Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran

Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran
Bab 74. Permainan Takdir


.


.


Leticia terlihat panik karena kebingungan, karena ia berada di dalam tubuh orang lain. Dan ada orang yang mengaku sebagai ayahnya.


Jadi, rupanya aku masih hidup? dan sekarang aku berada di dalam tubuh gadis cantik ini? aku harus menganggap ini keberuntungan atau apa ya?


" Nak, apa kau baik-baik saja?" tanya pak Efrat


" Aku baik-baik saja tuan, maksud ku pak. " jawab Leticia bingung


" Kau pasti masih bingung karena habis jatuh dari tebing. Syukurlah kau selamat, nak.. ayah tidak tau apa yang harus ayah lakukan bila ayah kehilangan mu juga...hiks " Pak Efrat menangis


Kelihatannya bapak ini sangat menyayangi anaknya, tapi sepertinya anak nya sudah meninggal dan digantikan oleh ku. Baiklah kalau begitu, mungkin saja ini takdirku untuk hidup kembali menjadi gadis ini. Aku akan menjadi anaknya.


" Maaf sepertinya aku tidak ingat semuanya, aku bahkan tidak tau siapa namaku " kata Leticia sedih


" Namamu adalah Elena, dan kau adalah putriku " jawab Pak Efrat sambil tersenyum


" Oh begitu ya, tapi kenapa aku merasa kalau kita tidak mirip ya?" tanya Leticia bingung.


" Ka..karena kau mirip dengan ibumu " jawab Pak Efrat


Saat itulah niat baik Leticia yang berperan sebagai anak pak Efrat, di manfaatkan baik oleh pria jahat itu. Leticia disuruh melakukan pekerjaan di sebuah restoran milik Abraham, bahkan tak jarang juga ia di goda oleh para pria yang ada disana.


Tapi, memang dasar pria licik ! Efrat selalu berusaha terlihat baik di depan Leticia dengan menolong nya dari para pria hidung belang itu agar Leticia semakin menurut padanya.


" Jual saja putrimu padaku, kau akan kaya Efrat !" seru seorang pria sambil tersenyum


" Benar sekali, sayang kalau kecantikan putrimu hanya disimpan di dalam rumah. Tubuhnya juga lumayan " kata seorang pria tua sambil memegang tangan Leticia.


" Tolong jangan kurang ajar, tuan !" seru Leticia marah


" Tenanglah adik manis, jangan galak-galak. "pria tua itu menyentuh pipi Leticia.


Pria-pria brengsek ini selalu menggangguku setiap hari, tapi hari ini mereka sudah keterlaluan.


" Brengsek ! beraninya kau bicara tentang putriku seperti itu !" Pak Efrat memukul pria yang menghina Leticia.


BUK


BRAK


Terjadilah perkelahian antara Efrat dan ketiga pria yang menggoda Leticia di restoran itu. Sementara Abraham, si pemilik restoran itu hanya diam dan menyaksikan dengan santai perkelahian itu.


" Ckckck.. ini hampir terlihat seperti sungguhan, akting Efrat benar-benar bagus " gumam Abraham sambil meminum sampanye nya.


Tak lama kemudian, Leticia menghampiri Abraham dengan maksud meminta pertolongan. Agar melerai perkelahian itu, karena ayah nya sudah terluka parah. Akhirnya Abraham turun tangan dan menyuruh para anak buahnya untuk menghentikan perkelahian Efrat dan ketiga pria yang mengganggu Leticia.


Dari kejauhan, terlihat Gloria yang sedang melihat pemandangan itu.


" Ini lah harga yang harus dibayar karena memanggil seseorang dari kematian. Baginda Raja, anda harus berusaha sendiri untuk menemukan gadis pujaan mu. Peranku hanya sampai disini " gumam Gloria sambil tersenyum pahit.


Ini permainan takdir. Jika benar takdir nya adalah denganmu, maka dia akan kembali denganmu.


Wush


Wanita tua itu menghilang begitu saja setelah melihat Leticia yang berada di dalam restoran. Leticia merasakan ada seseorang yang memperhatikan nya dari luar restoran, tapi ia tidak melihat siapapun disana.


🍂🍂🍂


Sementara itu Alexander yang sudah resah dan gelisah menunggu kabar dari Gloria, merasa kesal karena wanita tua itu tidak muncul juga.


