
🔥🔥🔥
Efrat dan Abraham berlutut di depan Leticia, meminta pengampunan darinya.
" Tolong, jangan begini pada ayah nak !" seru Efrat dengan wajah memelas
" Ayah apaan? kau ini cuma pria brengsek yang menipuku !" seru Leticia marah
" Sekarang kau sudah tau kebenaran kan? kau bebas menghukum mereka semau mu " kata Alexander sambil tersenyum sinis
" Saya hanya mengikuti perintah dan ajakan dari Efrat, saya tidak bermaksud untuk menjual nona ke tempat itu ! ini semua idenya !" seru Abraham sambil menunjuk ke arah Efrat.
" Hey kau ! jelas-jelas kau yang memberiku ide untuk menjual Elena ke tempat pelacuran itu ! " seru Efrat
" Seharusnya aku menyadari kalian berdua itu orang yang seperti apa, kalian memanfaatkan ku yang sedang hilang ingatan. Kalian benar-benar tidak bisa di maafkan !" seru Leticia marah
Efrat dan Abraham saling menyalahkan satu sama lain. Alexander menyerahkan semua keputusan di tangan Leticia.
" Bagaimana keputusan mu Leticia?" tanya Alexander.
" tentu saja aku tidak akan memaafkan mereka !" seru Leticia tegas
Ini baru gadisku. Tegas dan pemberani.
" Lalu kau mau aku menghukum nya bagaimana?" tanya Alexander
" Memangnya yang mulia bisa melakukan apa untuk menghukum mereka?" tanya Leticia penasaran
" Aku adalah Raja negeri ini. Aku bisa melakukan apapun hanya untuk menghukum cecunguk kecil seperti mereka. Kau ingin mereka mati? aku bisa melakukan nya, penyiksaan seumur hidup, aku juga bisa melakukan nya. Atau kau ingin mereka cacat, itu semuanya mudah " terang Alexander sambil tersenyum licik
Memang benar, dia Raja Gila. Haa..
" Aku hanya ingin mereka membayar apa yang mereka lakukan padaku !" seru Leticia sambil menatap sinis kepada dua pria itu
" Tolong ampuni kami yang mulia Raja ampuni kami nona !" seru Abraham dan Efrat bersamaan
" Kami akan lakukan apapun, asal jangan bunuh kami.. " kata Abraham memohon
" Iya, itu benar. Kami akan melakukan apapun!" seru Efrat memohon
" Aku akan memberi kalian kesempatan. Tapi, itu bukan berarti kalian bisa bebas dari hukuman begitu saja " kata Leticia tegas
" Benarkah? kami akan lakukan apa saja, tidak apa "
" Iya iya.. nona mau menyuruh kami apapun juga tidak masalah." kata Efrat sedikit lega
" Apapun?" tanya Leticia
" Iya, apapun ! apa saja ! " ujar Efrat semangat
Leticia tersenyum seperti merencanakan sesuatu, ia pun berbisik pada Alexander. Raja tiran itu ikutan tersenyum setelah mendengar bisikan dari wanita itu.
Ternyata hukuman untuk Efrat dan Abraham adalah bekerja di istana Fostiarus. Kedua orang penipu itu merasa sangat berterimakasih atas kesempatan yang diberikan oleh Leticia pada mereka.
🍂🍂🍂
Alexander mengajak Leticia bicara berdua di taman bunga matahari dan Leticia juga memiliki banyak pertanyaan kepada pria itu. Leticia sudah menurunkan sedikit kewaspadaan nya kepada Alexander.
" Pertama-tama, terimakasih karena yang mulia sudah menolong saya dari tempat terkutuk itu. Dan menolong saya dari pria hidung belang yang hampir menodai saya "
" Tolong jangan bicara formal begitu padaku, aku tidak nyaman mendengar mu bicara formal"
" Memangnya biasanya seperti apa aku bicara denganmu yang mulia ?" tanya Leticia penasaran
" menurutmu, bagaimana pembicaraan sepasang kekasih? apakah formal seperti ini? aku ingin kau bicara santai denganku " kata Alexander ramah
Semua orang mengatakan kalau dia ini gila. Tapi, dia sangat ramah padaku. Apakah itu karena pemilik tubuh ini adalah kekasihnya?
