
🍂🍂🍂
Di kerajaan Brilla, semua nya sudah terkendali dan dalam keadaan aman. Bencana iblis sudah berakhir. Langit yang pada awalnya selalu mendung, akhirnya menunjukkan sinar mentari yang cerah.
Semua rakyat di seluruh negeri bersorak bahagia atas perginya bangsa iblis dari tanah mereka. Namun, tidak ada yang tau para iblis itu menghilang kemana, dan siapa yang membuat semua iblis itu menghilang dari bumi. Yang jelas, matahari sudah kembali menyinari negeri mereka.
Para rakyat sudah bisa kembali ke rumah mereka dengan perasaan lega dan aman. Sementara itu, rakyat dan prajurit yang berguguran dalam pertempuran iblis itu dikuburkan dengan layak, juga mendapatkan penghormatan.
Zayana, Derrick dan beberapa pasukan istana Brilla masih ada di pusat kota untuk membantu para penduduk disana yang terluka, dan lain-lain nya.
" Syukurlah, seperti nya semua nya sudah selesai. Leticia juga pasti sudah kembali dengan aman bukan, yang mulia?" tanya Zayana sambil tersenyum lega
" Iya benar, pasti Raja Alexander sudah membawanya kembali. Mereka pasti baik-baik saja. Ratuku, kembalilah ke istana lebih dulu dan kirimkan surat ke kerajaan Fostiarus. Aku akan berada disini sementara waktu "
" Baiklah yang mulia, aku akan kembali ke istana. Yang mulia jangan lupa makan dan istirahat, nanti aku akan kembali kemari "
" Tidak usah, kau membutuhkan istirahat setelah pertarungan besar. Aku ingin tubuhmu dalam keadaan sehat, agar aku bisa segara menaruh benih ku di dalam tubuhmu " Derrick tersenyum
" A-Apa? perkataan mesum macam apa itu?" Zayana melihat kesana kemari, takut ada seseorang yang mendengar Derrick.
" Mesum? istriku apa kau tidak mengerti apa maksud ku?" tanya Derrick sambil menatap istrinya itu
" Ya aku tau yang mulia, tapi kenapa kata-kata mu terdengar vulgar? " gumam Zayana sebal
Derrick memeluk dan mencium kening istrinya itu dengan mesra. CUP
" Yang mulia ! bagaimana jika ada yang melihat?!" Zayana kaget dan malu
" Mereka sedang sibuk sendiri, apa yang mau mereka lihat? nah sekarang kembali lah ke istana dan langsung saja beristirahat ya. " Derrick tersenyum
" Baiklah yang mulia " Zayana tersenyum cerah dengan perhatian suaminya itu.
Zayana kembali ke istana Brilla ditemani beberapa pasukan kerajaan, dan juga Carol yang sekarang sudah menjadi dayang pribadi Zayana.
Sesampainya di istana Zayana segera menulis surat untuk Raja Alexander, yang isinya menanyakan keadaaan di kerajaan Fostiarus, terutama keadaan Leticia.
*****
Istana Fostiarus
Tabib Erin menceritakan semua yang terjadi pada Alexander dan Leticia saat di dunia iblis, lebih tepatnya kastil Iblis.
Gustaf tak percaya bahwa Leticia akan mengatakan sesuatu yang menyakiti Alexander, lalu meninggalkan nya. Rasanya itu tidak mungkin, tabib Erin juga berfikiran hal yang sama dengannya.
" Ini tidak mungkin, apa mungkin Ratu berada dalam hipnotis?" tanya Gustaf
" Saya rasa tidak yang mulia pangeran, saya melihat yang mulia Ratu terlihat baik-baik saja. Tapi.. "
" Tapi apa?"
" Tapi saya melihat kedua mata milik Baginda Ratu yang sedih saat Baginda Ratu berkata kasar pada yang mulia Raja dan mengusirnya. Saya pikir, yang mulia Ratu sedang di ancam oleh Raja iblis " jelas Tabib Erin
" Diancam? itu bisa saja terjadi. Apa ancaman nya sehingga yang membuat Ratu sampai memutuskan berpisah dari Baginda Raja?" gumam Gustaf bingung
Pangeran kerajaan Fostiarus melihat Alexander yang masih tertidur karena sihirnya. Dan ia melihat Vivian yang membawakan makanan dan air minum untuk Alexander.
