
.
.
Di sebuah rumah sederhana, terlihat seorang ibu ibu duduk di kursi kayu nya. Wanita paruh baya itu nampaknya mengalami kelumpuhan. Dia adalah ibu dari Max, yang sering dipanggil Ny. Anita.
" Terimakasih banyak kalian sudah menyelamatkan Max, putraku.. kalian sangat baik " kata Ny. Anita dengan senyuman hangat nya
" Sebenarnya bukan kami, tapi nona Leticia yang menyelamatkan putra nyonya " kata Zoya membanggakan
" Tidak juga, saya hanya merasa memang perlu membantu orang yang membutuhkan pertolongan. " Leticia merendah
" Rambut perak? apa mungkin nona bukan orang biasa?" tanya Ny. Anita yang takjub melihat warna rambut Leticia
" Dimana-mana rambutku ini memang selalu mencolok. Harusnya nanti aku memakai rambut palsu " batin Leticia sambil memegang rambutnya
" Nyonya benar, sebenarnya nona Leticia bukan berasal dari sini. Dia adalah tuan putri dari kerajaan Brilla " jawab Carol
" Benarkah? jadi kau adalah tuan putri?" tanya Ny. Anita dengan berbinar-binar
" tidak usah sungkan. Aku bukan putri lagi, kau bisa memanggil namaku kok.." kata Leticia ceria
" Maafkan saya, saya hanya merasa prihatin dengan kerajaan Brilla. Dulu saya tinggal disana, setelah Raja tiran yang jahat itu menghancurkan Brilla. Saya pindah ke negeri ini, tidak disangka ternyata anda adalah tuan putri Leticia.. Raja tiran itu benar-benar jahat " kata Ny. Anita dengan penuh amarah
" perasaan tidak nyaman apa ini? padahal yang dikatakan Nyonya Anita adalah kebenaran, tapi kenapa aku merasa tidak senang dengan yang dikatakan nya. " batin Leticia tak nyaman
" Benar, dia sangat kejam. Kasihan sekali putri Leticia harus menjadi rakyat biasa, terlebih lagi Raja Edmund dibunuh dengan kejam. " kata Zoya berapi-api
" Aku menyadari kenapa kakak sangat melarang hubungan ku dan Alexander. Ini bukan hanya karena kami bermusuhan.. tapi.." batin Leticia
#FLASHBACK
Beberapa jam sebelum nya, Leticia menemui kakak nya yang sedang berlatih bersama kstaria, untuk mengantar sarapan pada kakak nya itu.
" Kakak !" Leticia menyapa Derrick dengan semangat
" Tisha, kau sudah datang?" tanya Derrick senang
" Woah.. nona Leticia dilihat dari dekat ternyata sangat cantik ya "
" Sama seperti rumornya, tapi aslinya lebih cantik " kata salah seorang kstaria
" hehe.. kalian bisa saja, kebetulan aku membawa makanan untuk kakak ku. Dan aku juga membawakan makanan lebih untuk tuan tuan " kata Leticia
" Nona Leticia memang yang terbaik "
Para kstaria itu senang dengan keberadaan Leticia di istana Ilios yang mudah akrab dan bisa mencairkan suasana. Bahkan ada beberapa kstaria yang menyatakan cinta padanya.
Derrick mengajak adiknya duduk di sebuah kursi yang tak jauh dari tempat latihan. Derrick membuka kotak bekal yang dibawa Leticia, dan di dalamnya ada telur dan roti. Menu sarapan yang simple dan sehat.
" Terimakasih adikku yang baik, aku memang belum sarapan " Derrick senang
Derrick memakan sarapannya dengan semangat, namun tiba-tiba semangat nya hilang saat melihat kalung yang dipakai Leticia.
" Kau benar-benar serius dengannya? " tanya Derrick kesal
" Apa maksud kakak?" tanya Leticia tak mengerti
" kau mencintai Raja tiran itu?" tanya Derrick
" Kakak, aku .." Leticia terlihat ragu
" Kenapa harus dia? kenapa harus orang itu?! meskipun suatu saat nanti aku dan dia berdamai, kau juga tidak bisa bersama dengannya Tisha .." Derrick terlihat sedih
" Aku minta maaf kak, perasaan suka pada seseorang tidak bisa dikendalikan. Apalagi hatiku, aku minta maaf.." kata Leticia menyesal
" Kau tidak bertanya padaku apa alasan aku sangat menentang hubungan kalian?"
