Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran

Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran
Bab 117. Iblis tidak punya hati


3 hari sudah berlalu,


Di kastil Iblis milik Lucifer..


Keadaan Leticia sudah lebih membaik saat Keith yang pulang pergi dunia iblis dan dunia manusia, untuk mengambil makanan yang di inginkan oleh Leticia.


" Hey, wanita manusia kau sengaja kan mengerjai ku?" Keith terlihat kelelahan, napas nya terengah-engah " Hosh Hosh "


Marah, lelah dirasakan oleh Keith yang sudah puluhan kali bolak balik. Leticia malah terlihat santai menikmati buah apel yang terlihat segar.


" Tuan iblis ,tolong bersikap lah sopan pada yang mulia Ratu. Panggil Baginda dengan sebutan yang mulia Ratu !" ujar tabib Erin tegas


" Tabib manusia, kau jangan ikut campur ya ! disini wanita manusia ini bukan Ratu. Hanya tawanan, tawanan ! beraninya seorang tawanan memperlakukan ku kaum iblis seperti pesuruh ?" tanya Keith kesal


" Kau ini sangat cerewet ya, kau memang pesuruh disini. Jadi lakukan tugas mu dengan baik untuk melayani ku " kata Leticia dengan nada sinis nya, mulutnya masih sibuk melahap buah buahan yang ada di piring


" APA? huu.." Keith terlihat menahan emosinya


Jika bukan karena perintah yang mulia Lucifer, aku pasti sudah menyihir nya menjadi katak.


" Dan aku yakin kaum iblis seperti mu tidak mungkin lelah karena pekerjaan seperti ini bukan?"


Gemas sekali, saat menahan marah dia terlihat seperti Daniel.


" Ya, kami kaum iblis berbeda dengan manusia. Kami kuat dan tidak mudah lelah. Jadi jangan meremehkan kaum iblis ya ! " Keith tersenyum sombong


" Kalau begitu, aku ingin kau buat ruangan ini menjadi sejuk..Bisakah kau melakukan nya tuan iblis?" tanya Leticia


" Ya baiklah "


Dengan sihirnya, Keith membuat ruangan itu menjadi sejuk. Keith menghilangkan api membara yang ada di dalam kamar itu.


" Wah, sekarang terasa sejuk yang mulia " tabib Erin lega


" Ya, ini lebih baik " Leticia tersenyum


" Aku harap kalian tidak pergi keluar dari kamar ini, karena di luar sangat berbahaya untuk manusia seperti kalian. Ini demi keselamatan kalian juga "


" Baiklah " jawab Leticia


" Untuk tabib manusia, kau ikut aku sekarang " kata Keith


" Eh, kemana?" tanya tabib Erin


" Kamar mu di sebelah kamar ini, akan ku tunjukkan "


" Aku pikir aku akan kembali di pulangkan ! ternyata aku tinggal disini?" tanya Tabib Erin


" Yang mulia Lucifer memerintahkan mu tinggal disini untuk merawat wanita manusia "


" Berhenti memanggilku wanita manusia ! itu terdengar konyol dan menggelikan ! " gerutu Leticia kesal


Wah, sekarang yang mulia Ratu terlihat begitu sensitif dan pemarah. batin tabib Erin heran


" Baiklah, aku panggil nona manusia saja "


Tabib Erin dan Keith keluar dari kamar itu. Tak lama kemudian, pintu kamar Leticia terbuka. Sontak saja Leticia melempar bantal ke arah pintu, ia mengira kalau Keith yang datang.


" Tuan iblis, bisakah kau mengetuk pintu dulu sebelum masuk?!! apa bangsa iblis tidak punya tatakrama?!"


" Beraninya kau bicara seperti itu tentang bangsa iblis " Lucifer melempar kembali bantal yang sebelumnya di lempar oleh Leticia.


