Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran

Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran
Bab 107. Lucifer


***


🍂🍂🍂


Alexander, Gustaf, Derrick beserta pasukan mereka bergerak menuju ke luar dari hutan larangan. Seharian mereka sudah mencari keberadaan Raja Iblis, namun belum ditemukan jejak keberadaan nya. Alexander juga tidak merasakan ada kehadiran Raja Iblis disana.


" Menurutmu kemana Raja iblis bersembunyi? " tanya Derrick


" Aku takut nya dia tidak bersembunyi, dia mungkin ada suatu tempat yang ramai dan berbaur dengan orang-orang " Alexander tampak berfikir


" Apa dia bisa berbaur dengan orang-orang? bukankah penampilan nya saja sudah mencurigakan untuk bisa berbaur dengan yang lain ?" tanya Derrick yang tidak tau jelas tentang iblis


" Menurut Raja Derrick, bagaimana wujud iblis itu?" tanya Gustaf


" menyeramkan, memiliki taring, wajah hitam, mungkin kulitnya juga berbulu, memiliki tanduk di kepala "


" PFut.. Hahaha " Alexander tiba-tiba saja tertawa setelah mendengar penjelasan Derrick tentang iblis.


Gustaf dan Derrick melihat dengan bingung ke arah Alexander. Bingung karena pria itu tiba-tiba tertawa, dan heran karena mereka tidak terbiasa mendengar Alexander tertawa.


" Raja Derrick kau ini hahaa.. kau benar-benar kakak kandung Chia " Alexander memegang perutnya, terlihat ia berusaha menahan tawa


" Kenapa kau tertawa? apa ada yang lucu dari ucapan ku?" tanya Derrick heran


" Haa.. ucapan mu sama persis seperti Chia. Dia mendeskripsikan rupa iblis sama seperti mu. Ternyata kau benar-benar kakak nya " Alexander tersenyum


" Sulit dipercaya, apa kau tersenyum? apa kau tertawa? meskipun aku sudah lihat secara langsung. Tetap saja aku merasa takjub " terlihat senyuman di bibir Derrick


" Benar, dia memang sangat aneh akhir-akhir ini dia banyak berubah. " timpal Gustaf yang ikut mengomentari Alexander.


" memangnya iblis itu berwujud seperti apa? " tanya Derrick


" Iblis berasal dari manusia akan terlihat seperti iblis yang kita temui semalam. Mata mereka merah, bergigi hitam, dan berjalan cukup lambat. Tapi Raja iblis itu berbeda, dia tidak terlihat menyeramkan seperti iblis yang kita temui sebelumnya. Dia bisa menyembunyikan dirinya dengan baik, melalui penyamaran. Dia tampak seperti manusia, dia juga tampan dan mungkin dia berada di sekitar kita " terang Alexander


" Apa mungkin Raja iblis itu sudah sampai ke kota?" tanya Gustaf


" Iya benar, mungkinkah dia sudah berbaur disana. "


" Kenapa aku tidak memikirkan ini sebelumnya? aku tidak mencium baunya disini, dia pasti sudah membaur dengan yang lain " Alexander terlihat geram


" Lalu bagaimana sekarang? " tanya Gustaf


" Kita harus kembali, ke kerajaan Fostiarus dulu. Dia pasti ada disana " jawab Alexander.


" Tapi, bagaimana kau akan mengenali nya? bukankah dia berwujud manusia?" tanya Derrick


" Kau tenang saja aku tau wajahnya dan aku bisa mencium baunya " jawab Alexander tegas


KLOTAK


KLOTAK


Mereka pun berangkat untuk kembali ke kerajaan Fostiarus. Sepanjang perjalanan ke Fostiarus, Alexander mengingat samar-samar saat dirinya pernah diculik Raja Iblis. Ingatan yang menyakitkan dan membuat dirinya memiliki kekuatan setengah iblis.


Alexander bisa merasakan kalau Raja iblis itu sedang mencoba terhubung dengan pikirannya. Bahkan ia mendengar Raja iblis berbicara di dalam pikiran nya.


Kau sudah besar rupanya, Alexander.


Itu dia. batin Alexander kaget


Alexander tersentak mendengar nya, ia menghentikan kuda nya. Derrick dan Gustaf keheranan melihatnya.


" Ada apa?" tanya Gustaf heran


5 tahun yang lalu kau berfikir sudah membunuhku bukan? Alexander, aku datang lagi. Kali ini aku tidak akan melepaskan mu.


