
🍂🍂🍂
Lucifer memerhatikan Leticia dari kejauhan. Dan ia terkejut saat merasakan ada kehidupan di dalam perut wanita itu. Di sebelah Lucifer ada Keith yang mengawalnya.
" Yang mulia, haruskah saya membawa wanita itu sekarang?" tanya Keith sambil melihat ke arah Leticia yang sedang bercanda tawa dengan Carol dan Zayana.
" Tunggu Keith, biarkan dia bersenang-senang dulu dengan kehidupan nya. Tidak lama lagi, Alexander dan wanita nya akan merasakan kehilangan yang sangat pedih " Lucifer tersenyum menyeringai
" Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang yang mulia? mereka sudah merencanakan untuk menyerang yang mulia "
" Keith ..Keith.. kenapa kau sepanik itu? tenang saja, aku sudah punya rencana. Kita kembali dulu saja ke dunia iblis. Biarkan para manusia itu berfikir untuk mencari keberadaan ku. Aku masih mau main petak umpet dengan mereka " Lucifer tersenyum sinis
" Baik lah yang mulia "
Wush---
Lucifer dan Keith menghilang bersama cahaya hitam.
Tiba-tiba Leticia merasakan sesuatu yang aneh, ia merasakan aura kejahatan ada di dekatnya. Ia segera mengajak Zayana dan Carol untuk masuk ke dalam istana.
" Leticia ada apa?" tanya Zayana yang heran melihat Leticia tiba-tiba ketakutan
" Aku merasakan sesuatu, di taman itu.. ada seseorang yang memperhatikan ku. " gumam Leticia sambil memegang perutnya dengan cemas
Apa aku salah dengar? mereka tadi membicarakan ku dan Alexander. Siapa mereka itu? kenapa mereka identik dengan aura hitam? mereka juga membicarakan dunia iblis? apa maksudnya?
Ternyata Leticia bukan hanya bisa merasakan keberadaan Lucifer dan Keith, ia juga bisa mendengar apa yang mereka bicarakan. Dan itu membuat Leticia ketakutan.
" Jangan cemas, kami ada disini. Tidak akan ada yang berani macam-macam denganmu " kata Zayana menenangkan
Sebenarnya apa yang dilihat dan dirasakan Leticia saat ditanam tadi? tapi tidak ada apapun disana.
" Yang mulia, lebih baik anda kembali beristirahat " kata Carol cemas sambil memegangi Leticia.
" Ya, benar aku harus beristirahat. Sudah cukup jalan-jalan nya. " jawab Leticia
Seperti nya aku hanya berhalusinasi. Suara suara itu, orang-orang itu. Aku pasti hanya berhalusinasi, tidak akan terjadi apa apa padaku dan anakku.
Zayana dan Carol mengantar Leticia untuk kembali ke kamarnya, wajah wanita hamil itu sangat pucat. Setelah mendengar suara Lucifer dan Keith yang ia pikir itu adalah halusinasi nya.
Saat mereka bertiga berjalan di lorong, mereka berpapasan dengan Raja-raja yang baru saja keluar dari aula kerajaan. Seperti nya rapat para Raja itu telah usai.
Darren melihat Leticia dan menghampiri nya. Zayana dan Carol sengaja meninggalkan Darren dan Leticia untuk bicara berdua, karena kedua orang itu sudah lama tidak bertemu dan bicara.
Darren sekedar menyapa nya, menanyakan keadaan nya. Dan ia juga memberi selamat dengan tulus kepada Leticia dan Alexander
" Selamat atas pernikahan mu dan Alexander, juga selamat atas kehamilan mu " Pria itu tersenyum tulus
" Ya, terimakasih yang mulia Raja Darren. Ucapan selamat yang terlambat juga untuk pertunangan mu dengan nona Giselle "
" Apa? jadi bahkan kau tau aku bertunangan dengan nya?" Darren terkejut, karena ia tak pernah memberitahukan pada Leticia tentang siapa tunangan nya, hanya mengabarinya tentang pertunangan nya saja
" Tentu saja, aku sudah mengira sejak awal bahwa dia adalah jodoh mu. Dia mencintai yang mulia dengan tulus, ya walaupun dulu beberapa sikapnya tidak dapat dibenarkan. Tapi, pada akhirnya cinta akan kembali ke tempat nya semula karena kalian saling mencintai " Leticia tersenyum senang
Tisha, kau tidak tahu apa-apa. Kau mengira aku mencintai nya juga kan? kau salah Tisha, karena sampai sekarang aku masih menyimpan perasaan padamu. Tapi, aku sedang mencoba untuk melupakan mu dan bertunangan dengan Giselle. Aku harap dengan dicintai olehnya, aku bisa melupakan perasaan ku. Aku harap semoga kita sama-sama bisa bahagia.
