Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran

Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran
Bab 92. Alex murka


Hai Readers.. jangan lupa like, komen nya ya..


1 like dari kalian sangat berharga buat author.. jadi kasih like nya ya kalau udah baca 😘


happy reading


☀️🔥🔥


Kacau sudah pesta di istana Brilla itu karena kedatangan Alexander.


Raja tiran itu seperti nya habis memotong kedua tangan pria bangsawan yang sudah menyentuh kekasih nya. Semua orang disana ketakutan melihat Alexander yang wajahnya penuh darah, serta senyuman nya yang menakutkan.


Pria itu berkata bahwa ia akan membawa mempelai wanitanya. Derrick sangat marah, dan menyuruh para pengawal mengusir pria itu dari istana nya. Tapi sebelum para pengawal itu sempat menyentuh Alexander, tiran itu dengan membabi buta menyerang para pengawal dengan sihirnya sampai mereka semua terkapar tak berdaya.


Melihat pemandangan di depannya itu, Leticia tercengang. Setelah sekian lama, hari itu ia melihat lagi Alexander tiran psikopat yang sudah lama tidak pernah ia lihat.


Seperti nya Leticia sempat lupa kalau Alexander adalah iblis yang berwujud pria tampan, dan tirani yang kejam.


Raja tiran itu bahkan membakar aula kerajaan Brilla, dan membuat semua orang berlarian pergi keluar dari istana itu.


Alex, kenapa dia begini? kenapa dia membunuh orang lagi?. batin Leticia terpana


" Bagaimana adikku? apa kau masih mau bersama dengan tiran itu? dia itu orang jahat, sadarlah !" seru Derrick


" Tidak, dia bukan orang jahat. Pasti ada alasannya dia melakukan semua ini " kata Leticia membela Alexander.


Wanita itu melihat mata Alexander yang berwarna merah, kini ia tau alasan Alexander mengamuk, membabi buta. Itu karena ia sedang dikuasai amarah yang besar dan kekuatan iblis di dalam dirinya bangkit.


" Keras kepala ! Raja Darren, bawa adikku pergi dari sini dan lindungi dia !" ujar Derrick


" baiklah, aku akan membawanya pergi " Darren tersenyum tipis.


Raja Ilios itu menggendong paksa Leticia dan membawanya menjauh dari aula pesta. Sementara itu Zayana sibuk mengevakuasi orang-orang yang terluka akibat serangan api yang di lakukan Alexander pada istana itu.


" Lepaskan aku Raja Darren ! aku harus menghentikan nya !" seru Leticia


" Aku hanya mengikuti perintah kakak mu saja. Tisha seharusnya kau sadar kalau tiran itu bukanlah pria yang baik untuk mu. Derrick benar, kau sangat keras kepala " kata Darren heran


" Kau tidak tau apa-apa, Alexander itu.. dia adalah pria yang baik untuk ku !" seru Leticia


" Setelah kau melihat nya membunuh orang dengan sadis begitu, kau masih saja buta !" seru Darren


" Bagus sekali Raja Darren, sekarang kau menunjukkan sifat aslimu. Kau tidak benar-benar tulus mendukung hubungan kami." kata Leticia


" Baiklah, sekarang aku tidak akan berpura-pura lagi. Aku memang tidak tulus mendukung hubungan kalian. Karena aku masih berharap pada mu, dan sekarang aku juga sudah mendapatkan restu dari kakak mu. Setelah ini mari kita menikah " kata Darren sambil tersenyum senang


" Apa? kau sudah gila ya? aku tidak mau menikah denganmu, kau hanya sahabat ku Darren. " kata Leticia tegas


" Aku tidak mau jadi sahabatmu lagi, aku sudah menunggumu selama bertahun-tahun. Aku mencintaimu dari kecil, Tisha. Kenapa kau selalu mendorongku pergi? " tanya Darren sedih


" Tidak ! kau tidak mencintai ku Darren. Kau hanya terobsesi padaku, perasaan mu bukanlah cinta. " kata Leticia yakin


Darren membawa paksa gadis itu naik ke dalam kereta, akan tetapi sebelum masuk ke dalam kereta itu. Alexander sudah menghancurkan kereta yang akan mereka naiki untuk kabur.


