Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran

Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran
Bab 116. Dunia iblis


Menara gelap kerajaan Fostiarus..


Alexander dan Gustaf sedang berada disana. Rupanya Gustaf sedang mentransfer setengah kekuatannya pada Alexander. Di saat yang bersamaan Lucifer masuk ke dalam kamar yang hanya ada Leticia sendirian disana.


" Si-siapa kau? kenapa kau masuk ke dalam kamar ku?!" tanya Leticia sambil beranjak dari ranjangnya dan berjalan mundur menuju ke pintu


" Aku kan sudah bilang ,aku adalah neraka mu "


Aura hitam yang begitu pekat, penuh kebencian, aroma terbakar yang menyengat. Siapa pria ini sebenarnya?


Cahaya hitam yang muncul dari tangan Lucifer bergerak menuju ke arah Leticia. Leticia menutup matanya sesaat, namun tidak terjadi apa-apa padanya.


Sialan, bagaimana bisa sihir ku tidak bereaksi padanya. Apa ini karena bayinya? gerutu Lucifer di dalam hatinya


Leticia membuka matanya lalu ia berlari ke arah pintu dan memegang gagang pintu, berencana untuk membuka nya. Akan tetapi, pintu itu telah disihir oleh Lucifer dan terasa panas di tangan nya.


" Ahhh... panas ". Tangan Leticia kepanasan saat memegang gagang pintu kamarnya.


" Haa.. ternyata memang benar hanya manusia lemah, aku pikir kau punya kekuatan "


" Alex !! Alex !! pangeran Gustaf !!" teriak Leticia memanggil manggil nama suaminya.


Lucifer tidak bisa melukai Leticia lewat sihirnya secara langsung. Lucifer menggendong Leticia dengan paksa tanpa sihir. Sebuah gerbang berbentuk lingkaran sudah terbuka didepannya.


" Kyaa !! apa yang kau lakukan? turunkan aku ! orang jahat ! turunkan aku !!" Tangan kecil wanita itu memukul mukul tubuh Lucifer..Dan anehnya Lucifer tidak merasakan sakit.


Leticia ketakutan saat Lucifer menggendong nya. Aura hitam yang dilihat nya pada diri Lucifer sangatlah tidak nyaman untuknya, belum lagi tubuh Lucifer yang memiliki suhu tinggi membuat nya kepanasan.


" berisik !" Lucifer memukul kepala Leticia, hingga akhirnya wanita itu jatuh pingsan di dalam gendongannya.


Alex..


BRAK


SLING


Gustaf dan Alexander sudah berdiri di depan pintu yang terbuka lebar itu. Mereka berdua tercengang melihat Lucifer sedang menggendong Leticia.


" Lepaskan dia !" teriak Alexander murka


" Haa.. kau selalu saja terlambat " Lucifer tersenyum sinis memandangi Alexander dengan tatapan yang meremehkan.


Dengan gerakan yang cepat secepat kilat, Lucifer yang membawa Leticia masuk ke dalam lingkaran hitam itu. Lalu menghilang dalam sekejap mata. Saat Alexander berlari ke arah mereka berdua, lingkaran hitam seperti portal itu sudah lenyap.


" Tidak ! Leticia !!" teriak Alexander murka


Lagi-lagi aku tidak bisa melindungi nya. Aku tidak cukup kuat untuknya, dia di bawa pergi di depanku dan aku tidak bisa berbuat apa-apa.


" Leticia " gumam Gustaf yang kaget dengan kejadian yang baru saja di lihatnya.


" Sialan !! sialan !! " Alexander memegang kepalanya, ia terlihat sedih dan kesal.


" tenanglah Alexander, sekarang kita harus pikirkan cara menemukan nya. Aku harap kau tenang dan berfikir, kemana kemungkinan Raja iblis itu membawa nya " Gustaf berusaha menenangkan Alexander yang kesal dan merasa bersalah.


Kepala Alexander masih terasa sakit, memikirkan apa yang akan dilakukan Lucifer pada Leticia dan anak yang berada di dalam kandungan nya. Alexander terjerumus dalam ketakutan nya, hal pedih saat ia kehilangan Ratu Clara. Ia tidak mau itu terjadi juga pada Leticia dan anaknya.