Sebaliknya ia malah merasakan kalau sihirnya menangkap sesuatu dari kalung yang pernah ia berikan pada Leticia.


Zzzrrrr..


Sebuah cahaya muncul secara tiba-tiba di depan Alexander, seperti sinyal yang mendeteksi sesuatu.


" Getaran apa ini? kenapa sihir nya bereaksi pada kalungnya? apa jangan-jangan.. perkataan si penyihir tua itu benar. Kalung yang aku berikan pada nya, hanya bereaksi kalau ada kehidupan di di sekitarnya. Apa benar.. Leticia.." Alexander tersenyum dan sudah berharap bahwa Leticia memang masih hidup dan akan kembali padanya.


Drap


Drap


Drap


Alexander berlari keluar dari tendanya seperti bersiap-siap akan pergi. Sir Carl dan para kstaria nya melihat Alexander yang tergesa-gesa akan sesuatu.


" Yang mulia anda mau kemana malam-malam begini?" tanya Sir Carl


" Mulai sekarang kita akan kembali ke Fostiarus. Bersiaplah !" ujar Alexander tegas


Aku harus memastikan nya sendiri, apa benar ini bukan hanya harapan kosong ku saja?


Sir Carl dan para kstaria sangat senang mendengar mereka akan kembali ke kerajaan Fostiarus, karena mereka sudah berada lama di medan perang. Mereka senang karena akan segera bertemu dengan keluarga mereka masing-masing.


Sementara itu, Alexander menggunakan sihir teleportasi nya agar lebih cepat kembali ke istana.


SLING


WUSH


Raja tiran itu sampai di ruang kerja nya, ia melihat Daniel yang sedang berbicara dengan seorang kstaria bayangan Alexander.


" Apa yang kalian bicarakan dengan serius begitu?" tanya Alexander.


Daniel dan kstaria bayangan yang bernama Andre itu kaget saat melihat Alexander tiba-tiba sudah muncul di depan mereka. Dengan tatapan bertanya tanya, kenapa Alexander sudah kembali? bukankah dia harusnya berada di medan perang 2 bulan lagi?


" Salam yang mulia " Daniel dan Andre memberi hormat pada Alexander.


" Ada apa dengan wajah kalian? seperti habis melihat setan saja?" tanya Alexander datar


" Tidak yang mulia.. bukan begitu.. " Andre gugup


" kami hanya sedang membicarakan sesuatu saja hehe " jawab Daniel canggung


" Apa aku boleh tau apa itu?"tanya Alexander penasaran


" Sebenarnya ini ada hubungannya dengan kalung dan cincin miliki nona Leticia.." jawab Daniel


" Apa?! katakan yang jelas Daniel?" tanya Alexander kaget


Andre menjelaskan bahwa ia menemukan di pasar kota ada yang menjual kalung dan cincin bunga matahari, yang terbuat dari permata terbaik. Dan menurut dugaannya, itu adalah milik nona Leticia yang sudah tiada. Alexander kaget mendengar nya, pantas saja pria itu merasakan ada getaran dan tanda kehidupan dari kalung itu.


" Daniel, kita harus menggali makam Leticia ! sekarang !"


" Yang mulia, tapi ini sudah malam. Kenapa kita tidak lakukan besok saja ?" tanya Daniel membujuk


" Sekarang JUGA DANIEL !!" teriak Alexander sambil memelototi Daniel dan Andre.


Kedua pria itu gemetaran dan ketakutan. Pada akhirnya mereka menuruti perintah Raja Fostiarus itu. Mereka bertiga pergi ke makam Leticia yang berada di atas bukit indah, dan terletak di kerajaan Fostiarus.


Alexander menatap nisan yang ada disana, ia berharap bahwa Leticia benar-benar masih hidup.


Tak lama kemudian, Daniel dan Andre yang sudah berhasil menggali makam Leticia. Mengangkat peti mati nya ke depan Alexander.


Deg


Deg


Alexander merasakan debaran yang kuat dari dalam dirinya, dengan hati bergetar ia membuka sendiri peti mati kekasihnya itu. Ia terkejut saat melihat peti mati itu kosong.


" Hah??! " Andre dan Daniel tercengang melihat peti mati yang kosong itu.


