Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran

Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran
Chapter 21 Melarikan diri


Melihat tatapan mata Derrick yang penuh keseriusan, ia benar-benar ingin membawa Leticia pergi dari Fostiarus saat itu juga. Namun, entah kenapa Leticia terlihat ragu.


" Ada apa? kenapa kau terlihat ragu? tenang saja, ada aku disini. Dia tidak akan bisa memaksamu atau menyiksa mu lagi !" kata Derrick


" Ini memang kesempatan ku untuk kabur, tapi akankah dia melepaskan ku dan kakak jika aku kabur?" batin Leticia berfikir


" Baiklah kakak, ayo kita kabur. Tapi, aku harus mengajak Carol juga " kata Leticia ,yakin


" Ya, aku harus mencoba kabur sebelum tiran Psikopat itu menyiksaku lagi seperti semalam " batin Leticia


" Baguslah, mumpung pangeran Darren sedang sibuk dengan raja itu kita bisa memanfaatkan waktu dengan pergi dari sini " kata Derrick senang


" Iya, aku akan memberitahu Carol dulu. Kakak tunggu disini " kata Leticia


***


Di ruang kerja Alexander..


Darren berusaha mengalihkan perhatian Alexander agar ia sibuk, seperti nya ia memang sudah merencanakan untuk membawa Leticia kabur dengan matang. Ia berharap bisa mengelabui Alexander.


PRANG


" Ya ampun, maafkan saya, saya menjatuhkan teh nya. Apa saya bisa minta teh nya lagi?" tanya Darren


" Ini sudah ketiga kali nya pangeran Darren memecahkan gelas, apa maksudnya?" batin Alexander curiga


" Baik, akan saya ambilkan lagi " kata Daniel sopan


" Tunggu Daniel ! "


" Ya yang mulia?" tanya Daniel sambil menoleh ke arah Alexander


" Bawa kucing kecil ku kemari !" seru Alexander


" Apa dia sudah tau?" batin Darren


" Baik yang mulia " jawab Daniel patuh


Daniel keluar dari ruangan Raja dan mencari Leticia. Sementara itu Darren dan Alexander saling menatap tajam.


" Katakan apa tujuan mu sebenarnya datang kemari? bukan hanya menyelesaikan berkas delegasi kan?" Alexander mengambil pedangnya dan mengarahkan nya pada Darren


" Ternyata anda peka sekali Baginda raja. Memang benar bukan hanya itu tujuan saya kemari " Darren tersenyum santai


" Kau seperti nya tidak takut mati ya? katakan apa tujuan mu kemari?!" tanya Alexander tegas


BRAK


Pintu ruang kerja Raja terbuka, terlihat Daniel yang panik dan berlari terburu buru.


" Yang mulia ! putri Leticia dan pelayannya Carol menghilang !" ujar Daniel panik


" APA???!!" Alexander terlihat marah


" Maaf seperti nya saya harus pergi sekarang " kata Darren sambil tersenyum


" Seperti nya mereka sudah kabur, baguslah" batin Darren


" Sa..saya akan mencarinya .." kata Daniel ketakutan melihat raut wajah rajanya itu


" Aku akan mencarinya sendiri!"


Darren memanfaatkan ketidak fokusan Alexander untuk kabur dari istana itu secepatnya. Alexander terlihat murka, ia mencari wanita itu di mana mana.


***


Leticia, Carol dan Derrick sudah berada di luar istana Fostiarus. Mereka akan menaiki kereta yang sudah di siapkan oleh Darren untuk pelarian mereka. Hati Leticia terlihat cemas dan tak tenang, ada keraguan yang mengganjal pikirannya.


" Pilihan mu ini sudah benar Leticia, kau memang harus kabur dari psikopat seperti dia. Ini lah yang kau inginkan" batin Leticia


" Ayo masuk !" seru Derrick sambil memakai topengnya kembali.


Derrick, Leticia dan Carol masuk ke dalam kereta itu. Kereta kuda itu melaju kencang..


Leticia berharap dalam hatinya agar Raja itu belum menyadari dirinya yang kabur dari istana Fostiarus. Jika tidak, dia mungkin akan menyiksa nya lagi seperti yang sudah terjadi sebelumnya. Namun, Darren yang terlihat belum keluar dari istana itu membuat Leticia berfikir kalau ia sudah ketahuan mencoba untuk kabur.


" kakak, pangeran Darren tidak terlihat! apa dia akan baik-baik saja?" tanya Leticia cemas


" Tenang saja, ada 20 pasukan yang datang bersama kami. Kami sudah mempersiapkan semuanya,pangeran Darren pasti akan baik baik saja " kata Derrick yakin


" menurut Kakak 20 pasukan itu bisa menghalangi si raja psikopat tiran itu?" tanya Leticia tak yakin


" Kau terdengar tak yakin? ada apa?percaya saja ini akan berhasil" tanya Derrick


" Dia itu bukan manusia biasa dengan kekuatan sihir biasa, 20 orang prajurit mungkin bukan apa apa baginya, bagaimana kalau terjadi sesuatu pada pangeran Darren " batin Leticia cemas


" Kakak,kita harus kembali !" seru Leticia panik


" Kita sudah jauh, kenapa kita harus kembali?" tanya Derrick tak mengerti


" Kita harus kembali ! atau ..


BRUK


DUK


DUAR


Mayat mayat pengawal kerajaan Ilios terlempar dari atas langit dan tergeletak di tanah.


Wush --


Sebuah cahaya muncul di depan mereka bertiga, lalu Alexander datang bersama cahaya itu dan ada Daniel dan Darren juga disana. Darren terlihat terluka, wajahnya lebam lebam terlihat seperti habis dipukuli.