BRAK


" Ahh !!" Leticia berteriak karena kaget.


" Kembalikan mempelai wanita ku, Raja brengsek !" seru Alexander marah


" Mempelai mu? kau tidak dengar ya apa kata Raja Derrick? Tisha adalah calon istriku, aku akan menikahinya. " kata Darren percaya diri


" Bedebah !" gumam Alexander murka


SLING


WUSH


SLING


Kedua mata pria itu masih berwarna merah, ia menyerang Raja Ilios itu dengan brutal. Kali ini Darren melawan Alexander dengan sihirnya.


" Bagus, aku memang ingin membunuhmu dari dulu. Maka dari itu.. MATILAH !" teriak Alexander murka


Dari tangannya mengeluarkan api biru yang dahsyat, bahkan langit yang tadinya cerah pun tiba-tiba menjadi mendung.


" Kau yang akan mati TIRAN !" teriak Darren.


Dari tangan Raja Ilios itu mengeluarkan api merah. Pria itu melepaskan serangan nya pada Alexander. Jadilah mereka beradu kekuatan.


Saat itu..


Leticia tak bisa melerai mereka, karena kedua Raja itu terfokus pada pertarungan mereka. Wanita itu jatuh terduduk, ia merasa kaki nya lemas setelah melihat pemandangan berdarah di depannya itu. Berpuluh puluh mayat pengawal kerajaan Brilla, tergeletak dengan penuh darah berada di depannya.


" Alex, apa dia yang melakukan semua ini? kenapa? dia sudah janji padaku untuk tidak membunuh orang. Kenapa dia mengingkari janjinya?" gumam Leticia sambil menangis sedih


" Ini semua adalah salahmu, karena kau yang terus bersikap keras kepala ingin bersama dengannya ! orang-orang tidak berdosa ini mati " kata Derrick sambil menghampiri adiknya


Bibir wanita itu menutup, ia hanya bisa menangis. Ia tak bisa membalas perkataan kakak nya yang menusuk itu, karena di dalam hatinya ia merasa bersalah atas kematian orang-orang itu.


" Setelah kau melihat bahwa dia bukan manusia seutuhnya? apa kau masih mau bersamanya? dia itu iblis ! iblis tiran yang kejam, Tisha !" teriak Derrick sambil menggoyang goyangkan tubuh adiknya yang sedang menangis itu


" Cukup yang mulia Raja ! jangan bicara seperti itu lagi pada putri Leticia " kata Zayana sambil membantu Leticia berdiri


" Ini karena ku.. apa ini karena cinta kami ? " gumam Leticia sedih.


" Benar ! karena mu orang-orang ini mati ! karena hubungan mu dan tiran itu !" teriak Derrick pada adiknya.


Terdengar suara langkah kaki yang terburu-buru menghampiri Leticia. Orang-orang itu adalah Daniel dan Sir Carl. Mereka memberitahu Leticia bahwa Alexander kehilangan kendali saat melihat Leticia berdansa dengan pria lain saat di pesta tadi, dan Raja tiran itu semakin marah saat mendengar bahwa Leticia akan dinikahkan dengan Darren.


" Tuan putri, tolong selamatkan yang mulia ! yang mulia sedang diluar kendali nya, dia akan meledak dan bisa menghancurkan kerajaan ini dalam kemurkaan nya " kata Daniel memohon


" Yang mulia sudah merasa lelah sejak kembali dari medan perang, dan tenaga nya akan terkuras habis karena ia berada diluar kendali. Hanya tuan putri yang bisa menghentikan nya " kata Sir Carl yakin


Leticia menghapus air matanya, ia mendekati lingkaran api yang mengitari Alexander dan Darren yang sedang bertarung. Disisi lain, Derrick dan Zayana sedang disibukkan dengan orang-orang yang terluka tanpa sengaja akibat terkena serangan api biru Alexander.