" Ya kau benar. Baik aku ataupun kau sahabat baikku, kita harus sama-sama bahagia. " Darren tersenyum pahit dan menatap Leticia
Dan meskipun aku tidak bahagia. Kau harus bahagia Tisha.
Darren, kau pasti akan menemukan kebahagiaan mu dan cinta mu. Aku yakin kau akan bahagia dengan Giselle, seseorang yang mencintai mu.
" Kalau Raja tiran itu menyakiti mu atau membuat mu menangis, beritahu padaku ya. Sekarang aku adalah sahabat yang sudah seperti kakak bagimu, jadi aku ingin adikku bahagia " Darren mengelus kepala Leticia dengan lembut
Mereka terlihat akrab, Leticia pun teringat masa kecil nya dengan Darren. Lebih tepatnya masa kecil Leticia yang asli dan Darren. Saat mereka selalu bersama, saling melindungi seperti sahabat, bahkan seperti saudara. Ingatan Leticia yang asli, melekat di ingatannya juga. Begitu pula dengan perasaan Leticia yang asli pada Darren. Yang hanya menganggap Darren sebagai sahabat dan sudah seperti kakak laki-laki nya.
" Aku senang punya kakak seperti yang mulia Raja Darren "
" Apa tidak masalah bagimu untuk menambah satu kakak lagi? " tanya Darren sambil tersenyum
" Tidak masalah, aku malah senang " jawab Leticia
Dari kejauhan Alexander melihat istrinya sedang bercanda tawa dengan pria lain, ia terlihat kesal dan cemburu. Alexander segera menghampiri Leticia dan memeluknya di depan Darren, ia juga mencium pipi Leticia.
" Lex, apa yang kau lakukan?" tanya Leticia heran dengan tindakan tiba-tiba dari Alexander.
" Hoho, seperti nya suamimu cemburu " Darren tersenyum
" Diam kau !" Alexander melihat Darren dengan sinis
" Kau tenang saja Raja Alexander, aku hanya memberi nya selamat. Benar-benar tidak ada maksud lain. Aku juga sudah bertunangan " Darren menunjukkan jari nya di depan Alexander, dan tersemat cincin pertunangan di jarinya.
" Iya Raja Darren benar, sekarang kita resmi jadi adik kakak " Leticia ceria
" Adik kakak?!!" Alexander terpana
Gawat, bertambah lagi satu lagi kesulitan ku. Sudah cukup hanya Derrick saja yang jadi kakaknya.
" Itu benar Raja Alexander, aku sudah resmi jadi kakak Tisha. Jadi, jika kau ketahuan membuat adikku menangis, apalagi menyakiti nya. Saat itulah peranku di butuhkan "
" Itu tidak akan pernah terjadi !" Alexander marah
" Haha.. sudah sudah cukup " Leticia tertawa
Tuhan, tidak pernah aku sangka. Dan tidak pernah terpikirkan olehku. Akan ada dimana suatu hari, aku berada di dalam kedamaian diantara orang-orang ini. Hubungan dulu yang saling membenci, hubungan keluarga yang sempat terputus, bahkan yang tidak pernah saling berhubungan. Sekarang malah saling terikat satu sama lain, tertawa bersama, tersenyum bahagia, berbagi beban, saling bercerita, berdiskusi, dan bersatu untuk satu tujuan. Apakah semua ini akan mengarah ke happy ending seperti yang diharapkan?
****
Di dalam kamar Alexander dan Leticia..
" Bagaimana hasil rapat tadi?" tanya Leticia
" Itu .." Alexander ragu untuk menjawab
" Apa untuk yang ini kau juga tidak akan mengatakan nya pada ku ? apa aku harus tanyakan pada Raja Darren? atau pangeran Gustaf?" tanya Leticia kesal
Alexander terlihat kesal saat mendengar nama Darren dan Gustaf terucap dari mulut Leticia. Ia langsung memeluk Leticia dan merebahkan wanita itu di ranjangnya.
