
...***...
" wah siapa itu gadis yang bersama dengan yang mulia Raja?" tanya bangsawan 1
" Eh tuan Marquez, anda tidak tahu? dia adalah putri dari negeri yang hancur, putri Leticia, putri bungsu dari Raja Edmund " kata bangsawan 2
" Benarkah? lalu kenapa yang mulia menggandeng tangannya seperti itu?" tanya bangsawan 3
" Apa mungkin yang mulia ingin mempermalukan nya lagi? seperti yang terjadi terakhir kali? bagaimana pun juga dia tidak lebih dari pelacur " gumam Marquez Randell sinis
Mendengar hal itu Michael terlihat tidak senang, ia merasa bahwa Leticia bukanlah orang seperti itu. Pria itu sampai menjatuhkan gelasnya karena kesal.
Leticia menatap kosong pada Alexander, namun pria itu malah senyum senyum.
" Bukankah ini tidak sopan, yang mulia?" tanya Leticia
" Apa nya?" tanya Alexander
" Anda tidak lihat para nona calon ratu itu? seharusnya anda menggandeng salah satu dari mereka dan bukannya menggandeng saya " jelas Leticia sebal
" Aku tidak peduli " kata Alexander
" Ya, benar juga. Sejak kapan anda peduli pada orang lain " kata Leticia
" Benar, karena aku RAJA. Aku bisa melakukan apapun yang ku mau "
" Saya tidak bisa menyangkalnya " kata Leticia mengakui
" Kau orang pertama. "
" Apa ?" tanya Leticia bingung
" Orang pertama yang berciuman dengan ku, adalah kau " jawab Alexander serius
" APA??!" Leticia kaget
" Hem.. Hem.. lupakan, hari ini aku tidak mau berdansa dengan mereka, jadi kau harus menjadi partner ku " kata Alexander
" Ta..tapi kenapa? mereka adalah calon ratu, saya tidak bisa " kata Leticia sambil melangkah pergi.
Alexander menarik tangan Leticia dan mereka dalam posisi berpelukan. Hal itu menimbulkan kericuhan para tamu yang hadir, terutama ketiga nona bangsawan kandidat calon ratu.
" Yang mulia..." Leticia gugup
" Pria ini lagi lagi bertindak sembarangan di hadapan orang banyak, ingin sekali aku menendang nya " batin Leticia kesal
" Aku akan mencium mu sekarang, kalau kau tidak mau menurut juga " kata Alexander
" Anda sudah gila ya ! ada banyak orang disini !" seru Leticia panik
" Seperti nya kau tidak mengindahkan perkara ku, baiklah.. " Pria itu mencondongkan wajahnya ke arah Leticia
" Iya iya ! saya akan menjadi partner anda ! jadi hentikan..!" ujar Leticia
" Nah, harusnya begini dari tadi "
" to..tolong lepaskan pelukan anda, ini sangat tidak nyaman " kata Leticia gugup
" Senang sekali menggodanya seperti ini, entah kenapa aku sangat terhibur hanya dengan melihat raut wajahnya " batin Alexander
" Baik "
Alunan musik bergema di aula kerajaan, Raja yang seharusnya menggandeng tangan salah satu nona bangsawan yang akan menjadi ratu nya dalam dansa pertamanya, tapi ia malah menggandeng Leticia yang bukan siapa siapa bagi orang lain. Tapi walaupun begitu tidak ada yang berani melawannya, karena mereka takut pada Raja dan aura yang ada pada pria hebat itu.
" Ah.. kau sengaja kan?" tanya Alexander kesal karena Leticia terus terusan menginjak kakinya
" Tidak, saya bilang kan saya tidak bisa berdansa " jawab Leticia santai
" Bohong ! kau sengaja mengerjai ku kan? karena tadi aku memaksamu?" tanya Alexander kesal
" Ya ampun, ada picik sekali yang mulia. Mana berani saya yang rendahan ini mengerjai yang mulia " kata Leticia sambil tersenyum
" Aku memang tidak bisa berdansa, di kehidupan sebelumnya aku tidak pernah belajar itu. Karena aku terlalu sibuk belajar dan bekerja " batin Leticia teringat kehidupan masa lalunya
" Hey ! kau menginjak ku lagi ! " Alexander marah seperti anak kecil, wajahnya cemberut.
