
...****...
Alexander menahan dirinya yang ingin bercinta dengan wanita itu. Ia menghentikan segala aktivitas nya, dan bersiap-siap mengantar kembali Leticia ke Ilios, walaupun sebenarnya ia tidak mau melakukan itu.
" PFutt.. haha.."
" Memangnya ada yang lucu ya sampai kau tertawa seperti itu?" tanya Alexander heran
" yang mulia ini mau pergi kemana sih? berpakaian sangat rapi seperti ini.. kau seperti akan menghadiri acara penting saja ?" tanya Leticia yang heran melihat Alexander berpakaian sangat rapi dan tidak seperti biasanya.
" Mana bisa aku berpenampilan asal asalan, mengantarmu ke Ilios adalah salah satu tugas penting bagiku " jawab Alexander
" Tugas penting? "
" Bertemu dengan tantangan adalah tugas penting.."
" Tantangan?"
" Kakak mu kini adalah tantangan untukku " jawab Alexander tegas
" Dia seperti nya benar-benar serius ingin mendapatkan restu dari kakak, segitu inginnya dia bersamaku.. aku merasa sedikit terharu " batin Leticia senang, dan tanpa sadar ia tersenyum cerah
" Dia pasti merasa terharu, dan menganggap aku adalah pria yang keren. Ya, teruslah begitu.. teruslah tersenyum karena ku, karena dengan begitu aku akan bahagia " batin Alexander senang
Kedua sejoli yang sedang dimabuk asmara itu terhanyut dalam keadaan. Alexander memeluk dan mencium kening Leticia dengan mesra. Leticia tersenyum menerima perlakuan manis dari pria itu, yang tak pernah ia terima sebelumnya.
" Ternyata begini rasanya memiliki seseorang yang dicintai, memiliki seorang wanita yang bisa ku sentuh dengan bebas tanpa takut.. " kata Alexander lembut
" Pfut.. " Leticia menahan tawa sekuat tenaga
" Kenapa kau selalu menahan tawa seperti itu? apa kata kata dan tindakan ku ini tampak lucu bagimu?" tanya Alexander heran
" Hanya saja.. haha.. aku tidak terbiasa mendengar mu mengatakan hal hal manis seperti itu. Kau terdengar seperti orang mesum .. haha " Leticia tertawa lepas.
Namun, tawanya menghilang saat Alexander memeluknya semakin erat dan menggigit telinga wanita itu.
" Ack ! apa yang kau lakukan?" tanya Leticia marah
" Apa begini juga termasuk mesum? rasakan ! siapa suruh kau mengejek Raja ! kalau kau rakyat biasa, aku pasti sudah memenggal kepala mu itu.. bersyukur lah " kata Alexander merasa bangga dengan dirinya sendiri, ia berkacak pinggang dengan percaya diri
" Dasar.. jadi kau sedang pamer? percaya diri sekali .. baiklah aku sangat berterimakasih kepada yang mulia karena anda sudah membiarkan saya hidup " Leticia tersenyum
" Baiklah, kalau begitu mulai sekarang aku tidak akan berkata sesuatu yang membuatmu tertawa. Aku tidak mau jadi bahan lelucon mu " kata Alexander menggerutu sebal
" Kau sangat imut yang mulia, bahkan saat sedang cemberut seperti ini " gumam Leticia
" Jangan panggil aku imut ! aku tidak suka !" kata Alexander kesal
" Baiklah baiklah, aku minta maaf...hehe "
" Meskipun sifat pemarah nya itu masih ada, tapi ia menjadi lembut padaku. Jadi begini rasanya dicintai setulus hati, jadi begini rasanya diperjuangkan, tanpa kebohongan.." batin Leticia senang
Tok
Tok
Tok
" Yang mulia ! maaf menganggu sebentar " ujar Daniel
" Ada apa Daniel?" tanya Alexander
" Sebenarnya kami ada perlu dengan tuan putri " jawab Daniel
" Kami?" gumam Leticia bingung
Ternyata Daniel memanggil Leticia yang sedang ada di kamar Raja itu karena kepala pelayan dan teman teman nya di istana ingin menemuinya. Alexander pun memberi izin pada Leticia untuk berbincang sebentar dengan kepala pelayan dan teman temannya sebelum kembali ke Ilios.