" Kau ! apa yang kau lakukan?!" tanya Leticia
" Apa kau akan terus menyebut nama pria lain di depanku?!" tanya Alexander sambil mengangkat dagu
" Itu karena kau membuatku kesal, kau tidak menceritakan padaku apa yang kau alami apa yang terjadi "
" Aku sudah bilang aku punya alasan kenapa aku tidak memberitahu mu. Ini demi dirimu juga " Alexander berada di atas tubuh Leticia dan semakin menghimpit nya
" Meskipun tentangku akan membuatmu kecewa?" tanya Alexander
" Tidak akan. Aku tidak akan kecewa jika itu dirimu. Semuanya tentang dirimu, aku akan menyukainya, aku akan menerima nya. Kenapa kau tidak percaya diri dan tidak mau berbagi padaku? Atau apakah aku tidak cukup bisa dipercaya olehmu?"
" Bukan seperti itu ! lalu kau ingin tau apa lagi tentang ku? bukankah pamanku itu sudah menceritakan segalanya padamu? tentang diriku yang setengah iblis, tentang kutukan? atau tentang kematian ibuku "
Deg,
Leticia terkejut karena Alexander tau tentang Gustaf yang sudah menceritakan tentang masa lalu Alexander dan Raja Iblis. Jadi, saat itu Alexander tidak benar-benar tidur dan mendengar semuanya.
" Lalu kenapa kau tidak menceritakan nya padaku? terlebih lagi tentang ibu mu " kata Leticia
" Cerita tentang masa lalu ku, apalagi tentang ibuku adalah kenangan duka dan sedih. Aku tidak mau berbagi itu denganmu, aku hanya ingin berbagi kebahagiaan saja denganmu..Tapi, si Gustaf sialan itu malah menceritakan semuanya padamu. " gerutu Alexander kesal
" Jangan salahkan dia, aku juga yang ingin tau tentangmu. "
" Tetap saja aku kesal "
" Jadi kau kesal padaku?" Leticia memegang kedua pipi Alexander dan menatap matanya dengan rasa sayang.
" Aku tidak kesal padamu "jawab Alexander.
" Bohong ! kau kesal padaku, kau kesal karena aku tau tentangmu. Kau tidak suka kan ?" tanya Leticia tegas
" Sungguh tidak begitu. Aku hanya tidak ingin kau mengetahui sisi buruk ku " Alexander.
" Tapi aku istrimu, masa aku harus tau dari orang lain tentang mu? " Leticia cemberut
Melihat istrinya yang sudah cemberut seharian, akhirnya membuat Alexander mengalah padanya. Ia tak mau Leticia emosi dan membuat anak yang ada di dalam kandungan nya juga ikut emosional.
Untuk mengalihkan pembicaraan, Alexander berkata pada Leticia bahwa ia tak sabar ingin mendengar suara anaknya, dan ingin bertemu dengan anak nya. Pria itu mengelus perut Leticia yang masih belum terlihat membuncit, alias masih rata.
" Apa yang kau lakukan?" tanya Leticia sambil melirik ke arah Alexander yang terus mengelus perutnya.
" Kenapa masih terlihat rata? bukankah biasanya wanita hamil itu perutnya buncit? kenapa perutmu tidak buncit sama sekali?" tanya Alexander polos. " Pfut.. Usia kandunganku baru saja mau menginjak 5 minggu, tentu saja belum kelihatan. Baru kelihatan membuncit pada saat usia 4 atau 5 bulan nan " Leticia tersenyum dan mengelus kepala Alexander yang masih menindih di perutnya.
" Apa? itu artinya masih lama?" tanya Alexander tak senang. " Kenapa? kau ingin perutku cepat-cepat terlihat buncit? nanti aku tidak cantik dan seksi lagi loh, apa tidak masalah?" tanya Leticia heran. " Bagiku kau selalu menjadi yanga tercantik dan terseksi, meskipun perutmu membesar nanti "
Semua yang dikatakan Alexander memang jujur, tapi sebagiannya lagi masih ia sembunyikan di dalam hatinya. Ia ingin perut Leticia segera membesar agar tidak ada pria lain lagi yang meliriknya, dan agar semua orang tau bahwa Leticia sudah jadi miliknya seutuhnya. Ternyata di dalam hatinya pria itu masih cemburu saja pada Gustaf dan Darren.
" Benarkah? saat perutku membesar nanti apa kau tidak akan melirik wanita lain?"
" Kenapa aku harus melirik wanita lain saat istriku adalah wanita tercantik di dunia? apalagi kau sedang mengandung anak kita, kau pasti tambah cantik " kata Alexander tulus
" Hem ..baiklah walaupun itu cuma kata-kata manis mu, aku akan mencoba percaya. Nah, sekarang katakan padaku apa kau ingin anak perempuan atau anak laki-laki?" tanya Leticia penasaran.
