
🍂🍂🍂
.
.
Alexander yang masih berada di festival, merasa tak enak hati membiarkan Leticia dan Daniel pulang lebih dulu. Meskipun suasana nya ramai, tapi tetap saja Alexander merasa kesepian karena tidak ada Leticia disampingnya.
Ia memikirkan apa yang sedang dilakukan oleh Leticia di istana. Apakah gadis itu masih marah padanya? hal tidak akan serumit ini kalau Leticia sudah mengingat nya. Sudah lama juga mereka tidak bertengkar, Alexander sedikit senang dengan pertengkaran mereka. Karena Alexander merindukan nya.
" Sir Carl !"
" Ya yang mulia?" tanya Sir Carl
" Putar balik kereta nya, kita kembali ke istana " jawab Alexander tegas
" Baiklah yang mulia "
" Eh tunggu dulu ! aku ingin membeli sesuatu di toko itu !" seru Alexander
" Yang mulia ingin membeli apa? biar saya yang membelikan nya " tanya Sir Carl
" Tidak usah ikut campur, untuk kekasihku aku harus membelinya sendiri " jawab Alexander jutek
" Ya, baiklah kalau begitu yang mulia " kata Sir Carl sambil tersenyum
Syukurlah, yang mulia Raja sudah kembali berubah. Walaupun jutek dan dingin nya masih sama, tapi ini lebih baik daripada melihat yang mulia yang sebelumnya terus menghancurkan hidupnya sendiri.
Kereta yang dinaiki Alexander berhenti tak jauh dari toko bunga dan juga toko kue yang ada dipinggir jalan. Pertama-tama, Alexander masuk ke dalam toko kue dan membeli beberapa cemilan kesukaan Leticia. Kemudian, pria itu pergi ke toko bunga disebelah toko kue. Ia terlihat kebingungan mau membeli bunga apa. Sedangkan semua orang yang ada disana memperhatikan Alexander, terutama gadis-gadis. Penampilan dan wajah Alexander terlihat mencolok dan menjadi pusat perhatian para gadis di kota.
" Lihat itu, pria itu tampan sekali kan?!"
" Iya kau benar, kira-kira dia mau apa ya ke toko bunga?"
" Apa jangan-jangan dia sudah menikah dan sedang membeli bunga untuk istrinya?" tanya wanita penasaran
" Benarkah? dia masih sangat muda, mana mungkin sudah menikah. "
" Bangsawan dari keluarga mana ya pria hot itu?"
Alexander merasa sangat terganggu dengan bisik bisik wanita yang ada di sekitar nya. Sementara itu sir Carl merasa bangga karena Raja nya sangatlah tampan juga mencolok walaupun sudah menyamar. Karena berisik dan ingin cepat pergi, ia pun memutuskan untuk tidak memilih bunga nya sendiri, dan meminta pedagang bunga itu agar memilihkan bunga.
" Tuan ingin mencari bunga apa? dalam rangka apa?" tanya pedagang bunga ramah
" Aku ingin minta maaf " jawab Alexander
" Maksud nya apa tuan?"
" Kau tuli ya? aku ingin mencari bunga yang cocok untuk permintaan maaf !" seru Alexander kesal
Si pedagang bunga langsung tertohok saat wajah tampan di depannya itu adalah seorang pria yang galak.
" Ma..maaf tuan, jadi tuan ingin mencari bunga yang cocok untuk permintaan maaf? bolehkah saya tau, orang itu wanita ataukah pria?" tanya Pedagang bunga dengan senyum profesional nya
" Tentu saja wanita ! " seru Alexander galak. " cerewet sekali pedagang ini " gerutu Alexander kesal
" Yang mu.. tuan tolong bersabarlah " bisik Sir Carl sambil tersenyum canggung
tampan tampan kok galak ya? ihh... seram..