" Tidak ! aku tidak mau kehilangan siapapun lagi ! aku tidak mau !! Aaaahhhh !!!! LETICIA !! " teriak Alexander frustasi, sambil menangis histeris.


Hati Gustaf juga ikut sedih melihat Alexander yang tiba-tiba menangis dan histeris, hal yang tak pernah ia lihat pada diri Alexander sebelumnya.


Dan dari reaksi Alexander itulah, Gustaf menyadari bahwa selama ini Alexander menyembunyikan semua lukanya dengan bersikap dingin pada semua orang. Kematian Ratu Clara ternyata sangat membekas di hatinya dan menimbulkan trauma yang mendalam.


Betapa sakitnya hatimu, saat kehilangan Ratu Clara. Dan aku malah menambah rasa sakit mu, aku malah menyalahkan mu dan memusuhi mu. Aku juga meninggalkan mu saat itu. Ternyata kau lah yang paling terluka, Alexander.


" Alexander, tenanglah ! kau tidak akan kehilangan apa pun lagi, kau bisa menyelamatkan nya kali ini. Kau tidak akan kehilangan apa pun lagi. Tidak Leticia, tidak juga dengan anakmu. Mereka akan baik-baik saja " Gustaf memegang bahu Alexander seraya menenangkan nya


Mendengar teriakan dari kamar Alexander, semua orang bergegas menuju ke kamar itu dan melihat apa yang terjadi. Dan mereka terkejut saat melihat sosok yang terlihat berbeda dari Alexander. Raja tiran itu sedang menangis, dan Gustaf sedang berusaha menenangkannya.


" Tidak !! Aku tidak cukup kuat untuk melindungi mereka berdua !! tidak !!" Alexander masih saja histeris.


BUKK


Satu pukulan dari tangan Gustaf melayang di pipi Alexander " Sadarkan dirimu Raja Alexander ! berfikir lah jernih! aku tau kau sedih, tapi ini bukan saat nya kau bersikap seperti ini ! percaya lah pada dirimu sendiri, kau cukup kuat untuk melindungi anak dan istrimu, kau akan menyelamatkan nya. Dasar bodoh !!" teriak Gustaf yang kesal melihat keponakan nya yang tidak percaya diri itu.


" Aku akan menyelamatkan mereka? apa aku bisa, paman ?" Alexander mulai kembali kedalam kesadaran nya, suara nya mulai merendah, tangisnya pun mulai reda.


" Ya, kau bisa. Jadi sekarang jernih kan otakmu itu ! dan katakan padaku, bahwa kau tau dimana mereka berada kan? pikirkan baik-baik " Kata Gustaf tegas


" Dia pasti membawanya ke kastil Iblis, dunia iblis. Tidak salah lagi " jawab Alexander.


" Lalu, tunggu apa lagi. Mari kita kesana dan menyelamatkan nya "


" Kita tidak bisa kesana, manusia biasa tidak bisa begitu saja masuk ke dunia iblis."


" Kenapa? kenapa tidak bisa?"


Alexander berdiri dan tampak berfikir. Gustaf heran melihatnya. Mereka berdua sama-sama mencemaskan keadaan Leticia.


🍂🍂🍂


.


.


Keesokan harinya, Leticia terbangun di sebuah ranjang yang empuk. Wanita itu melihat lihat ke sekitar nya, ia yakin ruangan yang ia tempati itu bukanlah kamar nya. Banyak sekali aroma sesuatu yang terbakar tercium oleh Leticia.


Leticia mencoba mengingat ingat apa yang terjadi padanya semalam. " Benar juga, semalam pria itu memukul kepalaku dengan keras. Ah .. apa aku di culik lagi? kenapa aku berada di tempat yang aneh ini? atau apa aku dijadikan tawanan lagi? ini sudah ke berapa kalinya? Astaga, beruntung nya aku " gerutu Leticia meratapi nasibnya.


Wanita itu hendak melangkahkan kakinya ke bawah ranjang, namun ia kaget saat melihat dibawah ranjang itu ada banyak api yang membara.