Biasanya para pria akan selalu menginginkan anak laki-laki.
" Sebenarnya tidak masalah, anak kita mau laki-laki atau perempuan. Yang terpenting anak kita dalam keadaan sehat dan selamat. Namun, jika kau bertanya aku ingin anak laki laki atau perempuan. Tentu saja aku memilih anak perempuan !" jelas Alexander
" Sudah kuduga kau pasti mau anak laki.. Eh? anak perempuan?" tanya Leticia terpana.
" Iya aku mau anak kita perempuan " jawab Alexander
" Kenapa? bukankah para pria biasanya menginginkan anak pertama mereka laki-laki?" tanya Leticia heran
" Kalau anak kita laki-laki, aku takut dia akan tumbuh seperti ku. Jika anak kita perempuan, dia pasti akan imut, dan lucu seperti mu. Aku ingin anak yang imut yang bisa ku manjakan "
Membayangkannya saja sudah sangat indah. Seorang gadis kecil yang mirip istriku, dan memanggilku papa. Alexander tersenyum
" Oh jadi begitu, tapi bisa saja kan anak kita kembar. "
" Kembar?"
" Ya, bukankah kau punya saudara kembar yang sudah meninggal? jadi itu artinya kau punya keturunan kembar "
" Benar juga, kalau bisa bayinya kembar perempuan saja " kata Alexander
" Hey ! itu kehendak Tuhan, kau tidak boleh dan tidak bisa menawar !" ujar Leticia kesal
" Iya benar juga, baiklah baiklah. Mau anak kita perempuan, laki-laki, atau kembar. Asalkan dia lahir dengan selamat dan sempurna ke dunia ini. Aku pasti akan sangat bahagia "
Jawaban yang bijak dari Alexander membuat Leticia terharu. Sekaligus tak menyangka, bahwa kata-kata semanis itu bisa keluar dari mulut Alexander.
Jari Alexander menyentuh bibir ranum milik Leticia dengan lembut. Dan memandanginya. Seolah mengisyaratkan sesuatu. Leticia tersenyum, ia mengerti apa yang diisyaratkan oleh Alex.
" Alex, tidak malam ini. " Tangan Leticia menutup bibir Alexander, mengisyaratkan penolakan
" Kenapa? kau lelah? apa anak kita lelah?" tanya Alexander sambil memegang tangan Leticia.
" Tidak ,bukan begitu. Terlalu sering melakukan nya, tidak baik untuk bayi kita. " jawab Leticia menjelaskan
" Baiklah, hanya ciuman saja. "
" Terakhir kali kau bilang begitu, dan kau malah melakukan nya !"
" Janji, hanya ciuman. Kau bisa percaya padaku" Alexander tersenyum dan mencium tangan Leticia dengan lembut.
" Kalau kau bohong, aku akan membunuh mu !" Leticia mengepalkan tangannya seraya mengancam Alexander.
" Aku janji sayang, aku tidak akan menyakiti hati kita "
Kedua bibir mereka saling berpagutan, Alexander memberikan gigitan kecil di bibir Leticia. Dan membuat Leticia membuka mulutnya, akhirnya lidah mereka bermain di dalam sana. Bibir mereka sudah sama-sama basah. Saling mengecap, memilin, mencium dengan lembut. Penuh cinta dan kasih sayang.
Malam itu Alexander benar-benar menepati janjinya. Ia hanya mencium istrinya tanpa meminta lebih dari itu. Setelah itu ia meninggalkan Leticia yang sedang tertidur untuk berbicara dengan Gustaf.
***
Keharmonisan mereka tidak membuat semua orang bahagia, termasuk Raja iblis Lucifer. Ia merasa bahwa Alexander sebagai setengah iblis itu tidak pantas untuk bahagia.
Dengan penuh kemarahan, malam itu Lucifer pergi sendiri ke dalam kamar Leticia dan Alexander. Terlihat disana, Leticia sedang tidur pulas, sendirian di ranjangnya.
" Alexander kau tidak boleh bahagia ! kau tidak bisa " Lucifer hendak menyerang Leticia dengan sihirnya, entah apa yang akan ia lakukan pada Leticia.
Saat itu Leticia terbangun dan mengusap matanya, Leticia masih setengah sadar "Alex? apa itu kau?"
Namun saat ia membuka matanya, ia melihat Lucifer mengarahkan cahaya hitam padanya. Mata Lucifer berwarna merah, dan menatap Leticia penuh kemarahan.
" Si-siapa kau ?!!" Leticia kaget
" Aku neraka untuk mu!"
...---***---...