" Dimana kau sebenarnya, Raja iblis brengsek?!" teriak Alexander kesal


Gustaf dan Derrick semakin heran melihat Alexander berbicara sendiri, tapi ia seperti berbicara dengan seseorang.


Bukankah kita terhubung? kau memiliki darah ku juga, coba temukan aku. Sebelum aku menemukan sesuatu yang berharga bagimu dan aku akan menghancurkan nya.


" Kau jangan macam-macam denganku! aku pernah memusnahkan mu satu kali, aku juga bisa membuatmu mati dua kali ! " teriak Alexander penuh kemarahan


Leticia, apa dia sudah menemukan Leticia?


Bodoh, aku ini Raja iblis. Aku tidak akan mati dengan mudah, sebelum aku membalas dendam kepadamu wahai anak sombong. Ngomong-ngomong siapa itu Leticia? apa dia kekasihmu?


Alexander tercengang saat Raja iblis itu bahkan bisa menerobos dan mengetahui isi pikiran nya.


" Dia bukan siapa-siapa!" ujar Alexander


Mendengar reaksi mu seperti ini, aku yakin dia adalah orang yang penting bagimu. Bagaimana jika aku mencari kan nya untukmu?


" Kalau kau menyentuhnya, aku bersumpah akan memusnahkan mu selamanya dari muka bumi ini !" seru Alexander penuh kemarahan


Coba saja kalau kau bisa. Mari kita bermain permainan, Alexander. Jika kau bisa menemuinya lebih cepat daripada diriku, aku akan membiarkan nya hidup. Jika sebaliknya, aku akan membawa nya kehadapan mu, tentu saja mayatnya.


" Brengsek ! sialan ! Lucifer kau sialan !" " teriak Alexander marah-marah sendiri. Wajahnya berubah menjadi panik.


Suara itu pun menghilang dari pikiran Alexander. Tubuh pria itu gemetaran, ketakutan melanda dirinya. Ia takut terjadi sesuatu pada Leticia yang sedang berada di istana.


" Ada apa?" tanya Derrick yang cemas melihat wajah panik bercampur takut pada diri Alexander.


" Kita harus secepatnya kembali ke istana, Leticia dalam bahaya "


" Apa?" Gustaf dan Derrick kaget bersamaan


" Apa maksud mu?" tanya Gustaf


" Raja iblis sialan itu, dia sudah berada di kerajaan Fostiarus..Tadi aku berbicara dengan nya di dalam pikiran ku, dia masuk ke dalam pikiran ku !" seru Alexander


" Kalau begitu, kau harus kembali lebih dulu. Gunakan gulungan sihir milikku " ucap Gustaf sambil memberikan gulungan sihir teleportasi miliknya pada Alexander.


" Terimakasih "


" Jangan sampai terjadi sesuatu padanya, jika terjadi sesuatu padanya. Aku akan mengambil nya darimu "


" Tidak akan "


" Kami akan menyusul mu " ucap Derrick


" Baik , aku pergi "


Alexander membuka gulungan sihirnya dan dalam sekejap, ia menghilang di telan cahaya yang berasal dari gulungan sihir itu.


Derrick, Gustaf dan pasukan mereka juga pergi dengan kecepatan maksimal untuk menyusul Alexander ke istana Fostiarus.


*****


Di pasar kota kerajaan Fostiarus, 2 orang pria berkulit putih pucat, sedang berjalan di tengah keramaian masyarakat kerajaan Fostiarus yang berlalu lalang.


" Seru sekali menakut-nakuti anak itu " terlihat seringai di wajahnya.


" Yang mulia, seperti nya anda sudah lupa. Dia bukan anak-anak lagi " ucap pria yang ada di sebelahnya.


" Benar, dia sudah besar. Ini semakin menarik saja. Keith, cari tau siapa Leticia itu. Aku ingin tau tentang nya. Seperti nya Leticia adalah nama seorang wanita kan?" ucap Lucifer dengan senyuman iblis nya.


" Apa anda tertarik pada wanita itu yang mulia Lucifer?" tanya Keith


" Bukan pada wanita itu, tapi para reaksi Alexander. Jika aku menganggu wanita itu, aku akan melihat dan mendengar nya marah lagi. Aku suka itu "


" Yang mulia apa boleh saya bertanya?"