" OMO ! apa ini? kenapa banyak api disini? orang bodoh mana yang menyalakan api di bawah lantai? pantas saja saat aku bangun suasana nya terasa panas. " gerutu Leticia sambil menarik kakinya kembali ke atas ranjang.


Leticia berusaha tenang meskipun ia berada di tempat panas dan menakutkan baginya itu. Ia memikirkan bagaimana caranya keluar dari tempat aneh itu.


" Kau sudah bangun " kata Keith sambil membuka pintu dan membawa nampan berisi makanan di dalamnya.


" Hey ! kau siapa dan aku dimana? " tanya Leticia marah-marah


Leticia kau harus tenang, jangan tunjukkan dirimu yang ketakutan. Kau harus tenang. batin Leticia yang kaget melihat ketidak masuk akalan yang ada di depannya itu saat melihat Keith berjalan di atas lantai api yang membara.


Yang mulia bilang kalau wanita manusia ini lemah dan tidak berdaya. Tapi, dia masih punya kekuatan untuk marah-marah? galak sekali manusia ini.


" Hey manusia, ini makanan untukmu. Yang mulia Raja, sudah cukup berbaik hati padamu dan memberimu makan " Keith menyimpan nampan makanan itu di meja kecil yang dekat dengan ranjang tempat Leticia berdiri.


Yang mulia Raja? siapa lagi itu?.


Leticia melihat makanan yang ada di nampan itu, ia langsung saja mual muntah-muntah saat melihatnya.


Apa itu daging mentah? dan darah itu terlihat masih segar.


" Uwekkk... uweekkk...UOoo.. "


" Hey ada apa denganmu? wanita manusia?!" tanya Keith yang panik melihat Leticia yang muntah-muntah tanpa henti. " Kau tunggu disini sebentar, akan ku ambilkan air "


Keith berlari dan segera mengambil gelas yang berisi air. Lalu Keith memberikan nya pada Leticia, bukan nya meminumnya Leticia malah melempar nya. Hingga gelasnya pecah ke lantai api itu. Mual nya makin bertambah hebat, sekarang perutnya mulai kesakitan karena muntah-muntah nya.


PRANG


" Hei wanita manusia kau benar-benar tidak tau diri ya? sudah kubawa kan makanan dan minuman yang enak mau malah seperti ini?!" Keith kesal pada Leticia yang terus muntah-muntah.


" Bagaimana bisa aku memakan nya? aku tidak bisa.. huu.. Uwekk uweekkk..."


Perutku sakit sekali. Aku sangat pusing dan lemas. Alex, dimana kau?


Aku harus bagaimana, kalau terjadi sesuatu pada wanita manusia ini, yang mulia pasti akan marah padaku.


Keith terlihat kebingungan melihat Leticia yang muntah-muntah. Lucifer yang mendengar keributan itu terbangun dari pertapaan nya, dan langsung melihat ke tempat keributan itu.


" Apa yang kau lakukan padanya Keith?!! bukankah aku menyuruhmu memberinya makan?!" tanya Lucifer yang panik dan heran melihat Leticia yang sudah tergeletak tak sadarkan diri di atas ranjang.


" Itu.. yang mulia saya memberikannya makan kok " jawab Keith bingung


" Bawa tabib wanita dari dunia manusia kemari! Tabib yang ada di kerajaan Fostiarus itu! " seru Lucifer. " Manusia memang merepotkan " gerutu Lucifer


" Baik yang mulia !" jawab Keith patuh


Keith langsung menghilang dalam sekejap mata. Sementara itu Lucifer menemani Leticia yang terbaring tak sadarkan diri.


Manusia benar-benar merepotkan, jatuh sedikit langsung sakit, benar-benar lemah. Kalau bukan karena bayi yang ada di dalam kandungan nya, aku tidak sudi melakukan semua ini " gerutu Lucifer di dalam hatinya.


" Alex.. Lex.. dimana kau.. Alex " gumam Leticia sambil menangis dan masih menutup mata


" Hey, kau sudah sadar?" tanya Lucifer dengan nada suara yang tinggi. " apa dia mengigau? dia menangis? Hah manusia memang cengeng. "


Tak lama kemudian, Keith datang dan membawa tabib Erin untuk memeriksa kondisi Leticia. Tabib Erin kaget karena tiba-tiba ia di culik oleh Keith dan dibawa ke dunia iblis. Entah cara apa yang digunakan oleh Keith, hingga tabib Erin bisa masuk ke dunia iblis dengan mudah.