" Nona Leticia ! bagaimana keadaan mu? apa kau baik-baik saja?" tanya Rita cemas sambil memeluk Leticia dengan gemas
" Ternyata aku masih disambut baik disini ya hehe " kata Leticia sambil tersenyum ceria
" Tentu saja, bagaimana kami tidak menyambut mu. Kami senang kau ada disini, apa kau akan selamanya disini?" tanya Mira berharap
" Selamanya saja ya, apa kau tau yang mulia sering marah-marah dan tidak bisa tidur karena tidak ada dirimu " kata Rita berbisik
" Apa begitu?" Leticia kaget mendengar nya
" Meskipun tidak bisa tidur, dia masih kelihatan tampan tampan saja tuh " batin Leticia sambil melihat ke arah Alexander yang sedang mengobrol dengan Daniel dan beberapa penjaga istana.
Disisi lain, Alexander terlihat kesal saat Leticia berbicara dan tersenyum kepada teman-teman nya juga kepada para pengawal. Padahal gadis itu hanya bersikap ramah saja, bukan bermaksud tebar pesona.
" kenapa dia harus tersenyum seperti itu pada orang lain? aku harus cepat cepat mengikatnya lalu mengurung nya disini, jangan sampai dia berkeliaran di luar dan memasang senyuman seperti itu pada pria lain !" batin Alexander cemburu
" Cih menyebalkan " gerutu Alexander kesal
" Yang mulia, jangan marah. Mereka hanya sedang mengobrol saja " kata Daniel menenangkan
" yang jomblo diam saja! kau sama sekali tidak mengerti perasaan ku " kata Alexander ketus
" mentang mentang cintanya sudah diterima, yang mulia Raja semakin sombong saja. Haa..dasar raja bucin, rasakan itu .." gumam Daniel sebal
" Hey, kau mengatakan sesuatu? apa kau memaki ku lagi?" tanya Alexander
" Haha.. mana berani saya begitu, saya cuma bilang kalau yang mulia Raja sangat cocok dengan tuan putri...kalian pasangan yang serasi " Daniel nyengir
" Kau punya mata yang bagus juga ya. Bonus bulan ini dinaikkan " kata Alexander senang
" Benarkah? ah.. yang mulia memang sangat baik hati.. huhu bonus.. yeah.. yeah bonus " kata Daniel senang
" aku harus sering-sering memuji kisah cinta yang mulia biar aku dapat bonus lagi. " batin Daniel bahagia
" Lalu kau harus bilang apa ?" tanya Alexander menanti jawaban
" Terimakasih banyak yang mulia.." kata Daniel yang langsung mengerti kalau soal bonus
" Oh ya Daniel, kau pernah bilang kalau orang-orang biasanya akan pergi berkencan saat mereka menjalin hubungan. Lalu, apa saja yang biasanya dilakukan para pasangan saat kencan?" tanya Alexander polos
" Ya, aku hampir lupa kalau Raja ku ini sangat polos dalam hal percintaan. Namanya juga pohon tua ribuan tahun yang baru berbuah, nilanya 1 dari 10 dia mungkin dia hanya dapat 2, itu pun dari sikap bucin nya saja. Ckckck menyedihkan, walaupun aku jomblo yang tidak berpengalaman, tapi aku jomblo berkualitas ! aku harus membantu yang mulia, demi kesuksesan masa depanku, uang, bonus, emas , kebahagiaan yang hakiki .." batin Daniel berkhayal
" Daniel, kenapa kau malah melamun?" tanya Alexander tajam
" Begini yang mulia, saya akan memberi tau tentang kencan..." Daniel tersenyum cerah
Daniel berbisik-bisik pada Alexander, pria itu hanya manggut-manggut saja mengiyakan perkataan Daniel. Dan terakhir, Raja itu terlihat kaget dengan apa yang dikatakan Daniel.