****


Darren semakin terdesak, meskipun ia sudah berlatih semua elemen selama 2 tahun. Tetap saja kekuatan nya tak sebanding dengan kekuatan Alexander. Raja Ilios itu tidak bisa melawan serangan api biru Alexander, kini ia hanya bisa bertahan. Bahkan bertahan saja sudah sulit untuk Darren.


Dia benar-benar iblis. Latihan 2 tahun ku menjadi percuma di depan nya. Dia masih terlalu kuat untuk ku lawan.


" Yang mulia, hentikan !" seru Moore cemas melihat Raja nya sudah terluka parah.


Kalau begini terus, Raja Darren bisa tewas. Harapan satu-satu nya yang bisa menghentikan pertarungan dahsyat ini hanyalah putri Leticia.


Moore melangkah mendekati Leticia, namun Leticia ternyata sudah ada di depan nya. Ia sudah hampir mendekati lingkaran api.


" Alexander Victor Wayne ! hentikan semua ini, jangan buat aku kecewa lagi dengan sikap mu. Iblis apapun yang ada di dalam dirimu ! kau harus segera sadar, kau adalah Lex-ku !" kata Leticia setengah berteriak


Aura nya tidak hitam, jadi dia benar-benar dirasuki iblis? . Apa yang terjadi? kenapa aku tidak tau kalau keadaan nya seserius ini kalau dia sedang murka?.


Perkataan Leticia terdengar jelas, dan masuk ke dalam hati Alexander. Apa maksudnya ia kecewa dengannya?. Raja Alexander menghentikan serangan nya pada Darren, langit yang semula mendung kembali cerah.


BRUK


Tubuh Darren terluka parah, lagi-lagi ia kalah bertarung kedua kalinya dari Alexander. Moore segera menolongnya. Dari mulut Raja Ilios itu mengeluarkan darah. Derrick juga sangat mencemaskan sahabatnya itu dan marah pada Alexander.


Alexander sudah kembali seperti semula, ia jatuh terduduk di depan Leticia yang melihat nya dengan sedih dan penuh kekecewaan.


" Chiaa.."


Kenapa dia menatapku seperti itu?


Terlihat kekecewaan di mata Tisha para si tiran ini, semoga kali ini dia benar-benar sadar. batin Derrick senang


Aku memang marah dan kecewa karena perbuatannya hari ini yang berada di luar kendali. Tapi, ini bukan sepenuhnya salahnya. Hatiku tidak pernah berubah padanya. Mata wanita itu kembali berkaca-kaca.


Raja tiran itu berdiri dan memegang tangan Leticia. Diluar dugaan, Leticia menepisnya. Penolakan dari kekasihnya itu begitu menusuk ke dalam hatinya. Seakan-akan ada yang remuk di dalam hatinya.


" Kembalilah ke kerajaan mu, yang mulia " kata Leticia dengan berat hati


" Kau mengusir ku?" tanya Alexander tak percaya


" Kau dengar itu kan Raja Alexander? adikku sendiri yang mengusir mu " Derrick tersenyum sinis.


Tidak, aku sudah jauh-jauh datang kesini. Mana bisa aku pergi begitu saja, tidak tanpa dirimu.


Saat Derrick dan semua orang lengah, Alexander menggendong Leticia dengan paksa dan membawanya pergi dari istana Brilla dengan cepat.


" Apa yang kau lakukan??! turunkan aku ! kenapa kau memaksa ku?" tanya Leticia sambil memukul mukul tubuh yang menggendong nya dengan paksa itu.


Raja tiran itu sama sekali tidak menggubris nya, dan tetap fokus berlari. Sampai akhirnya mereka naik ke atas kuda. Leticia terus menolak nya.


