Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran

Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran
Bab 46 Hanya kamu satu satunya


Darren masih terlihat tidak senang dengan ucapan kakak nya tentang pertunangan nya, kemarahan masih mendidih di dalam hatinya. Terlihat jelas di wajahnya, rasa bersalah juga ia rasakan pada Leticia yang harus mendengar semua ini.


" dimana pun aku berada, kenapa nasib percintaan ku selalu tidak baik? haruskah aku pergi saja?" batin Leticia tidak enak hati


" Pangeran Darren kau tidak bisa menolak pertunangan ini, lagipula kau dan nona Giselle itu cocok dan sederajat. Dia juga cantik dan pintar, seorang pangeran cocok dengan nona bangsawan seperti itu bukan dengan rakyat biasa " kata Raja Cedric tegas


" Kenapa aku merasa kata-kata nya itu menyindir ku?" batin Leticia


" Kakak, aku tidak mau. Aku menolak !" ujar Darren kesal


" Haa.. aku jadi kehilangan selera makan ku, aku akan pergi ke kamar ku saja " kata Raja Cedric sambil berdiri, lalu meninggalkan ruang makan. Ratu Mariana juga menyusulnya dan berjalan dari belakang.


Suasana malam itu jadi kacau, dan makanan banyak yang tersisa di meja itu. Leticia menyayangkan makanan yang tidak habis disana, padahal ia sudah memasak dengan susah payah.


" Haa.. sayang sekali makanan nya tidak habis. Ini kan namanya mubazir " gumam Leticia sambil membereskan piring yang ada di meja


" Jangan pegang itu ! kau bukan pelayan, kau tidak harus melakukannya !' kata Darren marah


" Yang mulia, saya harus membereskan ini " kata Leticia


" Kubilang jangan !!" teriak Darren


PRANG


Piring yang dipegang oleh Leticia jatuh ke lantai dan pecah, karena Darren melemparnya. Carol terlihat tegang melihat Darren yang marah.


" Yang mulia..." Leticia terpana melihat Darren yang marah


" Maafkan aku Tisha, seharusnya kau tidak mendengar ini. Sungguh, aku tidak menyukai gadis itu, aku hanya menyukaimu " kata Darren sambil menatap lembut pada Leticia


" Tidak apa apa, kau mau menyukai nya atau tidak. " jawab Leticia


" Karena entah kenapa aku merasa biasa saja, aku tidak sakit hati atau sedih. Itu artinya aku tidak memiliki perasaan apa pun padamu. Tapi, masa aku mau bilang begitu padamu?" batin Leticia


" Kau tidak marah? mendengar ku akan bertunangan dengan orang lain, kau tidak apa apa?" tanya Darren berharap


" Kenapa aku harus marah?" tanya Leticia datar


" Kenapa kau tidak marah? kau harusnya marah! kau harusnya cemburu dan mengatakan padaku kalau aku tidak boleh bertunangan, tapi kenapa kau malah bersikap biasa saja?" Darren terlihat kecewa dan sedih


" Aku tidak mau terjebak dan menjadi orang ketiga, menghindar lebih baik. Dan lebih baik lagi kalau aku dan pangeran Darren hanya berteman saja. Raja sudah menunjukkan ketidaksukaan nya padaku, itu sudah jelas. Di dunia ini, status dan kasta seseorang sangat berpengaruh. Ya, sama dengan duniaku dulu hanya bedanya disini sangat ditekankan.. sudah jelas ini adalah peringatan dari Raja agar aku menjauhi pangeran Darren. Ini sangat tidak baik untuk ku dan kakak yang numpang tinggal di istana ini. Aku tidak mau di bilang orang yang tidak tau diri" batin Leticia berfikir


" Lalu, apa alasan nya aku harus marah? bukankah kita hanya teman?" tanya Leticia tajam


" Kenapa kau seperti ini? kau tau kalau aku menyukaimu .." kata Darren sedih


" Yang mulia menyukaiku, lalu apa? apa yang mulia akan melawan perintah Baginda Raja untukku? " tanya Leticia


" Aku.. aku bisa melakukan nya, aku akan melawan perintah Raja untukmu " kata Darren terbata bata


" Tidak! kau tidak boleh begitu, yang mulia Raja adalah kakak mu sendiri yang mulia. Dan kau tidak harus melakukan itu untukku. " kata Leticia


" Kenapa kau bicara seperti ini? apa kau marah? atau kau tidak menyukaiku?" tanya Darren