Beberapa menit kemudian..
" Kenapa kita naik kereta? aku harus segera sampai di Ilios " tanya Leticia heran
" Kakak dan pangeran Darren pasti mencari ku " batin Leticia
" Kan aku sudah bilang, sihir teleportasi ku tidak bisa dipakai karena beberapa hari terakhir ini aku sering menggunakan nya. "
" Kata Daniel, aku harus melakukan sebuah modus untuk menarik perhatian nya. Dan .. apakah benar dengan bohong seperti ini akan menarik perhatiannya ?" batin Alexander berfikir
" Memangnya itu bisa terjadi? apa kau tidak menjadi pria terkuat lagi?" tanya Leticia panik
" Mana mungkin, aku masih yang terkuat kok " jawab Alexander
" Lalu kenapa sihirmu tidak bisa dipakai? memangnya sihir mu ada limit nya ?" tanya Leticia heran
" limit? apa itu limit?" tanya Alexander
" Apa orang orang sini tidak mengenal kata limit?" gumam Leticia
" Terkadang aku merasa asing denganmu, aku merasa seolah olah kau dari dunia lain. Tapi sekarang aku mengerti kenapa kau begini, apa mungkin itu karena kepalamu terluka sangat parah? " tanya Alexander cemas
" Kepalaku terluka? kapan?"
" Saat kau mencoba bunuh diri dan kehilangan ingatanmu, aku dengar kepalamu terluka dan kau hampir mati " kata Alexander
" Ah ya, itu hari dimana aku tiba di dunia fantasi ini secara tidak masuk akal. Aku masuk ke dalam tubuh Leticia, dan diriku yang asli pasti sudah mati. " batin Leticia
" Bagaimana bisa kau mengakhiri hidupmu hanya karena pria bajingan seperti Duke Henry? tidak masuk akal, dia hanya punya tampan saja, "
" Iya itu benar, bagaimana bisa Leticia mengakhiri hidupnya karena pria sampah itu? aku juga tidak mengerti .." kata Leticia membenarkan
" Ya ampun, aku kan Leticia. Kenapa aku bilang begitu? " batin Leticia panik
" Maksudku bagaimana aku mengakhiri hidupku karena sampah seperti dia. Hehe.. sudahlah jangan dibahas lagi " kata Leticia sambil tersenyum
" Benar, buat apa kita membahas mantan mu yang seperti sampah itu. Sampah yang harusnya dibuang ke tempat sampah, tidak salah tindakan ku mengirimnya ke pedalaman " gumam Alexander sambil tersenyum menakutkan
" Haha.. "
" syukurlah sekarang aku bukan musuhnya, kalau aku masih musuhnya dia pasti akan menjadi musuh yang berat, hidup ku juga pasti tidak akan senang " batin Leticia
Alexander memberikan kembali kalung matahari yang sebelumnya pernah di buang oleh Leticia. Pria itu memakaikan kalung itu ke leher nya.
" Kalau aku melepas nya, apa yang akan terjadi?" tanya Leticia
" Kau akan mati kalau kau melepaskan nya lagi !' Alexander mengancam
" Baiklah baiklah, karena aku menyukai kalung ini jadi aku akan selalu memakainya. Itu bukan berarti karena aku suka pada mu, aku hanya suka kalungnya " kata Leticia sambil cemberut
" Ya ya, terserah " kata Alexander santai
" Kenapa aku bisa jatuh cinta dengan wanita cerewet seperti ini? haa.. apa ini daya tarik nya? karena dia cantik? karena dia cerewet? atau karena dia satu satunya wanita yang bisa ku sentuh tanpa merasa jijik " batin Alexander
BRAK
BRUK
" Ahh !!"