" Pfutt.. Haha.. Melihat anda marah seperti anak anak begini, anda seperti manusia pada umumnya. " kata Leticia sambil tersenyum
" kenapa dia mengatakan hal itu? membuat ku berdebar lagi, apa ini adalah salah satu kelebihannya?" batin Alexander
" Aku baru tau kalau kau sangat pendendam " kata Alexander
"Saya tidak begitu tuh " kata Leticia
" Apa kau akan menerima pernyataan cintanya?"
" Siapa?"
" Pangeran dari Ilios itu.. apa kau menyukainya?" tanya Alexander serius
" Kenapa dia menanyakan ini? aneh sekali, kenapa juga tatapan matanya seperti itu? kan bisa membuat orang salah paham " batin Leticia bingung
" Lalu apa yang mulia menyukai wanita yang tidur bersama yang mulia?"
" A..apa?" Alex kaget
" Sudahlah lupakan, itu juga bukan urusanku. Tidak usah dijawab " kata Leticia acuh
" Aku tidak tidur dengannya, kau hanya salah paham. " kata Alex
" Apa ? aku salah paham?" tanya Leticia heran
" Kenapa dia menjelaskan nya padaku?" batin Leticia heran
" Iya, kau tau kan aku tidak bisa menyentuh wanita lain selain dirimu. Aku memiliki alergi jika aku menyentuh wanita lain, aku hanya bisa menyentuhmu. " kata Alex menjelaskan
" Dia bukan tipe orang yang akan menjelaskan seperti ini, kemana sikap arogan dan selalu ingin menangnya itu?" batin Leticia heran
" Ah iya.. " jawab Leticia
" Jawab iya saja deh biar cepat !"
" Kau tidak terdengar percaya padaku?"
" Apa saya harus mempercayai yang mulia?" tanya Leticia polos
" Tentu saja, aku benar-benar hanya bisa menyentuhmu. Jika kau tidak percaya, tanyakan pada Daniel !" seru Alex
" Kenapa dia menjadi begitu kekanakan?" batin Leticia heran
" Iya saya percaya pada yang mulia hehe "
" Kau masih terlihat ragu padaku?" tanya Alex kesal
" Saya tidak kok..."
" Memangnya penting ya kalau aku percaya atau tidak padanya?" batin Leticia bingung
Lagu dansanya sudah berakhir, Leticia melepaskan tangan raja itu dan segera pergi meninggalkan aula. Leticia merasa dirinya seperti Cinderella yang kabur dari pesta dansa, akan tetapi raja tidak mengejarnya.
Raja itu ingin menyusulnya akan tetapi ketiga nona bangsawan itu menghentikannya dan membuatnya sibuk.
" Yang mulia, saya mau berdansa dengan anda.." kata Gloria
" Dengan saya saja yang mulia " kata Liliana
" Kalian semua minggir lah, yang mulia akan berdansa denganku !" seru Vivian percaya diri
" Dasar wanita wanita menyebalkan,menjijikan. Kalau begini jadinya, aku tidak mau menikah " batin Alex sebal
Leticia ingin kembali ke kamarnya dan segera berganti pakaian, akan tetapi ia berpapasan dengan Michael di lorong menuju ke kamarnya. Leticia memberi salam pada Michael dengan ramah, pria itu mengajak Leticia berbicara. Dan gadis itu menyetujui nya.
" Ya ampun, apa ini sekarang adalah bagian dari pekerjaan ku juga ? mengikuti tuan putri? yang mulia raja itu hebat dalam segala hal tapi dia begitu bodoh dalam hal cinta. Kenapa tidak langsung bilang aku cinta kamu? jadilah milikku? atau menikahlah denganku. Kenapa yang mulia raja bertele tele sekali.. yang satu nya bodoh, yang satunya tidak peka. Pasangan yang serasi " gumam Daniel gemas
Daniel terkejut saat melihat Leticia sedang berdua bersama Michael dan mereka terlihat akrab. Pengawal setia Raja tiran itu mengawasi Leticia dan Michael diam-diam dari dekat untuk mendengar pembicaraan mereka.
