
Di istana Ilios..
Darren dan Derrick sama sama galau karena Leticia dibawa pergi lagi oleh Alexander. Padahal mereka sudah berharap kalau Leticia akan tinggal bersama mereka.
" Maafkan aku, aku tidak bisa berhasil membawa adik mu kemari , sir Derrick " kata Raja Cedric
" Tidak apa, yang mulia Raja sudah berusaha untuk membantu saya. Justru saya yang harus minta maaf karena sudah merepotkan Anda dan membuat ruangan kerja pangeran Darren menjadi hancur " kata Derrick merasa bersalah
" Tidak apa apa kok ! ini bukan kesalahanmu, ini salah si Raja menyebalkan itu " kata Darren sebal
" Apa perasaan ku ini benar? kalau raja Alexander memiliki..." Gumam Cedric berfikir
" Apa yang kakak pikirkanlah? raja Alexander memiliki apa?" tanya Darren penasaran
" Aku pikir dia sudah jatuh cinta pada putri Leticia " jawab Cedric yakin
" APA??!! tidak mungkin, kakak itu tidak benar " Darren menyanggahnya
" Bagaimana bisa seorang raja yang tidak punya hati seperti dia akan jatuh cinta? terlebih lagi itu kepada adik saya.. " kata Derrick merasa mustahil
" Aku sudah takut hal ini akan terjadi, jatuh cinta? apa benar Raja itu jatuh cinta pada Tisha? itu sih tidak masalah asalkan Tisha juga tidak memiliki rasa yang sama dengannya " batin Darren resah
" Ini hanya pendapat ku saja. Kalau tidak, mana mungkin Raja Alexander terus menahan putri Leticia disampingnya. Dia tidak menginginkan kekuasaan, uang yang ditawarkan. Karena dia sudah punya segalanya, hanya satu saja yang tidak ia miliki. Yaitu seorang wanita " kata Cedric menjelaskan
" Seperti nya, Dareen merasa tidak nyaman. Apa mungkin Darren menyukai putri Leticia ?" batin Cedric berfikir
" Kakak, tolong pikirkan sebuah cara agar Leticia bisa tinggal disini. Buat agar Raja Alexander melepaskannya. " kata Darren memohon
" Baiklah aku akan memikirkan cara lain, sir Derrick kau juga tenang saja. Adikmu pasti akan kembali ke sisi mu " kata Cedric ramah
****
Daniel menemui Raja di kamarnya, terlihat kamar Raja berantakan seperti kapal pecah. Barang barang dikamar itu pecah, dan berserakan dilantai. Pengawal raja itu bengong dan gusar di dalam hatinya.
" Apa yang terjadi? apa yang mulia bertengkar lagi dengan tuan putri? menambah pekerjaan ku saja, ya ampun.." batin Daniel heran
" Yang mulia, apa anda habis bertengkar lagi dengan tuan putri?" tanya Daniel malas
" Tidak, seperti itu." jawab Alexander pusing
" Lalu kenapa barang-barang disini bisa hancur?" tanya Daniel heran
" Aku .. aku sudah mengatakan perasaanku padanya, tapi dia menolak ku " jawab Alexander pusing
" Ya sudah pasti tuan putri akan.... HAH? Apa?? yang mulia Raja mengatakan apa?" tanya Daniel tercengang
" Seperti nya kau tuli sekarang " jawab Alexander
" Yang mulia Raja, saya baik-baik saja dan tidak tuli. Hanya saja saya tidak percaya yang mulia akan mengatakan perasaan anda pada tuan putri. Tapi, kenapa dia menolak yang mulia? apa dia bilang sesuatu?" tanya Daniel heran
" Ketampanan, kekuasaan, tubuh atletis, kekayaan, kecerdasan, tidak ada yang tidak yang mulia raja miliki, jelas jelas yang mulia sangat sempurna. Lalu apa?" batin Daniel berfikir
" Dia bilang dia tidak suka padaku, tapi aku tidak percaya. Mana mungkin kan dia tidak suka dengan diriku yang sempurna ini?" tanya Alexander percaya diri
" Ya ampun, baru kali ini aku mendengar yang mulia Raja bicara seperti ini. Dia sangat narsis, ini bukan sifat aslinya. Jelas jelas ini karena dia sedang jatuh cinta " batin Daniel
" Lalu apa tuan putri mengatakan alasan nya menolak yang mulia?" tanya Daniel
" Kenapa aku harus mengatakannya padamu?" tanya Alexander marah
" Ya sudah kalau yang mulia tidak mau saran dari saya, saya tidak memaksa " jawab Daniel sambil tersenyum lebar
