
.
.
1 jam berlalu sejak kepulangan Alexander ke istana Fostiarus. Sudah 1 jam pula Leticia masih menangis di pelukan nya.
" Kenapa kau masih menangis? hentikanlah, sudah satu jam menangis. Matamu sudah sembab tuh " Alexander menepuk-nepuk punggung Leticia dengan lembut.
" Maaf aku terbawa perasaan. Tanpa sadar aku.. "
Leticia tiba-tiba berdiri dan langsung berlari menuju kamar mandi. Alexander mengikuti Leticia ke kamar mandi, ia melihat istrinya itu sedang muntah-muntah.
" Uwekkk.. uwekkk..."
Alexander menepuk nepuk punggung istrinya pelan-pelan. Seketika Alexander menjadi panik melihatnya. Alexander menangkup tubuh Leticia dan membawa nya ke ranjang dengan hati-hati.
" Ada apa? kau kenapa? apa kau sakit?" tanya Alexander dengan raut wajah yang cemas menatap istrinya
" Iya, aku sudah seperti ini selama satu bulan. "
" Apa kau sudah memanggil tabib Erin?"
" Tidak, aku pikir ini hanya masuk angin biasa." jawab Leticia
Benarkah ini adalah masuk angin biasa? harusnya sih sudah sembuh karena aku sudah minum obat. Tapi, sudah satu bulan aku seperti ini. Mual dan muntah, aku juga merasa pusing. Aku rasa ada sesuatu yang aneh pada tubuhku. Tapi apa ya?
Alexander memberikan gelas berisi air minum pada Leticia. Air itu langsung habis dalam satu tegukan. Leticia mengatur napasnya, perutnya masih terasa mual, dan sekarang ia pun merasa pusing.
" Uh... "
" Bagaimana bisa kau belum memeriksa kan dirimu pada tabib? aku akan memanggil tabib kemari " Alexander cemas
" Tidak perlu, aku sungguh baik baik saja kok. Kau baru saja pulang, kau pasti lelah. Kau juga pasti belum makan, aku akan buatkan makanan untukmu ya " kata Leticia semangat dan beranjak dari ranjangnya.
" Kau kan sedang sakit, kali ini aku yang akan membawakan makanan untukmu. Kau tidur saja disini, dan tunggulah sebentar " ucap Alexander sambil membaringkan istrinya di ranjang, lalu menutupi tubuh Leticia dengan selimut.
" Tapi, aku.."
CUP
Kecupan dari Alexander mendarat di kening lembut milik Leticia.
" Tunggu sebentar " Alexander tersenyum lalu pergi meninggalkan Leticia di kamarnya.
Alexander keluar dari kamar nya dan melihat Daniel sedang berjaga disana. Diantara terkejut dan senang, saat Daniel melihat Alexander sudah berada di depannya.
" Yang-yang mulia, anda sudah kembali " Daniel membungkuk memberi hormat pada Alexander
" Bagaimana sih kau menjaga istriku? istriku sampai sakit seperti itu !' seru Alexander marah
" Maafkan saya yang mulia, saya akan terima hukuman saya " kata Daniel merasa bersalah
" Aku akan menghukum mu nanti, sekarang ada tugas untukmu dulu "
" Ya yang mulia, akan hamba laksanakan "
" Ambilkan 2 piring makanan dan cemilan kesukaan istriku, teh hangat dan obat masuk angin. Cepat !" seru Alexander
" Baik yang mulia, tunggu sebentar "
" Ah ya, dan panggilkan sir Carl, Sir Jerome dan Sir Jack kemari !" ujar Alexander
" Ya yang mulia "
Seperti biasanya Daniel selalu bergerak cepat, dalam beberapa menit ia sudah membawa makanan ke kamar Leticia dan membawa Sir Carl, juga dua kstaria lainnya pada Alexander.
Alexander meminta Leticia untuk
" Aku ada sesuatu yang harus dibicarakan dengan Daniel, sir Carl, dan dua kstaria lainnya. Kau diam dulu disini ya "
" Apa aku tidak boleh tau apa itu?"