" Baiklah, kalau begitu saya mau merekomendasikan bunga mawar putih " kata Pedagang bunga
" Mawar putih?" tanya Alexander sambil melihat bunga mawar putih yang ada di depannya
" mawar putih melambangkan hubungan yang suci dan bersih. Dan sangat cocok untuk memulai sesuatu yang baru, terutama untuk meminta maaf. Mawar putih sangatlah bagus untuk mengekspresikan nya " terang pedagang bunga
" Jika aku membeli bunga mawar putih ini, apakah dia akan memaafkan ku?" tanya Alexander serius
Kenapa bertanya padaku? ternyata pria tampan ini bodoh juga. Batin si pedagang bunga, kaget
" Te..tentu saja. Wanita kan suka bunga " jawab Pedagang dengan senyuman ramah nya. Namun, Alexander tidak tersenyum sedikit pun melihat keramahan pedagang bunga itu
" Kalau begitu aku beli mawar putihnya " kata Alexander
" mau berapa buket tuan tampan?" tanya Pedagang bunga
" Semua bunga mawar putih yang ada di toko mu " jawab Alexander
" Baiklah jadi semua ya... HAH?? semuanya?!!" tanya Pedagang itu tercengang
" Kenapa? kau tidak mau aku membeli semuanya?" tanya Alexander serius
" Tidak tuan.. bukan begitu. Bunga nya pasti banyak, lalu bagaimana tuan akan membawanya?" tanya pedagang bunga bingung
Akhirnya Alexander membeli semua bunga mawar putih yang ada di toko bunga itu. Si pedagang bunga tampak senang, dan memuji Alexander yang sangat kaya dan murah hati.
Semua bunga mawar putihnya diangkut oleh 5 kereta kerajaan Fostiarus dan dibawa ke istana. Hari itu Alexander berniat mengajak Leticia untuk menghabiskan waktu bersamanya. Saat diperjalanan menuju ke istana, kereta yang ditumpangi Darren dan rombongan nya, menghalangi jalannya.
" Ada apa kau menghalangi jalanku?" tanya Alexander sinis
" Apa sekarang kau punya kekasih?" tanya Darren sambil melihat tumpukan bunga mawar di kereta rombongan Alexander
" Apa urusanmu? minggir !" seru Alexander ketus
" Tinggal jawab saja, ya atau tidak. Apa susahnya sih? kau tidak perlu menghindar pertanyaan ku itu kan?" tanya Darren penasaran
Apa dia sudah curiga bahwa aku yang menyembunyikan Leticia?
" Aku tidak punya kekasih. Puas?"
" Pembohong. Lalu apa apaan bunga itu? seperti nya kau akan menyatakan cinta atau berkencan dengan gadis itu? siapa gadis itu? apa dia seorang putri dari sebuah kerajaan? ataukah nona bangsawan biasa?" tanya Darren menebak-nebak
" Aku sibuk, kita bicara lagi nanti " kata Alexander cuek
" Tunggu sebentar ! aku sangat lelah, aku membutuhkan tempat peristirahatan. Bisakah kau izinkan aku mampir ke istana mu sebentar?" tanya Darren
" Tidak boleh " jawab Alexander dingin
" Serius kau langsung menolak? tidak baik menolak tamu resmi dari kerajaan lain, terlebih lagi orang itu adalah Raja. Kau tidak takut perang ya?" tanya Darren mengancam
" beraninya kau mengancam ku Raja Darren !" seru Alexander kesal
Jika dia pergi ke istana, dia akan melihat nya. Tidak bisa dibiarkan !
Seperti nya benar-benar ada yang disembunyikan di istana nya. Darren melihat Alexander dengan tatapan curiga
Sir Carl yang mengetahui situasi itu memberitahu pada Alexander bahwa tidak baik untuknya menolak kunjungan dari Darren.
🔥🔥🔥
Sementara itu Leticia yang tenggelam ke danau, sudah mendapatkan ingatan nya kembali. Tepat saat Leticia yang asli bunuh diri karena Duke Henry ( 3 tahun lalu ), ingatannya bermula dari sana. Termasuk saat ia ditawan di istana Fostiarus dan jatuh cinta pada Alexander.
****
Seorang pria menarik nya keluar dari danau, orang itu tak lain adalah Daniel. Leticia tak sadarkan diri, seluruh badannya basah kuyup.
" nona ! nona tolong bangunlah !" seru Daniel panik " Bagaimana ini? bisa mati aku, kalau terjadi sesuatu pada nona! Baginda Raja bisa membunuhku !"
