Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran

Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran
Chapter 22 Promise


Alexander memeluk Leticia dengan erat seolah ia tak mau melepaskannya.


" Daniel, bawa juga si pelayan itu !" ujar Alexander


" Baik yang mulia "


Daniel menghampiri Carol dan memegang tangan nya.


" Sialan kau ! jangan bawa adik ku !" seru Derrick marah


" Tenang saja, aku akan menjaga adikmu dengan baik. Sebaiknya kau pulang dan obati luka mu, atau kau akan cacat selamanya " kata Alexander serius


" Kau !"


" Yang mulia, kapan kita akan pergi?" tanya Daniel hati hati


" Aku sudah mendapatkan apa yang ku mau, jadi aku akan pergi sekarang " jawab Alexander sambil tersenyum santai


" Tisha..." gumam Darren sambil menatap sedih


" Tidak apa, aku baik baik saja pangeran Darren. Kakak, aku akan baik-baik saja " kata Leticia berkaca kaca sambil tersenyum pahit


" Kami akan kembali untuk menolong mu " batin Derrick


" Kalau kau sampai menyakiti Tisha, aku akan membunuhmu " kata Derrick mengancam mu


" Kau tidak pantas berbicara seperti ini padaku, lebih baik kau berlatih dulu jika ingin melawanku " kata Alexander tajam


Darren merasakan tatapan tajam dari Alexander padanya seperti mengancam nya. Hati Darren sakit melihat Leticia berada di pelukan Alexander, ia lebih sakit hati lagi karena tak berdaya untuk merebut kembali Leticia dari tangan Raja tiran itu.


CLING...


Alexander, Leticia, Daniel dan Carol menghilang di telan cahaya. Darren dan Derrick terlihat frustasi karena rencana mereka gagal untuk membawa kabur Leticia.


" Ini semua salahku! aku sangat tidak berguna ! " Derrick memukul mukul tanah


" Tidak, ini salahku! seharusnya aku tidak gegabah dan mengambil strategi yang bagus. Tidak ku sangka dia akan mengetahui rencana kita dengan cepat " kata Darren kecewa dan kesal pada dirinya sendiri


Derrick menangis sedih, Darren berusaha menghiburnya. Tak lama kemudian Moore dan beberapa kstaria dari Ilios datang untuk menyelamatkan Darren dan Derrick.


" Yang mulia, apa anda baik-baik saja?" tanya Moore pada Darren


" Yang mulia putra mahkota , apa kau baik baik saja?" tanya Herald pada Derrick cemas


" melihat dari raut wajah mereka dan luka luka di tubuh mereka, mereka pasti gagal membawa kabur putri Leticia?" batin Moore sedih


"Para prajurit kita ! mereka ..." Moore kaget saat melihat 20 orang prajurit yang dibawa Darren ke Fostiarus tinggal mayat nya saja.


" Mereka sudah dibantai habis oleh Raja tiran itu " kata Darren penuh kemarahan


" Leticia, kumohon tunggu lah aku. Aku akan menyelamatkan mu. Aku akan berusaha berlatih keras untuk mengalahkannya " batin Darren penuh tekad


" Tisha.. tidak.. " Derrick masih sedih karena Leticia dibawa lagi oleh Alexander.


" Benar benar gila raja itu ! dia membantai prajurit kita ! beraninya dia !" ujar Moore marah


" Tapi dia hebat, bisa membantai 20 orang dengan mudah. Kekuatannya sehebat apa dia? dia bahkan bisa mengalahkan pangeran Darren dan putra mahkota Derrick yang mempunyai kekuatan sihir tingkat atas" batin Moore


" Mari kita kembali, bawa mayat mayat prajurit kita dan kuburkan dengan layak. Aku akan membuat perhitungan dengan nya nanti " kata Darren tajam


" Baik, yang mulia " kata Moore dan Herald patuh


" Derrick tenanglah, kita akan mendapat kan adik mu kembali dan membalas semua perlakuan nya " kata Darren menenangkan


***


Wush --


Leticia, Carol, Alexander dan Daniel sudah sampai di istana dengan menggunakan sihir teleportasi milik raja tiran itu. Seperti biasanya nya, ketika marah Alexander akan membawa Leticia ke kamarnya.


