Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran

Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran
Bab 86. Menghabiskan malam bersama


***


Hai Readers ! jangan lupa like, vote, dan komennya ya...


❤️❤️❤️


Kemesraan mereka tidak berakhir sampai disitu, mereka layaknya pengantin baru saja. Alexander hampir saja kehilangan kendalinya saat ia mencium kekasihnya, ia pun akhirnya berhenti di tengah tengah.


" Kenapa kau berhenti?" tanya Leticia heran


" Aku tidak bisa menodai mu sebelum menikah, itu kan prinsip mu " jawab Alexander dengan napas yang terengah-engah


" Kau yakin bisa menahannya?" tanya Leticia. Tangannya bergerak ingin menyentuh Alexander, tapi pria itu menepisnya.


" Jangan menyentuhku, atau kau akan mengalami hal yang tidak kau inginkan " ujar Alexander


Gawat, ini sangat sulit. Apalagi melihatnya dengan baju tidur yang tipis itu? sialan ! pasti ini ulah si Daniel atau pelayan yang bernama Mira itu.


Sementara itu Mira tersenyum sendiri di kamarnya karena ia yang merencanakan semuanya dan memberikan Leticia gaun tidur yang tipis juga mencampur minuman mereka dengan alkohol dan obat perangsang. Pelayan itu Berharap agar Leticia dan Alexander bisa menghabiskan malam bersama.


Wajahnya memerah, tubuhnya juga seperti nya kepanasan. Aku yakin dia sudah menahannya sekuat tenaga. Apa aku biarkan saja dia melakukan nya? tidak tidak ! prinsip ku harus tetap dijaga.


" Kau benar baik-baik saja?" tanya Leticia cemas.


Kenapa tiba-tiba aku kegerahan ya?


" Aku baik-baik saja, jadi jangan menyentuhku. Disini sangat panas, bagaimana kalau kita jalan-jalan dulu?" tanya Alexander


" Iya benar, aku juga merasa panas. Bagaimana kalau kita ke taman bunga ?" Leticia menyarankan


Mereka pun berjalan dengan suasana yang canggung, terlebih lagi tubuh mereka merasakan hawa panas yang muncul entah darimana.


Setelah beberapa menit berjalan di taman bunga tanpa bersentuhan dan berpegangan tangan. Leticia mengajak Alexander untuk kembali masuk ke dalam istana dengan alasan udaranya semakin dingin. Padahal mereka berdua sama-sama merasa kepanasan.


" Kita kembali saja, malam sudah semakin dingin " kata Leticia gugup


Udara semakin panas saja, padahal ini kan malam.


" Iya kau benar, udara semakin dingin "


Dingin apanya, aku kepanasan begini.


Tanpa sadar Leticia berjalan sempoyongan karena kepala nya pusing. Alexander melihat itu dan cemas.


" Kau kenapa? " tanya Alexander


" Tak tau kenapa, kepala ku sangat pusing." jawab Leticia


GREP


Alexander menggendong Leticia dan berjalan menuju ke kamar Leticia. Saat itu lah Daniel dan ketiga pengawal yang ada di langit langit itu berteriak meminta pertolongan.


" Yang mulia ! akhirnya yang mulia datang juga !" kata pengawal 1 merasa lega


" Kenapa kalian ada disitu?" tanya Leticia kaget


" Iya, kalian seperti tidak ada kerjaan saja ada disitu?" tanya Alexander


" bukankah yang mulia yang membuat kami berada disini. " jawab pengawal 2


" yang mulia, tolong turunkan kami. Kami sudah terjebak disini selama 3 jam " kata Daniel memohon


Kenapa mereka bisa berada di langit-langit selama 3 jam? . batin Leticia berfikir


" Ah.. baiklah aku akan menurunkan kalian. Maaf seperti nya aku lupa kalian masih ada disitu " Alexander tersenyum, seperti nya pria itu mulai kehilangan kesadaran nya.


Daniel dan ketiga pengawal itu terpana saat Alexander berkata maaf pada mereka. Raja tiran yang bahkan tidak pernah mengucapkan terimakasih, kini mengucapkan maaf? bahkan dengan senyuman pula?


SLING


BRAK


.


.


Daniel dan ketiga pengawal itu akhirnya bisa kembali menapak di tanah. Mereka terlihat lega karena bisa turun malam itu juga. Alexander pun kembali berjalan menuju kamar Leticia.


KLAK


" Sudah sampai, sekarang turunkan aku. " kata Leticia


" Aku akan menurunkan mu di ranjang " jawab Alexander


" Baiklah "


" Wajahmu merah? apa kau demam?" tanya Alexander


" Tidak apa-apa kok " jawab Leticia sambil menundukkan kepalanya


Raja tiran itu menurunkan Leticia di ranjang nya dengan hati-hati. Mereka merasa kepanasan.


