Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran

Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran
Bab 80. Potongan Puzzle


" Apa maksudmu kalau ingatannya tidak akan bisa kembali lagi selama nya? jangan macam-macam kau ya !" seru Alexander marah


" jika ada keajaiban mungkin saja ingatannya akan kembali " jawab Gloria ragu


" Jawab yang benar !" bentak Alexander murka


" Anda selalu saja emosi. Tidak bisa apa yang mulia tenang sedikit? saya ingin memberitahu anda cara yang mungkin bisa membuat ingatan nya pulih " kata Gloria


" Cara apa?" tanya Alexander dingin


" Selalu berada disisinya adalah cara terbaik agar ia bisa mengingat yang mulia. Meskipun saya tidak yakin nona Leticia akan kembali mengingat anda, tapi setidaknya Anda harus mencoba " terang Gloria


" Saran mu itu tidak berguna, setidaknya berikan aku saran yang bisa membuat ingatannya cepat kembali ! namun, kau terdengar ragu " kata Alexander kesal


" Yang mulia anda harus tenang dan sabar. Bukankah keajaiban itu benar-benar ada? anda bahkan sudah menyaksikan nya sendiri. Nona Leticia bisa hidup kembali bukan hanya karena saya sebagai perantara nya, tapi karena keajaiban. Mungkin saja hal yang sama akan terjadi 2 kali padanya. " terang Gloria menasehati


Alexander terdiam mendengar nasehat dari Gloria. Ia tertegun dan merasa bahwa ia memang tidak sabar menghadapi Leticia yang kehilangan ingatannya. Mungkin saja ia memang harus lebih bersabar dan perlahan lahan membuat Leticia kembali mengingat nya. Kini ia lah yang harus berjuang untuk membelokkan lagi hati gadis itu agar tertuju padanya. Mungkin saja ini karma nya karena dulu ia pernah membuat Leticia menunggunya.


Gloria juga memberitahukan bahwa Alexander harus berjuang sangat keras untuk mengambil hati Leticia. Karena ia memiliki banyak pesaing dan ujian cinta nya di masa depan. Kehadiran Leticia adalah anugerah sekaligus karma bagi sang Raja tiran itu, ia tau itu karena kakak nya sempat memberitahukannya di dalam mimpinya. Alexander berkata bahwa ia akan berjuang untuk mendapatkan kembali Leticia, mengembalikan semuanya seperti semula.


Setelah obrolan singkat itu, Gloria pun menghilang begitu saja. Sementara Alexander melanjutkan pencarian nya untuk mencari Leticia bersama Daniel.


Jika bukan karena kehilangan kristal itu, aku pasti masih bisa melakukan teleportasi. Tapi sekarang, aku tidak bisa menggunakan sihir teleportasi ku semau ku.


" Yang mulia, saya sudah mengecek di taman kota. Nona tidak terlihat disana " kata Daniel melapor


" Kita cari ke pasar, aku yakin dia ada disana " kata Alexander yakin


Alexander dan Daniel mengendarai kudanya dengan cepat. Mereka pergi ke pasar, semua orang menyingkir saat Alexander, Daniel dan pasukan kerajaan melewati jalan itu.


🌷🌷🌷


Leticia membuka matanya dan melihat di sampingnya sudah ada Gustaf dan Mira. Gadis itu memperhatikan wajah Gustaf, dan ia langsung terlihat sangat marah. Tanpa basa basi, Leticia langsung memukul wajah Gustaf.


BUK


" Hey ! apa yang kau lakukan dengan wajah tampan ku ?!!" tanya Gustaf sambil memegang hidungnya yang kesakitan.