" Yang mulia! nona Leticia tidak ada disini !" seru Daniel kaget


" Kelihatannya ada seseorang yang menggali makam ini " kata Andre yakin


Leticia, dimanakah dirimu? apa kau benar-benar masih hidup? ini bukan mimpi ku kan?


" Tuan Daniel, kenapa yang mulia diam saja?" tanya Andre heran


" Yang mulia pasti sangat kaget sampai tidak bisa bicara " jawab Daniel cemas melihat Alexander yang diam saja.


Kemana mayat nona Leticia? siapa yang membawanya? apa pencuri benda berharga membawa mayatnya? tapi kenapa? bukankah mayat berusia 2 tahun itu sudah pasti membusuk. batin Daniel berfikir


" Kemana kalung itu dijual?" tanya Alexander.


" Aku tanya, dimana kalung dan cincin matahari itu???!! " teriak Alexander tak sabar


" Ada disebuah toko perhiasan di kota, yang mulia " jawab Andre


" Antar aku kesana sekarang !" ujar Alexander


" Maafkan saya yang mulia kalau sekarang seperti nya tidak bisa, karena toko perhiasan nya pasti sudah tutup " terang Andre


SRAT


" Yang mulia !" seru Daniel dan Andre kaget saat Alexander mengarahkan pedangnya ke arah Andre


" Antar aku ke toko perhiasan itu sekarang, atau kau mati !" seru Alexander marah


" Ba..baik yang mulia " jawab Andre ketakutan.


Tengah malam itu, mereka pergi ke toko perhiasan yang sudah tutup. Alexander yang keras kepala, walaupun melihat toko nya tutup, ia mendatangi rumah si pemilik toko perhiasan.


Tok


Tok


Tok


" siapa sih yang datang malam-malam begini? tidak sopan sekali " gerutu tuan Abas( pemilik toko perhiasan )


KLAK


Tuan Abas sangat terkejut melihat Alexander sudah berdiri di depannya dengan tatapan tajam. Ia langsung berlutut memberi hormat kepada Raja nya itu.


" Ya.. yang mulia.. selamat malam " Tuan Abas menyapa Raja dengan gemetaran dan ketakutan


Kenapa Baginda Raja tiba-tiba datang kemari? ada apa ini?


" Boleh aku masuk? ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan padamu " tanya Alexander sopan


Aku harus mencari tau dimana keberadaan nya, tidak peduli berapa banyak waktu yang dihabiskan. Harus ku pastikan sendiri.


Kenapa yang mulia tiba-tiba bersikap sopan seperti ini? . batin Daniel dan Andre kaget


" Si..silahkan masuk yang mulia " Tuan Abas mempersilahkan Raja Alexander dan kedua orang nya itu masuk ke dalam rumahnya.


Alexander duduk di kursi, istri tuan Abas menyajikan teh hangat untuk tamu nya itu.


" Ma.. maaf yang mulia, apa saya melakukan kesalahan?" tanya tuan Abas


" Tidak, aku kemari hanya ingin menanyakan sesuatu. Apakah ada seseorang yang menjual kalung dan cincin matahari disini ? " tanya Alexander langsung pada intinya


" Ada yang mulia "


" Aku ingin melihatnya, perlihatkan padaku !" seru Alexander.


Tuan Abas mengambil cincin dan kalung matahari yang dimaksud oleh Alexander. Raja itu tersenyum karena mungkin harapan nya tentang Leticia, itu benar-benar terjadi. Ia memegang kalung dan cincin itu.


" Kalau boleh saya tau kenapa yang mulia menanyakan kalung dan cincin ini?" tanya tuan Abas


" Karena kalung dan cincin ini adalah milik nya. " jawab Alexander


" Apa maksud yang mulia?"


" Katakan, siapa yang menjual kalung dan cincin ini? lalu dimana tempat tinggalnya?" tanya Alexander tegas


" I..itu.. "


Tuan Abas menjelaskan bahwa seorang pria yang tinggal di daerah gunung, bernama Efrat yang telah menjual perhiasan itu. Ia juga membawa seorang gadis berambut perak bersamanya. Alexander, Daniel dan Andre kaget mendengar keterangan dari tuan Abas tentang wanita itu.


" Itu pasti dia.. dia benar-benar masih hidup " Alexander menggenggam kalungnya dengan erat.