" Apa dia akan membunuhku? " batin Leticia ketakutan


" Daniel, urus kekacauan yang ada ! jangan ganggu aku hari ini jika tidak penting " kata Alexander tegas


" Ba..baik yang mulia "


" Semoga anda selamat tuan putri " batin Daniel berharap


Alexander menggendong Leticia yang kaki nya terluka lagi karena berlari. Gadis itu diam saja dan tidak bicara karena ketakutan kalau Alexander akan hilang kendali lagi.


Namun, tidak disangka Alexander dengan lembutnya meletakkan gadis itu di ranjangnya dan mengobati luka di kaki Leticia dengan kedua tangannya sendiri. Leticia bertanya tanya, ada apa ini? kenapa pria ini tiba tiba bersikap lembut padanya? setelah membunuh 20 orang prajurit, dia terlihat baik baik saja? benar benar tiran psikopat! begitulah kata hatinya.


" Apa ini sakit?" tanya Alexander sambil membalut kembali telapak kaki gadis itu yang berdarah


" Tidak.. tidak apa apa " jawab Leticia sambil memalingkan wajahnya


" Dia bahkan tidak mau melihat wajahku " batin Alexander


" Apa aku tidak memperlakukan mu dengan cukup baik?" tanya Alexander sedih


" A..Apa?"


" Seperti nya aku tidak memperlakukan mu dengan cukup baik karena kau mencoba kabur dariku dan pergi bersama si brengsek itu " kata Alexander sambil tersenyum pahit


*si brengsek yang di maksud adalah Darren


" Sikap mu selalu berubah ubah, bagaimana bisa aku bertahan denganmu? aku ingin bilang seperti itu, tapi aku tidak bisa " batin wanita itu sebal


" Apa harus kau membunuh prajurit prajurit yang tidak bersalah itu? kenapa kau lakukan itu? " tanya Leticia serius


" Sebenarnya pertanyaan ku ada banyak untukmu " batin Leticia


" Karena kau selalu membuatku kehilangan kendali atas diriku, saat kau kabur dan menghilang aku sangat marah pada diriku. Kau tau sendiri kan bagaimana aku jika aku marah?" tanya Alexander


" Benar juga, dia kan tiran psikopat. Membunuh orang adalah hal yang biasa untuknya, tapi itu adalah hal yang tidak dibenarkan " batin Leticia


" Aku mengerti yang mulia raja marah. Tapi, membunuh orang adalah hal yang tidak dibenarkan meskipun menurut mu itu sudah menjadi kebiasaan ! " seru Leticia sambil menangis " Hiks.."


" Kenapa kau menangis?" tanya Alexander cemas


" Aku takut .. takut kau akan membunuhku suatu hari nanti.. sama seperti kau membunuh mereka tanpa perasaan.. " kata Leticia sedih


" Ya aku memang takut padamu,tapi aku menambahkan sedikit drama disini. Tidak ada pilihan lain jika kau tidak mau melepaskan mu, aku akan membuat mu berubah dan melepaskan ku dengan sendirinya suatu hari nanti. Lalu, obsesi mu terhadap diriku juga akan menghilang" batin Leticia penuh tekad


" Apa benar kata Daniel? kalau aku sudah menakutinya? Apa selama ini sikapku sudah membuat nya takut?" batin Alexander berfikir


#FLASHBACK


Alexander mengamuk dan menghancurkan barang barang di kastil saat mengetahui Leticia kabur darinya. Daniel dengan berbagai cara mencoba untuk menghentikan dan meredakan kemarahan Raja nya itu.


" Kenapa dia kabur dariku? BERANI nya dia kabur dariku? setelah semua yang ku lakukan untuknya?!! aku ini kurang baik APA sebenarnya?!!" Alexander memecahkan semua perabotan berharga di aula kerajaan


" Yang.. yang mulia tenanglah ! ini tidak akan bisa menyelesaikan masalah. " kata Daniel hati hati


" Daniel katakan padaku?!! kenapa dia berani kabur dariku? padahal sikap ku selalu baik padanya?!!" tanya Alexander murka


" Se.. sebenarnya saya berfikir kalau tuan putri takut pada yang mulia karena yang mulia selalu.. " Daniel gugup


" Katakan yang jelas, Daniel !" seru Alexander


" Bagaimana ini? aku harus bilang atau tidak, kalau aku bilang jujur, apa aku akan dibunuh yang mulia?" batin Daniel bingung


