Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran

Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran
Bab 37 Penguasa 4 elemen


Leticia tersenyum meremehkan saat melihat Gustaf, dan terlihat menahan tawa nya.


" Kenapa kau tersenyum seperti itu? kau mengejekku ya?" tanya Gustaf


" Haha.. tidak, aku hanya merasa lucu saja. Kau dan psikopat tiran itu memiliki sikap yang sama. Tidak heran, kalian punya hubungan darah " kata Leticia sambil tertawa


" Hey, kau ini sedang ditawan, masih sempat-sempatnya kau tertawa disaat seperti ini? kau tidak takut aku membunuhmu?" tanya Gustaf mengancam


" Keponakanmu juga pernah berkata seperti itu padaku berulang kali, tapi dia tidak membunuhku tuh " kata Leticia santai


" Leticia kau harus santai, kau tidak boleh menunjukkan kalau kau takut. Bukankah kau sudah pernah ditawan sebelumnya? anggap saja ini seperti liburan. Saat dia lengah, cobalah kabur. Ide brilian " batin Leticia berfikir


" Itu karena dia menganggap mu sebagai orang penting. Bukankah itu alasan dia membiarkan mu hidup, dan alasan kenapa aku membawamu kemari " kata Gustaf yakin


" Haha.. seperti nya yang mulia pangeran salah paham, aku bukan lah orang yang penting untuk psikopat tiran itu. Aku hanya tawanan dari negeri yang sudah di jajahnya, yang mulia pangeran tau negeri Brilla, kan? ayahku sudah membunuh keluarga angkatnya, mana mungkin dia menganggap ku penting. Aku ini hanya tawanan, hanya tawanan " terang Leticia sambil tertawa dan tersenyum lebar


" Mari berharap kalau pangeran ini bodoh dan percaya perkataan ku " batin Leticia


" PFutt.. haha.. kau benar-benar lucu ya. Mana ada yang berani memanggil Raja dengan sebutan psikopat tiran, dan juga aku tidak percaya semua omongan mu tuh. Mantan tuan putri " kata Gustaf sambil tersenyum sinis


" Sial, dia tidak tertipu, dia sama saja dengan keponakan nya Dia iblis.. iblis.. " batin Leticia memaki pangeran itu


" Mari kita lihat apakah kau benar-benar penting untuknya atau tidak? karena jika kau tidak penting, maka tidak ada gunanya membiarkan mu hidup " kata Gustaf mengancam


" Kau sama menyebalkan nya dengan keponakan mu itu. Dia tidak akan kemari, jadi kau lepaskan aku.. " kata Leticia sebal


" Dari ekspresi mu seperti nya kau juga ada rasa dengan nya ?" tanya Gustaf menebak


" Tidak.. aku tidak punya perasaan itu. Aku membencinya, dia sudah membunuh ayah ku dan orang-orang yang aku sayangi " kata Leticia menyangkal


" Oh begitu ya?" tanya Gustaf tak percaya


" Yang mulia seperti nya tidak percaya padaku. Baiklah kalau begitu aku ingin bertanya padamu " kata Leticia memberanikan diri


" Apa?"


" kenapa yang mulia Raja Alexander mengasingkan mu ?" tanya Leticia polos


" Hem..." Gustaf terlihat seperti sedang berfikir


Gustaf menceritakan pada Leticia alasan kenapa ia diasingkan oleh Alexander.


#FLASHBACK


Awalnya Gustaf adalah pewaris satu satunya dari kerajaan Fostiarus, karena ia adalah satu-satunya pangeran dan anak laki laki satu satunya di kerajaan Fostiarus, kedua orang tuanya sudah meninggal di dalam peperangan.


Ratu Clara ( ibu Alexander ) adalah kakak ipar dari pangeran Gustaf karena sang Raja menikah dengan Ratu Clara, adalah kakak nya Gustaf.


Gustaf menjadi kesayangan Ratu Clara dan Raja Chade, dan di jadikan putra mahkota Fostiarus pada usianya yang ke 10 tahun. Namun, suatu hari seorang pedagang datang ke istana Fostiarus membawa seorang anak laki laki yang seumuran dengannya.


