tertulis di wajah Raja tiran itu saat menatap Leticia.


" Baguslah, aku senang mendengar nya. " kata Leticia lega


Setelah itu Alexander membawa Leticia ke penjara istana, awalnya Leticia bingung untuk apa pria itu membawanya ke penjara istana. Alexander memperlihatkan pada Leticia bahwa ada Marquez Randell disana. Pengkhianat itu terlihat lusuh, dan badannya juga kotor. Ada beberapa luka bekas penyiksaan di tubuhnya.


" yang mulia ,ada apa ini sebenarnya?" tanya Leticia bingung.


Bukankah harusnya hari ini dia di hukum mati?


" Yang mulia ! saya mohon, ampuni nyawa saya ! berikan saya kesempatan satu kali lagi ! saya tidak akan pernah mengkhianati kepercayaan yang mulia !" Marquez Randell menangis dan memohon pada Alexander.


" Baiklah, akan kuberi kau kesempatan " jawab Alexander santai


" Hah?" Leticia dan Marquez Randell terkejut dengan jawaban itu.


Apa aku salah dengar? Lex, ingin memberikan Marquez kesempatan? bukankah sebelumnya dia sangat keras kepala ingin membunuh Marquez.


" Yang.. yang mulia benarkah itu? yang mulia akan memberikan saya kesempatan?" tanya Marquez Randell dengan mata yang berbinar-binar.


" Aku tidak pernah memaafkan mu, tapi semua orang berhak mendapatkan kesempatan kedua. Kau akan ku bebaskan dari hukuman mati mu. Dan akan ku gantikan hukuman mu dengan yang lain " terang Alexander tegas


" Yang mulia... kebaikan anda sungguh seluas samudra " Marquez Randell berlutut di depan Alexander.


Leticia menatap Alexander dengan keheranan.


Alexander menyuruh penjaga membebaskan Marquez Randell.


Hukuman untuk nya adalah pergi kembali ke desa Winterne dan mengasingkan dirinya disana. Pria itu harus menebus kesalahannya seumur hidup dengan membangun desa itu kembali. Harta kekayaan nya di donasikan kepada warga desa Winterne yang kesulitan.


🍂🍂🍂


Alexander mengajak Leticia pergi ke taman. Wanita itu masih kebingungan dengan apa yang dilakukan Alexander.


" Cincin ini.."


" Cincin pertunangan kita " jawab Alexander cepat


" Pertunangan? aku bahkan belum setuju, tidak bukan begitu. Kau bahkan belum meminta persetujuan ku, kenapa kau memasangkan cincin ini seenaknya " ucap Leticia kelimpungan


" Mau kau setuju atau tidak, kita sudah bertunangan. Bukankah ini yang kau inginkan? aku sudah melakukan semua yang kau inginkan? tanya Alexander sambil menatap tajam Leticia


Aku pikir dia akan senang ketika melihat cincinnya. Tapi dia malah terlihat bingung, padahal aku sudah mengikuti saran Daniel. batin Alexander sedih


Iya sih, ini memang yang kuinginkan. Tapi, bukan seperti ini juga caranya. Ini sangat mendadak. Kakak juga belum setuju dengan hubungan ku dan dia.


" Terimakasih sebelumnya, kau sudah memberikan kesempatan pada tuan Marquez. Tapi, tentang pertunangan ini. Tidak bisa dilakukan tergesa-gesa."


" Jadi kau menolak? kau tidak mau bertunangan denganku?" tanya Alexander yang mulai kesal


Padahal aku melakukan semua nya untukmu, aku bersikap baik hari ini. Tapi kau malah seperti ini. Batin Alexander sedih


" Kenapa kau selalu menyimpulkan sesuatu sendiri? apa kau dengar aku menolak nya?! dengarkan dulu aku sampai akhir !" seru Leticia


Hmphh..


Alexander menyilangkan tangannya dan mendengus, ia tampak kesal.


Kemudian, Leticia menjelaskan tentang situasi kakak nya yang saat ini belum sepenuhnya merestui hubungan mereka. Jadi, mereka belum bisa bertunangan.


" Jadi masalah nya adalah kakak mu?" tanya Alexander


" Iya, kakak belum setuju. Jadi, aku belum bisa bertunangan denganmu " jawab Leticia


" Bolehkah aku memaksa nya?" tanya Alexander dengan wajah datar


" Kau tidak boleh lakukan itu !" ujar Leticia panik


" Baiklah. Tapi, kita tidak jadi putus kan? kau bilang bahwa setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua, itu juga termasuk diriku kan?" tanya Alexander memelas


Dia terlihat sangat imut, kemana sisinya yang menyeramkan itu sekarang? dia terlihat seperti anak kecil yang kesepian dan menginginkan kasih sayang.


Leticia tersenyum melihat Alexander, ia menghela napasnya.