" Bagaimana keadaan nya?" tanya Lucifer


" Tubuhnya lemas, karena terlalu banyak muntah-muntah, i-itu.. " tabib Erin terlihat gugup di depan Lucifer. Lebih tepatnya ia ketakutan karena berhadapan dengan Raja Iblis itu.


" Lalu bagaimana keadaan bayinya?" tanya Lucifer dingin


" Bayinya sekarang dalam kondisi lemah, karena yang mulia Ratu juga dalam kondisi lemah. " jelas tabib Erin


" Lalu apa yang harus dilakukan agar kondisi nya kembali membaik?" tanya Lucifer


" Pemberian vitamin, asupan makanan yang bergizi dan berkhasiat akan membantu pemulihan yang mulia Ratu. Dan juga yang mulia Ratu tidak boleh stress " jelas Tabib Erin


Mati lah aku, saat aku bangun pagi pagi. Tiba-tiba aku diseret pria ini yang mengaku dirinya iblis. Seperti nya itu benar, dan sekarang aku berada di dunia iblis.


" Jadi begitu, kalau begitu berikan vitamin, obat atau apalah itu namanya. Aku ingin dia membaik sekarang " kata Lucifer tegas


Dia pikir keadaan seperti ini bisa langsung sembuh apa? gila ya.


" Ya saya bisa memberikan nya tapi sebelum itu yang mulia Ratu, harus makan sesuatu dulu "


" Dia tidak mau memakannya, tadi dia malah muntah-muntah saat melihatnya " ucap Keith


" Makanan apa yang membuat yang mulia muntah-muntah?" tanya Tabib Erin


Keith menunjuk ke arah daging mentah yang ada di nampan. Tabib Erin kaget melihat nya ,ia juga ikutan mual saat melihatnya.


Astaga! apa itu darah daging mentah? daging apa itu? ya ampun.


" Apa nona tabib juga sedang hamil?" tanya Keith polos


" Pfut... tidak. Saya serius, apa tuan iblis benar-benar memberikan makanan ini pada yang mulia Ratu?" tanya Tabib Erin


Lucifer juga baru ngeh saat melihat makanan yang ada di nampan. " Ya ampun Keith, aku menyuruhmu membawakan makanan. Kenapa kau membawa daging manusia itu?" tanya Lucifer


" Kan yang mulia yang bilang sendiri kalau saya harus bawakan makanan manusia. Ini sudah saya bawakan daging manusia " jawab Keith polos


" Da-daging manusia??!" Tabib Erin tercengang.


Jadi itu benar-benar daging manusia. Oh astaga.


" Astaga, aku tidak tau asisten Raja iblis sangat bodoh. Maksud ku bawa kan makanan untuk manusia, bukan daging manusia?!!" teriak Lucifer marah


" Saya kira manusia akan menyukai sejenis mereka, sama seperti kita "


" Dasar bodoh ! pantas saja dia menjadi seperti itu ! manusia tidak makan makanan mentah !" teriak Lucifer kesal


" Ternyata kalian kaum iblis tidak sepintar kelihatan nya " kata Leticia yang setengah sadar itu.


" Yang mulia sudah sadar" kata Tabib Erin lega


" Apa kau bilang? apa maksud mu kaum iblis itu bodoh?" tanya Lucifer marah


" Aku tidak bilang begitu, kau yang bilang begitu . Dasar iblis tidak berpengetahuan dan tidak berakhlak " Leticia duduk di ranjangnya, ia menatap Lucifer dengan kesal tanpa takut.


" Yang mulia, kondisi anda masih belum pulih "


" Beraninya kau melotot padaku!" kata Lucifer marah


Dengan berani Leticia melempar makanan yang tadi diberikan oleh Keith padanya. Tak lupa ia juga menyiram sesuatu yang ada di dalam gelas ke wajah Lucifer. Ternyata itu bukan air minum, tapi darah.