" Aku tidak akan membunuhmu, sebaiknya kau memberikan ku saran yang bagus !" seru Alexander tegas


" Tuan putri takut pada yang mulia karena yang mulia selalu berbuat kasar padanya, karena itu..tuan putri kabur.. dia takut dengan yang mulia, ya intinya begitu .." kata Daniel memberi pendapat


" Aku pasti mati kan?" batin Daniel takut


" Lalu aku harus bagaimana? agar dia tetap mau berada disini?"tanya Alexander


" Ya..yang mulia harus bersikap lembut padanya. Wanita itu suka diperlakukan dengan lembut,ketika tuan putri kembali anda harus memperlakukan nya dengan lembut dan baik..jangan memaksa nya ..hehe" Daniel tersenyum canggung


" Aku tidak bisa bersikap begitu !! Wanita itu adalah makhluk yang paling membingungkan !"


BRAK


BRUK


" Ya ampun yang mulia ! mohon hentikan! kalau tidak barang barang di istana ini semuanya akan hancur !" kata Daniel merasa pusing dan frustasi melihat di depannya berantakan oleh barang barang pecah yang dihancurkan Alexander.


" Tuan putri, anda dimana? tolong tenangkan lah kebuasan raja ini !" batin Daniel pusing


#END FLASHBACK


" Aku tidak akan membunuhmu " kata Alexander datar


" Ya?"


" Dia bilang dia tidak akan membunuhku kan? apa aku salah dengar?" batin Leticia bingung


" Aku tidak akan membunuh mu kalau kau menurut padaku " kata Alexander datar


" Dia masih saja angkuh " batin Leticia sebal


Leticia menghindar saat Alexander ingin menyentuhnya, dan memalingkan wajahnya. Wanita itu juga melindungi tubuhnya dengan kedua tangan nya yang mungil, seakan takut Alexander akan menyentuh nya.


" Aku harus melakukan apa agar dia tidak takut padaku lagi?" batin Alexander merasa bersalah


" Ja..jangan ikat aku lagi.. aku tidak mau " kata Leticia memohon


"Aku tidak akan melakukannya. Kucing kecil apa yang harus aku lakukan sekarang?"


" Yang mulia ini bertanya apa? saya tidak mengerti.." tanya Leticia bingung


" Apa yang harus aku lakukan agar kau tidak takut lagi padaku? agar kau tetap disisi ku? " tanya Alexander sambil menatap wanita di depannya dengan lembut


" Kenapa dia menatapku seperti itu? perasaan macam apa ini? dia bisa menunjukkan ekspresi seperti ini.. aneh.. dia juga mengajukan pertanyaan yang tidak pernah aku duga sebelumnya " batin Leticia


" Ka..kalau aku mengatakan nya, apa kau akan membunuh ku?" tanya Leticia takut


" Aku tidak akan melakukannya " jawab Alexander serius


" Bisakah kau jangan membunuh orang lagi? bisakah kau jangan bertindak kasar padaku dan pada orang lain " kata Leticia ragu ragu


" Apa itu yang kau inginkan?" tanya Alexander


" Dia pasti tidak akan melakukannya, pasti dia akan marah marah sekarang, dan keluar lagi sifat gilanya " batin Leticia


" Aku akan mencoba melakukannya "


" Sudah saya duga yang mulia raja tidak akan.. Ah Apa? " tanya Leticia kaget


" Aku akan mencoba melakukannya, untuk tidak membunuh orang dan tidak bersikap kasar padamu. Tapi kau juga harus berjanji padaku " kata Alexander tegas


" Yang mulia akan melakukannya?" tanya Leticia terpana


" Apa aku tidak salah dengar? telinga ku ini baik baik saja kok. Raja ini? dia ingin melakukan apa yang ku mau agar aku tinggal disisi nya?" batin Leticia tercengang


" Iya, tapi kau harus janji untuk tidak kabur dariku. "


" Baiklah aku janji. Kau juga harus menepati janjimu" kata Leticia


" Ya. "


" Ah ada satu hal lagi, yang mulia jangan pernah menyakiti kakak saya ataupun pangeran Darren dari kerajaan Ilios " kata Leticia tegas


" Kalau itu akan ku pertimbangkan "


" Memikirkan tatapan si pangeran brengsek itu padamu tadi membuatku marah, bagaimana bisa aku melepaskannya begitu saja " batin Alexander kesal