" Benar, aku tidak menyukai mu. Itu jawaban atas pernyataan cinta mu. " jawab Leticia tegas


" Bohong ! mana mungkin kau tidak menyukaiku ! tidak..kau begini karena kau marah kan?" tanya Darren tak percaya


" Ini pertama kalinya aku melihat sisi lain dari pangeran Darren yang lembut. Kenapa dia bisa se emosional ini? apa dia benar-benar akan menentang perintah raja demi diriku? itu artinya dia benar-benar menyukaiku? aura nya berwarna abu tua, dia sakit hati olehku?" batin Leticia


" Maafkan aku, tapi aku jujur. Aku tidak menyukai yang mulia pangeran " kata Leticia sambil melangkah pergi meninggalkan Darren yang terlihat marah dan sedih.


****


.


.


Di istana Fostiarus..


Alexander menyelesaikan makan malamnya, ia tampak tidak banyak makan hari itu dan malah meminum sampanye yang sudah ada di meja tempat tidurnya. Pria itu rupanya masih kesal dengan Marquez Randell dan para bangsawan yang menentangnya. Kemudian, ia tiba-tiba teringat dengan kencan yang dibicarakan Leticia dengan Darren.


" Daniel ! masuklah !" ujar Alexander


KLAK


Tap


Tap


Tap


Daniel berjalan mendekati Alexander dan memberikan salam formal sebagai bentuk penghormatan nya seperti yang biasa ia lakukan.


" Saya disini yang mulia, ada yang ingin yang mulia sampaikan atau ingin saya lakukan?" tanya Daniel sopan


" Daniel, apa itu kencan?" tanya Alexander


" PFutt.. haha..." Daniel tertawa


" Kenapa kau tertawa? apanya yang lucu?" tanya Alexander heran


" Serius? yang mulia tidak tau kencan?" tanya Daniel sambil menahan tawa nya


" Ya, tidak tau. Memangnya itu apaan?" tanya Alexander polos


" A.. APA??! jadi kencan adalah hal seperti itu? " tanya Alexander terkejut


" Memangnya ada apa yang mulia? kenapa tiba-tiba anda menanyakan ini?" tanya Daniel heran. " Ah.. apa yang mulia mau kencan dengan tuan putri?" tanya Daniel mengira ngira


" Sialan ! seharusnya aku bunuh saja pangeran itu, aku tidak bisa diam saja " gumam Alexander kesal


Wush


Alexander menggunakan sihir teleportasi nya dan menghilang begitu saja dari hadapan Daniel.


" Yang.. yang mulia anda mau pergi kemana? ah ..dasar orang yang sedang di mabuk cinta. Baiklah karena yang mulia tidak ada, aku beristirahat saja dulu deh " kata Daniel santai


***


.


.


Di Ilios..


Leticia mengajak Derrick berbicara, dan Derrick sudah mengetahui apa yang terjadi saat makan malam dari Carol yang menceritakan semuanya. Derrick tersinggung dan sakit hati dengan tindakan Raja, akan tetapi ia tak bisa berbuat apa apa. Sekarang ia sudah tidak memiliki kekuasaan lagi seperti dulu, ia hanyalah bawahan Raja Cedric.


" Maafkan aku kak, aku membuat masalah lagi untukmu " kata Leticia merasa bersalah


" ini bukan salah mu, jangan menyalahkan dirimu. Ini salah ku karena tidak bisa memberikan mu kebahagiaan yang layak, maafkan kakak Tisha" kata Derrick sedih


" Kata siapa aku tidak bahagia? aku bahagia kok, selama bersama kakak. Aku akan bahagia, tapi kak bisakah kita meninggalkan istana ini ?" tanya Leticia


" Aku sudah tau dan mendengar dari pengawal yang menjaga di depan kalau Tisha hampir saja ditindas oleh nona bangsawan itu dan par pelayan yang menggosipkan nya. Dia pasti merasa tidak nyaman dengan keadaan disini, terlebih lagi sekarang yang mulia Raja menunjukan kalau ia tidak suka padaku dan Tisha. " batin Derrick berfikir


" Kita bisa pergi, tapi tidak sekarang. Bertahanlah sebentar lagi ya, kakak tau kau tidak nyaman berada disini. Setelah uang kakak terkumpul, kita akan pindah dari sini " kata Derrick


" Terimakasih kak, sudah mendengarkan aku " kata Leticia senang


" dan terimakasih sudah menjadi kakak yang baik untukku, di kehidupan kali ini aku beruntung memiliki kakak sepertimu " batin Leticia senang


Derrick dan Leticia berpelukan dengan erat. Meskipun Leticia tau bahwa Derrick bukanlah kakak kandungnya, tapi ia menyayangi Derrick seperti Leticia yang asli menyayangi kakak nya sendiri.