Kereta yang bergoyang-goyang membuat Leticia jatuh, untung saja Alexander menangkap tubuh mungil wanita itu agar ia tidak jatuh.
" Kau baik-baik saja?" tanya Alexander cemas
" Aku tidak apa apa yang mulia " jawab Leticia
" Sialan ! kusir nya cari mati ya, Daniel ! hentikan kereta nya!" teriak Alexander marah
" Ti.. tidak perlu.. kau jangan marah.." kata Leticia cemas melihat Alexander yang marah
Kereta dihentikan. Mereka berdua keluar dari kereta, Alexander terlihat memarahi pak kusir yang tidak becus menjalankan keretanya. Ternyata kereta itu mengalami sedikit kerusakan pada rodanya.
" Kau! dasar tidak becus !" Alexander mengeluarkan pedangnya dan mengangkat pedangnya ke arah pak kusir itu
" Ampuni saya yang mulia.. tolong .. saya punya 3 anak yang harus saya besarkan " kata pak kusir
" eits ! kau mau apa? kenapa kau melayangkan pedangmu seperti itu?" tanya Leticia sambil memegang tangan Alexander dan menahan pria itu dari kemarahan
" tentu saja membunuh, apa lagi ?" jawab Alexander
" Tidak perlu ! jangan membunuh lagi, aduh kau ini. Lagipula aku tidak apa apa " kata Leticia menenangkan
" Orang tidak becus harus di hukum "kata Alexander dingin
" Ya ya, aku tau. Tapi bukan begini caranya, sekarang turunkan pedangmu. " kata Leticia
" Tidak mau ! dia hampir saja mencelakai ku, mana bisa aku biarkan " Raja itu keras kepala
" Tidak boleh yang mulia, anda sudah berjanji. " kata Leticia cemberut
" Aku hanya berjanji tidak membunuh orang tidak bersalah, dia ini bersalah, jadi tidak apa kalau aku membunuhnya " kata Alexander santai
" Bagaimana bisa dia mengatakan bunuh dengan santai seperti itu?" batin Leticia heran
Tak ada pilihan lain selain cara ini
CUP
Leticia mencium pipi Alexander, dan membuat pria itu terkejut hingga menjatuhkan pedangnya. Daniel dan pak kusir itu kaget melihatnya, sampai mereka ternganga.
" Wow !!"
" Wah .."
PROK
PROK
PROK
Tanpa sadar kedua orang penonton itu bertepuk tangan melihat drama romantis yang baru saja terjadi.
" Leticia.. kau..." wajah Alexander jadi ngeblush, ia terlihat malu dan terpana.
" Dia mencium pipi ku?" batin Alexander senang
" Yang mulia, anda sudah tenang sekarang?" tahta Leticia sambil tersenyum ceria
" Ayolah, aku harap cara ini berhasil. Jika ini berhasil, maka aku adalah pawang mu secara resmi " batin Leticia berharap
Setelah melihat auranya kembali normal, Leticia menjadi tenang dan bernapas lega.
" Baiklah.. kali ini kau ku ampuni, tapi.. tidak ada lain ka..li.." kata Alexander gugup
" kenapa dia mendadak gugup? ini lucu sekali, sungguh pemandangan yang langka " batin Leticia merasa lucu
" Ternyata ide Daniel untuk naik kereta cukup bagus juga, jadi ini yang namanya modus. Aku jadi bisa menghabiskan waktu lebih lama dengannya " batin Alexander senang
" Terimakasih nona malaikat yang sudah menyelamatkan saya yang tua renta ini " kata Pak kusir dengan penuh rasa syukur, sambil menggenggam tangan Leticia.