" Siapa kau?" tanya Raja Chade ( ayah Alexander )


" Yang mulia Raja, yang mulia Ratu.. saya hanya seorang pedagang kecil yang mengantarkan anak ini kemari atas permintaan seorang pasangan suami istri "


" Anak ini.. mirip denganku?" batin Chade sambil melihat anak itu


" Siapa yang menyuruhmu mengantarnya?" tanya Ratu dengan penuh harapan


" Dia adalah pasangan suami istri tuan Michael dan nona Lily " jawab pedagang itu


" A.. Apa??!" Ratu Clara berjalan mendekati Alexander kecil yang terlihat lusuh dan menyentuh wajahnya. Alexander menatapnya dengan tatapan kosong. " Anakku.. kau adalah Alex? Dimana Cain adikmu, nak?" tanya Ratu Clara sambil menangis


" Lalu dimana Lily dan Michael?" tanya Raja Chade tegas


" Mereka sudah tiada, Baginda Raja. " jawab Pedagang itu


Sejak saat itu Alexander tinggal di istana sebagai putra mahkota menggantikan Gustaf. Gustaf sangat iri pada Alexander dan selalu berusaha mencelakai keponakannya itu, yang sudah merebut perhatian semua orang darinya.


Suatu hari ia bertengkar dengan Alexander dan memamerkan kekuatan elemen air dan api nya pada Alexander. Namun, Gustaf kaget karena Alexander langsung bisa menyerangnya dengan kekuatan api, tanah, air dan udara sekaligus dan membuat semua orang yang melihatnya terkejut.


Pada umumnya, keturunan bangsawan atau kerajaan di Fostiarus pasti memiliki sihir di dalam tubuh mereka, entah dari MANA yang baru ada atau sudah ada dari mereka dilahirkan. Dan biasanya mereka hanya menguasai 1 atau 2 elemen paling banyak, tapi Alexander bisa ke empatnya.


" Ini tidak mungkin, putra mahkota Alexander memiliki 4 elemen sekaligus ! putra mahkota Alexander adalah berkat dari Tuhan ! " kata pendeta dari kuil suci memuji Alexander


Namun tidak semua orang berfikir bahwa kekuatan Alexander adalah berkat, banyak juga orang yang berfikir bahwa Alexander memiliki kekuatan dari iblis. Gustaf semakin tidak menyukai Alexander, ia membuat semua orang tidak menyukai Alexander dan menyebarkan rumor tentangnya bahwa Alexander adalah titisan iblis. Karena jika ia marah, matanya akan berubah menjadi merah darah. Setelah kematian sang Raja dan Ratu, Alexander menyingkirkan satu persatu orang yang menghalangi jalannya dan orang yang membencinya tanpa ragu. Ia bahkan tidak segan membunuh orang orang yang melakukan kesalahan sedikit saja padanya, termasuk Gustaf.


" Yang mulia Raja, kenapa anda melakukan ini kepada saya? saya adalah satu satunya keluarga yang mulia !" seru Gustaf kesal


" Keluarga? sejak kapan kau menganggap ku keluarga? Haa.. lucu sekali, mana ada keluarga yang selalu mencelakai keluarganya? aku tidak lupa, paman. Kalau kau berkali-kali berusaha membunuhku " kata Alexander menatap pria itu dengan tajam


" Jadi kau mau membalas dendam? dengan mengusir satu satunya keluarga mu? itu kan hanya masa lalu ?" Gustaf terlihat ketakutan


" Maaf paman, mau itu masa lalu atau bukan itu tidak penting. Karena yang harus paman tau adalah, kalau aku ini orangnya pendendam, aku akan membayar kembali apa yang sudah paman lakukan padaku berkali kali lipat " Alexander tersenyum puas


" Yang mulia Raja !! jangan lakukan ini!!" seru Gustaf


" Daniel, lemparkan paman ku ini jauh dari negeri Fostiarus. Aku tak mau melihatnya lagi, dia diasingkan karena telah mencoba melakukan pemberontakan kepada rajanya!! " teriak Alexander tegas


" Tidak ! jangan ! Yang mulia Raja !!" teriak Gustaf marah


Begitulah kenapa pria itu bisa diasingkan oleh Alexander ke negeri yang jauh dari Fostiarus, akan tetapi dia kembali untuk membalas dendam.