" Benarkah kita adalah kekasih? maksud ku dimasa lalu?" tanya Leticia tak percaya
" Itu benar" jawab Alexander
Aku tidak akan menyembunyikan apapun darimu, kecuali tentang Raja Derrick dan Raja Darren.
" Aku belum bisa percaya kalau kau adalah kekasihku, itu karena mana mungkin rakyat biasa seperti ku bisa menjalin hubungan dengan mu yang seorang Raja " kata Leticia ragu
" Kau bukan rakyat biasa, kau adalah seorang putri dari sebuah kerajaan besar. Dan dulu aku sempat menawan mu di istana ini, setidaknya begitulah kisah tentang kita dimulai " kata Alexander
Aku tidak percaya harus menceritakan ini semua dari awal.
" Aku ? seorang putri? ya sih, dengan wajahku ini. Tidak mungkin kan aku hanya orang biasa haha " Leticia tertawa kecil
" Kau tidak berubah sama sekali, meskipun kau sedang hilang ingatan. Kau masih lah Leticia" Alexander tersenyum tipis
" Tentu saja aku adalah aku. Jadi, aku adalah Leticia, dan kau adalah kekasihku. Tapi, aku masih ada pertanyaan .."
" Apa? katakan saja "
" Apakah kau benar-benar gila? apa kau benar-benar seorang tiran? " tanya Leticia serius
" PFutt.. kalau aku gila dan aku seorang tiran, lalu kenapa? apa kau takut padaku?" tanya Alexander sambil menahan tawanya
" Aku tidak takut kok, hey aku bertanya serius ! kenapa kau malah menertawakan ku?" tanya Leticia kesal
Leticia berjalan mendahului Alexander, karena kesal dengan Raja tiran itu. Tiba-tiba Leticia menghentikan langkahnya saat melihat taman bunga matahari dan kursi yang ada disana. Samar-samar dalam penglihatan nya, ia melihat siluet sepasang kekasih sedang duduk disana.
" Ada apa?" tanya Alexander keheranan melihat Leticia yang tiba-tiba terdiam
" Tempat ini.. "
Kenapa aku merasa familiar dengan tempat ini? apa aku pernah kemari sebelum nya bersama Raja tiran itu?
" Tempat ini kenapa?" tanya Alexander
Apa dia mengingat sesuatu?
" Tempat ini udaranya sangat sejuk, dan banyak bunga matahari disini. Padahal bunga matahari ini sama sekali tidak cocok dengan image mu " Leticia tersenyum
Aku tidak tau harus sampai kapan aku bersabar. Seperti nya ingatannya benar-benar hilang. Alexander terlihat sedih
" Kau yang menanam semua ini, dasar bodoh " gumam Alexander
" bodoh? kau bilang aku bodoh?!" teriak Leticia marah
" Makanya cepat ingat "
" Lalu, apa ini salahku kalau aku tidak ingat? apa jangan-jangan kau bukan kekasihku? kau hanya menipuku kan? jangan-jangan perasaanmu itu bertepuk sebelah tangan padaku?" tanya Leticia menebak
" Kita saling mencintai !" seru Alexander
" Aku? mencintai tiran seperti mu ! meskipun kau tampan, tapi sikapmu itu bukan tipeku " kata Leticia
" Apa? kau bilang aku tiran? aku bukan tipe mu? hey, kau mau mati ya ?!" Alexander cemberut
" Setelah dipikir-pikir lagi kau itu bukan tipe ku. Aku suka pria yang lembut dan perhatian, bukan pria kasar seperti mu " Leticia yakin
" aku kurang baik apa, coba? aku selalu bersikap lembut padamu ! aku bahkan selalu bersabar meskipun kau belum mengingat ku " gerutu si raja tiran itu sebal
" Yang mulia, aku mau tanya padamu. Apakah sebelum nya kau benar-benar mencintaiku?" tanya Leticia serius
" Bukan hanya sebelum nya, tapi sekarang pun masih.. Bahkan selamanya aku akan selalu mencintai mu " kata Alexander sambil menatap Leticia dengan penuh perasaan
" Jadi, kau tidak bisa melihat cinta di mataku? kalau begitu rasakan saja dengan hatimu "
GREP
Alexander meraih pinggang Leticia dan memeluknya, wajah mereka saling berdekatan. Hal itu membuat Leticia kaget.