Wajah Leticia semakin tidak senang saat melihat pria yang ada di depannya itu. Tidak ada senyuman di wajahnya. Ia tampak marah dan kesal.


Lucifer heran melihat Leticia yang sama sekali tidak terlihat takut padanya. Biasanya manusia yang melihatnya akan langsung lari, ketakutan, dan bersembunyi. Tapi Leticia tetap bersikap biasa saja.


Lucifer pun mendekati Leticia yang masih duduk membatu di sudut ranjangnya.


" Bukankah semua keinginan mu sudah terpenuhi? kenapa kau masih seperti itu?" tanya Lucifer


" Lalu aku harus apa? haruskah aku tersenyum padahal aku sedang ditawan seperti ini? "


" Kau berbeda dengan manusia yang lainnya ya? apa kau tidak takut mati?" tanya Lucifer sinis


" Kenapa aku harus takut? semua manusia pasti akan mati " jawab Leticia santai


" Benar juga, manusia kan lemah dan mudah sakit. Jadi cepat matinya " Lucifer tersenyum meremehkan


" Apa kau pikir kau adalah mahluk yang sempurna? hanya karena kau hidup abadi, bukan berarti kau sempurna. Jangan sombong, kau hanya penghuni neraka saja. Tempat yang bahkan tidak sebanding dengan dunia manusia yang indah, atau surga yang damai. Dan wujud asli mu pasti menjijikan dan tidak setampan ini. Kau bahkan berbau sangat busuk, seperti terbakar ! " Leticia mengangkat bibirnya dan tersenyum sinis


Mendengar hinaan dari Leticia, Raja iblis itu menjadi emosi dan berusaha menyerang Leticia dengan sihirnya. Tapi, lagi-lagi sihirnya tidak berguna. Seperti ada yang melindungi Leticia dari sihir Lucifer.


Leticia sudah menduga bahwa Lucifer tidak bisa menggunakan sihir padanya, ia juga tak tau alasannya. Yang jelas Leticia merasa beruntung karena Lucifer tidak bisa mencelakai nya dengan sihir.


" Sialan ! jangan kira hanya karena aku tidak menggunakan sihir padamu! aku tidak bisa menyentuh mu ! manusia rendahan " mata merah Lucifer menyala nyala dan berapi api.


Dengan satu tangan, Lucifer mencekik leher Leticia. Gadis itu berusaha melawan dengan memukul mukul tubuh Lucifer, menyingkirkan tangan Lucifer dengan tangannya sekuat tenaga.


" Ahhh.. ukhppp..."


Dia seperti nya sudah gila. Dia berniat membunuhku.


Lucifer mencekik Leticia sampai mengangkat tubuh wanita yang sedang hamil itu ke atas.


" Le-lepaskan. a-aku.. aku tidak bisa ber-napas.. sa-kit.."


Kesadaran Lucifer kembali, termasuk akal sehatnya saat ia teringat dengan bayi yang ada di perut Leticia. Raja iblis itu buru-buru menghentikan aksinya, dan meletakkan Leticia dengan hati-hati di ranjang nya. Leticia memegang lehernya, dan masih tampak kesakitan. Napasnya juga masih belum teratur.


" Kau sudah gila ya. uhuk UHUk.."


Kenapa aku merasa Lucifer terlihat sedikit seperti Alex? emosi mereka terlihat sama.


" Rasakan, itulah akibatnya jika kau membuatku marah "


" Kenapa tidak sekalian kau bunuh aku saja? kalau kau tidak menjadikan ku sebagai tawanan untuk mengancam suamiku?" tanya Leticia heran


Dia bahkan tidak bisa menyentuhku, tidak menjadikan ku alat untuk mengancam Alex, lalu kenapa aku dibiarkan hidup?