#ENDFLASHBACK


" Jadi begitu ceritanya? kalau begitu, itu salah yang mulia .." kata Leticia berpendapat


" Apa? kenapa salahku?" tanya Gustaf heran


" Itu tentu saja karena kau selalu menganggu yang mulia Raja, dia tidak akan bersikap begitu kalau kau tidak mengganggunya lebih dulu " kata Leticia


" Haa.. kau bicara seolah olah kau sudah sangat mengenalnya, padahal kau tidak tau seberapa menakutkan nya dia. Atau melihatnya membunuh orang yang tidak bersalah?"


" Aku sudah pernah melihatnya, dia memenggal kepala ayahku di depanku,membunuh ibu asuhku Lydia, dan membunuh pengawal setiaku Gavin. "


" Lalu kenapa kau tetap berada disisinya? apa dia mengancam mu? pasti begitu kan?" tanya Gustaf


" Ya begitulah " jawab Leticia santai


" Kau tidak terlihat membencinya, padahal dia sudah membunuh ayahmu? apa kau tidak berniat membalas dendam?" tanya Gustaf


" Dendam hanya akan membuang buang waktu dan tenaga, dan itu tidak akan ada habisnya. Daripada membalas dendam, bukankah lebih baik untuk membuat nya berubah dan menyadari kesalahannya?" kata Leticia bijak


" Hahaa.. kau sangat naif, ternyata berbicara denganmu bisa senyaman ini. " Gustaf tertawa


" Haha.. aku tidak nyaman tuh bicara denganmu " kata Leticia sinis


Wush...


" Drama apa lagi ini?" gumam Leticia lelah


" Lepaskan dia ! dia tidak ada urusannya dengan kita " kata Alexander marah


" Ternyata benar, Alexander benar-benar tertarik dengan wanita ini. Dia bisa menemukan ku dengan cepat hanya karena wanita ini " batin Gustaf yakin


" Kalau kalian mau berkelahi, berkelahi saja berdua. Jangan libatkan aku " kata Leticia malas dan cuek


" Wanita ini, aku sedang marah seperti ini demi siapa? dan dia malah cuek ?" batin Alexander marah


" Kau ! apa bisa kau takut sedikit?!! kau itu sedang ditawan?" tanya Alexander pada Leticia


" Memangnya kenapa? aku juga pernah ditawan olehmu, lagipula Pangeran ini tidak akan membunuhku. Santai saja " kata Leticia santai


" Kau ini benar-benar ya !!" Alex gusar dengan sikap santai Leticia yang santai


" Kau yakin sekali kalau aku tidak akan membunuh mu?" tanya Gustaf


" Ya, kau tidak akan bisa mengalahkan nya juga. Karena yang mulia Raja adalah penguasa 4 elemen " kata Leticia santai


" Haha.. kau sangat lucu ya mantan tuan putri, ternyata kau cukup pintar " kata Gustaf sambil memegang Leticia dengan keras


" Sakit ! lepaskan aku !" Leticia memberontak


" Aku memberimu pilihan, lepaskan dia dan aku akan mengampuni mu, atau kau tetap dalam posisi seperti itu dan aku akan membunuhmu " kata Alexander mengancam


" Main mainnya sudah selesai, kalau begitu..ayo kita mulai ..." Gustaf mendorong Leticia ke tepi jurang.


" AAhhhh ...Brengsek kau pangeran gila !! " kata Leticia berteriak memaki pria yang mendorong nya


" Kau menganggap ku remeh mantan tuan putri " Gustaf tersenyum


" Leticia !!!"


Saat Alexander menolong Leticia, Gustaf memanfaatkan itu untuk kabur. Leticia kaget saat Alexander rela turun ke jurang untuk menangkapnya, sesaat ia merasa bahwa perasaan Alexander untuknya itu nyata. Pria itu menangkap Leticia dengan tangannya sendiri, ia bisa saja terbang dan kembali ke atas tebing tapi ia sengaja terjatuh bersama gadis itu ke dasar jurang.


BUK


BUK


Leticia terjatuh di atas tubuh Alexander, pria itu terlihat tidak sadarkan diri.


" Ah.. aduh tanganku sakit. Hey.. yang mulia ! bangunlah ... kau baik-baik saja kan?" tanya Leticia cemas sambil menggoyangkan tubuh pria yang tidak sadarkan diri itu.


Wanita itu melihatnya dengan wajah cemas dan penuh kekhawatiran.