" Nanti aku akan memberitahu mu " jawab Alexander
Apa yang terjadi? setelah pulang dia malah terlihat lebih cemas.
Leticia berada sendirian di kamarnya, ia melihat suaminya pergi bersama Daniel dan ketiga kstaria nya.
Alexander, Daniel, Sir Carl, Jerome dan Jack pergi ke tempat tertutup. Daniel dan ketiga kstaria itu bertanya tanya apa yang membuat Alexander membawa mereka ke tempat yang tertutup.
Alexander mengatakan kepada anak buahnya, bahwa Raja iblis yang kembali bangkit dan tujuannya adalah untuk balas dendam pada nya.
" Raja iblis telah bangkit? bagaimana bisa yang mulia, bukankah 5 tahun lalu dia telah.." Sir Carl tak percaya
" Dia tidak mudah dikalahkan dan tidak bisa bangkit sendiri, pasti ada seseorang yang sudah membantu untuk membangkitkan nya. Tapi, itu bukan pembahasan utamanya. Aku ingin kalian selalu waspada dan bersiaga menjaga istriku, jangan pernah tinggalkan dia sedetik pun. "
" Baik yang mulia " jawab ketiga kstaria itu kompak
" Yang mulia, jika Raja iblis kembali bangkit. Bukankah akan terjadi bencana besar di seluruh dunia?" tanya Daniel khawatir
" Benar, terlebih lagi kekuatan elemen ku sudah menghilang. Aku tidak sekuat dulu untuk bisa mengalahkan nya " kata Alexander kesal pada dirinya sendiri yang menjadi lemah.
" yang mulia tenang saja, kami akan menjaga yang mulia Ratu dengan nyawa kami sebagai taruhannya" ucap Sir Carl
" Aku percaya pada kalian " Alexander tersenyum yakin
🍂🍂🍂
Setelah pembicaraan nya selesai, Alexander berniat kembali ke kamarnya. Namun, di perjalanan ia terhenti saat Vivian tiba-tiba datang dan memeluk nya.
" Yang mulia, ternyata kau sudah pulang. Kapan kau pulang? aku tidak melihat mu datang " kata Vivian sambil tersenyum cerah dan memeluk Alexander
Dengan kasar, Alexander mendorong Vivian menjauh darinya. Alexander bersikap dingin pada Vivian seperti biasanya.
" Yang mulia.." Vivian terlihat sedih dan menunjukkan wajahnya yang memelas di depan Alexander
Apa apaan wanita ini? membuat pemandangan menjadi kotor saja.
Sayang sekali hal itu sama sekali tidak berpengaruh pada Alexander yang sudah cinta mati dan bucin parah pada Leticia. Alexander berjalan melewati Vivian begitu saja. Vivian terlihat kesal.
" Minggir, kau menghalangi jalan. " ucap Alexander dengan nada dingin
Dengan sengaja ia membuka sedikit gaun yang di pakainya, untuk memperlihatkan dadanya. Dan memperlihatkan keseksian tubuhnya di depan pria itu. Tapi, Alexander tidak meliriknya sama sekali.
Kenapa dia tidak tergoda olehku? padahal aku sudah berdandan cantik untuknya saat ada salah satu pengawal yang bilang kalau dia sudah kembali ke istana. Dia sama sekali tidak melirikku.
GREP
Dengan berani, Vivian menarik baju Alexander lalu mencium bibir pria itu. Hingga jejak lipstik milik Vivian membekas di bibir Alexander. Sontak saja Alexander marah dan mendorong Vivian, hingga Vivian jatuh ke lantai.
" Aduh.. sakit " Vivian merintih kesakitan
" Aku pikir kenapa suamiku begitu lama, ternyata dia ada urusan yang penting " kata Leticia sinis
Leticia sudah berdiri di depan Alexander, dengan tangannya yang menyilang di dada. Matanya mengisyaratkan bahwa ia sudah melihat semuanya, dan matanya seolah mengatakan pada suaminya " kau ketahuan Alexander, ketangkap basah."