" Baik.. baiklah. Aku akan bicara , dia bilang dia tidak menyukaiku dan dia mempunyai masalah dengan pernikahan ku, jadi dia tidak mau berhubungan denganku. " terang Alexander dengan wajah sedih
" Maksudnya apa yang mulia?" tanya Daniel kurang mengerti
" Salah satu alasan dia menolak ku, karena aku bilang aku memang harus menikah dengan salah satu nona bangsawan itu. Tapi aku juga bilang padanya kalau aku akan tetap menyukainya, aku ingin dia tetap disisi ku,tapi dia malah marah dan mengatakan tidak mau berhubungan denganku " terang Alexander kesal
" Apa anda serius mengatakan itu pada tuan putri yang mulia? Haa.. yang mulia kali ini anda sudah keterlaluan...ckckck " Daniel gereget
" Salah ku apa? aku hanya mengatakan fakta, kalau aku harus menikah demi kepentingan politik, tapi aku juga bilang padanya untuk menjadikannya selir " kata Alexander polos
" Astaga yang mulia ! wajar saja kalau tuan putri marah pada anda, mungkin setelah ini tuan putri juga akan membenci anda ! Anda bertingkah seperti seorang playboy sekarang !" kata Daniel memegang keningnya
" Dia membenciku? kenapa? aku kan sudah bilang aku hanya akan menyukainya seumur hidup ku ,selamanya ! kenapa dia akan membenciku?" tanya Alexander tak paham
" Inilah contoh orang yang tidak berpengalaman dalam cinta, tidak ku sangka Raja ku yang hebat dalam segala hal akan memiliki kelemahan. Dia bodoh dalam cinta, beruntung nya aku.. karena dia tidak bisa mendengar kata hatiku " batin Daniel
" Apa kau sedang memaki ku di dalam hatimu?" tanya Alexander tajam
" Mana mungkin saya begitu, saya hanya sedang berfikir yang mulia. Bagaimana bisa yang mulia mengatakan hal seperti itu pada tuan putri?" tanya Daniel serius
" Apa aku salah?" tanya Alexander heran
" Yang mulia, jika benar anda mengatakan hal seperti itu. Anda melukai hati tuan putri, anda seperti mempermainkan perasaannya. Contoh nya seperti ini, ada seorang perempuan yang mengatakan kalau dia menyukai yang mulia, tapi wanita itu malah menikah dengan orang lain dan meminta yang mulia menjadi selingkuhannya, apa yang mulia tidak akan marah?"
" Siapa yang berani menjadikanku selingkuhan? aku ini Raja ! raja terkuat di seluruh dunia " kata Alexander tegas
" Itu bukan intinya yang mulia. Aduh, katakan saja ! jika anda diperlakukan seperti itu, apa anda tidak akan marah?" tanya Daniel
" Mendadak raja menjadi sangat bodoh, memang dasar kekuatan cinta " batin Daniel heran
" Tentu saja aku marah, aku akan membunuh wanita itu dan suaminya dengan cara yang paling kejam " kata Alexander sambil mengeluarkan aura hitam dari tubuhnya
" Nah, jadi anda mengerti kan sekarang? bagaimana perasaan tuan putri saat anda mengatakan menyukainya tapi anda akan menikahi wanita lain. Saya juga merasa tuan putri marah karena dia sedikit cemburu, tapi saya rasa ini lebih dari perasaan itu. Lebih tepatnya perasaan seperti dipermainkan "terang Daniel
" Apa benar seperti itu? aku mempermainkan nya? dia merasa begitu? tapi aku tidak bermaksud begitu " gumam Alexander bingung
" Dan yang mulia, saya juga ingin mengatakan. Bagi seorang wanita hubungan yang sehat itu penting, melihat kepribadian nya, seperti nya tuan putri menginginkan hubungan yang abadi. Dia adalah tipe orang yang ingin hidup dengan satu orang selamanya, tuan putri juga tidak suka dengan pengkhianatan. Lihat saja Duke Henry sebagai contohnya, bukankah dia putus dengan tuan putri karena perselingkuhan? tuan putri bukan orang yang ingin berbagi pasangan nya dengan orang lain. Intinya dia ingin menerima yang mulia, jika yang mulia hanya menjadikan nya satu satu wanita dalam hidupnya. Satu satunya wanita yang akan dinikahi oleh yang mulia " Daniel menjelaskan dengan panjang lebar
Alexander terdiam dan tampak berfikir keras. Ia bertanya tanya apakah benar seperti yang dikatakan Daniel bahwa ia sudah bersalah? maka dari itu Leticia menolaknya?.