" Tidak apa apa, anda tidak salah tuan " kata Leticia lembut
" Memang benar nona adalah reinkarnasi dari malaikat penjaga nyawa " kata Pak kusir
" Dan yang dibelakangnya adalah Malaikat pencabut nyawa " batin Pak kusir sambil menundukkan kepalanya saat melihat Alexander yang menatap nya dengan tatapan membunuh. Dengan cepat, si pak kusir itu melepaskan tangannya dari Leticia.
" Haha.. " Leticia tersenyum canggung
" Kyaaa !! "
Leticia kaget karena Alexander tiba-tiba menggendong nya, seperti gendongan putri. Kedua penonton itu kembali ternganga melihat pasangan yang belum lama jadian itu.
" Kau pasti lelah, aku akan menggendong mu ke dalam kereta " kata Alexander
" Tubuhnya ringan sekali, apa dia kekurangan makan?" batin Alexander yang merasa bahwa tubuh Leticia sangat ringan dibanding sebelum nya
" Kau harus banyak makan " gumam Alexander
" Kau tidak perlu melakukan ini, aku bisa berjalan sendiri kok " kata Leticia merasa canggung dengan tatapan Daniel dan Pak kusir.
" Bukankah kebucinan ini terlalu berlebihan?" batin Leticia heran
" Diam lah! atau aku akan melempar mu! kau sangat ringan, rasanya aku seperti menggendong balon saja. " kata Alexander kesal
" Baiklah, aku memang tidak bisa membantah psikopat tiran yang mendominasi ini " batin Leticia
TAP
TAP
Alexander dan Leticia kembali ke dalam kereta, mereka terlihat seperti pasangan pengantin baru di mata pak kusir dan Daniel.
" Apakah itu benar-benar yang mulia Raja? Raja kita?" tanya pak kusir tak percaya
" Ya begitulah, seperti yang kau lihat. Kita akan sering-sering melihat ini, jadi biasakan lah " kata Daniel sambil tersenyum
" Yang mulia benar-benar akan jadi budak cinta, di masa depan nanti. Baguslah, tidak sia sia pengorbanan ku yang selalu dimarahi ini. Aku tinggal tunggu bonus " batin Daniel bahagia
" Dunia serasa milik mereka berdua ya !" kata pak kusir tak percaya
" Hey ! kalian cepat jalankan keretanya! mau MATI ya !" teriak Alexander dari dalam kereta
" Baik yang mulia !! " kata Daniel dan Pak kusir terburu-buru
Mereka berdua tak percaya bahwa yang ada dihadapan mereka adalah Raja tiran, yang sering disebut iblis di medan perang bisa tunduk pada seorang gadis dan menjadi budak cinta.
Namun, dibalik kebahagiaan pasti ada saja tantangannya. Dan itu adalah sebuah gunung besar yang harus dilewati.
Tak terasa waktu berlalu, mereka sampai di negeri Ilios pada waktu sore. Leticia yang melihat kakak nya sedang berkuda di jalan, memberhentikan kereta yang ia tumpangi. Ia memanggil kakak nya, dan ternyata kakak nya itu sedang bersama Harold.
" Tisha ! kau dari mana saja?!" tanya Derrick cemas
" Aku ..."
Harold dan Derrick melihat Alexander dengan tatapan sinis dan penuh kebencian.
" Salam sir Derrick " kata Alexander menyapa dengan sopan dan menunduk
" sulit dipercaya sekarang musuhku sedang tunduk di depanku " kata Derrick penuh kebencian
" Mana bisa saya mengabaikan calon kakak ipar saya dimasa depan, karena itu mari kita berdamai saja " kata Alexander tegas
" Calon kakak ipar?" batin Derrick kesal
Keadaaan pun memanas diantara mereka yang hanya bertatap tatapan tanpa saling bicara, seperti ada aliran listrik di mata mereka. Leticia dan Harold juga merasakan hawa dingin disekitar mereka berdua.
" Tolonglah jangan begini, kalian .."
...---***---...