" Bukankah itu sudah jelas karena kakak membencinya "
" Tidak, bukan itu saja. Jika kau menjalin hubungan dengannya, kau akan menghadapi kesulitan-kesulitan kedepannya. Mungkin kau belum menyadari atau merasakannya sekarang, berhubungan dengannya tidak akan mudah bagimu. Hidupmu akan selalu ada dalam bahaya, dia mempunyai banyak musuh dimana-mana yang menginginkan nyawanya atau membalas dendam. Jika mereka tau kalau kau memiliki hubungan dengannya, kau yang akan menjadi target mereka untuk balas dendam. Aku hanya tidak ingin kau terluka, Tisha .."
Leticia terpana dan tidak menjawab pernyataan kakak nya itu, dalam hatinya ia membenarkan semua perkataan kakaknya itu. Namun, ia tak bisa memutuskan hubungan dengan Alexander karena ia mencintai pria itu.
#END FLASHBACK
Mendengar pembicaraan negatif orang-orang terhadap Alexander. Membuat gadis itu merasa tidak nyaman, meskipun ia tau bahwa Alexander adalah pria berdarah dingin, tirani yang kejam, tapi tetap saja ia merasa tidak nyaman orang-orang berbicara hal buruk tentang kekasihnya.
Setelah menerima rasa terimakasih dari Ny. Anita, Leticia, Carol dan Zoya kembali ke pasar. Tidak disangka Leticia akan melewati hari yang panjang karena Giselle yang menyebalkan.
" Woah.. ada toko kue. " kata Leticia berbinar-binar melihat toko kue yang tak jauh dari tempat ia berdiri
" Nona, kau mau kue? biar aku temani kesana ya " kata Zoya menawarkan diri
" Tidak usah, aku pergi sendiri saja. Kalian kan masih banyak yang harus dibeli, kita janjian saat tengah hari di depan pasar ya " Leticia tersenyum
" Apa nona baik-baik saja sendirian?" tanya Carol cemas
" Tenang saja, disini kan ramai. Tidak akan ada orang yang macam-macam dengan ku " jawab Leticia santai
Carol dan Zoya berbelanja berdua. Sementara Leticia ingin menikmati makan kue di toko kue itu.
" Nyonya, saya pesan 5 kue stroberi, dan susu stroberi nya ya !" ujar Leticia semangat
" Sudah lama, aku tidak makan kue stroberi dan susu stroberi. Pasti enak deh " batin Leticia senang
" Baik, tunggu sebentar ya nona ' kata salah seorang pelayan di toko kue, dengan senyuman ramah
Leticia duduk di salah satu meja yang ada di dekat jendela, ia melihat orang berlalu lalang disana. Beberapa menit kemudian, pelayan itu datang dengan nampannya membawa kue stroberi dan susu stroberi, lalu diletakkan di meja tempat Leticia duduk.
" silahkan dinikmati nona " kata pelayan pria itu ramah. " Oh ya nona, jika anda butuh sesuatu.. anda bisa panggil saya. Nama saya.."
" Tidak perlu, terimakasih banyak. Tapi, nona ini tidak perlu sesuatu lagi. Karena ada aku disini " kata Gustaf yang tiba-tiba muncul dan menatap tajam si pelayan itu. Tatapannya mengatakan kepada pelayan itu " pergilah kau "
Pelayan pria itu menunduk takut dan langsung kembali melayani tamu yang lain. Leticia terkejut melihat Gustaf ada disana, ia langsung berdiri saking kagetnya.
" Kau? kenapa kau ada disini?!" tanya Leticia kesal
"Tenang saja, ayo duduk duduk dulu. Mari kita mengobrol sebentar " Gustaf memegang bahu Leticia dan tersenyum ramah. Wanita itu menepisnya dan menunjukkan wajah galaknya.
Gustaf dengan tidak tahu malu, mengambil satu kue stroberi yang ada di meja dan memakannya. Leticia marah dan akhirnya duduk berhadapan dengannya.
" Beraninya kau mengambil kue kesukaan ku ! " wanita itu mengambil kue itu menjauh dari Gustaf.