" Kau demam ya?" tanya Alexander sambil memegang kening Leticia.


" Aku tidak ..demam .." lirih Leticia sambil menunjukkan ekspresi wajah yang tidak pernah ditunjukkan sebelum nya di depan Alex.


Aku ingin sekali membuka baju, disini sangat gerah.


Tubuh Leticia sangat harum, dan terlihat sangat cantik. Rambutnya yang panjang, bibir nya yang merah semerah delima, raut wajahnya sangat menawan. Sangat cantik..jika aku menyentuh kulitnya yang lembut itu, apakah tidak apa-apa?


" Aku mau tidur, lebih baik kau cepat pergi dari sini. " kata Leticia


" Aku ingin tidur denganmu? apa boleh?" tanya Alexander


" Apa? apa maksudmu? kita belum menikah, kita tidak bisa tidur bersama !" seru Leticia menolak tegas


" Maksud ku hanya tidur saja seranjang denganmu, bukan nya melalukan itu " jawab Alexander


" Kau tidak akan melakukan apa apa kan?" tanya Leticia


" Iya, aku janji tidak akan melakukan apapun. Hanya tidur saja sambil berpegangan tangan denganmu. "


" Baiklah " jawab Leticia setuju


Leticia dan Alexander tidur satu ranjang, mereka saling menatap satu sama lain. Tubuh mereka terasa semakin panas, hingga Alexander tak tahan lagi dan membuka bajunya.


" A..Apa yang kau lakukan?" tanya Leticia kaget melihat otot otot dada kekasihnya itu terpampang jelas.


Kenapa dia membuka bajunya?


" Apa kau tidak merasa sangat panas? aku sangat gerah " tanya Alexander


" Iya, aku juga merasa panas. " jawab Leticia membenarkan


" Kalau begitu, kenapa tidak kau buka bajumu?" tanya Alexander


" Apa? dasar mesum ! mana bisa aku membuka bajuku sedangkan ada pria di samping ku. " kata Leticia menolak


" Ya sudah, kalau begitu jangan tidur pakai selimut. " kata Alexander


Wanita itu menyuruh Alexander untuk membalikkan badannya saat tidur, agar mereka tidak saling berhadapan dan saling membelakangi. Beberapa kali Alexander dan Leticia terus bergerak, tidak mau diam ditempat mereka. Hingga mereka pun berhadapan, dan bertatapan.


Deg


Deg


Deg


Saking sunyi nya malam itu, suara detak jantung terdengar keras. Entah itu suara detak jantung Alexander ataukah Leticia. Yang jelas mereka sama-sama berdebar.


" Kau.. kau.. " lirih Leticia sambil menundukkan pandangan nya


Aku bisa gila, dia sangat mempesona.


Alexander menatap wanita yang ada di depannya itu dengan tatapan nanar, ia benar-benar sudah dibawah hawa nafsunya. Rupanya panas tidak bisa membuatnya berfikir jernih lagi, ia memeluk Leticia dan melahap bibirnya tanpa meminta izin dulu.


Um.. um..


Tangan pria itu bergerilya masuk ke dalam bajunya, mulai meraba-raba bagian dada kekasihnya.


Apa yang mau dia lakukan dengan memasukkan tangannya ke dalam bajuku?


Alexander tampak menikmati ciuman itu, ia bahkan belum melepaskan nya walaupun sudah 2 menit berlalu. Sementara Leticia juga kesulitan menolak ciuman kekasihnya itu, karena ia merasa ciuman itu membakar tubuhnya dan melelehkan pikiran nya. Bukan hanya sang pria yang terbuai dan merasa nikmat dengan ciuman panas itu. Tapi, Leticia juga merasakan hal yang sama.


Setelah melepaskan ciuman nya yang begitu lama, jari-jari Alexander mulai bermain nakal, ia meremas dua buah dada kekasihnya itu dengan menggebu gebu.


" Ah.. Lex, hentikan.. Ah.. tidak boleh ..." Leticia mendesah dan menyingkirkan tangan Alexander yang masuk ke dalam bajunya itu.


" Kau sangat cantik dan wangi, Chia..aku mencintaimu .." Napas pria itu terengah-engah, ia merasa sangat gerah kepanasan.


Pria itu memberikan ciuman ciuman ringan di pipi, leher dan tulang lengkuk kekasihnya dengan lembut.


SRAK


SRAK


Arghh...tidak!


Tidak, ini gawat. Kenapa aku juga tidak bisa berhenti? hawa panas ini sebenarnya darimana?. batin Leticia bingung


" Tidak Alexander ! tidak boleh.. kau tidak bisa melakukan ini sekarang."


" Apa kau tidak mau bercinta dengan ku?' tanya Alexander yang masih mencium mi leher kekasihnya.