" Apapun yang kau lakukan, walaupun Ratu tidak ada disini, kau tidak akan bisa mengambil perhatian Raja. Lebih baik kau melupakan niat mu itu, nona Vivian " kata Gustaf sinis
" Ya, aku tau. Tapi setidaknya aku harus sedikit berusaha, bukan? dan aku juga tidak bisa diam saja melihat yang mulia Raja terbaring sakit. Ini pertama kalinya aku melihatnya seperti ini " Vivian melihat Alexander dengan tatapan sedih
" Usaha mu akan sia sia saja. Aku memberi mu saran lebih awal agar kau tidak terluka "
" Ahaha.. yang mulia tidak perlu repot-repot memberitahu ku. Aku tidak butuh perhatian dari yang mulia " Vivian melirik sinis pada Gustaf
" Cih, kau sangat percaya diri ya. Siapa yang perhatian padamu? aku hanya kasihan saja pada mu, dan Raja. Kenapa bisa ada wanita seperti mu yang menyukai Raja? dia sangat tidak beruntung " Gustaf mengejek Vivian dan sedikit tertawa
" APA?? kau sangat keterlaluan ya, yang mulia pangeran !" Vivian hendak memukul Gustaf yang mengejeknya.
Dengan cepat Gustaf menghindari Vivian, dan gadis itu oleng. " Aaahh !"
GREP
Melihat Vivian yang akan jatuh, Gustaf menarik dan melingkarkan tangannya di perut Vivian. Gustaf berakhir dengan memeluk Vivian dari belakang.
Situasi macam apa ini?
" Ke-kenapa kau pegang-pegang?!" Vivian langsung berdiri tegap dan terlihat gugup.
" Hanya yang mulia Raja yang boleh memelukku seperti barusan !"
" Cih, wanita ini otaknya benar-benar sudah rusak. Siapa juga yang mau memelukmu? aku hanya mencoba menolong mu, bukannya berterimakasih kau malah bertingkah seolah olah kau paling cantik "
" Apa?!" Vivian kesal
" Kuberi tahu ya, lagian yang mulia Raja juga tidak akan pernah mau memelukmu. Dan aku juga tidak " Gustaf tersenyum sinis
" Yang mulia pangeran benar-benar ya !!"
Merasa Vivian terlalu berisik, Gustaf menarik tangan wanita itu keluar dari kamar Alexander. Menyuruh agar wanita itu tidak masuk ke dalam kamar Alexander.
" Kenapa kau sangat ikut campur?! harusnya kau senang kalau aku mendekati Raja, jadi kau bisa dekat dengan wanita itu?"
" Mulutmu sangat menyebalkan ya, pertama aku sudah menyerah pada Ratu, kedua, aku tidak akan membiarkan kau dekat dengan Raja, ketiga, jangan memanggil Ratu dengan sebutan wanita itu kalau kau masih mau kepala mu tetap utuh. Meskipun Ratu sedang tidak ada disini, tapi dia tetaplah Ratu kerajaan ini !" Pria itu menatap tajam ke arah Vivian.
" Jaga mulutmu, lain kali aku tidak akan membiarkannya !" Gustaf mengancam
Menyebalkan sekali. batin Vivian kesal
" Kalian jaga kamar baginda Raja baik-baik, jangan biarkan orang sembarangan masuk ke dalam kamar Baginda. " ujar Gustaf pada para pengawal yang berjaga di depan kamar Alexander.
" Baik yang mulia pangeran " jawab para pengawal itu serempak.
" Ah dan tentu saja dari orang yang dibelakang ku ini " Gustaf melirik ke arah Vivian sambil tersenyum sinis
" Apa? hey ! anda benar-benar menyebalkan !"
****
.
.
Wabah, bencana iblis sudah diatasi. Senyuman rakyat pun mulai kembali, keadaan sudah mulai stabil. Ada yang bahagia dan ada yang juga yang sedang sedih. Ada yang bersama dan ada juga yang berpisah.
Tak terasa Leticia sudah berada 3 hari di dunia iblis yang artinya 3 Minggu di dunia manusia, dan hari itu adalah hari penobatan nya sebagai permaisuri iblis. Tak terasa Leticia
Wanita hamil itu menjalani hari-hari nya tanpa senyuman. Seringkali Lucifer memaksa nya untuk tersenyum dan Leticia dipaksa untuk melakukan apa yang diinginkan nya.
