
🍂🍂🍂
" Sesampainya disana kalian harus berhati-hati dan saling menjaga ya " Leticia tersenyum ceria melihat paman dan keponakan itu akan pergi bersama mengecek kebenaran tentang keberadaan iblis itu.
" Saling menjaga?" Gustaf dan Alexander saling melirik sinis satu sama lain
Astaga, kedua orang ini masih saja begini.
" Iya dong, kalian kan pergi bersama. Kalian juga punya hubungan darah, tentu saja harus saling menjaga "
" kenapa aku harus menjaga nya?!!" tanya Alexander dan Gustaf bersamaan
Sial, kenapa bisa bicara bersamaan dengan nya?. Alexander kesal mendumel dalam hati
Lihatlah, kalian itu sebenarnya saling menyayangi. Tapi kenapa kalian saling bermusuhan? tidak apa, aku akan berusaha memperbaiki nya.
" Kalau salah satu dari kalian terluka, aku akan sedih. Jadi, kumohon pada kalian agar saling menjaga ya " Leticia terlihat sedih
Leticia tidak mau aku terluka? apa itu artinya dia ada rasa padaku juga?. Gustaf tersenyum kecil, ia merasa perkataan Leticia adalah karena gadis itu perhatian padanya.
" Jangan kepedean, dia begitu bukan karena perhatian padamu. Ya kan sayang?" tanya Alexander dengan memasang wajah kesalnya, ia melirik istrinya
Imut sekali, dia kelihatan seperti anak kecil kalau sedang cemburu.
" Sayang, ISTRIKU ??" Alexander memanggil istrinya sekali lagi. Leticia tersenyum kecil, ia menghampiri Alexander dan memegang tangannya.
Hal itu sudah cukup membuktikan bahwa Leticia sangat memperhatikan suaminya. Alexander tersenyum puas melihat Gustaf yang murung melihat kemesraan mereka.
Perang batin terjadi lagi diantara mereka, entah apa yang mereka debat kan di dalam hati. Mata mereka saling menatap tajam, Leticia tak mengerti apa artinya. Tapi ia tau kalau kedua pria itu sedang perang batin melalui tatapan mata mereka.
" Yang mulia Raja Gustaf, aku juga meminta pada mu. Agar kau menjaga suamiku, aku ingin dia kembali dalam keadaan baik-baik saja " Leticia menatap Gustaf dengan serius.
" Aku tidak perlu perlindungan darinya !" seru Alexander kesal
" Baik, aku berjanji padamu. Tidak akan terjadi apa-apa pada Alexander " Gustaf tersenyum pahit
" Dan aku juga ingin kau baik-baik saja yang mulia Raja Gustaf. " kata Leticia.
Gustaf dan Alexander terpana mendengar nya. Yang satu nya senang dan yang satunya kesal. Namun, Leticia melanjutkan kata-kata nya " Sebagai teman, aku ingin kau selamat "
Kata-kata sebelum nya hampir membuat Gustaf melayang dan percaya diri bahwa ada dirinya di hati Leticia. Akan tetapi, kata-kata selanjutnya teman membuat jarak diantara mereka. Apakah Gustaf hanya bisa berteman saja dengan Leticia? Rasa sakit menusuk lagi di hatinya, lagi-lagi ia ditolak. Tapi, ia tetap menunjukkan senyuman nya.
" Ya terimakasih Leticia, jangan bilang teman ya. Siapa tau hubungan kita nanti akan berubah?" Gustaf tersenyum pahit
Dengan sengaja Leticia mengabaikan perkataan Gustaf. Dalam hatinya berulang kali ia mengucapkan kata maaf yang ditujukan pada Gustaf, karena sudah bersikap abai pada nya. Leticia tak mau memberikan harapan yang tidak bisa ia berikan pada Gustaf. Misinya kali ini adalah menyatukan Gustaf dan Alexander, hanya itu yang ia pikirkan.
Melihat raut wajah Raja Gustaf yang sakit hati dan kecewa yang tampak pada dirinya, ada sedikit rasa tak tega di hati Alexander dan Leticia. Ada juga rasa takut di hati Alexander, takut bahwa Leticia akan luluh dengan kelembutan Gustaf. Ia kembali menyingkirkan pikiran itu, dan mencoba percaya sepenuhnya kepada pasangan nya itu.
Leticia sudah memilihku, maka itu adalah aku dan hanya aku. Ia menanamkan pikiran itu di dalam kepalanya.
Setelah pembicaraan itu selesai, Leticia dan Alexander kembali ke kamar mereka untuk segera beristirahat. Karena besok pagi pagi sekali, Alexander sudah harus berangkat bersama rombongan pasukan kerajaan Fostiarus.