" Haha.. anda bisa saja tuan Michael. Bagaimana pun juga saya bukanlah seorang putri lagi. Di istana ini saya hanya pelayan saja, bisa dibilang begitu " kata Leticia sambil tersenyum
" Tapi sebelumnya saya belum pernah melihat yang mulia raja berinsiatif memegang tangan wanita, saya begitu terkejut. Saya pikir kalian mungkin ada hubungan spesial " kata Michael
" Itu tidak benar. Dan tidak mungkin, karena seperti yang tuan Michael tau, kalau ayah saya mendiang Raja Edmund sudah membunuh semua keluarga Raja Alexander. Itu sebabnya yang mulia raja menahan saya disini sebagai tawanan " terang Leticia
" Ah itu tidak benar, yang mulia raja mungkin sudah tidak membenci anda tuan putri. Baginda, menyukai anda. Ternyata masih ada kesalahpahaman sebesar ini yang menjadi jarak di antara kalian " batin Daniel
" Maaf karena saya salah paham, saya mengerti sekarang apa alasan yang mulia raja membawa nona ke pesta dansa " kata Michael dengan nada iba
" Itu pasti untuk menunjukkan pada semua orang kalau nona Leticia tidak berharga dan menghancurkan harga dirinya dengan kata lain dipermalukan " batin Michael
" Sebenarnya aku tidak mengerti dengan sikap raja psikopat tiran itu. Dia membuatku bingung, apa dia masih membenciku? ataukah kebencian nya sudah menghilang?" batin Leticia bingung
Setelah selesai pesta penyambutan, Raja langsung mencari-cari Leticia dan bermaksud mengajak wanita itu makan malam bersama.
Wanita itu sedang ada di dapur dan ia melihat ke tiga calon kandidat ratu disana melihat wanita itu dengan sinis, karena Leticia tidak memberikan hormat untuk mereka bertiga.
" Nona, anda tidak perlu repot-repot pergi ke dapur. Saya akan segera mengantar makan malam untuk para nona " kata Anne sopan
" Tidak usah, kami disini ingin dilayani khusus oleh pelayan lain " kata Gloria
" Baiklah, saya akan memberikan 3 pelayan untuk melayani para nona " kata Anne ramah
" Tidak usah 3 pelayan, satu pelayan saja sudah cukup kok. " kata Liliana sambil melihat ke arah Leticia
" Yang mulia raja sudah merekomendasi kan satu pelayan yang masakan nya enak di istana ini, jadi kami secara khusus ingin melihatnya langsung " kata Vivian sambil tersenyum
" Melihat dari gerak gerik nya? mereka pasti merencanakan sesuatu " batin Leticia curiga
" Siapa nama pelayan itu nona Vivian?" tanya Anne
" namanya Leticia, disini ada kan?" tanya Gloria
" Maaf.. tapi, dia bukan pelayan " jawab Anne
" Oh apakah aku salah? tapi Baginda Raja sendiri yang merekomendasikan nya. Haruskah saya memberitahu kepada Baginda raja kalau pelayan disini sangat tidak sopan menjamu tamu?" kata Liliana sinis
" benarkah psikopat tiran itu yang mengatakan bahwa aku pelayan? jadi aku adalah pelayan di dalam pikirannya? bagus sekali, sekarang semuanya jadi jelas " batin Leticia kecewa
" Tapi nona.. tuan putri bukan pelayan " kata Carol
" beraninya kau menjawab kami! " seru Gloria marah dan hampir menampar Carol, tapi Leticia menahan tangannya.
" Bagus, bertambah lah orang orang yang akan membantuku menindas wanita jalang ini. " batin Vivian senang
" Mohon tenang nona, saya akan melayani kalian. Tapi kalian tidak boleh menyakiti siapapun yang ada disini " kata Leticia menatap tajam ke arah Gloria
" Cih, hanya pelayan rendahan saja beraninya bicara tidak sopan ya " kata Liliana sinis
" Kalau begitu, buatkan lah kami makanan yang enak ya. Kami tunggu di ruang makan " kata Vivian
" Baik, "
" Hey hey ! harus kau yang masak ya?" tanya Gloria sambil mendorong dorong badan Leticia. Wanita itu diam saja dan tak merespon, ia sedang malas meladeni ketiga wanita yang berniat menindas nya itu.
" Akan saya laksanakan "
Leticia memasak nasi goreng spesial untuk makan malam ke tiga nona bangsawan itu. Ia membawa makanan itu ke ruang makan. Gloria, Vivian dan Liliana takjub melihat makanan yang terlihat enak itu, tapi mereka sama sekali tidak memuji Leticia dan mengatakan bahwa makanannya tidak berkelas.
" Makanan apaan ini, cuihh " Vivian memuntahkan makanannya ke baju Leticia.