" Silahkan "


" Apa tujuan anda bangkit kembali hanya untuk balas dendam pada Raja Alexander?" tanya Keith


" Tentu saja, itu tujuanku. " jawab Lucifer


" Apa hanya itu saja yang mulia?" tanya Keith


" Bodoh, apakah menurut mu aku bangkit dari kematian hanya untuk menghabiskan waktu ku balas dendam padanya saja? Aku ingin membangun pasukan untuk menguasai dunia, membuat semua manusia di dunia ini berlutut dan mengabdi kepadaku " terang Lucifer dengan sorot mata yang tajam


🍂🍂🍂


Di istana Fostiarus..


Bisa mati aku oleh yang mulia, karena aku tidak bisa menjaga ratu dengan baik.


" Yang mulia bilang tidak mau memanggil tabib" kata Mira cemas


" Ya, katanya beliau hanya ingin beristirahat dan tiduran " kata Rita


" Lalu kita harus bagaimana?" tanya Daniel bingung


" Kita turuti saja perintah Baginda Ratu, untuk saat ini. Jika besok yang mulia kondisi nya masih seperti itu, barulah kita panggil tabib Erin untuk memeriksanya " kata Rita memberi saran


" Ya baiklah, Mira, Rita, aku titipkan Baginda Ratu pada kalian ya. Jika ada apa-apa beritahu aku juga " kata Daniel


" Tentu saja tuan Daniel "


Sementara itu Leticia sedang rebahan di kamarnya, dari pagi sampai siang ia hanya rebahan saja di kamarnya. Rasanya sangat malas untuk pergi keluar dari kamar. Apalagi setelah ia muntah muntah tadi pagi, tenaga nya terkuras habis.


Saat makan siang masuk lagi ke dalam mulutnya, Leticia selalu memuntahkan nya lagi pada sore harinya. Setiap hari selama 1 bulan itu selalu berulang seperti itu. Muntah di pagi dan sore hari sudah menjadi rutinitas baginya. Kadang-kadang wanita itu kehilangan selera makan nya, dan kadang juga nafsu makan nya membludak. Akan tetapi makanan itu selalu di muntah kan nya.


" yang mulia, apa anda tidak merasa bosan di dalam kamar seharian? bagaimana kalau kita jalan-jalan " Rita mengajak Leticia yang sedang tiduran itu untuk jalan-jalan.


" Benar, kenapa yang mulia terus di kamar seharian? cuaca sedang bagus " kata Vivian yang tiba-tiba menerobos kamar Leticia.


" nona Vivian, saya sudah peringatkan jangan masuk ke kamar yang mulia seenaknya!" seru Daniel yang kesal melihat Vivian


" Tidak apa tuan Daniel, mau apa kau kesini ?" tanya Leticia malas, sambil beranjak dari ranjang nya yang empuk


" Kenapa yang mulia ketus sekali? saya kesini berniat baik ingin mengajak yang mulia jalan-jalan. " kata Vivian sambil menyilangkan tangannya di dada.


Aku harus memastikan apa dia benar-benar hamil atau tidak. Jika dia benar-benar hamil anak Alexander, aku harus melakukan sesuatu.


Apa maksudnya mengajak ku jalan-jalan? apa yang sedang dia rencanakan di depan kepalanya itu?


Leticia menatap curiga pada Vivian, ia yakin pasti Vivian punya maksud lain mengajak nya jalan-jalan.


" Kau mau mengajak ku jalan-jalan kemana?" tanya Leticia


" Bagaimana kalau kita berolahraga sedikit dengan berkuda misalnya?" Vivian tersenyum cerah


" Berkuda?"


" Ya berkuda "


Pasti ada apa-apa dengan berkuda itu. Aku harus waspada.


" Baiklah boleh juga, kebetulan aku bosan. " Leticia setuju dengan usul Vivian yang mengajaknya berkuda.


Dasar wanita bodoh, kali ini tamat riwayat mu.


Kau wanita ular, kali ini aku akan membalas mu karena sebelumnya kau sudah menggoda suamiku.


Mereka berdua sama-sama tersenyum satu sama lain, namun keduanya juga memiliki motif tersembunyi.


Beberapa menit kemudian,


Di lapangan pacuan kuda istana Fostiarus.


Vivian dan Leticia sudah bersiap dengan pakaian mereka untuk berkuda. Rambut mereka sama-sama di kuncir 1, 2 kuda yang akan mereka tunggangi juga sudah ada di depan mereka.


" Bukankah sebelum berkuda kita harus makan cemilan dulu "


" Cemilan?"