Leticia yang penasaran tentang iblis yang menyerang desa, bertanya-tanya pada Alexander. " Raja Gustaf bilang kalau kau pernah melawan Raja iblis? seperti apa Raja iblis itu? apa dia menyeramkan? memiliki taring panjang? atau tanduk di kepalanya?" wanita itu menunjukkan rasa penasaran nya, mata nya membulat dan menanti jawaban Alexander.
" Sebenarnya apa yang kau pikirkan hah? iblis tidak berwujud seperti itu, bodoh " Alexander tersenyum mengejek, ia setengah tertawa.
" Tapi aku melihat di tv tv, iblis wujudnya seperti itu. "
" TV? apa itu TV? apa itu benda aneh dari dunia mu?" tanya Alexander penasaran. Ternyata Alexander sudah tau kalau Leticia berasal dari dunia lain yang berbeda dengannya.
" TV itu adalah layar besar, datar. Dan di dalam layar itu kita bisa melihat apa yang kita mau. Ada film, berita, dan lain-lain. " jelas Leticia
" Seperti nya itu bagus dan berguna, apa kita bisa membuatnya di dunia ini? " tanya Alexander berfikir serius
" Hah? tidak bisa !"
" Kenapa tidak?"
" Disini tidak ada alat-alat untuk membuatnya " jawab Leticia
" Oh. Begitu ya?"
" Ya begitulah "
Seperti nya akan lucu kalau aku membawa Alexander ke dunia modern. Kalau dia memakai baju modern, dan rambutnya sedikit di modifikasi. Dengan wajah tampan nya dia pasti bisa menjadi idol, aktor terkenal. Dan dengan kekuatan sihirnya, dia bisa terkenal juga.
Alexander menjentikkan jarinya ke kening Leticia. " Auch .."
" Apa yang kepala kecil mu itu pikirkan? " tanya Alexander
" Tidak ada, aku hanya berfikir kalau suamiku sangat tampan "
CUP
" Alex ! "
Leticia kaget saat Alexander memberikan kecupan di bibirnya. " Benar kan? ternyata bibirmu sangat manis "
" Kau mesum ya !"
" Kalau kau terus menggodaku seperti ini, aku jadi enggan untuk pergi besok pagi. "
" Tidak, kau harus pergi. Mereka membutuhkan bantuan mu. "
" Aku bisa gila, aku takut merindukan mu. Karena aku tidak tau kapan akan kembali "
" Kalau begitu, apa aku bisa ikut denganmu?" tanya Leticia berharap.
" Sayangnya tidak, jika Raja iblis itu benar-benar ada di desa dan aku membawamu kesana. Kau akan benar-benar dalam bahaya, mungkin saja Raja iblis itu akan membawamu "
" Hah? kenapa Raja iblis mau membawaku?" tanya Leticia keheranan
" Karena kau sangat manis " Alexander menjilat pipi Leticia.
Leticia merasa geli dan mendorong tubuh suaminya, hingga terhempas ke ranjang. Gadis itu menyuruh suaminya agar cepat tidur, karena paginya Alexander harus pergi.
Bukannya tidur, Alexander malah menggoda Leticia yang sudah berbaring, bersiap memejamkan matanya. Jari jemari Alexander menggelitiki punggung Leticia dan leher nya.
" Auch.. geli. Hentikan, dan cepatlah tidur Lex " Leticia membalikkan tubuhnya, sehingga tubuhnya berhadapan dengan Alexander. Wajah mereka juga saling berdekatan.
" Bagaimana aku bisa tidur malam ini. Besok aku akan pergi "
" Lalu apa? "
" Kau tidak akan memberiku bekal dulu sebelum aku pergi " Alexander memeluk istrinya
" Bekal apa? kau mau ku buatkan makanan? daging sapi? tteokpooki? atau Omelet kesukaan mu?" tanya Leticia polos
" Ya itu boleh juga sih, tapi aku ingin makan dulu malam ini.."
" Kau mau makan apa? bukankah tadi kita sudah makan?"
" Aku mau memakan mu "
Entah bagaimana caranya, dan kapan, Alexander sudah berada di atas tubuh Leticia. Memandangi istrinya dengan senyuman.
" Ti-tidak, kau akan lelah besok " Leticia mendorong Alexander pelan-pelan.
" Kau meremehkan stamina ku? meskipun aku kehilangan kekuatan elemen ku, tapi kekuatan otot ku tidak "
" Tidak, jangan kau i.."
Sebelum Leticia melanjutkan kata-kata nya, Alexander sudah mencium bibir merah milik Leticia dengan rakus. Dasar, pria ini benar-benar tidak bisa dilawan.
Tenaga Alexander terlalu kuat untuk ia lawan, akhirnya malam itu mereka melakukan malam bergairah lagi untuk kedua kalinya setelah malam pertama pernikahan mereka. Malam itu Alexander memperlakukan istrinya dengan lembut dan penuh perhatian.