" kenapa kau memuntahkannya nona Vivian?" tanya Leticia kesal
" Kau panggil aku apa? KAU? kau pikir siapa bicara tidak formal denganku?" Vivian marah
" Maaf, saya salah bicara. Habisnya, anda sembarangan memuntahkan makanan yang sudah saya buat " jawab Leticia datar
" Cuih.. ini benar-benar tidak enak " kata Liliana sambil memuntahkan makanan yang ada di mulutnya ke tangan Leticia. Padahal makanan itu masih panas.
" Mereka pasti sengaja memprovokasi ku. Mereka mirip nyonya nyonya menyebalkan yang ada di dalam drama," batin Leticia kesal
" Kalau kalian tidak mau makanannya, kenapa harus memuntahkan nya? lebih baik buang saja makanannya. " kata Leticia datar
" Oh ya, benar. Dibuang saja ya? ke tempat sampah...." Gloria menumpahkan nasi goreng itu ke kepala Leticia sambil tersenyum puas.
Kini gadis itu berantakan dengan nasi goreng buatannya yang sudah ia buat dengan susah payah. Leticia masih bersabar dan menahan kekesalannya, tapi ia begitu marah saat Gloria mengatakan bahwa ia adalah tempat sampah. Meskipun ia tau bahwa memang para pelayan di dunia itu berhak dilakukan semena mena, tetap saja Leticia ingin keadilan.
" Cocok sekali denganmu, pelayan tidak sopan. Gadis murahan " kata Liliana sinis dan tajam
" Kalian benar-benar keterlaluan !" Teriak Leticia marah
" Haa.. apa kau mau melawan ? tidak takut pelayan kesayanganmu itu menanggung akibatnya lagi?" tanya Vivian mengancam
" tidak.. aku tidak bisa melibatkan Carol. Leticia yang asli berpesan padaku untuk selalu menjaga Carol " batin Leticia bingung
" Segera buat lagi makanan yang benar, jangan menyajikan sampah " kata Gloria sinis
" saya akan memasak lagi, mohon nona Gloria, nona Vivian dan nona Liliana menunggu sebentar " Leticia gemetaran dan menunduk menahan kekesalannya.
Carol dan Rita melihat Leticia diganggu oleh ketiga nona bangsawan itu, mereka merasa sangat kasihan pada Leticia.
" Bagaimana ini? tuan putri.. dia .." Carol menangis
" kita harus memberi tahu tuan Daniel ! " seru Rita tegas " Carol, sudah jangan menangis lagi.."
" Demi melindungi ku, tuan putri sampai seperti itu.." Carol sedih
***
30 menit kemudian..
Alex sedang membaca buku di perpustakaan, ia menyuruh Daniel mencari Leticia. Akan tetapi, Daniel juga lama tidak kembali. Ia kesal sekali.
" Kemana mereka berdua? lama sekali, aku sudah lapar " gumam Alex marah
tok tok tok
"Yang mulia !" suara yang familiar terdengar dari luar pintu perpustakaan
" Masuk saja Daniel "
Daniel masuk ke perpustakaan dengan terburu buru dengan membawa Carol dan Rita disisinya.
" Kenapa kalian ada disini? aku suruh kau panggil si kucing kecil, tapi kenapa kau malah membawa mereka?" tanya Alex kesal
" Mereka disini karena ingin melaporkan sesuatu pada Baginda " kata Daniel
" Apa ?"
Carol dan Rita berlutut di depan Alex dan memohon agar Alex menyelamatkan Leticia.
" Memangnya apa yang terjadi padanya?" tanya Alex
" tuan putri ditindas oleh para nona kandidat calon ratu, bahkan sampai memasak 3 kali untuk mereka. Tapi mereka malah menyiramkan makanan itu kepada tuan putri dan terus menyuruh tuan putri memasak " terang Rita
" APA?? mereka melakukan itu??!" Alex terlihat marah dan melempar buku yang ia pegang
" Beraninya mereka, cari mati " batin Alex kesal
Alex bisa mendengar suara tertawa dari ketiga nona bangsawan yang menindas Leticia. Ia masuk ke ruang makan itu dan terlihat marah melihat Leticia yang penampilannya berantakan, kotor sedang di permalukan oleh mereka bertiga.
" Hormat kami yang.. yang mulia " Gloria, Vivian dan Liliana langsung menunduk ketakutan melihat sorot mata Raja yang tajam pada mereka bertiga.
...---***---...