" Pede sekali? siapa yang tampan? dasar kau pria hidung belang !" seru Leticia


" Ahaha.. rupanya wajahku ini sangat berbekas di dalam ingatan mu ya, kau masih ingat padaku. Mantan tuan putri " kata Gustaf sambil nyengir


" Aku hanya tau kau itu pria hidung belang !" seru Leticia marah


" Nona, nona tenanglah. Nona baru saja siuman " kata Mira menenangkan


" Begini kah caramu berterimakasih pada seseorang yang menolong mu? tega sekali " Gustaf terlihat memelas


" Kau yang menolongku?" tanya Leticia bingung


" Iya, aku yang membawamu kemari saat kau pingsan. Apa kau tidak ingat siapa aku?" tanya Gustaf penasaran


" Aku ingat "


" benarkah? jadi kau tidak lupa padaku kan?" tanya Gustaf senang


" aku ingat kau adalah pria hidung belang " jawab Leticia cuek


" A..Apa?" tanya Gustaf kaget


Apa dia benar-benar hilang ingatan seperti kata pelayan nya? Pria hidung belang? dulu dia memanggilku pria gila.


" Mantan tuan putri, kau benar-benar tidak ingat siapa aku?" tanya Gustaf sambil memegang tangan Leticia.


" Tidak, aku tidak kenal kau. Kita juga baru 2 kali bertemu " jawab Leticia jujur.


Gadis itu menepis tangan Gustaf yang memegangnya.


Dalam pikiran nya hanya terlintas bayangan bayangan yang tidak jelas, dan ia juga ingin bertanya pada Alexander, kenapa pria itu tidak menceritakan semuanya padanya tentang kakak nya? dan apakah masih banyak lagi yang pria itu sembunyikan darinya?


" Mira, ayo kita kembali ke istana !" seru Leticia mengajak


" Baik nona " jawab Mira patuh


" Kau mau kembali lagi pada Alexander?" tanya Gustaf sedih


" Apa kau mengenal yang mulia Raja?" tanya Leticia mulai tertarik


" Seperti nya kau benar-benar lupa. Aku dan dia adalah saudara, lebih tepatnya hubungan kami adalah keponakan dan paman " jawab Gustaf


" Benarkah?!!!" tanya Leticia tak percaya.


" Kau tak percaya bukan? dia itu memang tidak mirip denganku, tentu saja aku lebih tampan darinya " kata Gustaf percaya diri


" Hu.. percaya diri sekali. " gumam Leticia sebal


" Kau mau kembali ke istana? aku akan mengantarmu " tanya Gustaf


" Tidak perlu " jawab Leticia


" Kau masih saja cuek seperti dulu, sekalian saja. Aku juga ingin bertemu dengan keponakan ku itu " kata Gustaf membujuk


" Nona ada saya yang mengantar, jadi yang mulia pangeran tidak usah repot-repot " kata Mira


Gustaf memaksa untuk mengantarkan Leticia dan Mira ke istana. Pangeran itu menggendong Leticia dengan paksa.


" Lepaskan aku ! kau gila ya ! dasar pria hidung belang !" seru Leticia marah


" Tenanglah sedikit, aku tidak akan menyakiti mu kok " kata Gustaf santai


" Pangeran, lepaskan nona !" seru Mira yang ikutan marah


Namun di tengah perjalanan, mereka berpapasan dengan Alexander dan Daniel.


" Leticia.. "


" Yang mulia Raja " lirih Leticia


" Lepaskan dia, paman !" ujar Alexander sinis


Gustaf menurunkan Leticia dari gendongan nya dengan pasrah. Alexander langsung menunjukkan tatapan tidak suka kepada Gustaf. Leticia yang melihat itu langsung berasumsi bahwa hubungan Gustaf dan Alexander tidak baik.


" Kau darimana saja? aku mencari mu kemana-mana?" tanya Alexander cemas


" Aku habis jalan-jalan " jawab Leticia gugup


" Hey, kenapa aku diabaikan seperti ini? bukankah kau harusnya berterimakasih padaku Alexander?" tanya Gustaf kesal


" Menyingkirlah paman, kalau kau tidak ingin hidupmu berhenti disini " kata Alexander tajam


" Kau jahat sekali pada paman mu ini, bagaimana pun juga aku ini satu satunya keluarga mu yang masih hidup. Jangan lupa itu ! " seru Gustaf kesal


Alexander dan Leticia mengacuhkan Gustaf yang terus berbicara. Mereka pun pergi, dan meninggalkan Gustaf yang terlihat sedih melihat Leticia.