" Kau mau tau apa rencana ku? apa tujuan ku membiarkan mu hidup sampai sekarang?" tanya Lucifer


" Iya aku mau tau " jawab Leticia ketus


" Bersyukur lah pada bayi yang ada di perut mu itu "


" Apa?" Leticia tak mengerti


" Suamimu menolak untuk menjadi penerus ku, maka gantinya adalah bayi yang ada di perut mu. "


" Apa maksud mu?"


" Aku pikir wanita cantik akan langsung mengerti apa yang ku katakan. Ternyata kau bodoh. Setelah bayimu lahir aku akan menjadikan nya Raja iblis "


Kedua bola mata berwarna biru milik Leticia terbelalak. Melihat Leticia yang kebingungan dan kaget, Lucifer tersenyum senang dan puas bisa melihat wanita di depannya itu merasa takut padanya.


Raja Iblis? jadi itu maksud iblis sialan ini menculik ku. Bukan untuk mengancam Alex, seperti tujuan nya sebelum nya, tapi dia menginginkan anak ku? Apa itu artinya aku tidak akan pernah bisa bertemu dengan Alex lagi? tidak ..


" Kenapa? sekarang kau takut bukan?" tanya Lucifer


" Kau tidak akan mendapatkan apa yang kau mau, anakku adalah manusia. Dia tidak akan menjadi seperti mu, Alex juga akan datang menyelamatkan kami " Leticia berbicara dengan lantang, penuh kepercayaan diri.


" Simpan saja keyakinan mu yang konyol itu, dia tidak akan datang. Karena dia tidak bisa masuk ke dunia ku "


Leticia tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh Lucifer. Ia yakin bahwa suaminya akan datang menyelamatkan nya dan bayinya. Leticia berharap agar Alexander bisa cepat cepat membawanya pergi dari dunia iblis.


Raja iblis itu memegang dagu Leticia. Dengan cepat Leticia menepisnya. " Jangan menyentuhku dengan tangan kotor mu "


" Haa.. aku juga tidak ingin menyentuh mu. Aku hanya ingin melihat wajah mu dari dekat, bagian mana dari dirimu yang membuat Alexander sampai tergila gila padamu?"


" Karena aku cantik " Leticia tersenyum


" Hah, kau sangat percaya diri ! banyak wanita cantik selain dirimu di dunia manusia. Aku ingin tau apa spesial nya dirimu untuknya? dan aku heran kenapa kau bisa sampai menyukai nya. Dia kan terkenal jahat di dunia manusia " Lucifer heran


" Iblis seperti mu tau apa? itu karena kami saling mencintai, menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing. Karena itu lah kami bisa bersama, tidak peduli seperti apa wajah nya. Hati dan perasaan lah yang terpenting"


" Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan itu. Tapi iblis tidak punya hati, jadi aku tidak tau rasanya. Perasaan seperti cinta atau apalah itu"


" Benar juga, iblis tidak punya hati. Jadi jangan samakan dirimu dan Alex, karena kalian berbeda ! dia bukan keturunan iblis busuk seperti mu " Leticia tersenyum sinis


Lucifer yang sudah habis kesabaran nya menghadapi Leticia, mengikat kedua tangan Leticia dengan tali sihir di ranjangnya.


" Hei lepaskan aku ! kau benar-benar iblis sialan !! " Leticia memberontak dan mencoba bergerak gerak


Seandainya aku bisa satu sihir saja. Hidupku tidak akan sesulit ini. Kemampuan ku hanya bisa membaca dan melihat aura.


" Bersyukurlah karena aku tidak membunuhmu sekarang ! kalau bayimu itu sudah lahir, aku pasti sudah menghabisi mu. Dasar wanita cerewet !"


Raja iblis itu menunjukkan jarinya ke wajah Leticia. Dengan wajah sinis nya Leticia melotot pada Lucifer. Meronta-ronta meminta agar di lepaskan. Leticia panik saat melihat Lucifer berjalan keluar dari kamarnya.


" Kau dihukum karena mulut pedas mu itu !"