" Kau bodoh ya ! kenapa kau lompat bersamaku? padahal kau bisa saja terbang dengan sihirmu.. !! hey, bangunlah ! kau tidak mati kan?" tanya Leticia cemas


Leticia memeriksa pria itu dengan mendengarkan detak jantung pria itu, dengan mendekatkan tubuhnya ke dada Alexander yang bidang itu. Tanpa sepengetahuan wanita itu, Alexander membuka matanya.


" Jantungnya masih berdetak ! normal kok ! kenapa dia masih belum sadar? apa ada luka dalam?" tanya Leticia bergumam sendiri


Wanita itu menyadari kalau ada sepasang tangan yang memeluknya, dan tangan itu tak lain adalah tangan Alexander.


" Kau.. kau sudah sadar.. " Leticia berusaha bangun, tapi Alexander tetap memeluknya


" Senang sekali rasanya mendengar kau mencemaskan ku, jadi begini rasanya di perhatikan oleh seseorang " kata Alexander senang


" Aku tidak cemas padamu.. tidak sama sekali. "kata Leticia menyangkal


" Akting mu payah " gumam Alexander sambil


" Lepaskan aku yang mulia !" seru Leticia


" Kenapa kau terus menolak ku? jelas jelas kau menyukaiku?" tanya Alexander yakin


" Sudah cukup basa basi nya " Leticia melepaskan dirinya dari pelukan Alexander dan berdiri, wanita itu mengalihkan pembicaraan dan memasang wajah dinginnya.


" Kau akan begitu terus? aku terluka karena menyelamatkan mu, apa kau akan mengabaikan ku?" tanya Alexander sedih


" Yang mulia tidak terlihat terluka sama sekali " jawab Leticia cuek


" Maaf, aku tidak mau bersikap baik dan ramah kepada orang yang ingin cintanya diterima, tapi ingin memiliki banyak istri di masa depan. " batin Leticia sebal


" Lihat, aku terluka disini !" Alexander menarik tangan Leticia dan mengarah kan tangan itu ke dadanya.


" Tidak berdarah sama sekali, yang mulia tidak terluka " kata Leticia cuek


" hatiku yang terluka " kata Alexander serius


" Hentikan ini yang mulia, sudah cukup " kata Leticia ketus


" Jangan buat hatiku goyah lagi " batin Leticia sedih


" Jika aku berjanji akan selalu mencintai mu walau aku menikahi orang lain, apa kau masih akan tetap bersamaku?" tanya Alexander


" Haaah.. cinta bukanlah tawar menawar, seperti nya kau tidak mengerti. Jangan mengatakan hal ini ! atau membahasnya lagi denganku ! bahas saja dengan orang lain dengan wanita lain !! karena aku tidak suka !! " teriak Leticia meledak


" Aku tidak mengerti jalan pikiranmu, kau mengecewakan ku " batin Leticia marah


" Maaf, kalau perkataan ku salah.. " kata Alexander


" Maaf? kau bisa bilang maaf juga rupanya? " tanya Leticia heran


" Kenapa kau selalu marah marah padaku? aku menyelamatkan mu karena aku serius dengan perasaanku padamu ? kenapa kau seperti ini terus? " tanya Alexander tak paham


" Bagaimana bisa aku tidak marah padamu? kau menganggap status dan perasaan seseorang seolah tidak penting bagimu. Aku harus bagaimana menanggapinya? kau bilang kau suka padaku, tapi kau akan menikahi orang lain? aku bukan wanita bodoh " kata Leticia sakit hati


" Katakan saja langsung pada intinya ! apa kau tidak mau aku menikah dengan orang lain?" tanya Alexander yang mulai mengerti kemana arah pembicaraan mereka.


" Kalau aku bilang ya, apa kau tidak akan menikahi salah satu nona bangsawan itu? jika aku menerima cintamu, apa kau bisa menjamin dirimu tidak akan menikah lagi? kau akan setia padaku?" tanya Leticia serius


Alexander terdiam dan tak menjawab pertanyaan Leticia. Wanita itu sudah mengerti kalau pria itu tak bisa menjamin apa yang ia katakan.


" Kau tidak bisa jawab kan? kalau sudah begini bukankah lebih baik melepaskan ku saja!" ujar Leticia


" Apa kau benar-benar ingin pergi? aku tanya sekali lagi, apa kau tidak bahagia bersama ku? " kata Alexander menatap Leticia dengan sedih


" Iya, aku tidak bahagia " jawab Leticia tanpa ragu dengan mata berkaca-kaca


" Aku akan melepaskan mu "


...--***--...