" KYAA !! Apa.. apa yang kau lakukan?!" tanya Leticia kaget
Tanpa bicara lagi, Alexander mencium bibir Leticia dengan lembut dan penuh perasaan. Kedua mata gadis itu terbuka lebar, saking kagetnya.
Apa yang si cabul ini lakukan?
Hmph..hmph..
Haa...
Kedua tangan Leticia berusaha memberontak, dan memukul dada bidang si Raja tiran itu. Akan tetapi, wanita itu juga terbuai dengan ciuman dari Alexander.
Kenapa aku tidak menolak nya? kenapa aku terbuai olehnya.. perasaan apa ini?
Tanpa sadar, ciuman yang Alexander lontarkan yang awalnya hanya ciuman lembut. Kini berubah menjadi ciuman yang panas. Pria itu seakan sudah menahan seratus tahun untuk mencium kekasihnya itu. Dalam hatinya ia berharap, agar Leticia bisa kembali mengingat nya dengan cara ini.
Cepatlah ingatlah diriku, aku merindukan mu Chia.. aku mencintaimu.
Daniel dan beberapa pelayan yang sedang lewat disana, terlihat senang melihat pemandangan romantis itu.
" Kyaa !! romantis sekali !" seru Mira
" Apa Baginda Raja sudah berhasil meyakinkan nona Leticia? " tanya Anne penasaran
" Kalau melihat dari reaksi nona Leticia, dia memang masih belum mengingat yang mulia Raja. Tapi, melihat nya tidak menolak ciuman dari Baginda.. bukankah hatinya mulai merasakan sesuatu " kata Daniel yakin
" tuan Daniel, kau benar juga !" seru para pelayan yang ada disana yakin
Aku yakin, nona dan Baginda adalah pasangan yang sudah ditakdirkan. Mereka pasti akan selalu bersama.
Setelah ciuman yang cukup lama itu, Alexander melepaskan ciuman dan pelukan nya dari gadis itu karena merasa bahwa Leticia kesulitan bernapas.
" Hey, bernapas lah !" seru Alexander
" Kau.. apa yang kau lakukan, dasar cabul !" seru Leticia dengan wajahnya yang memerah, wanita itu menutupi kedua pipinya dengan kedua tangannya.
" kau bersikap seolah olah kita baru pertama kali melakukan ini " kata Alexander heran
Sudah lama aku tidak mendengar kata cabul, dan mesum. Ini benar-benar persis seperti pertama kali aku dan dia bertemu. Lucu sekali.
" Memangnya kita sudah pernah?" tanya Leticia polos
" Kita sudah sering melakukan nya, sudah kubilang kita kan kekasih. Apa sih yang belum pernah kita lakukan?" jawab Alexander datar
" A..APA??!!" Leticia kaget
Apa benar begitu? apa aku dan dia juga sudah melakukan itu?
" Aku.. aku dan kau kau tidak mungkin melakukan itu ! aku punya prinsip tidak akan melakukannya sebelum menikah!!" ujar Leticia gelagapan
Bahkan prinsipnya pun masih sama. Benar-benar Leticia.
Meskipun ini bukan tubuhku, tapi aku masih merasa kalau aku ini masih perawan kok? aku yakin !
Leticia mulai berfikir yang bukan-bukan. Alexander tersenyum tipis melihat tingkah Leticia yang polos dan lugu itu. Membuat Alexander semakin ingin menggodanya.
" Jika tidak ada pertanyaan lagi, ayo kita masuk ke dalam. Ini sudah hampir malam. " kata Alexander
" Tunggu, ada satu hal lagi !" seru Leticia
" Apa?"
" Sebenarnya apa penyebab nya, aku menjadi hilang ingatan? " tanya Leticia penasaran
Raja Fostiarus itu terpana mendengar pertanyaan Leticia. Sejujurnya ia juga tidak tau penyebab jelas Leticia mengalami hilang ingatan setelah bangkit dari kematian. Apakah memang ada cedera di kepalanya atau ini karena Gloria?.