" Tapi aku sedang hamil, apa kau tega membiarkan ku dalam keadaan seperti ini? kalau aku gatal dan ingin menggaruk tubuhku bagaimana?"


" Ya aku tega, dan aku tidak akan peduli " kata Lucifer cuek, sambil melanjutkan langkahnya. Beberapa kali langkah nya terhenti karena Leticia terus memanggilnya.


" Apa kau tidak punya hati?" tanya Leticia


" Ya aku tidak punya " jawab Lucifer sambil tersenyum sedikit


Aku harus bagaimana ini? Baiklah, hanya cara ini yang terpikirkan olehku.


" Ah.. aduh sakit, aduh perutku. Aah.. "


Mendengar rintihan dari Leticia, Lucifer yang sudah mau membuka pintu, membalikkan badannya dan menghampiri Leticia.


" Ada apa? apa kau mau menipuku? sama seperti kau menipu Keith? " tanya Lucifer tak percaya


Ayo tertipu lah.


" Raja iblis, perutku.. perutku sakit sekali..uhh.." Leticia meringis kesakitan.


" Kau benar-benar sakit?" tanya Lucifer mulai cemas


" Iya, ini sangat sakit. Sakit sekali."


Jika terjadi sesuatu pada bayinya, ini akan menjadi sia-sia.


SLING


Ikatan yang mengikat tangan dan kaki Leticia dilepaskan oleh Lucifer. Leticia masih tetap dengan aktingnya, ia memegang perutnya seolah sedang kesakitan.


" Aku akan panggil si tabib manusia itu kemari ! " seru Lucifer


Warna aura cemas? dia cemas padaku?


" Tunggu ! jangan pergi, tidak usah panggil tabib Erin "


" Apa kau berpura-pura sakit?" tanya Lucifer mulai kesal


Astaga, lihatlah warna auranya itu. Dia mulai marah.


" Aku benar-benar sakit, perutku sakit. Tapi ini bukan sakit seperti itu, aku sakit karena sesuatu " Leticia merengek dengan wajah sedih


" Karena apa?"


" Karena bayi ku ingin sesuatu untuk di makan " jawab Leticia sedih


" Bukankah masih banyak buah buahan disana? cemilan juga ada, kau mau apa lagi?" Lucifer berbicara dengan suara membentak


" Tapi sekarang bayiku ingin makan sesuatu yang lain. Dan makanan itu tidak ada disana "


" Baiklah, bayi mu itu ingin apa? akan ku suruh Keith untuk membawakan nya " tanya Lucifer mengalah


" Aku ingin makan ramen, buatan mu "


" Apa maksud mu?" tanya Lucifer


" Aku ingin kau memasak ramen untukku " jawab Leticia


" Apa?! apa kau sudah gila?!!" Teriak Lucifer marah


Tidak tahan dengan Leticia yang terus merengek padanya dan mengeluh sakit perut. Akhirnya Lucifer membawa tabib Erin untuk memeriksa kondisi Leticia. Siapa tau ada yang salah dengan wanita hamil itu?


Tabib Erin mengatakan bahwa perilaku Leticia itu adalah normal, rengekan dan keluhannya itu adalah bagian dari ngidam nya. Dan saat wanita hamil sedang ngidam, keinginan nya itu harus terpenuhi.


Lucifer pun mengalah demi bayi yang ada di perut Leticia. Dalam hatinya wanita itu merasa puas sudah mengerjai Raja iblis dan Keith. Demi memenuhi keinginan Leticia, Lucifer membuat dapur dadakan untuk memasak dan dipandu oleh Leticia.


" Yang benar dong masaknya, kalau kau masaknya seperti itu rasanya tidak akan enak. Katanya kau ini Raja iblis yang hebat?"