" Iya kita tidak jadi putus, aku juga akan memberikanmu kesempatan. Dan aku minta maaf karena sikapku sebelumnya " Leticia menyesal


Aku terlalu gegabah mengambil keputusan, ya aku akan memberikan mu kesempatan.


" Akan aku maafkan, kalau kau bersamaku seumur hidupku "


" Ya, semoga saja kita bisa selalu bersama " jawab Leticia berharap


" Jangan bilang semoga, tapi harus !" ujar Alexander tegas


" Baiklah, kita harus selalu bersama. " Leticia melepaskan cincin yang dipakainya.


" Tapi kita belum bertunangan "


" Apa kau akan terus keras kepala seperti ini? kalau ku bilang pakai ya pakai ! ternyata hanya bagiku saja kalau kita sudah bertunangan, hanya aku saja yang mencintaimu "


Ada apa dengan nada bicaranya, dia terdengar kecewa.


CUP


Leticia mengecup pipi Alexander. Pria itu terpana.


" Tidak ! maafkan aku yang sudah menyinggung mu, aku mencintaimu. Sama seperti kau mencintaiku " kata Leticia menjelaskan


" Kalau begitu pakailah selalu cincin nya, pada saat nya nanti aku akan meminta izin pada kakak mu secara langsung untuk menikahi mu " kata Alexander


Dia benar-benar serius, dia akan menikahi ku?


" Kau mau menikah denganku?" tanya Leticia


" Tentu saja. Kau juga mau kan?"


" Mau sih, tapi seharusnya lamaran tidak seperti ini " gerutu Leticia sebal


" Baiklah, nanti aku akan melamar mu dengan lebih romantis. " Alexander tersenyum senang


Daniel terlihat senang melihat hubungan Raja nya dan Leticia sudah kembali seperti semula. Mereka berdua jalan-jalan di taman bunga matahari dengan gembira, dan atmosfer yang bagus.


" Yah, beginilah seharusnya. Maka dunia akan tetap selamat. " gumam Daniel senang.


Beberapa menit kemudian, Daniel menghampiri Alexander yang sedang duduk bersama Leticia di taman.


" ada apa kau kesini?!" tanya Alexander galak, karena merasa terganggu.


" Maafkan saya menganggu yang mulia dan nona, saya ingin menyampaikan hal darurat yang mulia " ucap Daniel serius


Ada apa ini? kenapa wajah tuan Daniel terlihat serius ya? apa ada masalah besar?


" Katakan !"


" Yang mulia kita harus menemui sir Carl dan sir Jerome tentang hal penting itu " jawab Daniel


" Baiklah. Kau mau ikut?" tanya Alexander pada Leticia


" Tidak, aku disini saja dulu. Kau pergilah "


" Aku akan segera kembali " ucap Alexander sambil tersenyum


Aku sudah mulai terbiasa melihat yang mulia tersenyum. Dan itu hanya saat yang mulia berada disisi nona Leticia saja.


" Daniel, kau disini saja. Jaga dia " ujar Alexander tegas.


" Kalau terjadi sesuatu padanya, kau lah yang akan mati duluan " Alexander mengaktifkan kembali tatapan membunuhnya, dan mengarahkan nya pada Daniel.


" hey, jangan galak-galak !" seru Leticia mengingatkan


Tuan Daniel kuat mental juga ya, dia sangat mengerti Alexander. Walaupun Alexander galak dan berkali-kali mengancam nya. Dia tetap setia. The best lah kau Daniel.


" Ah ya, baiklah yang mulia " jawab Daniel patuh


Tidak apa nona, aku sudah terbiasa dengan tatapan membunuh yang dimiliki Baginda Raja. batin Daniel


Raja tiran itu pergi ke dalam istana.


Sementara Daniel mengawal Leticia yang sedang duduk dan makan kue stroberi yang dibawanya.


" Pfutt.." Leticia tiba-tiba seperti ingin tertawa tapi menahannya


" Nona, ada apa?" tanya Daniel heran


" Tidak, aku hanya merasa salut padamu. Seperti nya kau sudah menjadi pawang nya "


" Maksud nona? pawang siapa?" tanya Daniel polos


" Kau adalah pawang si tiran psikopat itu " jawab Leticia ceria


" Apa? yang mulia jangan bicara sembarangan seperti itu tentang Baginda Raja, nanti kalau Baginda mendengar nya. Saya bisa di bunuh nya beneran !" bisik Daniel


" Tenang saja, dia tidak akan membunuh mu kecuali kau berkhianat padanya "


" Kenapa nona bicara dengan yakin begitu?" tanya Daniel


" Karena kau adalah orang yang berharga untuk Baginda Raja " jawab Leticia jujur


" Saya? orang berharga untuk Baginda? haha.." Daniel tertawa dan tidak percaya dengan apa yang dikatakan Leticia


" Eh, aku serius loh. Dia pernah mengatakan nya padaku, katanya kau dan aku adalah orang yang sangat berharga baginya." jawab Leticia serius


Seperti nya nona Leticia serius dengan perkataan nya. Tapi, benarkah Baginda bilang begitu?


