
*****
Tatapan mata Raja itu tajam dan bola mata nya yang hitam, mulai memerah. Seperti ada percikan api di dalamnya, terlebih lagi saat ia melihat Leticia dan Darren berpegangan tangan. Wanita itu melepaskan genggaman tangan Darren, dan melihat ke arah Raja.
" ayo ikut pulang denganku!" seru Alex marah
" Kenapa dia harus ikut denganmu? " tanya Darren menatap tajam Alexander.
" Kenapa aku seperti seorang istri yang ketahuan berselingkuh ya?" batin Leticia bingung
" Ya ampun, lihat tatapannya yang ingin membunuh orang itu! apa raja Alexander akan menghancurkan kerajaan Ilios dengan tatapan matanya?" batin Moore merasakan tekanan
Alexander mencengkram baju Darren dengan kasar, dan ia berniat menyerang pangeran dari Ilios itu.
" Apa ? kau mau berkelahi denganku?" tanya Darren sambil menatap Raja itu dengan tatapan menantang
" Lebih baik padamkan dulu api diantara mereka dulu " batin Leticia pusing
" Hentikan, pangeran Darren, yang mulia Raja tolong berhenti !" seru Leticia berteriak
GREP
Tidak ada pilihan lain lagi, selain mencoba peruntungan. Leticia memegang tangan Alexander untuk menenangkan si Raja yang sedang emosi itu. Sebenarnya apa yang ia bicarakan dengan Raja Cedric sehingga amarahnya memuncak, apa benar hanya karena cemburu saja?.
" Tisha akan tinggal disini mulai sekarang !" Darren menarik tangan Leticia, diikuti dengan Alex yang juga ikut menarik tangan Leticia. Sekarang wanita itu merasa seperti piala yang sedang diperebutkan kedua pria itu, atau bisa jadi ia adalah sebuah mainan yang sedang diperebutkan.
" Tidak ada yang bisa mengambil kucing kecil ini dariku !" ujar Alexander
" Dia bukan kucing ! dia Tisha ! Tisha ku !" ujar Darren tegas
" Beraninya kau memanggilnya begitu !" seru Alexander marah
Akhirnya kedua pria itu tarik menarik, memperebutkan Leticia. Hingga kedatangan Raja Cedric menghentikan perebutan Leticia.
" Tolong lepaskan tangan anda dari tuan putri Leticia !" seru Cedric berani
" Lepaskan adik saya, yang mulia Raja Alexander !" ujar Derrick menatap Alexander dengan marah
" Siapa kau menyuruhku melepaskan tangannya? " tanya Alexander sambil mendekap wanita itu kedalam pelukannya.
" Anda sudah berjanji akan menyerahkan apapun keinginan saya, apa anda mau ingkar?" tanya Cedric tajam
" Aku tidak bilang untuk menyerahkan nya, kau bisa minta apa saja asalkan jangan dia !" seru Alexander
" Sebenarnya apa yang terjadi? yang mulia raja, siapa Dia itu?" tanya Leticia bingung
" Anda tidak takut kalau kedua kerajaan kita akan berperang?" tanya Cedric
" Haa.. kau bicara seolah kerajaan mu akan menang saja. Kau tau sendiri siapa yang akan kalah kalau kedua kerajaan kita berperang?" tanya Alexander
" Ya saya tau saya akan kalah, tapi tuan putri Leticia harus tetap disini ! karena anda sudah berjanji " kata Cedric tegas
" Cih ! kau menantang ku !"
Alexander mengeluarkan kekuatannya dan merobohkan ruang kerja Darren, ia juga menyerang Raja Cedric hingga pria itu jatuh ke lantai. Semua pengawal disana bersiaga dan waspada pada Alexander, dan akan menyerang Alexander.
" Yang mulia! apa anda baik-baik saja?" tanya Derrick
" Aku baik-baik saja " jawab Cedric sambil mencoba berdiri
" Anda sangat keterlaluan Raja Alexander ! bagaimana pun juga ini adalah kerajaan Ilios? berani sekali anda menyerang Raja kerajaan Ilios disini?" tanya Darren kesal
" Kalau begitu jangan mengusikku, jangan berani bernegosiasi denganku lagi, kalau tidak aku akan hancurkan istana ini. Paham?" Alexander melihat sinis ke arah Derrick, Darren dan Raja Cedric.
" Tunggu... sebenarnya ada apa ini?" tanya Leticia kebingungan
" Ayo pergi !"
Wush
Dalam sekejap, Alexander dan Leticia menghilang bersama Cahaya. Daniel terlihat kesal karena ia ditinggalkan sendirian di kerajaan itu.
" Yang mulia ! bagaimana saya pulang? yang mulia kenapa pergi begitu saja?!!" seru Daniel kesal
****
" Woahh !!"