Raja itu bertanya lagi pada Daniel, apakah pernikahan itu penting bagi seorang wanita? dan Daniel menjawab dengan tegas tentu saja, terutama bagi Leticia yang menginginkan sebuah keluarga dan cinta yang setia. Namun, pria itu tidak pernah berfikir untuk membangun sebuah keluarga dengan orang yang ia cintai, baginya pernikahan adalah sebuah alasan politik untuk memperluas kerajaan.
Semalaman penuh Alexander berfikir tentang hubungan nya dan Leticia akan seperti apa dan ia bertekad akan meminta maaf pada wanita itu, juga bicara dengan Leticia dengan baik dari hati ke hati seperti saran Daniel.
Sementara wanita itu terlihat kesal di kamarnya, ia melepaskan kalung yang diberikan oleh Alexander dan bertekad ingin melupakan pria itu.
" Baiklah, kita sudahi semuanya. Jangan ada cinta, Leticia kau tidak boleh jatuh terlalu dalam lagi. Besok kau akan bicara dengan nya dan mengakhiri nya. Aku harus bisa ! karena pada akhirnya masa depan tidak akan berjalan baik antara aku dan dia. Dinding pemisah diantara kami adalah kebencian, suatu saat nanti jika kami menjalin semua hubungan, kami akan bertengkar dan akulah yang akan paling terluka. Aku tidak mau terluka lagi karena cinta.. aku ingin membebaskan nya, aku akan mencoba..." kata Leticia tegas
***
Keesokan harinya di kamar Raja..
TOK TOK TOK
" itu pasti Leticia? " batin Alexander senang
KLAK
" Kebetulan kau sudah datang, tinggallah lebih lama dan mari kita bic...." Alex kaget saat orang yang ada di hadapannya itu bukanlah seseorang yang ia harapkan.
" Kenapa kau yang kemari?" tanya Alexander heran
" Tuan putri, sedang mencuci baju dan dia meminta saya mengantarkan ini untuk yang mulia " jawab Carol sopan
" Panggil dia kemari ! ini adalah tugasnya, beraninya dia menyuruh orang lain untuk menggantikan nya?" Alex marah
" Maafkan hamba yang mulia, ta.. tapi.. saya tidak bisa melakukan itu " kata Carol gugup
" Kenapa?"
" Tuan putri berkata kalau ia tidak akan melayani yang mulia Raja lagi " jawab Carol
" Apa dia benar-benar bilang begitu?" tanya Alex
" Iya yang mulia "
" Seperti nya terjadi masalah serius, ini jelas jelas bukan pertengkaran biasa. " batin Carol bertanya tanya
" Apa ini karena kejadian kemarin?" batin Alex berfikir
" Baiklah, bilang padanya jika dia tidak kemari dalam 5 menit. Ah tidak, 3 menit .. aku akan memberitahu semua orang di istana tentang hari yang panas kemarin " kata Alexander sambil tersenyum menyeringai
" Apa?"
" Bilang saja begitu padanya. Cepat !" ujar Alexander tegas
" Ah . ya baik yang mulia " jawab Carol patuh
Tak lama setelah Carol pergi, Leticia datang dengan terburu-buru ke kamar Raja, wajahnya terlihat kesal.
