
...***...
Cinta? apa itu cinta? apakah aku orang yang dikenal sebagai Raja tiran, iblis di medan perang.. pendosa seperti ku ini, apakah pantas mendapatkan cinta? Aku tidak mengerti cinta , aku hanya bisa marah, benci, dengki, membunuh, tanpa mempedulikan orang lain. Jalan ku untuk menjadi seorang raja juga tidak mudah, tanganku berlumuran darah, dengan kejamnya tanpa ampun aku membunuh orang orang yang tidak bersalah.
Hanya sedikit orang yang menyukaiku, tapi banyak orang yang membenciku, musuh musuh ku bertebaran di luar sana. Jika aku benar benar jatuh cinta pada seseorang, orang itu pasti akan menjadi kelemahan ku sebagai seorang Raja. Sayang sekali, aku tidak ditakdirkan tidak memiliki perasaan. Hatiku sudah lama beku, sejak kematian keluargaku ! Akan tetapi, wanita itu muncul dalam hidupku, dia adalah anak dari musuhku yang harusnya aku bunuh. Tetapi saat melihat mata nya yang indah, aku tidak bisa membunuhnya. Awalnya aku menjadikannya tawanan untuk mempermainkan nya, mempermalukan harga diri nya. Tapi, dia tetap teguh dan tidak terpengaruh olehku. Dia tidak takut sama sekali padaku, dia selalu bertengkar denganku, dia bahkan berani memelukku, kami bersentuhan bahkan berciuman, dan anehnya aku tidak merasa tidak nyaman dengan wanita itu seperti bunga matahari ☀️ yang menyinari orang orang di sekelilingnya dengan sinar, namun terkadang dia seperti mawar berduri yang bisa melukai siapapun yang menyentuhnya. Aku berfikir ini adalah rasa posesif ku padanya karena dia membuatku terbiasa dengan kehadirannya. Namun setelah kehadiran pria lain di dalam hidupnya, setelah melihat pria lain menyentuhnya dan dia tersenyum padanya, aku merasa tak nyaman...
Beberapa menit sebelum Alexander memergoki Darren dan Leticia berpelukan di taman..
Raja itu sedang berada di pesta dan duduk di singgasana nya. 3 kandidat calon ratu itu terlihat terpesona dengan ketampanan Alexander dan menyebutnya sebagai mahakarya tuhan yang indah, patung tampan yang hidup dan sebagainya. Pujian pujian itu sering di dapatkan Alexander dari pada gadis yang hanya melihat wajahnya atau mengagumi tubuhnya yang kekar.
" Kalau dipikir-pikir lagi, si kucing kecil tidak pernah memuji ku seperti mereka " gumam Alexander heran
" Yang mulia, anda bilang apa?" tanya Daniel kurang mendengar dengan jelas
" Tidak apa apa "
" Yang mulia maafkan saya, bukankah seharusnya sekarang anda berdansa dengan kandidat calon ratu untuk kesopanan ?" tanya Daniel
" Apa aku harus melakukannya?" tanya Alexander cuek
" Iya yang mulia seperti nya harus " jawab Daniel sambil tersenyum
" Aku akan berdansa tapi aku tidak melihat nya, jadi aku tidak bisa berdansa " kata Alexander sambil melihat ke arah para tamu
" Si..siapa maksud anda yang mulia?" tanya Daniel
" Si kucing kecil, memangnya siapa lagi?" tanya Alexander
" Kalau tuan putri ada disini, apa anda mau berdansa?" tanya Daniel
" Akan ku pertimbangkan " jawab Alexander
" Hu.. baiklah, saya akan mencari tuan putri dan membawanya kemari " kata Daniel bersabar
" Biar aku saja " kata Alexander sambil melangkah pergi dari singgasana nya
" Eh? yang mulia, biar saya saja. Ini masih ada tamu !" kata Daniel sambil mengikuti Alexander.
Pria dan pengawal nya sampai di taman belakang, mereka sangat terkejut saat melihat Leticia sedang berpelukan dengan Darren, dalam pandangan mereka " terlihat mesra ". Raja itu memegang dadanya yang terasa panas dan sesak melihat hal itu.
" Bukankah itu adalah pangeran Darren dari kerajaan Ilios? ada hubungan apa dia dengan tuan putri ya? sampai sampai mereka berpelukan seperti itu, pangeran itu sampai datang jauh jauh kemari hanya untuk menemui tuan putri. Saya tidak yakin kalau mereka hanya berteman " kata Daniel memanasi
" Mereka hanya berteman.." Alexander mengepalkan tangannya
" Ya ampun, apa aku harus melakukan ini sampai yang mulia menyadari perasaan nya sendiri. Yang mulia anda sudah jatuh cinta, sadarlah !" batin Daniel gemas
" Yang mulia jangan menyangkalnya lagi, anda juga melihatnya sendiri kan? mereka seperti sepasang kekasih yang bertemu dan saling merindukan. " kata Daniel berusaha memprovokasi raja nya.