" Kalau begitu saya tidak akan berjanji, saya akan mencoba kabur " kata Leticia kesal


" Jangan tawar menawar denganku! kau pikir kau siapa?" tanya Alexander kesal


" Baiklah, mana berani hamba tawar menawar dengan Baginda raja. Kalau begitu kembalikan saya pada kakak saya " Leticia sebal


" Tadi saja dia bersikap sok lembut dan perhatian, sekarang sikap angkuhnya muncul lagi " batin Leticia kesal


" Haa.. baiklah aku memang tidak bisa menang darimu. Aku janji tidak akan menyakiti mereka selama kau ada disisi ku " kata Alexander sambil menghela napas


" Yang mulia serius?" tanya Leticia


" Meskipun aku tidak tau alasan jelasnya kenapa dia ingin aku disisi nya. Karena obsesi atau apapun itu, mungkin ini takdir tuhan kenapa aku berada disini. Aku harus merubah nya menjadi manusia yang sebenarnya. " batin Leticia penuh tekad


" Serius "


Wanita itu menunjukkan jari kelingkingnya.


" Kalau begitu kita sepakat?"


" Apa apaan ini?" tanya Alexander yang belum pernah melihat janji kelingking


" Ini janji kelingking, dengan ini kita sepakat " jawab Leticia


" Aku baru pertama kali mengetahui kalau ada janji yang menggunakan kelingking " kata Alexander heran


" Biasanya perjanjian di dunia ini memakai apa?" tanya Leticia polos


" Di dunia ini? kau bicara seolah olah kau berasal dari dunia lain saja " kata Alexander sambil tersenyum


" Ya, aku memang dari dunia lain. " batin Leticia


" Biasanya memakai darah, surat atau sumpah " jawab Alexander


Jari kelingking Alexander dan Leticia berpaut, tanda mereka sudah berjanji satu sama lain. Setelah itu, Leticia kembali ke kamarnya dan ia dilayani oleh Carol lagi.


" Yang mulia, anda sudah kembali.. syukurlah " kata Carol lega


" Iya, aku baik baik saja "


" Tapi kenapa Baginda raja membiarkan tuan putri pergi?" tanya Carol heran


" Kami membuat kesepakatan. Carol aku bertekad akan mengubah Raja psikopat tiran itu menjadi manusia sejati, inilah takdirku dan alasan kenapa aku dilahirkan kembali! " kata Leticia semangat


" Yang mulia, saya tidak mengerti apa yang anda katakan? apa anda baik baik saja?" tanya Carol cemas


" Aku sangat baik baik saja" jawab Leticia


" Dia pasti mengganggap ku aneh karena perkataan ku barusan kan? aku keceplosan" batin Leticia


****


Di kerajaan Ilios, malam itu..


" Maafkan saya, ini semua salah saya Baginda Raja. Mohon hukum saya yang seberat beratnya " kata Derrick sambil berlutut


" Tidak, ini salah ku kakak. Ini rencana ku yang gegabah dan sudah membuat 20 orang prajurit kita tewas di tangannya " kata Darren merasa bersalah


" Meskipun kematian 20 prajurit kita adalah karena Raja Alexander, tapi kalian juga harus mendapat hukuman karena membawa para prajurit tanpa izinku. " kata Cedric tegas


" Saya akan menerima hukuman nya yang mulia " kata Derrick


" Saya juga kakak "


" Kalian akan dihukum. Tapi, aku tidak bisa membiarkan 20 orang prajurit kita mati sia sia, aku akan memperhitungkan ini dengan Raja Alexander dan akan membuatnya bertanggungjawab " kata Cedric marah


Derrick dan Darren menerima hukuman dari Raja Cedric, untuk memberikan pelayan masyarakat selama 2 bulan dan membantu keluarga para prajurit yang telah tewas selama 2 bulan penuh. Raja Cedric juga memberikan tunjangan pada keluarga korban yang ditinggalkan.