Jika Leticia menolak, Lucifer akan memukulnya atau mengikatnya, mengurungnya di kamar. Dan jika Leticia keras kepala, Lucifer akan mengancam nya dengan menyakiti orang-orang yang yang ada di bumi. Leticia tidak berdaya menghadapi Lucifer selain mematuhi perintah nya, karena ia tidak ingin anak yang ada di dalam kandungan nya kenapa-napa.
Selama 3 hari itu, tak pernah ia lewatkan satu detik pun tanpa memikirkan Alexander, suaminya. Sedang apa Alexander? bagaimana keadaan nya? dan apakah Alexander marah padanya? pertanyaan itu ia jawab sendiri di dalam hatinya, jawaban yang berbentuk harapan dan keyakinan bahwa Alexander akan baik-baik saja tanpa ada dirinya disampingnya.
Leticia sudah di dandani dengan cantik, memakai gaun yang indah. Rambutnya dihiasi jepitan bunga. Kini ia sedang duduk di sudut ranjang nya sendirian.
" Nak, ayahmu akan baik-baik saja tanpa kita. Kau jangan sedih ya, ibu masih ada disini. Ibu akan kuat untukmu. " Leticia mengelus perutnya dengan penuh kasih sayang.
KLAK
Pintu kamar Leticia terbuka, terlihat Keith yang sudah berdiri di depan pintu.
" Yang mulia, ini sudah saatnya " kata Keith sambil membungkuk hormat
Tuhan, apa yang terjadi padaku setelah ini? apa aku tidak akan bisa bertemu lagi dengan kakak, Alex, dan semuanya?
" Tuan Keith, apa setelah penobatan ini aku akan dibawa ke dark world?" tanya Leticia sambil berdiri
" .. " Keith terdiam mendengar nya dan tidak berani melihat ke arah Leticia
" Kalau kau tidak menjawab, artinya benar kan?" tanya Leticia
Selama 3 hari itu Leticia semakin dekat dengan Keith. Keith banyak membantunya walaupun si ajudan iblis itu selalu menggerutu, dan perlahan lahan timbul rasa kasihan pada Leticia dalam diri Keith.
" Baiklah, bawa aku pada yang mulia Raja " Leticia tersenyum pahit, seolah sudah pasrah dengan semuanya.
Ada setitik harapan dihatinya bahwa seseorang akan menyelamatkan nya dari Lucifer. Tapi rasanya tidak mungkin, Alexander juga pasti membencinya karena ia sudah meninggalkannya.
Leticia berjalan menyusuri lorong, ia memakai jubah kebesaran permaisuri. Di sepanjang perjalanan, semua pengawal iblis memberi hormat padanya. Keith mengekori Leticia yang sedang berjalan dari belakang, ia menatap Leticia dengan kasihan.
" Jangan menatapku begitu tuan Keith, aku tidak suka kau menatapku dengan rasa kasihan begitu. Itu menyakiti ku " kata Leticia tegas
" Yang mulia, saya tidak menatap .." Keith gugup
" Sudahlah, jangan ulangi menatapku seperti itu. " Leticia memotong kata-kata Keith.
" Ba-baik yang mulia, maafkan saya "
Yang mulia Ratu terlihat lemah dan baik-baik saja dari luar. Tapi aku tau sebenarnya hatinya sedih dan terluka. Berkorban sebanyak ini untuk Raja tiran itu dan manusia manusia yang ada di bumi, namun dia adalah orang yang kuat dan tegar. Keith mulai kagum dengan kepribadian Leticia.
Bahkan dalam 3 hari saja, tuan Keith sudah luluh melihat ku. Kenapa si Raja iblis itu tetap sama? terkadang dia baik, terkadang dia bersikap kasar. Membuatku bingung, sebenarnya apa perasaan nya yang sebenarnya? tidak mudah ditebak.
Saat Leticia di dampingi 2 dayang dan berjalan ke aula kerajaan iblis tempat penobatan nya sebagai permaisuri akan dilakukan, semua iblis yang ada disana memberi hormat pada Leticia dan mengagumi kecantikan nya.
" Lihatlah calon permaisuri kita, bukankah dia manusia yang sangat cantik?" bisik iblis berwujud harimau
" Rambut perak nya yang berkilau, bukankah itu sangat langka?" bisik iblis ular sambil tersenyum melihat Leticia yang sedang berjalan menuju ke singgasana nya. Disana ada Lucifer yang sudah menunggunya.