" Apa ini begitu menyenangkan bagi yang mulia?" tanya Leticia kesal
" Apanya?" tanya Alexander
" Kemana kalung yang selalu ia pakai? kenapa hari ini dia tidak memakainya?" batin Alexander sambil melihat ke leher Leticia
" Mempermainkan saya seperti ini? apa itu adalah kesenangan bagi mu?" tanya Leticia kesal
" Aku tidak mempermainkan mu, ini karena kau tidak datang pagi ini. "
" Haa.. seharusnya anda sudah tau kenapa saya tidak datang kemari? mana bisa saya bertemu orang yang mempermainkan saya !" kata Leticia tegas
" Kau bicara formal lagi? kenapa?" tanya Alexander yang tidak peka
" Bicara formal dengan anda, rasanya seperti saya sangat dekat dengan anda " jawab Leticia marah
" Jadi kau tidak suka?" tanya Alexander
" Iya benar, saya tidak suka. " jawab Leticia tak menahan dirinya untuk marah
" Aku akan menjelaskan semuanya tentang yang terjadi kemarin, agar kau tidak salah paham lagi " kata Alexander tajam
" Saya tidak mau dengar. Saya akan per..."
Pria itu memotong kata-kata Leticia yang ingin segera pergi dari sana.
" ini tentang pernikahan, apa pernikahan itu penting bagimu? " tanya Alexander
" Kenapa saya harus menjawabnya? memangnya jawaban saya penting " Leticia sinis
" Karena kau penting untukku, makanya kau harus menjawab nya. Aku ingin mendengarnya darimu "
" Jika saya menjawab nya, apa yang mulia akan membiarkan saya pergi?" tanya Leticia
" Iya, makanya kau harus jawab semua pertanyaan ku " jawab Alexander
" Baiklah. Pernikahan bagi setiap wanita adalah hal penting, bagi saya juga seperti itu. Saya tidak bisa menikah dengan orang yang tidak saya cintai, saya ingin menikah dengan orang yang saya cintai dan hidup bahagia. "
" Ternyata Daniel benar, jawabannya sama dengan apa yang Daniel beritahu kan kepadaku " batin Alexander
" Ya, lalu pria seperti apa yang kau inginkan?" tanya Alexander
" Kenapa aku harus menjawab pertanyaan psikopat tiran ini? sudahlah, anggap saja sedang menjawab soal ujian " batin Leticia heran
" Pria yang saya inginkan adalah pria yang hanya mencintai saya dan melihat saya seumur hidupnya, lalu pria itu harus berwatak lembut dan penyayang. Memiliki kepribadian hangat, dan tentunya ia harus tampan dan kaya " terang Leticia
" Dan itu bukan dirimu ! bukan! kau bukan pria lembut ! kau pria kasar dan aneh !" batin Leticia memaki Raja tiran itu
" apa aku harus menjadi seperti itu?" batin Alexander berfikir
" Tapi..
TOK TOK TOK
" Siapa?" tanya Alexander
" Ini saya Daniel yang mulia " jawab Daniel
" Jika ini tidak penting, jangan menggangguku sekarang !" ujar Alexander tegas
" Ini penting yang mulia ! ada surat penting, katanya harus disampaikan kepada yang mulia sekarang juga !" ujar Daniel
" Huft.. aku selamat, tuan Daniel terimakasih banyak " batin Leticia lega
" Daniel masuklah, dan kau pergi dulu! aku belum selesai bicara denganmu " kata Alexander
KLAK
Daniel memasuki kamar Raja dan membawa surat.
" saya permisi yang mulia " kata Leticia cuek
Tak lama kemudian, setelah Leticia pergi. Alexander membaca surat itu dengan serius, raut wajahnya seakan akan tidak percaya dengan isi surat itu.
" Siapa yang mengirim ini?!! apa ini benar?!!" Raja tercengang melihat isi suratnya
" A.. Ada apa yang mulia?" tanya Daniel heran
" Apa dunia akan kiamat? " batin Daniel keheranan
...---***---...