" Aku hebat, dan aku bisa memasaknya tunggu saja ! "


Sialan, tunggu saja sampai bayi itu lahir. Aku akan mengirim wanita menyebalkan itu ke neraka !. gerutu Lucifer


" Kalau begitu teruskan " Leticia tersenyum senang sambil memakan buah anggur.


Tabib Erin dan Leticia terlihat senang melihat Keith dan Lucifer sibuk memasak.


" Ternyata mereka bisa dibodohi ya yang mulia?" bisik Tabib Erin


" Haha, kalau bukan karena bayiku. Dia tidak akan sampai melakukan seperti ini. "


" Yang mulia anda hebat sekali, saya fans anda yang mulia "


Tabib Erin kagum pada kehebatan Leticia yang bisa membuat Raja iblis bertekuk lutut di hadapan nya dengan muslihat. Sebenarnya Leticia melakukan tipu muslihat pada Lucifer agar ia bisa bertahan hidup. Mengulur waktu, sampai Alexander bisa menyelamatkan nya dari dunia iblis.


Alex, kapan kau akan datang? kau bisa datang kemari kan? aku dan bayi kita merindukan mu..


Tanpa sadar air mata Leticia mengalir, saat rasa rindu mulai merasuk ke dalam hati dan pikiran nya.


" Yang mulia.. kenapa anda menangis?" tanya tabib Erin cemas


" Aku tidak menangis, ada sesuatu yang masuk ke mataku. Bisa kah kau meniup mata ku?" tanya Leticia sambil menyeka air matanya dan berusaha menunjukkan senyuman nya.


Tabib Erin tau, bahwa sebenarnya mata kelilipan dan meminta bantuan meniup mata nya hanyalah alasan Leticia untuk menutupi kesedihannya.


Bagaimana wanita hamil itu tidak sedih? tidak bertemu dengan suami, kakak nya, dan tidak berada di dunia nya sendiri adalah hal yang menyakitkan. Saat kehamilan yang sangat berharga itu, ia sangat ingin dimanja oleh suaminya. Tapi, suaminya tidak ada di samping nya.


****


Satu hal yang tidak Leticia ketahui, 3 hari nya di dunia iblis artinya 3 minggu di dunia manusia. Lalu kemana saja Alexander selama 3 Minggu itu?


Alexander sibuk memulihkan kekuatan elemen nya, lebih tepatnya membangkitkan lagi kekuatan elemen nya dengan bantuan Gloria yang juga ingin membasmi iblis. Gloria bahkan memberikan kembali kristal yang sudah ia ambil dari Alexander sebelum nya sebagai pertukaran kehidupan Leticia.


Dari sana lah Gustaf tau betapa besar pengorbanan Alexander untuk membangkitkan Leticia, dan membawanya dari kematian.


Alexander selesai memulihkan kekuatan nya, ia melihat Gustaf yang ada di depannya. Gustaf melempar kristal elemen milik Alexander.


" Kenapa ini ada padamu?" Alexander menangkap kristal miliknya.


" Wanita tua itu yang memberikan nya padamu " jawab Gustaf


"..."


" Aku tidak tahu kau memiliki cinta sebesar itu pada istrimu. "


" Kenapa? kau tidak percaya?"


" Aku percaya. Aku hanya merasa rendah diri dan malu. " Gustaf tersenyum pahit


" Baguslah kalau kau sudah sadar " Alexander tersenyum sinis


" Haha mulutmu selalu pedas seperti biasanya Alexander. "


Ya, jujur aku malu dan rendah diri. Karena cinta ku pada Leticia tidak mungkin sebesar cinta mu padanya. Sejak awal aku memang sudah jadi pengganggu diantara kalian.


WUSH----


" Ini sudah waktunya kau beraksi Raja tiran, kekuatan mu sudah pulih" kaya Gloria yang tiba-tiba muncul di depan Gustaf dan Alexander


" Ya, istri dan anak ku sudah terlalu lama menunggu"


Alexander menatap langit, memikirkan Leticia.


...---****---...