" Yang mulia, bisa saja wanita itu adalah penipu seperti yang sebelumnya. " kata Daniel sedih


" Bukankah kau harus memastikan nya dulu sebelum bicara sembarangan Daniel??!" tanya Alexander sinis


" Saya minta maaf yang mulia, saya akan mencari pria itu ke gunung bersama tuan Andre. Lebih baik anda kembali dulu ke istana " kata Daniel


" Baik, aku tunggu kabar dari kalian. "


🍂🍂🍂


Pagi itu, Leticia terbangun dan sudah ada di sebuah tempat yang terasa asing baginya. Tercium aroma parfum yang menyengat dimana-mana. Wanita itu dalam kondisi terikat, matanya juga ditutup oleh kain.


Dimana aku? kenapa aku diikat seperti ini? dan mataku?


" Hey nona, apa kau sudah bangun?"


Suara seorang wanita? siapa dia?


Wanita itu membuka kain yang menutupi mata Leticia. Dandanan wanita itu terlihat menor, Leticia kaget dengan situasi yang asing baginya.


" Si..siapa kau?" tanya Leticia terpana


" ternyata benar, kau sangat cantik. Tenang saja, dengan kecantikan mu itu kau pasti akan jadi primadona di tempat ku ini. Para pria pasti akan mengantri untuk tidur denganmu " Bella memegang rambut Leticia yang halus.


" Apa.. apa maksudmu?!! " teriak Leticia panik


" Ayahmu sudah menjual mu padaku. Jadi, sekarang kau adalah milikku. " kata Bella sambil tersenyum


Tidak mungkin, ayah tidak akan melakukan itu. Kenapa dia menjual ku? Ngomong ngomong, ini seperti tempat pelacuran.


" Kau pasti kaget ya? tenang saja, kau akan dapat banyak uang disini. Akan ku pastikan kau hidup bahagia " Bella tersenyum senang


" Ti.. tidak !! lepaskan aku ! aku tidak mau berada disini !!" teriak Leticia memberontak


" Kalau sudah masuk kemari, tidak akan ada seorang pun yang bisa membebaskan mu dari sini " Bella tersenyum sinis.


Bella si nyonya germo itu menyuruh para wanita lainnya untuk memakaikan Leticia baju yang bagus dan seksi, lalu merias wajahnya juga.


🔥🔥🔥


Sementara itu, Efrat dan Abraham di bawa secara paksa ke istana Fostiarus untuk di interogasi oleh Alexander secara langsung.


" Yang mulia Raja, kenapa anda menangkap kami? kami salah apa?" tanya Efrat bingung


" Salah apa? kalian kan sudah menggali makam tunangan yang mulia Raja ! itu adalah dosa yang tidak termaafkan !" teriak Daniel kesal


" A..Apa? tunangan yang mulia Raja?" tanya Abraham yang juga terkejut


" Jadi gadis berambut perak itu, adalah tunangan Baginda ?"


" Benar, dia masih hidup kan? ku dengar kau berpura-pura menjadi ayah palsunya. Dimana dia sekarang?" Alexander mengeluarkan cahaya merah dari tubuhnya sambil tersenyum sinis


Celaka ! aku sama sekali tidak tau kalau gadis yang kugali itu adalah tunangan yang mulia Raja. Matilah aku !


Abraham dan Efrat ketakutan untuk mengatakan yang sebenarnya dimana keberadaan Leticia. Mereka takut tidak akan diampuni nyawanya, jadi mereka pun bungkam.


" Kalian tidak mau bicara ya?" tanya Andre sambil mencambuk kedua pria itu berkali-kali.


CEPRET


CEPRET


" Am.. ampuni kami yang mulia !! saya mohon " kata Efrat memohon.


" Benar, tolong ampuni kami. Kami hanya penggali makam yang suka mencuri harta nya. Kami tidak bermaksud untuk mencelakai tunangan yang mulia " terang Abraham dengan tubuh yang gemetaran.


" Katakan yang sebenarnya, dimana gadis itu?" tanya Alexander dingin


" Sa..saya sudah.. kami sudah..."


" katakan yang jelas !" teriak Alexander


" kami sudah menjual gadis itu ke tempat pelacuran di perbatasan .."


" APA?!!!"


...---***---...