" pangeran Darren ?!!" seru Derrick dan Leticia panik


" Jangan.. khawatir kan aku.. ah.. sial " gumam Darren sambil menahan sakit


" Dia benar-benar membunuh semua pengawal kerajaan Ilios dengan tangannya sendiri ! " batin Derrick panik


" Ini salahku, mereka yang tidak bersalah jadi mati karena ku ! " batin Leticia merasa bersalah


" Lepaskan dia !" teriak Derrick marah


" Pergilah.. kalian pergi ..." kata Darren dengan nada yang lemas


Mata Alexander dipenuhi kemarahan, ia seperti terakhir kali yang dilihat Leticia saat ia di bawa ke rumah bordil, dan tidak terkendali.


" Mata merah menyala itu, dia sedang sangat murka. Bagaimana ini?" tanya Leticia dalam hatinya


" Lepaskan dia ! yang mulia raja lepaskan dia !" Seru Leticia memohon


" Jangan.. jangan lakukan itu.." kata Darren lemas


" Kau mau aku melepaskannya? kalau begitu kemarilah " kata Alexander sambil tersenyum sinis


" Tuan putri, kumohon padamu jangan membantah yang mulia lagi. Dia sudah menghancurkan setengah kastil barat hanya untuk mencari mu. Dia bahkan membantai 20 orang tanpa ragu " batin Daniel


" Jika aku kembali padamu, kau akan melepaskan mereka?" tanya Leticia


" Tentu saja. Yang aku perlukan itu adalah kau " jawab Alexander dingin


" Tidak jangan ! " Derrick menyerang Alexander dengan kekuatan sihir yang ia miliki. Tapi, Alexander dengan mudah menangkisnya.


Raja tiran itu membuat Derrick terjatuh dengan satu jentik sihir dari jarinya.


BRUK


" Kakak !" teriak Leticia panik


" Aku.. baik baik saja Tisha.." kata Derrick menenangkan


" Cepat kemari ! kalau kau mau pangeran bodoh ini tetap hidup " kata Alexander dengan angkuhnya ia mencekik Darren dengan mudahnya menggunakan sihirnya.


" Akhh !" Darren kesakitan


" Sial, tidak ku sangka dia begitu kuat. Ternyata rumor tentang Raja tiran ini bukan hanya rumor, tapi fakta. Kalau begini, semua rencana yang aku dan Derrick susun jadi berantakan " batin Darren kesal


" Hentikan ! cukup ! aku akan ikut denganku, jadi lepaskan mereka !" ujar Leticia sambil melangkah mendekati Alexander


" Tidak ! kau menahan adikku karena ingin menangkap ku kan? maka tangkap saja aku, jadikan aku tawanan mu dan lepaskan adikku " Derrick membuka topengnya


" Sayang sekali, sejak awal aku sudah tau kalau kau adalah putra mahkota Derrick. Topeng itu tidak bisa mengelabui ku, ku akui itu cara yang cukup menarik, tapi itu tidak mempan padaku. Aku tidak tertarik padamu, tapi pada kucing kecil ini " Alexander menyerang Derrick dengan sihirnya.


Sekali lagi Derrick jatuh dan kalah oleh Alexander. Wanita itu semakin panik dan khawatir melihat Derrick dan Darren terluka.


" Kenapa dia menginginkan Tisha? jangan jangan dia jatuh cinta pada tisha? tidak mungkin...bukankah tujuan nya menahan Tisha agar dia bisa menangkap ku ?" batin Derrick bingung


" Tidak.. hentikan ! sudah! bawa aku bersamamu, tapi jangan sakiti mereka. " Leticia hampir menangis


" Aku harus mengalah dulu sekarang, akan sulit menghadapinya yang saat ini sedang kehilangan kendali. Demi keselamatan pangeran Darren dan kakak, aku harus melakukan ini meskipun aku tidak mau " batin Leticia berfikir


" Jangan.. Tisha.. jangan.." kata Darren sambil memegang dadanya yang kesakitan


" Kemarilah !" Alexander merentangkan tangannya, ia tersenyum seperti sedang menunggu kedatangan Leticia.


Wanita itu berjalan perlahan dengan kaki gemetaran, lalu ia berhenti di tengah tengah.


" Kau bohong kan? " tanya Leticia ragu


" Apa?"


" Kau tidak akan melepaskan mereka meskipun aku ikut denganmu kan?" tanya Leticia


" Kenapa kau berfikir begitu?" tanya Alexander heran


" Kalau begitu... kau harus berjanji padaku.. kau akan melepaskan mereka kalau aku ikut denganmu.. berjanjilah !" ujar Leticia tegas


"Baik, aku janji. Jadi kemarilah, sebelum kesabaran ku habis dan memenggal kepala mereka " kata Alexander tegas


" Ancaman nya tidak pernah main main, baiklah aku akan kembali padanya selama pangeran Darren dan Kakak aman " batin Leticia penuh tekad


Darren dan Derrick melihat Leticia pergi ke arah Alexander. Mereka berdua terlihat marah, namun mereka juga tau kalau mereka tak bisa apa apa karena kekuatan mereka tidak sebanding dengan raja tiran itu.


Alexander memeluk Leticia dengan erat seolah-olah tak ingin gadis itu pergi darinya. Darren terlihat cemburu melihatnya, dan Alexander terlihat tidak suka dengan tatapan Darren pada Leticia.


...---***---...


Hai hai pembaca setia ku, terimakasih atas dukungan kalian ya..😊mohon maaf up nya terlambat, sekedar pemberitahuan.. novel ini up nya tiap sore atau malam πŸ™


Udah baca ...jangan lupa kasih like, vote, rate dan komen nya ya buat dukung author biar semangat.. 😊 makasih