Daniel meminta maaf pada Leticia, lalu menekan nekan dada wanita itu. Dengan maksud memberikan pertolongan pada wanita itu. Daniel melakukan nya berulang kali, tapi Leticia belum menunjukkan tanda tanda dia akan sadar.
" Bagaimana ini? masa aku harus memberikan napas buatan? yang mulia bisa marah kalau aku menyentuh nona ! " Daniel kebingungan
Ditengah tengah kebingungan itu Gustaf dan Will datang kesana. Mereka menghampiri Leticia dan Daniel.
" Pangeran ! kenapa anda ada disini?!" tanya Daniel waspada
" Apa yang terjadi dengannya? kau mau memperkosa nya ya? " tanya Gustaf menuduh
" A..Apa? " Daniel kaget
" Yang mulia seperti nya nona Leticia habis tenggelam " kata Will berpendapat
Gustaf mendekati Leticia yang jatuh pingsan, Daniel menghalangi langkah Gustaf.
" Saya tidak akan membiarkan pangeran Gustaf mendekati nona !" seru Daniel
" Tapi.. kita tidak boleh menyentuh nona, yang mulia Raja bisa murka " kata Daniel
" Jadi kau lebih memilih dia mati? apa begitu?" tanya Gustaf heran
Gustaf mendorong Daniel hingga pria itu jatuh tersungkur ke tanah. Gustaf juga menyuruh Will untuk memegangi Daniel agar tidak pergi kemana-mana dan mengacaukan Gustaf yang akan memberikan pertolongan pada Leticia.
" Jangan macam-macam pangeran Gustaf ! kalau anda memang takut mati !' ujar Daniel sambil berteriak
" Haa.. kau bilang apa sih? bodoh " gumam Gustaf
Pria itu mendekatkan wajahnya ke wajah Leticia yang masih terpejam. Ia bermaksud memberikan napas buatan. Hati pangeran Gustaf berdebar debar saat ia mendekati Leticia. Ia sudah mencondongkan wajahnya dan bersiap-siap memberi napas buatan.
" Tidak !! jangan lakukan itu pada nona ! nona masih suci !!" teriak Daniel sedih
" Apaan kau ini? memangnya pangeran mau melakukan apa? dasar kau mesum lebay " kata Will heran
Saat jarak antara kedua bibir itu tinggal satu senti, tiba-tiba saja ...
PWAH
BYURR..
" PFutt.. HAHAHA " Daniel tertawa melihat pemandangan yang terjadi di depannya itu. Will yang juga melihatnya hanya bisa menahan tawa, sepertinya karena ia takut kena marah oleh Gustaf.
Dalam hatinya, Daniel bersyukur karena Leticia tidak jadi dicium oleh Gustaf.
" Ohok OHok.." Leticia terbangun lalu batuk-batuk, dari mulutnya mengeluarkan air.
Sementara itu Gustaf mengelap wajahnya yang basah karena semburan air dari mulut Leticia.
" Astaga, sial sekali. Bukannya dapat ciuman, malah dapat semburan " gerutu Gustaf kesal
" Kenapa kau ada disini pria gila?" tanya Leticia yang kaget begitu menyadari bahwa wajah Gustaf sangat dekat dengannya.
" Pria gila? apa kau sudah ingat semuanya?" tanya Gustaf yang langsung peka
" Kau.. apa kau yang mendorong ku ke danau?" tanya Leticia marah
" Aku tidak, bukan aku " jawab Gustaf
Kenapa dia tiba-tiba menuduhku?
" Aku akan menemui Lex, aku akan mengurus mu nanti !" seru Leticia sambil berdiri dan menunjuk ke wajah Gustaf
" Nona ! syukurlah nona masih hidup !" seru Daniel senang
" Ya, aku juga senang. Lama tidak bertemu ya tuan Daniel " kata Leticia menyapa
" Nona syukurlah nona kembali !" seru Daniel lega
" Iya hehe " Leticia nyengir
Daniel membantunya berdiri dan memapahnya, untuk segera kembali ke istana. Tanpa mereka sadari, Vivian ada disana dan terlihat kesal melihat Leticia baik baik saja.