" Hem.. ini sangat enak, tidak heran kau sangat menyukainya. Tapi, aku lebih suka rasa karamel .." kata Gustaf sambil tersenyum
" Orang ini sudah gila ya? dia kan seorang buronan. Kenapa dia bisa ada disini? apa dia mau menculik ku lagi?" batin Leticia curiga
" Aku tidak peduli kau suka karamel ke, coklat ke, atau stoberi, masa bodoh ! aku cuma ingin kau pergi dari sini " Leticia kesal
" Galak sekali, aku kan baru sampai. Aku juga mau bicara denganmu " Gustaf tersenyum tipis
" Karena dirimu aku tidak bisa makan tenang, kenapa kau tidak bisa pergi saja sih? aku mau makan!! " Leticia sebal sambil memakan kue nya
" Kalau aku tidak mau pergi, kau mau apa?" tanya Gustaf sambil mendekati wajah Leticia
" Apa apaan si pangeran Gila ini?" batin Leticia
Wanita itu mendorong Gustaf, kemudian pria itu kembali duduk di kursinya.
BRUK
" Kau galak sekali, tapi aku suka " kata Gustaf sambil memegang punggungnya yang sakit
" Kalau kau tidak mau pergi, aku saja yang pergi " Leticia terlihat sebal melihat Gustaf
" Jangan pergi, aku butuh teman ngobrol. Tolong, dengarkan aku dulu sebentar ya. " kata Gustaf
" Kau sudah gila ya? kau tidak ada kerjaan ya? kalau mau ngobrol, cari saja di rumah bordil sana ! pasti banyak wanita yang mau bicara denganmu "
" wajahnya saja yang tampan, tapi otaknya gesrek " batin Leticia heran
" Aku mau bicara denganmu, kau cukup dengarkan saja aku bicara dan makan makanan mu. " kata Gustaf memohon
" Hanya sebentar, 10.. maksudku 5 menit saja. Karena aku akan segera pergi " kata Leticia memperingatkan
" Lagipula ini mejaku, memangnya aku mau pergi kemana. Sudahlah, abaikan saja dia " batin Leticia
" Setuju !" kata Gustaf senang
" Perempuan yang menarik.. galak tapi polos " batin Gustaf
Leticia memakan kue dan meminum susu stroberi nya dengan lahap. Ia terlihat senang dan ceria. Bahkan ia sampai lupa bahwa di depannya ada Gustaf yang pernah menculiknya.
" Katanya kau mau bicara? tapi kenapa kau diam saja?" tanya Leticia heran
" Apa kau tidak akan menawarkan makanan nya padaku?" tanya Gustaf sambil menyilang kan tangannya di dada
" Apa? beli saja sendiri, aku ini bukan seorang putri yang punya banyak uang, dan bisa mentraktir mu, aku hanya pelayan dapur. Kau kan seorang pangeran, pasti punya banyak uang. " Leticia cuek
" Kau memang tidak ada takut-takut nya ya. Padahal di depanmu ini sedang berdiri orang yang pernah menculik mu, tapi kau santai saja. Sama seperti waktu itu "
" Aku kan sudah bilang kalau tidak takut mati. Jadi, apa yang mau kau bicara kan?" tanya Leticia to the poin
" Aku rasa aku menyukaimu, aku berharap kau mau jadi kekasihku " Gustaf tersenyum
" Sudah kuduga kau memang gila !"
" Aku serius, aku suka padamu. Jadi, putus lah dengan keponakan ku si tiran yang gila itu. Dan jadian denganku " Gustaf bicara santai
BRAK
Leticia berdiri dan terlihat kesal pada Gustaf, ia membayar pesanan kue nya kepada kasir. Lalu berjalan pergi meninggalkan Gustaf. Pria itu tidak mau menyerah, dan terus mengikuti Leticia. Ia memohon agar Leticia menerima cintanya. Wanita itu kini berfikir pangeran Gustaf sudah tidak waras.
" Kenapa kau berpacaran dengan sepupuku? dia itu kejam, kau sudah dengar sendiri kan kalau dia adalah seorang tirani '' tiba-tiba Gustaf berekspresi serius
" Apa kau mengikuti ku dari tadi? " tanya Leticia kesal
" Iya, awalnya aku penasaran dengan wanita yang membuat keponakan ku si tiran tergila-gila. Lalu aku rasa aku juga tertarik pada wanita itu. Bagaimana? apa kau berdebar seorang pria tampan seperti ku mengatakan cinta padamu?" tanya Gustaf
" PFutt.. haha.. dasar orang gila... " Leticia tertawa
" Kenapa kau malah..." gumam Gustaf bingung
Deg
Deg
Deg
" Ada apa dengan jantungku? kenapa dag dig dug begini?.. dia sangat cantik.. senyumannya sangat indah.. ah apa yang ku pikirkan..Sial, aku merasa kalah "
Bukannya Leticia yang berdebar, tapi malah Gustaf yang berdebar-debar. Pria itu terpana melihat senyuman Leticia.
...---***---...