" Naik! "


" Tidak mau, aku tidak mau ikut denganmu " kata Leticia menolak


HUP


Alexander menaikkan Leticia ke atas kuda, lalu mereka berdua pun naik keatas kuda. Kuda itu melaju kencang, sedangkan dibelakang mereka ada Derrick dan pasukannya yang mengejar. Daniel dan Sir Carl juga mengikuti Alexander dan Leticia.


Saat kuda berjalan kencang di dalam hutan yang rimbun itu. Leticia masih hanyut dalam perasaan sedih dan kecewa nya pada Alexander, karena ia sudah membunuh banyak orang tidak bersalah di depan matanya.


" Turunkan aku ! aku tidak mau ikut denganmu, yang mulia " ujar Leticia


Melihat Alexander yang diam saja dan terus memacu kudanya, tanpa mempedulikan kata-katanya. Membuat air muka gadis itu menjadi marah. Dengan sengaja ia menarik tali yang terpasang di kuda itu dan menyebabkan kuda itu mengamuk.


Mereka berdua hampir jatuh dari kuda, Alexander yang tadinya diam pun jadi marah pada kekasihnya. Alexander pun menurunkan Leticia dari kuda nya, akhirnya mereka berdebat di tengah hutan yang sepi itu.


" Apa kau sudah gila? kau mau mati ya?" tanya Alexander setengah berteriak


" Makanya kau dengarkan aku ! aku tidak mau ikut denganmu, bawa aku kembali kepada kakak ku sekarang "


" Tidak bisa, aku sudah bersusah payah membawamu pergi dari sana. Mana bisa aku membawamu kembali kesana "


" Sebenarnya kenapa kau lakukan ini? kenapa membawa ku kabur? ini bukanlah hal yang kuinginkan !" tanya Leticia sambil meneteskan air mata


" Lalu apa kau mau terus disana? membiarkan pria pria itu menyentuh tubuhmu? apa kau suka begitu? atau mungkin kau ingin menikah dengan Raja lemah itu? " tanya Alexander cemburu


" Kau tau siapa yang ingin aku nikahi, kenapa kau masih berasumsi yang macam-macam tentangku?" tanya Leticia sedih


GREP


Pria itu memegang pinggang mungil kekasihnya, dan tubuh mereka pun saling berdekatan.


" Ah !" Leticia kaget


" Lalu kenapa.. kenapa tadi kau bilang kau kecewa padaku? sebenarnya kenapa kau kecewa?" tanya Alexander sedih


" Karena kau sudah mengingkari janjimu. Untuk tidak membunuh orang-orang yang tidak bersalah, tapi kau membunuh mereka dengan kejam.. aku tidak bisa ikut denganmu sekarang karena aku masih kecewa padamu. " Leticia menepis tangan Alexander yang menegang nya,lalu ia melangkah pergi.


Raja tiran itu tidak diam saja, ia menghadang jalan kekasihnya dan meminta maaf padanya. Leticia mengerti kalau Alexander menyakiti orang lain karena hilang kendali oleh iblis. Tapi, ia juga takut sewaktu-waktu Alexander dapat melukainya hanya karena marah atau cemburu.


Alexander tak dapat menerima alasan Leticia yang ingin kembali ke Brilla karena takut padanya. Pada akhirnya Alexander berhasil membujuk Leticia untuk memaafkannya, tapi gadis itu tetap tidak mau pergi bersamanya.


Leticia merasa bahwa restu kakak nya sangat penting dalam hubungan nya. Jadi ia harus kembali ke Brilla. Namun, Alexander tidak setuju. Ia memaksa Leticia pergi bersamanya, meskipun wanita itu menolak.


🍂🍂🍂


Mereka berdua sudah jauh dari Brilla dan melewati hutan itu. Kemarahan Leticia juga sudah mulai mereda pada kekasihnya itu.


Mereka sampai di sebuah desa kecil di mana tidak ada seorang pun yang mengenali mereka. Alexander langsung membawa Leticia dengan paksa ke sebuah penginapan.