" Tuan Daniel, ayo kita kembali ke istana. "
" iya nona, ayo. Yang mulia pasti senang " kata Daniel tak sabar
Tak sengaja Leticia tersandung batu dan terjatuh ke atas badan Gustaf. Gustaf menahan Leticia dan mereka terjatuh bersama-sama. Namun, hal mencengangkan kembali terjadi di depan mata Daniel dan Will.
" Y..yang mulia.. " Will terbata-bata
" No..nona .." Daniel kaget
Kedua bibir Leticia dan Gustaf akhirnya bertemu. Mereka terlihat seperti sedang berciuman.
Apa yang kulakukan?. Leticia berusaha beranjak dari tubuh Gustaf.
Namun, Gustaf dengan sengaja memeluknya semakin erat dan mencium bibir wanita itu. Gustaf terlihat senang dan puas karena sudah berhasil mencium paksa wanita itu.
Hmph...
Hmph...
Brengsek. batin Leticia marah.
Leticia memberontak dan memukul mukul badan Gustaf.
" Hey ! lepaskan nona !" teriak Daniel
KRAK
Sebuah sinar merah terlihat dari belakang Leticia dan Gustaf yang sedang berciuman. Sinar merah itu lalu melempar Gustaf jauh dari Leticia.
WUSH
" Argh !!" rintih Gustaf yang kesakitan karena terlempar ke pohon
" Seperti nya aku terlalu lembut padamu ya paman " Alexander mempersiapkan kuda kudanya untuk menyerang.
Daniel, Leticia dan Will melihat mata Alexander yang merah menyala. Seperti nya si Raja tiran itu akan mengamuk.
" Brengsek " gumam Alexander marah
SLING
SLING
BUK
BRAK
KRAK
Kali ini Alexander melancarkan serangan nya pada Gustaf dengan serius. Tanpa memberikan celah dan jeda kepada pamannya itu untuk melawannya.
Gustaf sudah berdarah-darah dan tubuhnya penuh dengan luka-luka. Leticia mulai iba melihatnya, William juga berusaha menolong Gustaf yang sudah terluka parah.
" Mati kau !" seru Alexander.
Tangan Alexander mengeluarkan cahaya merah yang bersiap untuk menyerang Gustaf. Padahal pangeran itu sudah kewalahan dengan serangan bertubi-tubi dari keponakan nya itu.
" Lex ! hentikan ! Lex !! Alexander ! " seru Leticia
Saat mulut wanita itu mengucapkan dan memanggil nama panggilan nya, Alexander terpana dan menghentikan serangannya pada Gustaf. Kaki nya melangkah mendekati Leticia yang tersenyum padanya.
" Kau panggil aku apa?" tanya Alexander ragu
" Lex.. aku memanggilmu Lex " jawab Leticia
Kedua tangan kekar Alexander membelai pipi lembut Leticia. Wanita itu meneteskan air mata dan menggenggam tangan Alexander dengan lembut.
" Kau sudah ingat semuanya ?" tanya Alexander sekali lagi
" Aku ingat semuanya, dasar kau tiran psikopat !" seru Leticia
" Ternyata benar.. " Alexander memeluk Leticia dengan erat, ia sangat bahagia.
GREP
" Aku senang sekali, ini lebih membahagiakan daripada aku menang di medan pertempuran ! Aku kira kau tidak akan kembali ingat padaku.. " gumam Alexander merasa lega.
" Meskipun aku tidak ingat padamu, tapi hatiku tetap mencintai mu. Dan itu akan tetap sama " kata Leticia tulus dan memeluk Alexander dengan erat.
Dari belakang mereka, ada beberapa orang yang tidak menyukai pemandangan itu. Yaitu Darren dan Gustaf.
" Tisha, dia benar-benar masih hidup?" gumam Darren tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Sementara itu Gustaf terlihat patah hatinya, ia melihat Leticia berpelukan mesra dengan Alexander..
" Padahal aku sudah berkali-kali melihat adegan ini, tapi tetap saja aku merasa sedih. " gumam Gustaf sambil tersenyum pahit.
...----****----...