" Kekasih? kekasih apanya?" tanya Alexander sambil melangkah pergi, namun Daniel menghadangnya.
" Daniel, minggir ! sejak kapan kau jadi kurang ajar begini?! " Alexander marah
" Yang mulia anda mau kemana?" tanya Daniel serius
" Aku mau membunuh si brengsek itu " jawab Alexander
" Kenapa anda mau membunuhnya? apa karena tuan putri berpelukan dengannya?" tanya Daniel
" Itu tidak benar ! "
" kalau begitu, biarkan saja mereka bermesraan seperti itu. Kan tidak ada urusannya dengan anda ?" tanya Daniel sambil tersenyum
" Tentu saja ada urusannya denganku, dia hanya ... " Pria itu bingung tak tau harus menjawab apa lagi.
Dengan berani Daniel menasehati Rajanya itu agar jangan bertindak plin plan lagi. Dan raja harus yakin dengan perasaan nya sendiri. Raja itu tetap kekeh bahwa ia tak punya perasaan lebih pada Leticia.
" Yang mulia, apa anda tidak sadar kalau anda sudah jatuh cinta pada tuan putri?" tanya Daniel
tegas
" Jangan bicara sembarangan ! itu tidak mungkin terjadi, orang seperti ku tidak bisa jatuh cinta.. aku bahkan tidak punya hati " kata Alexander
" Anda boleh menghukum saya atas semua yang akan saya katakan sekarang, tapi akuilah kalau yang mulia sekarang sedang cemburu! dan itu artinya yang mulia sedang jatuh cinta dan itu artinya yang mulia adalah manusia biasa yang punya hati !" kata Daniel
Alexander tiba-tiba teringat dengan perkataan Gothel " Ingatlah, bahwa suatu saat nanti anda akan memiliki kelemahan, mungkin sekarang kau tidak punya hati, namun nanti HATI mu itu akan menjadi kelemahan mu ! kau akan memiliki perasaan yang tidak biasa, suatu saat nanti kau akan mengganggap bahwa hati lebih penting dari akal sehat mu dan orang orang akan berusaha menyerang kelemahan mu itu , PRIA sombong !"
" Tidak, aku tidak punya hati. Aku tidak punya kelemahan..tapi apa arti rasa sakit ini? apa benar ini cinta? apa iblis seperti ku bisa mencintai seseorang? tidak bisa.. tidak boleh, hati adalah kelemahan. Aku tidak bisa membiarkan hati menguasai tubuh dan pikiranku. Kutukan Gothel, itu tidak mungkin nyata kan? " batin Alexander bingung
Saat ini ia tidak berpikiran logis, ia tak mempedulikan pikiran nya dan memakai hatinya. Pria itu menghampiri Leticia dan Darren yang baru saja berpelukan, ia semakin marah saat mendengar Darren menyukai Leticia.
" Yang mulia pangeran, apa yang kau katakan barusan?" tanya Leticia terpana
" Aku .. aku menyukaimu Tisha, bukan sebagai teman atau sahabat. Tapi aku melihatmu sebagai seorang wanita " kata Darren
Mendadak Alexander merasa ia adalah nyamuk disana, karena ia menyaksikan pernyataan cinta Darren pada Leticia. Daniel merasa kasihan kepada rajanya yang tidak berpengalaman dalam cinta itu.
" Kenapa aku merasa kalau yang mulia raja bukan pemeran utama nya ya? " batin Daniel
" Kau bilang kau menyukainya? sebagai wanita?" tanya Alexander tak percaya
" Saya menyukainya, dan itu tidak ada urusan dengan anda. Tisha, maafkan aku ini begitu mendadak tapi aku tidak bisa menahannya lagi. " kata Darren malu malu
" Apa ini ? aku menerima pernyataan cinta dari pria setampan ini, yang benar saja? ini adalah impianku, dulu aku bahkan tidak pernah menerima pernyataan cinta dari siapapun karena wajahku yang jelek. Ya, pernyataan cinta itu hanya aku dapatkan dari si Jun Hyuk brengsek saja.. tapi kali ini berbeda. Aku merasa senang, tapi aku juga bingung " batin Leticia
" Pangeran Darren, aku..