Wajah Alexander langsung panik, keringat dingin mengucur dari tubuhnya. Saat ia melihat mata istrinya yang menatap tajam padanya, bahkan di bibirnya tidak ada senyuman sama sekali. Sudah jelas itu adalah kemarahan, atau mungkin cemburu?. Dalam hatinya, Alexander ingin sekali memukul Vivian, sayangnya Vivian adalah seorang wanita.
" Sayang, ini tidak seperti yang kau pikirkan "
Alexander langsung menghampiri istrinya, ia terlihat merasa bersalah.
" Suamiku, kau diam dulu !" ujar Leticia kesal
Astaga, dia seperti nya benar-benar marah. Alexander semakin panik melihat Leticia yang seperti nya akan meledak.
Berani nya dia mencium Alexander, wanita tidak tahu malu.
" Benar yang mulia, kami habis melewatkan sesuatu yang panas " Vivian berdiri dan tersenyum sinis pada Leticia.
" Sesuatu yang panas apanya? kau jangan macam-macam !" Alexander tampak kesal melihat Vivian begitu tidak tahu malu terhadap nya.
" Seperti nya kau tidak bisa diperingatkan dengan kata-kata, pelakor "
Leticia mendekati Alexander lalu memeluk nya.
" Perhatikan ini baik-baik " Leticia mengarahkan mata nya pada Vivian dengan tajam, lalu ia mendekatkan wajahnya pada Alexander.
" Apa yang mau kau lakukan?" tanya Alexander bingung
" Membersihkan noda " jawab Leticia, sambil melingkarkan tangannya di leher Alexander, kaki nya sedikit berjingkat.
Jarang sekali Leticia berinsiatif untuk lebih agresif pada suaminya, kali ini ia bahkan menunjukkan di depan Vivian dan pengawal istana yang sedang berjaga disana bahwa Alexander adalah miliknya.
Kau selalu saja membuatku terkejut. Baiklah, dengan senang hati, kalau begitu aku akan melayani mu.
Dengan senang hati Alexander melayani Leticia, ia membalas ciuman itu dengan rakus. Para pengawal yang ada disana dan juga Vivian, tercengang melihat pemandangan itu.
Leticia melepaskan ciuman yang penuh gairah itu, Alexander tersenyum senang setelahnya. Namun, Leticia masih kesal melihat Alexander. Ia juga melepaskan pelukannya.
" Ka-kalian tidak tau malu !" Vivian terlihat kesal dan kaget melihatnya.
" Apanya yang tidak tahu malu? apa istri mencium suaminya sendiri, adalah tindakan tidak tahu malu?! seperti nya kata-kata itu harusnya ditujukan untukmu sendiri nona Vivian. Beraninya kau mencium suami orang di depan istrinya." Leticia menatap tajam wanita yang ada di depannya itu.
" Aku, aku .."
Vivian terlihat gugup, ia merasa tak nyaman dengan tatapan para pengawal padanya yang telah melihat kelakuan nya pada Alexander.
" Pria ini milikku, camkan itu baik-baik nona Vivian !" kata Leticia sambil mengusap sisa lipstik yang ada di bibir suaminya.
" Kau.. benar-benar.."
pstt.. psst...
" Nona Vivian benar-benar tidak tahu malu ya"
" Benar-benar tidak tahu malu "
Para pengawal dan pelayan yang melihatnya mulai bergosip tentang Vivian yang tidak tahu malu mencium Alexander. Karena malu, Vivian pun memilih pergi ke kamar nya.
Alexander merasa senang melihat Leticia cemburu padanya, tapi dia juga khawatir kalau kemarahan Leticia akan berlangsung lama. Pasangan suami istri itu masuk ke dalam kamar mereka.
" Aku sudah membersihkan kotoran yang ada di bibir mu, jangan berterimakasih padaku " Leticia masih terlihat kesal pada Alexander.
Meskipun wanita itu yang mencium nya, tetap saja aku merasa kesal.
" Aku suka melihatmu cemburu, tapi aku tidak suka melihatmu marah seperti ini. Jadi hentikan ya "
Alexander duduk berlutut di depan Leticia yang sedang duduk di sofa.