Daniel dan Sir Carl juga sudah menyusul Alexander dengan cepat. Leticia mengira bahwa pelarian ini sudah direncanakan sebelumnya.


" Daniel, segera datangi perias pengantin itu. Bawa kemari, dan Sir Carl , bawa juga pendeta !" ujar Alexander tegas


" Ya yang mulia " jawab Daniel dan Sir Carl dengan patuh


" Perias pengantin? apa maksud nya?" tanya Leticia bingung


" Kita akan menikah sekarang " jawab Alexander


" Apa ? menikah? KITA??" " tanya Leticia kaget


Daniel dan Sir Carl pergi dengan wajah yang senang, mereka bersemangat untuk segera memenuhi perintah Raja nya itu.


Dengan pelan-pelan, Alexander mengajak Leticia makan di tempat makan yang ada di penginapan itu.


Bagaimana bisa aku makan dengan kondisi seperti ini? menikah? aku dan dia? sekarang? bukankah ini terlalu mendadak? dan kakak juga belum memberikan restu.


Melihat Leticia yang terlihat galau, Alexander berusaha menghibur nya. Ia bahkan melakukan hal yang tidak pernah ia lakukan sebelum nya. Yaitu menyuapi seseorang.


" Kau tidak perlu lakukan ini "


" Habisnya kau terlihat tidak bersemangat, padahal kita mau menikah. Apa kau tidak mau menikah denganku?"


" Aku bukannya tidak mau. Hanya saja kau selalu membuatku terkejut, bagaimana bisa kita menikah tanpa restu kakak ku?" gumam Leticia bingung


" Ketika kita sudah menikah, tidak ada lagi yang bisa dia lakukan. "


" Jadi ini memang sudah kau rencanakan ?" tanya Leticia


" Benar, di desa ini tidak ada yang mengenali. kita. Akan aman kalau kita menikah disini " jawab Alexander


" Apa bisa kita tidak menikah sekarang?" tanya Leticia pelan-pelan


" Jangan bicara omong kosong. Kalau tidak menikah sekarang, aku takut kau akan dipaksa menikah dengan orang lain. " Alexander


Memikirkan nya saja aku sudah kesal setengah mati, kalau itu sampai terjadi.. aku bisa gila. Aku bahkan tidak bisa menahan hasrat ku lebih lama lagi.


Dia begitu takut aku akan bersama pria lain. Sampai sampai dia merencanakan semua ini.


Beberapa menit kemudian, Daniel membawa seorang perias pengantin datang untuk merias Leticia. Ia dan perias pengantin wanita itu langsung masuk ke dalam kamar untuk menyelesaikan pekerjaan nya.


" Anda sangat cantik nona, gaun itu bahkan sangat cocok dengan rambut perak anda yang berkilau. Anda adalah pengantin tercantik, yang pernah saya rias " kata sang perias pengantin yang takjub dan terpesona melihat Leticia yang cantik.


Leticia melihat dirinya sendiri di cermin, ia sudah berbalut dengan gaun putih. Dan rambutnya pun disanggul, mengenakan mahkota bunga yang sederhana. Di kepalanya juga mengenakan tudung.


Apa ini benar-benar aku? gaun ini sangat cantik, aku selalu bermimpi memakai gaun putih ini suatu hari nanti. Apa hari ini aku akan benar-benar menikah dengan Alexander? astaga! Jantungku berdegup sangat kencang. Calon pengantin itu memegang dadanya yang dag dig dug tidak karuan, ia takjub melihat penampilan nya sendiri yang mengenakan gaun putih itu.


" Sudah saya bilang kan, anda sangat cantik " kata Perias itu sambil tersenyum


" Terimakasih sudah merias saya, nyonya " Leticia tersenyum senang.


Tok


Tok


Tok


Terdengar suara ketukan dari pintu kamar itu, dan terdengar juga suara Alexander yang memanggil nama kekasihnya, yaitu Leticia.


...---***---...