Leticia kaget begitu ia sampai, ia sudah ada di bak kamar mandi Raja, alhasil badan dan bajunya basah semua.
" Dingin sekali ! dasar psikopat Tiran ! kenap dia mengirim ku kesini? bisakah kirim aku ke tempat yang lebih baik saja? setidaknya ke tempat yang normal. Sekarang aku jadi harus mandi kan?" gerutu Leticia kesal
" Bagus, mandilah yang bersih. Aku benci bau nya " kata Alexander yang sudah ada di depan pintu kamar mandi
" Oh, jadi kau sengaja mengirim ku kemari? sejak waktu itu kau terus saja menyebutku bau, memangnya aku sebau itu apa?!" teriak Leticia marah marah
" Ya, dan sekarang kau sangat bau. "
" Kau sudah disentuh oleh pria itu, tentu saja kau sangat bau dan kotor " batin Alexander marah
" Aku tidak bau tau ! aku ini wangi, wangi !" seru Leticia
" Cerewet ! mandi saja sana, yang bersih "
" Tunggu dulu ! jelaskan dulu apa yang terjadi? bukankah yang mulia raja datang ke kerajaan Ilios untuk berdamai dengan Raja Cedric? kenapa kalian malah bertengkar? dan apa maksud nya aku harus tetap disana? " tanya Leticia bingung
" Bukan urusanmu "
" Tentu saja itu urusanku, nama ku dibawa bawa! sebaiknya kau jelaskan apa maksudnya?" tanya Leticia keras kepala
" Setelah kau selesai mandi, aku akan menjawab pertanyaan mu " jawab Alexander
" Tidak mau, aku mau yang mulia menjawab ku sekarang !" seru Leticia
" Apa kau ingin aku yang memandikan mu?" tanya Alexander sambil tersenyum tipis
" Baiklah yang mulia, aku akan mandi.. k..kau keluar dulu lah !" seru Leticia gugup
Saat melihatnya saat ini, aku tidak bisa memungkiri nya lagi kalau aku menyukai kucing kecil ini, rambut peraknya yang indah, bibir nya yang merah, kulitnya yang putih bersih, jika aku menyentuhnya akan terasa lembut bukan? akan tetapi, dia terlalu berharga untuk ku sentuh, aku takut jika melakukan lebih dia akan semakin menjauh dariku, aku takut dia akan melarikan diri lagi, itulah sebabnya aku memperlakukan dia dengan baik selama ini, akan aku buat dia merasa nyaman dulu denganku, dan jika aku bisa aku ingin meminta hatinya. Aku tidak mau siapapun merebut mu dariku, Leticia.. kau lah yang membuatku bisa bernapas di dunia ku yang gelap ini. Aku tidak peduli lagi, fakta bahwa kau adalah anak dari orang yang membunuh keluargaku. Aku mengesampingkan semua itu, karena perasaan ku padamu itu tidak dangkal. Aku akan mengatakan nya hari ini padamu.
Beberapa menit kemudian, setelah Leticia mandi dan berganti baju. Ia menyuruh agar Alexander masuk ke kamar dan bicara dengannya.
Leticia duduk di samping sofa sementara pria itu duduk di samping ranjang, wanita itu seperti menjauhi Alexander.
" Kenapa kau duduk disana? kemarilah !" ujar Alexander
" T..tidak usah, aku akan duduk disini saja yang mulia. "
" Lebih baik aku menjaga jarak, aku takut dia akan melecehkan ku lagi. Dan kabur sama seperti waktu itu. Terlebih lagi, ini sudah buruk karena kami berduaan di kamar, dan juga pasti Raja akan menikahi salah satu putri bangsawan itu... " batin Leticia
" Aku tidak suka mengulang perkataan ku ! duduk disini atau aku akan menggoreng garing kerajaan Ilios dan Kakak mu !" kata Alex tajam
" Ancaman yang mulia sama sekali tidak lucu ! hanya karena aku tidak mau duduk di dekatmu, kau mengancam ku seperti ini?" tanya Leticia tak percaya
" Leticia !!"
" Kau memanggil namaku lagi?" tanya Leticia heran
" Jantungku kenapa berdegup kencang seperti ini saat mendengar nya memanggil namaku? ini sangat aneh..." batin Leticia bingung
" Aku ingin mengatakan sesuatu padamu Leticia " kata Alex lembut
Tak ada cara lain lagi selain menggunakan sihir nya agar wanita itu mendekat padanya. Alexander menjentikkan jarinya, dan membuat wanita itu berjalan ke arahnya.
" Tubuhku tidak bisa digerakkan !" seru Leticia bingung
" Makanya nurut saja "
Alexander membuat Leticia duduk di pangkuannya. Refleks karena takut jatuh, kedua tangan Leticia melingkar di leher Alexander.