" Aku tidak cemburu!" elak Leticia
" Kalau tidak cemburu, lalu tindakan apa tadi? kau menunjukkan pada semua orang bahwa aku adalah milikmu." Alexander tersenyum senang
" Seperti nya kau menikmati ciuman dengannya, sampai sampai bekas lipstick nya membekas di bibirmu. Dan kau menikmati diriku yang sedang marah ini? bukan begitu kan Alexander Victor Wayne? "
Sudah menjadi hal yang tidak aneh bagi Alexander, ia sudah tau tabiat dan gelagat istrinya. Jika Leticia sedang marah, wanita itu akan memanggil nama lengkap nya dengan nada ketus. Dan saat ini Leticia sedang marah besar padanya.
" Aku tidak menikmati nya, sungguh. Aku bahkan mendorong nya sampai jatuh tadi. Aku sangat tidak suka berciuman dengannya. "
" Jadi kau anggap dengannya itu adalah berciuman?" suara Leticia mulai meninggi
Aku salah bicara apa lagi? ya ampun. Dia benar-benar begitu sensitif.
" Ti-tidak, bukan begitu maksud ku. "
Kepala Alexander berputar putar, memikirkan cara bagaimana untuk membujuk istrinya dan mengembalikan keadaan menjadi tenang, meredakan kemarahan Leticia.
Bagaimana bisa dia mencium Lex? bagaimana bisa yang harusnya jadi milikku disentuh oleh orang lain?!
" Baiklah, kau mau aku bagaimana? apa kau mau memukul ku? baiklah marahlah padaku, kau boleh melakukan nya. Tapi jangan lama-lama marahnya. Kumohon, aku minta maaf "
Alexander yang selalu bersikap sombong dan seenaknya pada orang lain. Tapi, ia merendahkan dirinya dengan meminta maaf pada Leticia. Bahkan memohon, hal yang tak pernah ia lakukan sebelum nya. Hanya pada wanita itu ia memohon dan bersikap lembut.
Tiran itu memegang tangan Leticia dengan lembut. Kemarahan Leticia meledak, ia pun mengatakan semua keluh kesahnya. Alexander membiarkan dirinya diceramahi oleh Leticia dan hanya mendengarkannya.
" Seperti nya kau mempunyai banyak keluhan, Chia "
" Aku kesal padamu, itulah intinya "
" Baik, aku minta maaf. Sudah ya marah-marah nya, kau bisa lelah." Alexander mengingatkan
Perasaan ku memang lebih baik setelah mengatakan semua keluhan ku barusan. Apa aku terlalu berlebihan ya? kenapa aku begitu sensitif? padahal sebelumnya Gustaf juga pernah mencium ku, dan Alex marahnya tidak lama. Tapi aku?
" Sudah cukup minta maaf nya, tidak apa. Lain kali kau harus menjaga tubuhmu, jangan sampai disentuh oleh wanita lain. Karena aku akan marah "
" Aku mengerti, kalau begitu aku juga harus memberikan tanda disini "
Jari Alexander membuka sedikit gaun yang menutupi lekuk dada Leticia. Wanita itu kaget karena dadanya sedikit terlihat olehnya.
" Apa yang mau kau lakukan?" tanya Leticia kaget
Pria itu memberikan ciuman ciuman di leher dan lekuk dada Leticia. Sampai meninggalkan bekas merah disana. Alexander sangat puas melihat tanda merah yang ada di leher dan lekukan dada milik Leticia.
" Stempel kepemilikan, dengan tanda ini kau milikku. Tidak ada yang boleh menyentuh mu selain diriku " Alexander tersenyum melihat Leticia yang terlihat malu-malu itu
Dia sudah berkali-kali melakukan ini, tapi kenapa aku masih saja berdebar debar oleh-nya? seolah ini baru pertama kali. Aku tidak bisa berhenti berdebar debar. Perasaan dimiliki, dicintai oleh orang yang kucintai, sangat menyenangkan dan membahagiakan.