" Apa aku benar-benar tidak punya kesempatan? apa dulu dan sekarang juga tetap sama?" tanya Gustaf sedih


🍂🍂🍂


Di istana Brilla (kecil)..


" Apa? lalu apa yang dilakukan Raja tiran itu saat tau mayat adikku menghilang dari kuburnya?" tanya Derrick tajam


" itulah yang patut di curigai, sikapnya terlihat cuek dan biasa saja. Dengan sikap nya itu, normalnya dia akan mengamuk atau marah-marah " terang Darren


" Apa jangan-jangan dia yang menyembunyikan Tisha? Aku harus menemuinya sekarang" Derrick berfikir


Tok


Tok


Tok


Suara ketukan pintu itu membuat suasana tegang menjadi pecah. Ternyata itu adalah Zayana dan Carol datang. Derrick bersikap sinis pada istrinya itu, meskipun begitu Zayana tetap menahan diri nya untuk marah.


" Ada apa kau kemari?" tanya Derrick sinis


" Maafkan saya yang sudah menganggu pembicaraan yang mulia dan Raja Darren. Tapi, saya ada hal yang harus dibicarakan dengan yang mulia "


" Apa harus sekarang? tidak bisa kah Ratu melihat situasi nya? tindakan tidak sopan apa ini, Ratu ???! " tanya Derrick sinis


Darren melihat Zayana dengan kasihan, karena sikap Derrick pada istrinya sangatlah tidak sopan dan bisa menyakitkan hati.


Kenapa Derrick sangat kasar pada istrinya? kasian juga dia.. Bagaimana pun juga kematian Tisha itu bukan salahnya. Tapi salah bawahannya.


" Raja Derrick, tidak apa apa. Aku akan segera pergi kok. Aku kesini hanya untuk memberitahukan mu tentang itu " kata Darren sambil beranjak dari kursinya


" Baiklah, terimakasih informasinya Raja Darren. " kata Derrick


Setelah kepergian Darren dari istana Brilla. Derrick memarahi istrinya habis-habisan. Namun, Zayana sudah menebalkan muka nya agar tidak terpengaruh dengan sikap Derrick yang kasar padanya.


" Seperti nya tata krama mu sebagai Ratu, kurang baik ya? Aku akan memanggil guru yang bisa mengajarkan mu tata krama dengan baik " kata Derrick sinis


" Baiklah, terimakasih yang mulia " Zayana menunduk patuh


Niatku berada disini adalah untuk menebus kesalahanku padamu. Tapi, kenapa hatiku malah berbelok mencintai mu? ini harusnya tidak terjadi. Padahal setelah malam itu aku sudah kehilangan segalanya, kenapa bukannya membencimu, aku malah semakin mencintai mu?


Zayana menyembunyikan tatapan sedih nya di depan Derrick. Sementara Derrick melihatnya dengan tajam.


Kenapa wanita ini menjadi cukup patuh? apa dia tidak terpengaruh dengan sikapku ini? atau dia sedang berpura-pura tegar?


" Lakukan tugasmu dengan baik " kata Derrick tanpa melihat wajah Zayana


" Iya yang mulia " jawab Zayana pelan


Carol yang melihat itu semua, merasa kasihan juga kepada Zayana yang menjadi pelampiasan kemarahan Derrick atas kematian Leticia. Carol juga merasa bahwa Derrick sudah sangat keterlaluan pada Zayana.


💧💧💧


Di istana Fostiarus..


Leticia mengajak Alexander untuk bicara jujur padanya. Tentang masa lalu yang ia lupakan.


" Kenapa kau tidak jujur padaku kalau aku masih punya kakak?" tanya Leticia


" Aku berniat memberitahukan nya padamu saat kau sudah ingat semuanya. " jawab Alexander jujur


" Apa kau sekarang sedang berkata jujur? " tanya Leticia ragu


" Tentu saja, masa aku berbohong." jawab Alexander


" Aku bisa terima alasan mu. Tapi, bukankah kau harusnya berkata jujur sejak awal tentang kakak ku? aku ingin menemuinya " kata Leticia


GREP


Alexander memegang kedua tangan Leticia, tatapan mata pria itu menjadi ketakutan.