" Dia bahkan pernah bilang jika semua orang mengkhianati nya, dan berpaling darinya. Hanya tuan Daniel dan aku yang akan selalu disisi nya. Kenapa dia bisa seyakin itu? padahal bisa saja aku mengkhianati nya " kata Leticia


" Nona! tolong jangan katakan itu, jangan pernah mengkhianati yang mulia Raja. Yang mulia melakukan semua nya hanya untuk nona, bahkan beliau rela berubah untuk nona. Jika nona mengkhianati yang mulia, entah apa yang akan terjadi pada nya ! akan sulit untuk mendapatkan kepercayaan yang mulia kembali !!" kata Daniel panik


" PFutt.. HAHAHA " Leticia tertawa melihat reaksi panik dari Daniel.


" Nona... anda mengerjai saya ya?" tanya Daniel


" Reaksi mu saat panik lucu sekali, kau seperti orang yang sedang kejepit pintu. Haaha." Leticia tertawa sambil memegang perutnya


" Nona, ini tidak lucu. Awas saja kalau nona mengkhianati yang mulia Raja, saya sendiri yang akan mengakhiri nona !" seru Daniel serius


" Seperti nya kau serius akan membunuhku kalau aku berkhianat ya ?" tanya Leticia sambil tersenyum


" nona saya SERIUS " jawab Daniel dengan wajah muram


" Aku juga serius, aku tidak akan pernah mengkhianati nya. Aku sudah janji akan menikah dengannya, tinggal menunggu persetujuan kakak ku saja. "


" benarkah yang mulia mengajak nona menikah?" tanya Daniel tak percaya


" Kau terlihat tak percaya, ya aku juga tak percaya. Padahal tadinya dia tidak mau menikah denganku. Dia bahkan tidak punya niat menikah denganku, aku yakin itu. Tapi, bagaimana bisa dia tiba-tiba meminta ku menikah? kau kaget kan? dia juga sudah menyiapkan cincin ini " Leticia tersenyum senang sambil memandangi cincinnya


" Syukurlah nona, selamat anda akan menjadi Ratu di istana ini " kata Daniel senang


Tidak disangka, aku hanya memberitahu yang mulia untuk segera bertindak cepat dengan mengajaknya bertunangan. Tapi, yang mulia malah mengajak menikah juga.


🔥🔥🔥


Setelah berbicara dengan kedua komandan pasukan kstaria nya. Wajah Alexander terlihat tegang, ia seperti resah dan gelisah. Ia bahkan menyuruh Leticia bersiap siap untuk kembali ke Ilios.


" Ada apa Lex? apa ada masalah?" tanya Leticia yang cemas melihat keresahan di wajah Alexander.


Setelah kembali dari pertemuan nya dengan bawahannya , dia terlihat gelisah. Apa ada masalah yang menyangkut keamanan kerajaannya? Tuan Daniel juga tidak menjawab saat aku bertanya, wajahnya terlihat tegang.


" Bersiap-siap lah, Daniel akan mengantarmu kembali pada kakak mu " ucap Alexander


" Ada apa? apa ada sesuatu yang terjadi? kenapa terburu-buru?" tanya Leticia penasaran


" Akan aku jelaskan nanti, sekarang kau pergilah dulu dengan Daniel " ucap Alexander cemas


" Tapi.. "


" Bukankah kau ingin segera kembali pada kakak mu? nah sekarang pergilah " Alexander memaksakan sedikit senyuman di wajahnya


" Kenapa bukan kau yang mengantarku? sebenarnya ada apa ini?" tanya Leticia kebingungan dan penasaran.


Leticia melihat aura yang ada ditubuh Alexander yang memiliki dua warna, yaitu biru dan abu muda.


" Kau sedang khawatir akan sesuatu, kau juga sedang ketakutan. Apa hal yang membuat mu seperti ini?" tanya Leticia sambil membelai pipi kekasihnya


" Aku tidak sedang khawatir atau takut. Mana bisa aku memiliki perasaan seperti itu " Alexander menyangkal dan memutar mutar matanya.


" Aku tau kau bohong, setiap bohong kau selalu memutar mutar mata mu dan memalingkan wajah mu. Alex, ada apa?" tanya Leticia


Pria itu terlihat bingung dan hanya menatap Leticia lekat lekat.


...----🏰🏰🏰----...


Hai Readers.. makasih yang masih setia membaca novel ku 😁 maaf juga ya kalau ada kesalahan atau typo dalam pengetikan nya. Makasih juga buat yang udah kasih hadiah, vote, like dan komennya secara sukarela tanpa di minta dan buat author makin semangat.. Terus dukung ya karya ku ini 😊😁


Like, komen, rate dan vote dari kalian sangat berharga untuk author.. kalau suka novel ini jangan lupa favoritkan juga ya ❤️😘