" Yang mulia.. lepaskan aku!"
" Dasar pria curang, dia menggunakan sihirnya untuk membawaku kesini " batin Leticia sebal
Pria itu bersandar di bahu Leticia dan kedua tangan nya yang kekar melingkar di pinggang kecil gadis itu. Membuat jantung kedua orang itu berdebar debat tidak karuan.
" Yang..yang mulia.." Wajah wanita itu memerah.
" Bagaimana ini? bagaimana kalau dia mendengar degup jantungku?" batin Leticia resah
" Kau sudah membuatku seperti ini, kau harus bertanggungjawab, Leticia.."
" Aku? memangnya aku berbuat apa?" tanya Leticia polos
" ada apa dengan pria ini hari ini? " batin Leticia
" Aku tidak bisa menghentikan debaran ini, kau harus bertanggung jawab " Alexander menggenggam tangan Leticia dan meletakkan nya di dada bidang pria itu.
" Dengarkanlah, rasakan lah, apa kau merasakannya juga? sama seperti yang aku rasakan?" tanya Alexander lembut
" Kenapa aku merasa kalau dia seperti drama romantis yang selalu aku tonton ya? dia seperti pemeran utama pria yang sempurna, dan gestur nya saat ini.. dia seperti akan menyatakan cinta.. tidak mungkin kan?" batin Leticia bingung
" Aku ... aku.. " Leticia kebingungan dan akhirnya matanya bertemu dengan mata pria itu yang tampak indah baginya
" Akan aku berikan semua yang kau inginkan, semua yang kau minta. Tapi, jangan pernah meninggalkan ku, tinggallah bersamaku ya? " kata Alexander tulus
" Tapi kenapa aku harus tinggal bersama yang mulia? aku ini hanya tawanan yang mulia, dan suatu saat aku pasti akan kembali ke tempat ku "
" Tidak..tidak boleh ! aku lah tempatmu kembali, tanpa mu aku tidak bisa bernapas. Kau tidak boleh kembali kemanapun, kecuali kepadaku ! " ujar Alexander tegas
" Aku ini tidak bisa tinggal bersama mu selamanya, apa yang mulia tidak mengerti apa yang aku katakan? tolong jangan permainkan aku seperti kau mencium ku waktu itu ! Leticia marah
" memang benar aku memiliki perasaan padamu, tapi aku tidak bisa disini. Terlebih lagi kau dan aku adalah musuh " batin Leticia bingung
" Aku tidak mempermainkan mu ! ciuman waktu itu, adalah karena aku menyukainya. " kata Alex
" Benarkah? lalu kenapa waktu itu kau bersama dengan wanita lain di kamar dan terlihat tidur bersama?" tanya Leticia dengan nada mengintrogasi, tanpa sadar ia masih berada di pangkuan pria itu. Mungkin wanita itu memang nyaman berada dipangkuan Alexander.
" Itu.. itu .. karena aku ingin membuat mu cemburu, saat itu aku tidak yakin dengan perasaan ku padamu " kata Alex gugup
" Sial, kenapa aku harus menjelaskan semua kebohongan ku padanya? ini memalukan, ini pertama kalinya aku seperti ini. " batin Alexander merasa malu
" Seorang Raja psikopat tiran bisa gugup juga? astaga, jika aku membawa kamera aku akan mendokumentasikan hal ini, kalah Daniel ada disini dia pasti akan bilang kalau ini harus di abadikan dan di catat di dalam sejarah. Kenapa sedang bingung saja, dia terlihat sangat tampan. Curang " batin Leticia terpesona
" Perasan apa? kenapa kau tidak yakin padaku?" tanya Leticia semangat
" Memangnya aku harus bilang ya?" tanya Alexander datar
Leticia turun dari pangkuan Alexander, ia memasang tampang sebalnya. Ia merasa bahwa Alexander mempermainkan nya lagi.
" Seperti nya aku harus pergi, aku tidak mau dipermainkan lagi olehmu " kata Leticia marah
GREP
Kyaa..
Pria itu mencium Leticia dengan lembut dan penuh perasaan, ia memeluk wanita itu dengan hati-hati.
Hmphh hmphh..
" Dia mencium ku lagi? kali ini kenapa?" batin Leticia bingung
Alexander melepaskan ciuman nya, untuk memberi waktu Leticia bernapas lega. Pria itu membelai lembut pipi Leticia dengan tangannya.
" Aku menyukaimu Leticia .."
Kata kata itu akhirnya terucap dari mulut Alexander, dengan nada yang lembut dan tidak pernah disangka bahwa ia akan mengatakannya pada Leticia. Wanita itu terkejut dan terpana, ia menatap pria itu dengan wajah kaget.
...----***----...