" Hentikan ! cukup ! Daniel, bawa pangeran ini pergi sini !" seru Alexander marah
" Baik yang mulia " jawab Daniel patuh
" Tunggu dulu, Tisha belum memberiku jawaban !" kata Darren
" Hey kau pangeran Ilios, kau mau mati ya?" tanya Alexander sinis
" Aku harus bagaimana ini? menjawab pernyataan cinta pangeran, atau memadamkan api kemarahan psikopat tiran ini " batin Leticia bingung
Leticia berjalan mendekati Darren dan berbisik di telinganya. Tapi, pandangan Alexander, Leticia sengaja memamerkan kemesraan nya bersama Darren.
" Aku akan memberikan jawaban nya nanti, aku juga harus memikirkan dulu. Sekarang kau pergilah, kita akan bertemu lagi nanti " kata Leticia berbisik lembut
" Ah iya, kau harus baik-baik saja " kata Darren sambil tersenyum
GREP
Dengan agresif, raja itu menarik Leticia menjauh dari Darren. Mata nya menatap tajam pada Darren, sementara Darren tersenyum puas dan menatap Alexander seolah mengejek.
" Ternyata Leticia benar-benar tidak ada apa apa dengan Raja ini. Aku saja yang berfikir berlebihan, mana mungkin mereka saling menyukai. Pria tiran ini tidak mungkin cemburu kan? " batin Darren berfikir
" Wanita ini.. apa hobinya memang suka berdekatan dengan pria? tadi dia dekat dengan putra Duke, sekarang dia bersama pangeran Ilios " batin Alexander kesal
Daniel mengantar Darren ke depan istana dan menyuruhnya pergi. Pangeran itu mengatakan bahwa ia menitipkan Leticia pada Daniel untuk menjaganya, karena suatu saat nanti ia akan membawa Leticia keluar dari istana Fostiarus.
" Sayang sekali, seperti nya yang mulia raja tidak akan pernah melepaskan tuan putri. Karena aku belum pernah melihat Raja begitu terobsesi pada seorang wanita sebelumnya, hanya tinggal tunggu saja waktunya kapan yang mulia raja akan mengakui kalau dia sudah jatuh cinta. Haa.. kapan hari hari bahagia akan tiba " gumam Daniel berharap
***
Raja itu menyeret Leticia ke dalam ruang kerjanya dan mendorongnya ke sofa.
" Ah.. sakit ! kau selalu saja begini tanpa alasan yang jelas ! " Leticia marah dan duduk dengan benar di sofa
" Sekarang aku benar-benar marah karena pria itu menyentuhnya, aku ingin memeluknya, menciumnya, tapi aku tidak bisa memaksanya lagi. Dan aku bisa kehilangan kendali seperti terakhir kali, pokoknya aku tidak bisa membiarkan dia kabur lagi " batin Alexander
" Carol, masuklah !"
Pintu ruang kerja terbuka, datanglah Carol dan 2 pelayan lainnya sambil membawa baju beserta alat alat rias dan semuanya terlihat mewah.
" Apa apaan ini? woah.. sangat berkilauan. Tunggu, ini bukan saat nya untuk takjub, pertanyaan nya adalah kenapa psikologi tiran ini membawakan barang barang wanita?" batin Leticia berfikir
" Pilihlah gaun mana yang kau suka, dan kalian tolong bantu dia berias !" ujar Alexander tegas
" Baik yang mulia " kata para pelayan patuh
" Apa maksudnya? kenapa aku harus berdandan? aku kan di pesta hanya sebagai pelayan saja?" tanya Leticia bingung
" aku akan menunggumu di luar, jangan berlama-lama. Kalau kau lama, kau akan mati " kata Alexander mengancam
" Apa apaan ini? kenapa kau seperti ini?" tanya Leticia bingung
Alexander merangkul pinggang Leticia yang ramping dengan tangan kekarnya dan membuat para pelayan kaget melihatnya.
" Ah! apa yang kau lakukan???" tanya Leticia
" Sepasang mata yang indah ini, benar-benar membuatku kehilangan kendali. Apa benar kata Daniel, kalau aku jatuh cinta padanya? " batin Alexander sambil memandangi Leticia dengan penuh pertanyaan.
Sekilas terlihat senyuman tipis di wajah tampan Alexander, Leticia merasa kalau jantungnya berdegup kencang saat melihat senyuman si Raja tiran itu.
" Kenapa dia sangat tampan? ini curang, bagaimana bisa psikopat seperti dia terlihat tampan? apa ini yang namanya berkah di balik musibah" batin Leticia terpesona
" Jangan membuatku menunggu terlalu lama " bisik pelan pria itu kepada Leticia
" Jangan sentuh aku, lepaskan.." kata Leticia pelan pelan
" Bagaimana ini? perasaan saat bersentuhan dengan pria ini sungguh berbeda saat aku bersentuhan dengan pangeran Darren.. perasaan yang tidak bisa dijelaskan, aku tidak menolak nya, apa aku tidak membencinya?" batin Leticia
Raja itu malah tersenyum, terlebih lagi melihat para pelayan yang terpana melihat mereka berdua.