🍂🍂🍂
Pasangan suami itu sedang bersenang-senang, sementara Gustaf tidak tidur dan sedang minum minum di dekat taman sendirian.
Vivian yang tak sengaja mendengar keributan dari kamar Alexander juga terbangun. Setelah ia menjadi sekutu Gustaf, Vivian diberikan tempat tinggal di istana dan Gustaf memberikan gelar bangsawan pada Vivian.
Vivian menghampiri Gustaf yang tampak menyedihkan di matanya. Wanita itu duduk di samping Gustaf.
" Jangan memprovokasi ku lagi, apalagi menyebut ku sebagai orang bodoh. Memangnya kau tidak bodoh? kau terus saja mengejar-ngejar suami orang " Gustaf tersenyum sinis
" Bukankah kita sama saja? saya tidak akan menyangkal kalau saya memang bodoh."
Vivian terlihat sebal, ia teringat kembali saat mendengar suara suara aneh di kamar Alexander dan Leticia. Ia sudah menduga kalau pasangan suami istri itu sedang melakukan aktivitas malam mereka di dalam kamar.
" Kenapa kau tidak berhenti mengejar Alexander? dia sama sekali tidak melirik mu "
" memangnya Leticia juga melirik mu? "
" Setidaknya aku masih punya kesempatan, aku yakin dia ada rasa padaku " Gustaf tersenyum percaya diri
" Jika dia melirik mu dan ada rasa padamu, kenapa yang mulia Raja malah minum minum disini dan terlihat frustasi?" Vivian heran
" Entahlah, haha.. kadang aku merasa percaya diri dan kadang aku merasa lemah. Bahkan setelah hukum yang ku buat demi dirinya, hubungan mereka tidak goyah sama sekali. " Gustaf menertawakan kebodohannya sendiri
" Cinta itu benar-benar membuat kita menjadi bodoh " gumam Vivian sedih
" Aku kira kau hanya bisa membuat wajah yang jahat, tapi sekarang kau terlihat seperti wanita pada umumnya. Kau sedang bersedih " Gustaf tersenyum melihat pada Vivian
" Saya juga manusia, pasti saya merasakan sedih, senang. Itu hal yang wajar. Dan saya juga wanita " Vivian masih menekuk wajahnya
" Benar juga. Nona Vivian, kurasa kau tidak punya harapan untuk merebut Alexander. Tapi, aku ada kesempatan untuk merebut Leticia "
" Anda begitu percaya diri ya yang mulia " Vivian tersenyum mengejek
" Aku percaya Leticia akan luluh padaku "
" Yang mulia Raja anda mengambil jalan yang sulit, padahal anda bisa saja mengambil jalan mudah dengan membunuh Alexander untuk mendapatkan wanita itu. Tapi, anda malah menunggunya datang pada anda seperti orang bodoh "
" Yang aku sukai darinya bukan tubuhnya, apa gunanya memiliki tubuhnya kalau aku tidak memiliki hatinya. Aku ingin memilikinya seutuhnya, hati dan tubuhnya. "
" Ckckck.. cinta memang bisa membuat orang bodoh " gumam Vivian melihat Gustaf yang menurutnya sangat bodoh.
" Itu benar, dan awas saja kalau kau melakukan sesuatu yang membahayakan nya. Aku tidak akan tinggal diam " Gustaf mengancam Vivian
" Kenapa semua pria tergila-gila padanya? menyebalkan. " gerutu Vivian sebal
Mereka berdua pun memutuskan minum-minum bersama malam itu, untuk meredakan sedikit kegalauan mereka.
🍂🍂🍂
Keesokan harinya, pagi pagi sekali Alexander sedang bersiap memakai baju nya. Leticia terbangun melihat suaminya sedang berpakaian.
" Kau sudah bangun, Lex?" Leticia mengusap usap matanya
" Iya sudah "
" Kenapa tidak membangunkan ku? " tanya Leticia
" Kau sudah lelah semalaman, untuk apa aku membangunkan mu. Tidurlah lagi " Alexander tersenyum memandang suaminya.
" Sejak kapan kau menjadi perhatian seperti ini? hehe " Leticia tersenyum sambil menutupi tubuhnya yang tanpa sehelai benang itu dengan selimut.
" Aku hanya perhatian padamu. Chia, selama aku pergi berhati-hati lah disini. Daniel dan Sir Carl akan menjagamu. Aku akan berusaha untuk kembali secepatnya " Alexander duduk di samping Leticia
" tidak bisakah aku ikut saja?" tanya Leticia sedih
" Tidak bisa, jika terjadi sesuatu kau ingat apa yang harus kau lakukan bukan?"