" Aku bukannya tidak mau. Tapi tidak bisa sekarang.. kau sendiri yang bilang akan menghargai ku " kata Leticia yang berusaha mengendalikan dirinya


Sialan! aku hampir saja berbuat dosa. batin Alexander


Raja tiran itu pun berhenti setelah mendengar kata-kata Leticia, ia merapikan baju nya dan kembali memakaikan jaketnya ke tubuh Leticia. Mereka berdua akhirnya sama-sama sadar bahwa mereka berada dalam pengaruh alkohol.


Leticia yang lebih sadar dari Alexander, menyeduh kan air hangat dan madu untuk membuat mereka kembali sadar.


*****


Beberapa menit kemudian, setelah kesadaran Alexander dan Leticia perlahan pulih. Mereka membawa gelas bekas mereka minum di dekat taman tadi. Leticia mencium ada bau obat yang aneh di dalamnya.


" Apa kau mencium nya juga?"tanya Leticia sambil menyerahkan gelas kosong pada Alexander.


" iya, ada sesuatu yang ditaruh di minuman ini. Apa ini pekerjaan si bodoh Daniel?!!" Alexander marah dan tak sengaja membuat gelas yang dipegangnya pecah


Beraninya dia menaruh obat perangsang di dalam minuman kami. Awas kau Daniel !


KRAK


" Apa yang kau lakukan? kau melukai tanganmu " kata Leticia panik melihat tangan kiri Alexander berdarah karena pecahan gelas


" Ah.. aku tidak sadar karena aku sangat marah " jawab Alexander linglung. " Tapi, jangan cemas, aku akan menggunakan sihir penyembuhan ku "


" tidak boleh pakai sihir ! aku tau setiap kau memakai sihir penyembuhan, kau juga akan terluka atau merasa sakit. Biarkan aku yang mengobati luka ini " kata Leticia sambil mengambil kotak obat yang ada di salah satu laci kamar nya.


" Jadi kau sudah tau?" tanya Alexander


" Iya aku sudah tau, terkadang kau juga tidak bisa memakai kekuatan penyembuhan juga kan? " jawab Leticia


Pria itu menurut dengan patuh saat Leticia menyuruhnya untuk duduk. Bahkan Leticia meminta agar amarahnya ditunda dulu sampai besok karena hari itu sudah tengah malam. Alexander pasti kelelahan karena sudah mempersiapkan kejutan untuknya.


Wanita itu membalut luka di telapak tangan Alexander, dengan telaten dan hati-hati. Ia juga bisa mengambil pecahan kaca itu dengan sangat baik dari tangannya sampai tak bersisa. Akhirnya yang terakhir, Leticia membalut telapak tangan Alexander dengan perban.


" Nah sudah selesai, sekarang kau pergilah ti.."


CUP


Tiba-tiba sebuah kecupan dari Alexander mendarat di bibir mungil wanita itu.


" Lex.. kau.." Leticia memegang bibirnya yang baru saja di kecup, dan terlihat malu-malu


" Terimakasih sayang " Alexander tersenyum


" A.. Apa? kau panggil aku apa?" tanya Leticia tak yakin dengan apa yang ia dengar


Apa dia masih berada di dalam pengaruh obat itu? kenapa dia memanggilku sayang?


" Kau tidak dengar aku panggil kau SA-YANG " jawab Alexander yang dengan sengaja meninggikan suaranya


" I.. itu.. ayo pergi tidur " Leticia dengan buru-buru berbaring di ranjangnya dan menarik selimut nya hingga sampai ke lehernya


Ini aneh sekali melihatnya seharian bersikap aneh, dan sekarang dia bermulut manis seperti playboy.


" Kau tidak suka aku memanggilmu sayang?" tanya Alexander


Leticia membalikkan tubuhnya, sekarang ia membelakangi Alexander. Pria itu berbaring di sebelah Leticia dan memeluknya dengan hangat.


" Apa yang kau lakukan? lepaskan aku, berat ! tanya Leticia sebal


" Jawab dulu baru ku lepaskan, apa kau tidak suka ku panggil sayang?" tanya Alexander


" Aku bukannya tidak suka, hanya saja geli mendengar nya. " jawab Leticia


" Jika sudah menikah apakah kau tidak akan geli lagi mendengar kata sayang ini?" tanya Alexander


" Darimana kau belajar panggilan setelah menikah? apa tuan Daniel mengajarimu?" tanya balik Leticia


" Kau ini kebiasaan ya. Saat seseorang bertanya dan kau malah balik bertanya. Ya, memang Daniel yang bilang padaku kalau sudah menikah kita harus memiliki nama panggilan khusus kita berdua. Dan biasanya pasutri akan memanggil sayang " terang Alexander


" Pengetahuan tuan Daniel tentang percintaan ternyata bagus juga ya? padahal dia sendiri belum menikah. " Leticia tersenyum kagum


" Beraninya kau memuji pria lain di depanku " kata Alexander ngegas


" eh? hey itu kan hanya tuan Daniel " kata Leticia heran


" Tetap saja dia itu pria. Dan aku tidak suka kau memuji pria lain di depan ku"


Bagaimana mungkin dia menjadi begitu kekanakan kanakan hanya karena aku memuji tuan Daniel yang sudah banyak membantunya? dasar pria ini.