" Bukankah dia juga adalah Ratu dari kerajaan di dunia manusia?" tanya iblis singa
" Benar juga, pantas saja dia sangat cantik ya "
" Cantik juga apa gunanya? kalau nyatanya dia hanya jadi tawanan, dia pasti sangat sedih berpisah dari suaminya " bisik Iblis berwujud buaya sambil tersenyum mengejek
Leticia merasa sedih mendengar hal itu, tapi ia memilih mengabaikan nya dan terus berjalan. Sementara Keith terlihat kesal.
TAK
BUGH
Tanpa ampun, Keith yang mendengar itu langsung memukul keras iblis berwujud buaya itu hingga iblis itu terjatuh tak berdaya di di lantai. Iblis buaya itu melihat ke arah Keith yang terlihat marah menatapnya dengan tajam.
" Ada apa ini Keith? kau berniat menganggu upacara penobatan permaisuri ku?" tanya Lucifer dari singgasana nya. Suaranya setengah berteriak
" Maafkan saya yang mulia, saya hanya membereskan sedikit sampah. Silahkan lanjutkan " Keith menyeret iblis buaya itu keluar dari aula kerajaan.
" A-ampuni saya tuan Keith !"
Leticia sudah sampai di singgasana nya, dan ia duduk di samping Lucifer.
" Bagus, kau melakukan nya dengan baik Ratuku " Lucifer menyentuh pipi Leticia.
Lalu tangan nya ditepis oleh Leticia. " Sialan kau ! tersenyum lah, atau kau dan bayimu tidak akan hidup lagi. " bisik Lucifer pada Leticia.
" Apa kau mau bayi mu dan Alexander itu mati? lalu aku bisa menanam benih di dalam rahim mu ?" Lucifer tersenyum sinis
Lalu, akan ada yang meneruskan kerajaan ini. Darah murni Lucifer! Ide bagus, kenapa tidak terfikir kan olehku sebelum nya ya?
" Jangan bermimpi, kau tidak akan bisa melakukan nya. Mahluk menjijikan " gerutu Leticia menatap Lucifer dengan tajam
" Aku akan mengampuni mu kali ini, lakukan penobatan nya, nikmati pestanya. Atau manusia manusia yang ada di bumi itu yang akan menanggung akibat kesombongan mu " Lucifer mengancam
Lucifer iblis sialan ini, benar-benar sulit di hadapi daripada Alexander yang dijuluki raja tiran. Ya meskipun dulu dia sangat menyeramkan, tapi dia sekarang banyak berubah. Intinya dia sudah bertaubat, tapi bagaimana dengan iblis psiko ini? apa aku bisa membuatnya bertaubat?
Leticia hanya bisa terdiam, mengepal tangannya menahan amarah. Mengatur napas nya, agar ia dan bayinya bisa tenang. Bagaimana pun juga ia harus mempertahankan bayinya.
Tiba-tiba Lucifer berdiri dari singgasana nya, lalu mengumumkan kepada semua bangsa iblis bahwa Leticia adalah permaisuri nya. Ketika sorak sorai memenuhi ruangan aula kerajaan iblis. Datanglah seseorang dengan tubuh terluka di tengah-tengah aula kerajaan itu, dan membuat dirinya menjadi pusat perhatian yang langsung mengubah suasana disana menjadi hening.
" Alex..." gumam Leticia kaget, tak percaya bahwa Alexander kembali padanya.
Apa yang terjadi dengannya? dia terluka?
Alexander melihat ke arah Leticia yang masih berada di singgasana nya, kedua mata mereka bertemu. Tersirat kerinduan di antara mereka.
Leticia, aku disini. Jangan takut, aku akan membawamu kembali.
" wah wah wah ,lihatlah siapa yang datang? beraninya manusia setengah iblis datang ke sarang iblis " Lucifer berjalan menghampiri Alexander.
" Aku punya permintaan untukmu wahai raja Lucifer "
" Permintaan? "
Apa yang direncanakan oleh si tiran ini? apa dia ingin meminta aku melepaskan istrinya?
" Izinkan aku tinggal disini " kata Alexander
Apa yang kau rencanakan Lex?. Leticia melihat Alexander dengan penuh kebingungan
" Kau sudah gila ya? untuk apa aku mengizinkan mu tinggal disini? kau juga sudah menolak untuk menjadi penerus ku "
" Akan aku lakukan apapun, asalkan kau mengizinkan ku tinggal disini "
Lucifer dan Alexander saling menatap tajam. Mencurigai satu sama lain.
Untuk menghancurkan musuh, maka kita harus dekat dengan musuh lalu mengendalikan nya dari dalam.
...---***---...