" Ya, ayo kita makan cemilan dulu untuk menambah semangat " kata Leticia


" Boleh juga " Vivian setuju


Kedua wanita cantik itu duduk di sebuah kursi, dan memakan cemilan bersama-sama dengan santai. Vivian semakin yakin bahwa Leticia sedang hamil, melihat nafsu makan nya yang besar. Leticia makan makanan yang manis manis itu dengan lahap.


" UMM.. ini sangat enak, semoga aku tidak memuntahkan nya lagi " gumam Leticia sambil memasukkan kue stroberi ke mulutnya dengan lahap.


Baru saja makan 3 potong kue, perutnya sudah terasa mual lagi. Leticia berdiri dari kursinya, dan menutup mulutnya.


" Yang mulia ada apa?" tanya Daniel cemas


" Upppp"


Kenapa aku mau muntah lagi?


" Maaf, seperti nya berkuda nya nanti saja. Aku benar-benar tidak enak badan " ucap Leticia pada Vivian


Melihat reaksi Leticia yang mual-mual, ia semakin yakin kalau wanita itu tengah hamil. Leticia berlari menuju ke kamar mandi dan memuntahkan semua isi perutnya.


Kemudian, ia berganti baju dan duduk di sudut ranjangnya.


" Alex, kapan kau pulang? aku rindu " gumam Leticia sambil mencium bandul kalung yang ia pakai.


SLING


Alexander berada di depan Leticia dan menatapnya dengan cemas,


" Leticia !" seru Alexander


Leticia melihat di depannya ada Alexander, tapi ia mengabaikan nya.


Aku pasti bermimpi, saking rindunya aku padanya, aku membayangkan dia ada di depanku.


Alexander menghampiri Leticia lalu memeluknya dengan erat. Ia merasa lega karena Leticia baik-baik saja. Alexander sangat merindukan istrinya itu.


Sentuhan apa ini? apa aku tidak bermimpi?


Leticia menyentuh badan suaminya yang sedang memeluknya itu, dan terasa hangat. Sentuhan nya pun terasa nyata.


" Lex?"


" Syukurlah kau baik-baik saja, syukurlah.." Alexander merasa lega.


Syukurlah Lucifer tidak ada disini.


Leticia melepaskan pelukan suaminya, ia cemberut dan terlihat kesal pada Alexander.


" Hey, kenapa? aku sudah pulang, suamimu sudah pulang. Apa kau tidak akan menyambut ku?" tanya Alexander yang heran melihat wajah Leticia yang cemberut dan masam itu.


" Dasar jahat, aku tidak mau bertemu dengan mu. Pergi saja sana !"


" Hey hey sayang, ada apa?" Alexander membelai wajah Leticia, berusaha membujuk istrinya agar tidak marah.


" Pergi saja sana ! tidak usah berjanji akan mengirim kabar segala, jika kau tidak bisa menepati nya !" ucap Leticia kesal dan memalingkan wajahnya.


Entah kenapa Leticia menjadi begitu sensitif, padahal suaminya sudah kembali pulang. Tapi ia malah menyambut suaminya dengan kesal.


" Maafkan aku, karena tidak mengirim kabar padamu. Tapi kau tidak usah cemas, aku baik-baik saja, dan aku sudah kembali sekarang" Alexander mencium punggung tangan Leticia dengan lembut


" Jangan mengucapkan kata-kata manis untuk membujukku, kali ini aku benar-benar marah. Bagaimana bisa kau biarkan aku sendirian selama 1 bulan tanpa kabar darimu, kau tau betapa cemasnya aku? aku sangat takut terjadi sesuatu padamu ! kau benar-benar menyebalkan ..."


Alexander menutup bibir Leticia yang dari tadi terus berbicara dengan mulutnya. Pria yang sudah lama tidak bertemu dengan istrinya itu, memberikan ciuman ciuman manis dan penuh kelembutan pada Leticia. Tak lupa ia memeluk istrinya sekali lagi untuk meyakinkan dirinya bahwa ia sudah benar-benar pulang.


" Uhm... haa...." Leticia menghela napas dan memukul-mukul tubuh Alexander dengan gemas.


BUK


BUK


" Maafkan aku, aku benar-benar minta maaf "


" aku pikir aku akan menjadi janda, kau benar-benar ya. Kau membuatku cemas !" seru Leticia kesal lalu tanpa sadar wanita itu pun menangis.


" Hey, jangan menangis. "


Kenapa dia menjadi sangat sensitif seperti ini? dia bahkan menangis?


Leticia menangis tersedu-sedu seperti anak kecil yang sedang merengek, Alexander memeluknya dan mencoba menghibur Leticia yang lebih sensitif dari biasanya itu.


...---***---...