" Yang mulia ! anda sudah ditunggu di aula !" seru Daniel dari luar
" Aku akan segera kesana, kucing kecil aku menunggumu di aula " kata Alexander sambil tersenyum dan melepaskan pelukannya.
" Aish...dia sudah gila " batin Leticia kesal
Carol dan kedua pelayan itu mendandani Leticia. Mereka memuji Leticia yang sangat cantik, dan cantiknya melebihi ketiga kandidat calon ratu. Saat mendengar hal itu, Leticia tersadar bahwa pria yang membuatnya terpesona itu akan segera menikah. Ada rasa kecewa dan sedih di dalam hatinya.
Pintu aula kerajaan terbuka lebar, Leticia berjalan ditemani Daniel dibelakangnya. Gaun berwarna merah muda, sepatu yang berhiaskan permata, dan bibir semerah delima. Membuat semua mata pria di pesta itu terpesona padanya, termasuk Michael dan Alexander sendiri.
" Ayah, dia sangat cantik " kata Michael
" Iya "
Tap tap tap
Leticia melangkah dengan tidak percaya diri, ia takut bahwa ini adalah salah satu rencana Alexander untuk mempermalukan nya lagi. Jelas saja, ia datang ke pesta itu sebagai apa? siapa dia bagi raja itu? tidak jelas asal usulnya, tidak jelas tujuannya, setidaknya begitulah kata orang orang yang iri.
" Kenapa mereka menatap nya seperti itu??! " Alexander menggertak kan giginya dengan kesal melihat para pria di pesta itu melihat Leticia dengan penuh pesona. Alexander berjalan menuju ke arah Leticia yang sedang kebingungan.
Ketiga kandidat calon ratu menunggu diajak berdansa oleh Alexander.
" Apa yang mulia raja akan mengajak ku berdansa?" tanya Liliana Amora Montius ( kandidat ratu 2 )
" Jangan kepedean dulu putri Liliana, seperti nya malam ini saya lebih menarik dari pada anda " kata Gloria Van de Falken meremehkan ( kandidat ratu no 3 )
" Cih, para putri itu tidak sebanding denganku. Semua kelebihan ada padaku. Aku cantik, pintar, elegan. Jelas saja raja akan memilihku " batin Vivian pede
Raja berjalan melewati barisan para kandidat calon ratu begitu saja tanpa menoleh dan hal itu membuat ketiga calon ratu cemburu dan kesal.
" Yang mulia pergi begitu saja !" seru Liliana kecewa
" bukan itu saja, dia bahkan tidak melihat ke arah kita. Yang mulia raja tidak menghargai kita, apa gadis secantik kita sesempurna kita, masih kurang baginya?" tanya Gloria kesal
" Ini pasti karena wanita jalang itu !" kata Vivian kesal
Gloria dan Liliana melihat ke arah Leticia yang berdiri canggung ditengah tengah aula.
" Siapa wanita itu? " tanya Gloria bertanya tanya
" Dia sangat cantik, lihatlah rambut peraknya itu ! " seru Liliana kagum
" Kalian pasti belum tau kan? dia adalah wanita murahan yang berusaha menggoda yang mulia raja dengan kecantikannya. " kata Vivian sebal
" benarkah? memangnya dia siapa berani menggoda yang mulia raja?" tanya Liliana kesal
" Dia adalah mantan putri dari Brilla, kalian tau kan? putri Leticia ?" tanya Vivian dengan nada ketus
" Apa? jadi dia putri itu? " tanya Gloria
" Seperti nya nona Vivian banyak tahu tentang putri Leticia ya?" tanya Liliana heran
" Itu karena aku sering melihatnya dia menggoda yang mulia raja " jawab Vivian
" Kalau begitu kita harus berhati-hati padanya " kata Gloria
" Wajahnya saja yang cantik, ternyata dia hanya wanita murahan yang ingin naik statusnya dengan mendekati raja "
" Ya, nona Liliana anda benar. " jawab Vivian membenarkan
Ketiga wanita itu terlihat tidak suka dengan kehadiran Leticia. Terlebih lagi ketika sang raja menghampiri nya dihadapan semua orang.
" Apa yang ia rencanakan?" batin Leticia curiga
Pria itu mengulurkan tangannya di depan Leticia, dengan terpaksa Leticia menyambut uluran tangannya. Mereka saling berpegangan tangan.
Pria itu merasakan getaran yang berbeda saat menyentuh Leticia, ada kenyamanan di dalamnya.
" Ya, aku akui kalau aku terpesona padanya " batin Alexander
...***...