Leticia sedih karena membuat kakak nya itu kesusahan karena dirinya, maka dari itu ia berfikir ingin membantu Derrick mengumpulkan uang agar mereka bisa segera pergi dari istana Ilios.


Malam itu..


Leticia duduk di sebuah kursi dan sendirian. Raja menemuinya dan terlihat dingin padanya, mereka berbicara satu sama lain. Entah apa yang dikatakan Raja pada Leticia, hingga membuat raut wajah gadis itu tidak nyaman. Setelah Raja pergi, barulah wanita itu menangis.


" Kenapa air matanya tidak mau berhenti? kenapa juga aku sedih? apa ini perasaan Leticia? Leticia kau sakit hati dia menghina kakak mu kan? aku juga sakit hati.. karena Derrick adalah kakak ku juga.." batin Leticia sedih


" Kali ini, apa aku lagi yang membuatmu menangis?" tanya Alexander yang sudah ada di depan Leticia. Pria itu menatap Leticia yang sedang menangis.


" Se..sedang apa kau disini?" tanya Leticia sambil mengusap air mata nya


" kenapa dia kesini lagi?"


" Sial, kenapa dia harus melihatku menangis? saat ini aku sedang tidak dalam mood yang bagus " batin Leticia


" Aku kira dia pergi berkencan bersama pangeran lemah itu, ternyata dia malah sedang menangis disini. Apa yang terjadi ya?" batin Alexander


" Aku kesini untuk mencegah mu berkencan dengan pangeran lemah itu, ternyata kau ada disini. Apa dia mencampakkan mu makanya kau menangis?" tanya Alexander tajam


" Kau selalu bicara pedas seperti biasanya, siapa yang menangis dan siapa juga yang dicampakkan? dasar sok tau ! kau tidak takut ada yang melihatmu disini? nanti kau ditangkap.." kata Leticia sambil menyeka sisa sisa air mata di wajahnya.


" Pertahanan di istana ini sungguh bodoh dan lemah, jadi aku bisa keluar masuk sesuka hatiku. Kau tidak perlu cemas, aku kesini untuk bicara denganmu " kata Alexander sambil tersenyum tipis


" Aku tidak mau bicara dengan mu, kita bicara saja nanti " kata Leticia cuek


" Tapi aku mau bicara sekarang, jika kau tidak mau bicara denganku tidak apa apa. Kau cukup dengarkan aku saja " kata Alexander membujuk


" Kenapa kau bicara lembut seperti ini, yang mulia pasti ada sesuatu kan?" tanya Leticia heran


" Ya benar ada sesuatu yang penting. Dan aku ingin kau tau, tentang apa yang kita bicarakan tadi siang aku serius padamu. Aku tidak mau main-main lagi dengan mu, sudah kubilang kan aku tidak bisa hidup tanpa mu. Jadi, aku sudah membatalkan pernikahan ku, aku memilihmu..."


Deg


Deg


Deg


Inilah jawaban yang selalu diinginkan oleh Leticia, sebuah kepastian dari Alexander. Kini Alexander sudah menyatakan semuanya pada wanita itu, ia sudah memilihnya dan melepaskan pernikahan politik yang sudah dia atur sebelumnya. Hati Leticia tergugah dan bergetar saat mendengar perkataan Alexander yang terdengar serius. Namun, wanita itu tidak bicara apa apa, karena ia hanya mendengar kan.


" Aura merah muda.. " gumam Leticia dalam hatinya saat melihat warna itu di tubuh Alexander.


SLING


Tiba-tiba saja cahaya muncul dari tangan Alexander, dan ada kalung matahari yang sebelumnya pernah ia berikan kepada wanita itu.


" Hanya kau satu satunya wanita yang bisa ada di samping ku, jadi maukah kau berjalan bersamaku? memberikan ku kasih sayang dan kehangatan mu lagi?" Alexander menatap Leticia dengan lembut dan penuh ketulusan. Leticia juga bisa merasakan ketulusan itu dari aura yang terlihat dari tubuhnya.


" Aku..


" Aku tidak setuju !"


Leticia dan Alexander kaget saat mendengar suara pria yang penuh kemarahan dan menentang itu.


...---***---...