" Jadi kalau aku memuji pria lain dibelakang mu, apakah boleh?" tanya Leticia sambil tersenyum jahil


Alexander membalikkan tubuh Leticia agar mereka bisa saling berhadapan. Dan akhirnya mereka saling berhadapan.


" Mau dibelakang ku atau di depanku, memuji pria lain itu dilarang ! " seru Alexander dengan wajah cemberut nya


" Kan kalau tidak kedengaran oleh mu, itu akan baik-baik saja " Leticia tersenyum


" Aku akan tau, jadi jangan macam-macam "


" Kau marah ya?" tanya Leticia


" Iya aku marah, aku kesal. Hari ini banyak yang membuatku marah, tapi ada juga yang membuatku senang " kata Alexander


" Apa yang membuatmu marah dan hal apa yang membuatmu senang? katakan "


" Kau mau dengar yang mana dulu? yang senang atau yang membuatku marah?" tanya Alexander


" Hem..aku ingin dengar yang membuatmu marah dulu " jawab Leticia


" Baiklah. Hal yang membuatku marah adalah saat kau berciuman dengan Gustaf " kata Alexander


" Ah? apa ?" Leticia tercengang


Sial, rupanya dia tidak lupa kejadian tadi siang. Haa..


" Ahaha..lebih baik sekarang kita tidur, hari sudah malam "


" Tenang saja, malam masih panjang. Kita masih punya cukup waktu untuk membahas nya " kata Alexander sambil tersenyum sinis


Mau mengalihkan perhatian ya? oh tidak bisa


Leticia tersenyum canggung, ia benar-benar tidak mau membahas kejadian tadi siang yang tak sengaja berciuman dengan Gustaf.


Pria itu memeluk Leticia dan meminta Leticia menjelaskan nya sekarang juga, karena ia tidak mau terus terusan marah dalam waktu yang lama. Akhirnya gadis itu menjelaskan kejadian sebenarnya, bahwa ia tak sengaja berciuman dengan Gustaf, dan pangeran itu lah yang memaksa untuk mencium nya. Alexander pun mengerti, ia percaya pada Leticia, tapi tetap saja ia marah pada Gustaf.


Malam itu mereka habiskan bersama-sama dengan cara mengobrol satu sama lain, tentang kesukaan dan ketidaksukaan mereka terhadap sesuatu. Dengan obrolan itu mereka berharap lebih bisa saling mengerti satu sama lain. Karena lelah, Leticia tidur lebih dulu di pelukan hangat kekasihnya. Saat Leticia tertidur, Alexander merogoh sesuatu di saku celananya.


Terlihat cincin bunga matahari yang selalu ia simpan.


" Kini kau sudah ingat semuanya. Jadi, cincin ini akan ku kembalikan padamu " Alexander memasangkan cincin ke jari manis gadis itu yang sedang tertidur pulas.


CUP


Kecupan mesra nan lembut mendarat di kening Leticia.


" Tidur yang nyenyak " pria itu tersenyum tipis dan mendekap Leticia.


🍂🍂🍂


Keesokan harinya di istana Ilios..


" Moore, sudah kau sampaikan surat ku pada Raja Derrick?" tanya Darren


" Sudah yang mulia " jawab Moore


" Bagus lah, ini saatnya Raja Derrick mengetahui kebenaran dan saat untuknya menghabisi semua rasa dendam nya " kata Darren


" Iya yang mulia. Oh ya, sekarang kita mau kemana?" tanya Moore


" Aku akan membeli hadiah untuk sahabat ku, dan membuat pesta selamatan atas kembalinya dia ke dalam hidupku " kata Darren ceria


" Yang mulia anda tidak perlu melakukan itu sendiri, saya bisa membelikannya " kata Moore


" Tidak boleh begitu, hadiah untuk sahabat ku harus aku sendiri yang memilih dan membelinya " kata Darren ceria


Lihat saja Alexander. Dengan status ku sebagai sahabat nya Tisha, akan ku buat hubungan kalian hancur dengan sendirinya. Dan kau sendiri lah yang akan menghancurkan hubungan kalian, Alexander


Diam-diam Darren tersenyum tipis, ia seperti nya sedang merencanakan sesuatu di kepalanya.


...---****---...