Alexander menceritakan pada Leticia dengan jujur kalau Leticia ditusuk oleh musuhnya dan mengalami kematian selama 2 tahun. Seperti yang ia duga, ia tak percaya begitu saja pada Alexander bahwa ia bangkit dari kematian.
" Aku sudah mati selama 2 tahun? lalu bangkit dari kematian? apa itu masuk akal? apa mungkin ada seseorang yang mirip denganku? kau mungkin salah orang, yang mulia.. jika aku memang bangkit dari kematian, kenapa tubuhku masih utuh?" Leticia terlihat kebingungan dan memiliki setumpuk pertanyaan di dalam kepalanya.
" Aku tau kau tidak akan percaya dengan mudah padaku, kau juga butuh waktu. Tapi, aku sudah berkata yang sejujurnya padamu " jawab Alexander singkat
Maaf, tapi masih ada yang ku sembunyikan darimu. Yaitu tentang Gloria, perjanjian ku dengan Gloria untuk menghidupkan mu.
Jawaban yang diberikan Alexander tidak membuat pertanyaan gadis itu terjawab.
" Oh ya, bagaimana perasaan mu saat aku mencium mu?" tanya Alexander
" aku.. aku.. " Leticia terdengar gugup
" Kau tidak menolak ku? kau tidak mendorongku pergi? itu artinya kau merasakan kenyamanan di dekatku. Benar kan?" tanya Alexander
" Itu.. " Leticia terlihat gugup
" Tidak usah jawab. Aku tau jawabannya saat melihat wajahmu saat ini " Alexander menatap Leticia. Begitu pula dengan Leticia, yang terlihat kebingungan.
🍂🍂🍂
Di istana Brilla ( Kecil )
Darren datang mengunjungi Derrick ke istana nya, sore itu untuk berbicara dengan nya. Lebih tepatnya menasehati sahabat dekatnya itu.
" Ada apa kau mengunjungi ku tanpa pemberitahuan lebih dulu, Raja Darren ?" tanya Derrick sambil mematikan rokoknya
" Kau masih belum berhenti merokok ya? sejak Leticia tidak ada kau jadi perokok, aku kira kau sudah berhenti " Darren melihat sahabatnya itu dengan prihatin
" Kalau kau jauh-jauh kemari hanya untuk menanyakan ini, lebih baik kau pergi saja " kata Derrick mengusir
" Hey, jangan kasar-kasar gitu dong ! sahabat mu sedang berkunjung, kenapa kau bersikap seperti ini?" tanya Darren sebal
" Katakan apa maksud mu datang kemari Raja Darren?" tanya Derrick tanpa basa basi
" Hentikan semua dendam mu ini, Raja Derrick. Aku kemari mengingatkan mu sebagai sahabat baik mu " jawab Darren yang mulai memasang wajah serius
" Jangan katakan apapun lagi !" seru Derrick kesal
" Aku hanya tidak mau kau terbelenggu dengan rasa sakit mu, Tisha juga tidak akan bahagia kalau melihatmu tidak bahagia dan tersiksa seperti ini..Aku tau kau sedih, tapi dendam tidak akan menyelesaikan masalah. Menikahi musuh mu demi balas dendam, itu adalah tindakan yang konyol, Raja Derrick !" seru Darren mengingatkan
" Cukup Raja Darren ! kau tidak tau apa-apa ! aku sama sekali tidak sedih, aku tidak sakit apapun. Aku senang melakukan semua ini. Jangan kau sok tau lagi !" kata Derrick marah
BRAK
Darren berdiri dari kursinya, dan menggebrak meja yang ada di depannya.
" Kenapa kau terus keras kepala seperti ini? sudahlah, percuma saja aku bicara dengan mu sekarang. Aku akan datang lagi nanti. Sebagai sahabatmu, aku tidak akan membiarkan mu salah jalan. Raja Derrick, jangan menyesal setelah semuanya terjadi. Aku tau kau juga menyukai istrimu " terang Darren mengingatkan
" suka? jangan konyol " kata Derrick kesal
" Hatimu sendiri yang tau tentang itu " Darren tersenyum sinis pada sahabatnya itu.
Derrick tertegun mendengar perkataan sahabatnya itu, hati dan pikiran nya sama-sama melakukan penyangkalan terhadap perasaan pada Zayana.
...---****---...