" Tidak ! kau tidak boleh bertemu dengannya !" seru Alexander takut


" Ada apa denganmu? kenapa aku tidak boleh bertemu dengan kakak ku sendiri? bukankah lebih mudah mengembalikan ingatan ku jika aku dekat dengan keluarga ku ?" tanya Leticia tak mengerti


" Tidak bisa ! aku tidak mau kau meninggalkanku lagi ! tidak.. " kata Alexander sambil memegang erat kedua tangan wanita itu.


" Lepaskan tanganku..sakit.. Yang mulia.." kata Leticia kesakitan


" Maaf.. aku tidak bermaksud untuk menyakiti mu " Alexander melepaskan pegangan tangannya. " Apa kau terluka? apa masih sakit?" tanya Alexander cemas


" Aku baik-baik saja, dibandingkan denganku. Seperti nya kau yang tidak baik baik saja, ada apa denganmu?" tanya Leticia cemas


Alexander tersenyum, setelah ia mendengar Leticia yang cemas padanya.


" Kau mencemaskan ku?" tanya Alexander senang


" Tentu saja.. ah tidak ! siapa juga yang mencemaskan mu ?!" Leticia menyangkal


Kenapa aku mencemaskan nya ya? aku bahkan tidak mengingatnya? apa ini adalah hatiku yang pernah terikat dengan nya?. Batin Leticia kebingungan dengan perasaan nya sendiri.


Meskipun dia kehilangan ingatan nya, rupanya hatinya tidak berubah. Tidak apa Alexander, kau hanya harus berusaha agar dia kembali mengingat mu.


" Tinggal bilang saja kalau kau mencemaskan ku, apa susahnya ?" tanya Alexander


Lihat sekarang, siapa yang jaim?


" Aku tidak cemas.. maksudku, wajar saja kan aku mencemaskan keadaan orang yang sudah menolongku. " kata Leticia menciut


" Mulut dan hatimu benar-benar berbeda. " gumam Alexander sambil menggeleng-gelengkan kepalanya


" Kau bilang apa barusan ?" tanya Leticia yang tak mendengar jelas apa yang digumam kan pria itu.


" Aku akan membuatmu mengakui kalau aku adalah kekasihmu, sampai saat itu tiba. Aku minta maaf karena aku egois, aku tidak akan mempertemukan mu dengan kakak mu dulu " kata Alexander tegas


" APA??! ada hak apa kau melarang ku bertemu kakak ku sendiri??!" tanya Leticia marah


" Tentu saja ada hak, kau adalah calon istriku. " jawab Alexander percaya diri


" Apa? kapan aku menyetujui untuk menikah denganmu?!" tanya Leticia


" Sebelum kau hilang ingatan, 2 tahun yang lalu " jawab Alexander sambil menunjukkan cincin matahari kepada wanita itu.


Leticia tertegun saat melihat cincin yang berada di tangan Alexander. Ada rasa familiar saat ia melihat cincin itu.


" Ini cincin yang kuberikan padamu " kata Alexander


" Cincin ini?" Leticia melihat lagi di dalam pikiran nya, seperti ada potongan potongan ingatan. Seperti potongan Puzzle yang belum terpasang sempurna.


" Siapa.. siapa itu.." Leticia memegang kepalanya dan terlihat kebingungan.


" Ada apa?" tanya Alexander cemas


" Aku.. aku pernah melihat cincin ini ! aku yakin, cincin ini ada seorang gadis yang memakainya. Ada di dalam ingatan ku !" seru Leticia yakin


Alexander terpana mendengar pengakuan dari Leticia tentang ingatan nya. Pria itu jadi memiliki harapan, bahwa ingatan Leticia mungkin bisa kembali.


" Kau? apa kau ingat siapa yang memberikannya ?!!" tanya Alexander menunggu jawaban dari Leticia.


Leticia melamun dan terlihat berfikir.


...---****---...