Leticia memeluk Alexander dengan perasaan bahagia, wanita yang tadi marah-marah itu kini tersenyum cerah. Sambil mengucapkan kata-kata yang seharusnya ia ucapkan saat Alexander kembali pulang " Selamat datang suamiku, terimakasih sudah kembali pulang dengan selamat. "
Aku akan menjaga cinta ini hanya untukmu. Aku tidak akan membiarkan mu terluka lagi. Meskipun kelak kau sudah menjadi abu pun, kau tetaplah milikku Leticia. Aku akan selalu melindungi mu dari bahaya di dunia ini. Lucifer, aku harus memusnahkan nya.
🍂🍂🍂
Sore itu, Gustaf dan pasukannya sudah kembali ke istana Fostiarus. Sebagian pasukannya berjaga di tengah kota, dan pasukan lainnya menjaga perbatasan. Mereka ditugaskan hampir di setiap sudut untuk mencari Raja iblis.
" Hari sudah semakin gelap, menginap lah disini Raja Derrick. Kau bisa pulang besok pagi kan?" kata Gustaf
" Haa.. ya baiklah, aku tidak bisa menolak keramahan mu Raja Gustaf "
Tap
Tap
Tap
Leticia berlari dan menghampiri kakak nya itu, lalu memeluknya. Di ikuti oleh Alexander di belakangnya.
" Kakak, syukurlah kakak baik-baik saja " Leticia senang dan lega.
" Tisha, hati-hati " kata Derrick sambil membalas pelukan adiknya.
" Bagaimana keadaan di luar sana? apa ada yang mencurigakan?" tanya Alexander
" Tidak ada laporan, tapi prajurit istana ini sudah tersebar dimana-mana. Jika benar dia ada di kerajaan ini, dia tidak akan bisa kabur " kata Gustaf yakin. Sekilas Gustaf melirik ke arah Leticia, yang kelihatan nya baik-baik saja. Pria itu merasa lega melihatnya.
" Baguslah, syukurlah kau sudah kembali dengan selamat " kata Alexander tulus
" Iya, terimakasih atas semua pertolongan mu "
" Ehem ehem "
Leticia merasakan hubungan diantara kedua pria itu sudah mulai membaik.
Syukurlah, aku sudah menduga ini. Tapi tidak ku sangka akan begitu cepat, baguslah. Bagaimana pun mereka terikat oleh darah.
Leticia tersenyum senang lalu menyuruh semuanya masuk ke dalam istana untuk bersiap-siap makan malam bersama.
" Yang mulia Raja Gustaf, kakak, dan suamiku. Hari ini kalian bersiaplah, aku akan memasak untuk kalian semua. " Leticia tersenyum ceria
Gustaf, Derrick dan Alexander tersenyum melihat Leticia yang kelihatan senang. Beberapa menit kemudian, makanan sudah tersaji di meja makan, Gustaf, Derrick dan Alexander sudah berada di meja makan.
Sulit dipercaya bagi Leticia, apa yang di lihat di depannya itu adalah nyata. Mereka bertiga bisa duduk berdampingan, makan bersama dengan rukun. Leticia merasa itu adalah pemandangan yang terindah dalam hidupnya.
Saat mereka tengah menyantap hidangan yang dimasak oleh Leticia.
Kenapa kepalaku sangat pusing? kepalaku berputar-putar. Ada apa ini? tidak bisa, dihari yang bagus dan suasana yang baik ini, aku tidak boleh mengacaukannya.
Leticia berdiri dari kursinya dan mengatakan bahwa ia akan pergi ke kamar mandi karena sudah kebelet. Belum sampai ke kamar mandi wanita itu sudah...
BUGH
" Yang mulia Ratu !!"
teriak Daniel yang panik melihat Leticia sudah tergeletak di lantai tak sadarkan diri
Alexander, Gustaf dan Derrick panik mendengar teriakan Daniel dan suara orang terjatuh dengan keras. Mereka segera menghampiri ke arah suara itu, dan seketika panik melihat Leticia yang sudah tergeletak di lantai.
" Leticia !!" teriak Alexander panik sambil berlari menghampiri Leticia.
" Tisha, !!"
" Leticia!"
...---***---...