PRANG


" Apa yang kau lakukan manusia rendahan?!!" tanya Keith kesal


" Kau mau mati ya !" seru Lucifer sambil memegang tangan Leticia, dan mencoba membakar tangan Leticia dengan sihirnya. Tapi, anehnya sihirnya tidak mempan pada Leticia.


Wanita itu bahkan tidak tersentuh sama sekali oleh sihirnya. Lucifer segera melepaskan tangannya dari Leticia, dengan kesal.


Sialan, lagi-lagi tidak mempan. Apa ini karena darah Alexander yang ada di kandungan nya?. Aku tidak bisa menyentuh manusia rendahan ini sama sekali.


" Kembalikan aku pada suamiku ! kembalikan aku ke dunia ku iblis sialan !"


" wanita manusia ini sama sekali tidak ada takut-takut nya pada yang mulia Raja ya " gumam Keith keheranan


" Sialan ! aku ingin sekali berkata kasar, entah kau Raja iblis atau apapun itu, aku sudah bosan dengan drama penyanderaan ini ! aku sudah bosan menjadi tawanan di dunia ini ! Jadi aku perintahkan padamu untuk membebaskan ku dari sini !! "


Leticia kesal sendiri dan mengacak-acak rambutnya dengan gemas.


" Yang mulia tenanglah, jangan emosi. Itu bisa mempengaruhi bayinya " kata Tabib Erin berusaha menenangkan


" Aku ingin bertemu Alex, aku ingin bertemu suamiku..huu..." setelah marah-marah, Leticia menangis tersedu-sedu.


" Apa kau sudah gila?" Lucifer keheranan melihat Leticia yang tampak frustasi.


Aku ingin sekali membungkam mulut nya dan membuatnya tidur. Tapi sihir ku tidak berguna padanya.


🍂🍂🍂


Siang itu di hutan larangan..


Alexander dan Gustaf sudah semalaman berada di dalam hutan itu. Berusaha mencari celah, portal ke dunia iblis. Karena Alexander yakin kalau portal dunia iblis adalah di hutan larangan.


Alexander tampak frustasi karena ia tidak ingat bagaimana caranya ia sampai ke dunia iblis, sewaktu kecil.


" Yang mulia raja, ayo makan dulu. Kau belum makan apa-apa dari kemarin. Setidaknya kau harus makan sedikit, untuk menambah tenaga mu " kata Gustaf yang sedang memanggang daging kelinci.


" Kenapa aku tidak bisa mengingatnya?! sialan ! ! " gerutu Alexander pada dirinya sendiri


" Mungkin kau harus tidur dan makan terlebih dahulu, untuk membantumu mengingat nya " kata Gustaf menasehati


" Bagaimana bisa aku bisa makan dan tidur disaat seperti ini? Aku bahkan tidak tau Leticia dan anakku makan atau tidur "


" Iya juga. Jika aku jadi kau aku juga pasti merasa resah dan cemas. Tapi, Alexander ! aku bingung kenapa Lucifer mengubah rencana nya dan malah menculik istrimu? bukankah sejak awal yang diinginkan itu adalah kau? "


" Bukankah jawabannya sudah jelas, dia menyandera Leticia untuk mengancam ku menjadi penerusnya "


" Kalau dia benar-benar menggunakan Leticia untuk mengancam mu, kenapa dia tidak kemari dan memberitahukan nya padamu? dan si sialan itu malah tidak menunjukkan batang hidungnya. Mungkinkah dia punya rencana lain pada Leticia dan anak mu?" tanya Gustaf


" Leticia dan anak ku? itu benar, rencana nya pasti sudah berubah. Sekarang tujuan utama nya bukan aku, tapi Leticia dan anak ku yang ada di dalam kandungan nya !" kata Alexander


" Hah??"


" Kenapa aku tidak memikirkan ini sejak awal? sialan ! jika saja aku bisa mengingat cara masuk ke dunia iblis itu.."


" Kau bilang kau tidak ingat cara masuk ke dunia iblis itu. Artinya kau pernah mengalami masuk ke dunia iblis itu, jika kau tidak ingat aku ada sesuatu yang bisa membantu mu kembali mengingatnya. "


" Apa itu?"


" Seseorang ini mungkin akan membantumu untuk mengingat nya. " Gustaf tersenyum


...---****...