" Memanggilmu lewat kalung ini, dan kabur menyelamatkan diri " jawab Leticia
" Gadis pintar " kedua tangan Alexander membelai pipi Leticia dengan lembut.
" Kau juga harus berhati-hati, cepat kembali. "
" Ya, aku akan kembali secepatnya "
" Baru saja kita bersama, sekarang kau harus pergi lagi. " Leticia cemberut
" Setelah aku pulang mari kita melakukan bulan madu yang tertunda "
" Bu-bulan madu?"
" Ya, aku sudah menyiapkan nya sejak lama. Rencana bulan madu kita "
" Benarkah? kemana kita akan bulan madu?" tanya Leticia
" Rahasia, saat aku kembali baru kuberi tahu "
Setelah Leticia membersihkan dirinya, ia memasak ditemani oleh Rita dan Mira. Leticia memasak makanan untuk dibawa oleh Alexander dan Gustaf.
Leticia memberikan makanan itu kepada Alexander dan Gustaf. Gustaf terlihat senang menerima bekal makanan yang dibuatkan oleh Leticia. Dan Alexander terlihat cemburu.
" Aku memberikan nya pada yang mulia karena aku kelebihan memasak, Lex jangan salah paham " Leticia menjelaskan
" Dasar tukang cari perhatian " gerutu Vivian sebal
" Ya baiklah, kau dengar itu kan Gustaf?" Alexander tersenyum mengejek pada Gustaf
" Tidak masalah mau kelebihan makanan atau apapun juga. Yang pasti aku juga dapat makanan dari Leticia "
" Sialan kau ! jangan memanggil nama istriku seperti itu ! " ujar Alexander kesal
Gustaf mengabaikan Alex yang sedang marah padanya, ia hanya fokus melihat kotak makanan berwarna biru miliknya. Dan itu adalah pemberian Leticia.
*****
Beberapa pasukan sudah berkumpul di depan istana, Alexander dan Gustaf juga bersiap-siap dibarisan depan dengan menunggangi kuda mereka. Wajah mereka terlihat serius.
Sebelum pergi ke 2 desa itu, Gustaf berpidato sedikit kepada para pasukan nya agar selalu berhati-hati dan selalu melindungi diri.
" Aku pergi "
"Berhati-hati lah "
" Kau lupa?" Alexander mendekatkan wajahnya pada Leticia.
CUP
Leticia mencium pipi Alexander, hal itu membuat Gustaf dan Vivian tidak nyaman melihatnya. Vivian berjalan mendekati Alexander dan mengatakan pada pria itu untuk berhati-hati.
" Kembalilah dengan selamat, suamiku " Leticia juga merasa tidak nyaman dengan tatapan genit Vivian pada Alexander.
" Jarang-jarang kau cemburu seperti ini sayang " bisik Alexander
" Sudahlah pergi sana dan cepat kembali "
" Aku mencintaimu " Alexander memberikan senyuman nya pada Leticia
KLOTAK
KLOTAK
Leticia, Vivian dan beberapa pasukan kstaria yang tersisa di istana. Berdoa untuk keselamatan mereka yang akan pergi mencari keberadaan iblis.
" Yang mulia, apa tidak akan ada masalah jika Raja Gustaf dan yang mulia Raja Alexander bersama-sama? " tanya Daniel yang cemas melihat Alexander dan Gustaf yang selalu bertengkar
" Apa yang perlu dikhawatirkan? aku yakin dengan kejadian ini, mereka pasti akan berbaikan. Aku yakin "
" Bagaimana bisa yang mulia seyakin ini? mereka sudah bermusuhan selama bertahun-tahun "
" Tuan Daniel, apa kau tidak merasakan dan tidak melihat. Kalau hubungan mereka sekarang sudah membaik, dengan Raja Gustaf yang meminta Alexander untuk bekerjasama saja itu sudah bagus. Saat menaiki tahta, Raja Gustaf bahkan tidak membunuh Alexander. Ini menandakan bahwa mereka ada hubungan darah yang kental, dan mereka akan segera berbaikan " terang Leticia penuh keyakinan
1 bulan berlalu sejak kepergian Gustaf, Alexander dan beberapa pasukan kstaria. Derrick selalu rajin menulis surat untuk Leticia. Terkadang Raja Brilla itu juga menengok adiknya bersama Zayana ke kerajaan Fostiarus.
Darren juga mengirimkan surat permintaan maaf pada Leticia. Dan mengatakan bahwa ia sudah menyerah dengan perasaan nya, ia hanya ingin berteman baik dengan Leticia. Perdamaian terjadi diantara mereka. Semua keadaan mulai membaik.
Tapi yang membuat Leticia cemas saat ini, adalah selama 1 bulan itu, belum ada kabar dari Alexander dan Gustaf.
...--***---...