***


Daniel, Carol dan Leticia makan malam bersama di dapur. Mereka memakan masakan yang dimasak oleh Leticia


" Bagaimana? masakan ku enak kan?" tanya Leticia


" Sangat enak tuan putri, tidak heran para pelayan dan pengawal memuji masakan tuan putri " kata Daniel sambil memakan omelet nya dengan semangat


" Tentu saja enak, karena makanan itu tidak ada disini. Apa aku buka warung makan saja ya? pasti akan laku besar kalau disini hihihi " batin Leticia


" Syukurlah tuan putri mau kembali bersama yang mulia, kalau tidak. Istana ini akan seperti apa jadinya, kenapa tuan putri harus kabur sih? padahal keadaan yang mulia lebih baik karena ada tuan putri" tanya Daniel


" Apa tuan Daniel tidak tau kenapa kami melarikan diri? Baginda raja selalu bersikap kasar dan marah marah pada tuan putri. Bagaimana tuan putri akan bertahan?"


" Memang sih yang mulia raja selalu marah marah, sikapnya kasar dan dingin. Tapi, itu karena dia kesepian, sebenarnya dia adalah orang yang baik hanya saja dibutakan oleh dendam dan kebencian " kata Daniel sedih


" Orang baik mana yang akan membantai orang tanpa ampun? " tanya Leticia


" Saya tidak bisa membantah fakta itu, tapi yang ingin saya katakan adalah bahwa saya yakin yang mulia akan berubah suatu hari nanti. Karena itu, tetaplah disini setidaknya sampai yang mulia berubah, saya mohon tuan putri " kata Daniel memohon


" Apa benar aku bisa merubahnya?" tanya Leticia


" Ya, saya yakin.. Seumur hidup saya melayani yang mulia.. tidak pernah saya melihat yang mulia akan melakukan apa saja untuk seseorang. Dan tuan putri adalah yang pertama kalinya " Daniel menjelaskan


Leticia terdiam mendengarnya, setelah itu ia akan mengantar makanan pada Alexander yang sedang ada dikamar nya.


" Kenapa aku ada disini? padahal aku bisa menyuruh Carol saja yang mengantarkan makanannya. Kenapa aku peduli padanya?" batin Leticia heran


KLAK


" Woaaahhh !!!"


Leticia kaget karena ia baru akan mengetuk pintu kamar nya tapi pintu kamar nya sudah terbuka dan Alexander sudah ada di depannya.


" Selamat malam yang mulia.. "


" Ada apa?"


" Anda belum makan malam, jadi saya mengantar makanan "


" Masuk lah !"


" Tidak ..tidak usah, saya akan kembali ke kamar "


" Kubilang masuk !" Alexander menunjukkan sorot mata nya yang tajam dan tidak ingin dibantah


" Kenapa sih dia selalu saja begitu? tatapan nya itu selalu membuat ku kalah " batin Leticia


Pada akhirnya Leticia masuk ke kamar Raja, dan ia melihat Raja memakan makanannya.


" Kau sudah makan?" tanya Raja Alexander


" Su.. sudah." jawab Leticia


" Kau selalu saja membuat makanan aneh tapi rasanya sangat enak " kata Alexander memuji


" Itu bukan makanan aneh, namanya omelet ! o-me -let " kata Arrabella


" Aku tidak peduli namanya, yang penting ini enak " kata Alexander cuek


" Apa benar aku bisa merubah nya menjadi manusia? ngomong ngomong apa kakak dan pangeran Darren baik baik saja? " batin Leticia


" Kenapa melamun? kau sedang memikirkan apa?" tanya Raja itu kepo


" Apa dia memikirkan pangeran dari Ilios itu?" batin Alexander cemburu


" Saya sedang memikirkan kakak saya dan pangeran Darren " jawab Leticia jujur


BRAK


Wanita itu sangat kaget karena dengan cepat Alexander sudah berdiri di depannya dan menatapnya.


" Yang mulia.."


" Dia cepat sekali? apa dia Superman? atau Iron man?" batin Leticia terpana


" Di depanku, jangan pernah memikirkan pria lain ! " ujar Alexander kesal


" Eh? " Leticia bingung


" Apa dia ini sedang cemburu?" batin Leticia heran


" Bahkan kakak saya pun tidak boleh?" tanya Leticia meyakinkan bahwa memang benar Alexander cemburu


" Tidak boleh, saat di depanku kau hanya boleh memikirkan ku "kata Alexander tajam


" Kau tidak boleh memikirkan pria lain, hanya boleh memikirkan ku " batin Alexander


" Benar, sudah kuduga dia cemburu !" batin Leticia yakin


...---***---...