
Seakan melihat hantu, Leticia terkejut saat melihat Derrick sudah berdiri tak jauh dari tempat nya dan Alexander bersama.
" Kakak !"
" Cih ada pengganggu.. padahal tinggal sedikit lagi " batin Alex sebal
" Apa apaan ini? kenapa bisa ada musuh di sini ? dan kenapa kau mendekati adikku?" tanya Derrick sambil menarik adik nya itu ke belakangnya. Terlihat bahwa Derrick marah pada Raja tiran itu.
" Seperti yang kau lihat dan kau dengar. Aku sedang mencoba mengatakan cinta pada Leticia " kata Alexander santai
" Beraninya kau menyebut nama adikku dengan mulutmu yang kotor itu ! " Derrick terlihat murka setiap melihat Alexander.
Bagaimana Derrick tidak akan marah dan murka melihat Alexander, karena Raja tiran itu sudah menghancurkan dirinya, keluarga nya dan kerajaan nya. Dan Derrick tidak pernah melupakan hal itu, ia sangat membenci Alexander dan selalu ingin membunuhnya. Namun, ia tau bahwa ia tidak mungkin bisa membunuh Raja dengan kekuatan iblis dan punya 4 elemen itu.
" Seperti nya kau masih ada dendam padaku ya? padahal berkat adikmu aku bisa melupakan kebencian itu, bagaimana kalau kita berdamai saja?" tanya Alexander tulus, sambil mengulurkan tangannya ke depan gadis itu
" Bagaimana ini? kakak pasti sangat marah, apa kakak akan menerima uluran tangan tiran psikopat ini?" batin Leticia resah
" Cih ! kau sangat menjijikan ! aku tidak akan pernah berdamai dengan orang yang sudah menghancurkan keluargaku dan kerajaan ku !" kata Derrick emosi
" Baiklah, aku rasa memang terlalu cepat untuk membuatmu berdamai denganku. Mungkin..
" Hentikan ! aku tidak akan pernah mau berdamai dengan mu, kita ini musuh " kata Derrick
" Sombong sekali, jika dia bukan kakak dari wanita yang aku cintai. Mungkin dari dulu dia sudah mati. " batin Alexander kesal
" Aku tidak akan berbasa-basi lagi denganmu tuan Derrick, atau sekarang harus ku panggil sir Derrick? Aku mencintai adikmu, dan tidak ada seorang pun yang bisa menghentikan hubungan kami termasuk dirimu " kata Alexander
" Aura kakak hitam, dan aura Psikopat tiran itu berwarna abu abu. Ini tidak bagus, apa mereka akan berkelahi disini?" batin Leticia cemas
" Omong kosong apa ini? kau pasti ingin balas dendam makanya kau ingin mempermainkan perasaan adikku, kan? jangan kira aku bodoh " kata Derrick tak percaya
" Aku tidak pernah bermain main dengan perasaan. Kalau aku mempermainkan adikmu dan berniat balas dendam, aku bisa saja membunuh kalian dari dulu. " kata Alexander
" Apapun alasan mu tidak bisa diterima, kau tidak akan bisa menjalin hubungan dengan adikku. Dan adikku juga tidak akan menjalin hubungan denganmu " kata Derrick sinis
" Sial, aku ingin sekali membunuhnya. Tapi, aku harus tahan.. dia adalah kakak Leticia.. " batin Alexander geram
" Kakak, sudah lah ! kita pergi saja, sebentar lagi para penjaga dan pengawal akan mulai berjaga disekitar sini. Yang mulia Raja Alexander juga cepatlah pergi " kata Leticia melerai
" Aku tidak akan pergi sebelum mendengar jawabanmu " kata Alexander
" Dasar kepala batu ! adikku sudah mengusir mu, tidak tahu diri ! adikku tidak menyukaimu " kata Derrick yakin
" Benarkah itu? kau tidak menyukaiku, Leticia?" tanya Alex sambil tersenyum pada Leticia
" Kenapa aku tidak bisa menjawab pertanyaan ini? apa karena ada kakak?" batin Leticia bingung
" Kurang ajar !"
Derrick yang masih dendam pada Raja Alexander, menyerang pria itu dengan kekuatan sihirnya. Alexander bisa saja mengalahkannya dengan mudah, tapi ia memilih menghindar karena menghargai Derrick sebagai kakak dari wanita yang ia cintai.
" Ini tidak akan mudah kalau dia masih menghalangiku mendekati Leticia. Apa aku harus mengambil hatinya? tidak.. tidak.. seperti nya membunuhnya lebih mudah, tidak tidak.. Leticia akan membenciku selamanya kalau aku memusnahkan kakak nya juga " batin Alexander berfikir
" Kenapa kau tidak melawan? sini lawan aku, jangan menghindar terus seperti itu !" ujar Derrick kesal
" Dia pasti menghindar karena menghargai perasaan ku, jika itu benar..apakah dia benar-benar menyukaiku kan?" batin Leticia
" Aku bisa saja memusnahkan mu dalam sekali serangan, tapi aku tidak bisa menyakiti calon kakak ipar ku di masa depan " kata Alexander sambil tersenyum jahil
" apa apaan? kenapa psikopat tiran itu bisa berkata begitu?! Apa dia sedang mencoba menjadi bucin? kakak ipar? haa. percaya diri sekali ! " batin Leticia terpana
" Apa kau bilang? kakak ipar? siapa yang sudah menjadi kakak ipar mu?!! gila kau !" Derrick meninju Alexander dan Raja itu menghindar dengan cepat.
" ku akui dia memang kuat, kalau saja dia bukan musuh ku, dia akan menjadi pria yang bisa melindungi Leticia dengan baik. Tapi, sayang sekali orang sekuat dirimu harus menjadi musuhku " batin Derrick kesal
" Sudah sudah hentikan ! aku lelah, aku cuma ingin bilang kalau aku mencintai adikmu. Aku tidak bisa hidup tanpa nya, aku harap kau merestui ku "
" Kenapa kau bicara seperti itu? aku saja belum menerimamu !" tanya Leticia kesal
" Kau dengar apa katanya bukan?" tanya Derrick meremehkan Raja itu
" dia bilang belum menerimaku, bukan berarti dia tidak akan menerima ku. Masih ada kesempatan bagiku, karena aku baru akan memulainya. " kata Alexander sambil tersenyum pada Leticia
" Aura merah muda lagi.. dia benar-benar serius.. kenapa dia semakin tampan saja.. " batin Leticia terpana
" Haa.. bermimpi lah, selamanya kau hanya akan jadi musuh kami, Raja Alexander. Tidak akan pernah dan tidak akan bisa, kau mendapatkan adikku " kata Derrick serius
" Benar, terlepas dari perasaan ku padanya dan perasaan nya padaku. Kami masih terikat oleh hal lain, yaitu kebencian. Mungkin Alexander bisa melupakan semua dendam itu demi diriku, tapi kakak sangat membenci nya. " batin Leticia berfikir
" Jangan pernah bicara begitu. Siapa tau hatimu akan berubah padaku? aku akan pergi dan akan datang lagi sampai kalian melihat ketulusan ku " kata Alexander sambil tersenyum hangat tidak seperti biasanya
" Jangan bicara omong kosong ! orang seperti mu mana bisa bersikap tulus " kata Derrick tak percaya
" Aku akan mencoba mendapatkan hati kalian.." kata Alexander
Wush
Alexander menghilang menggunakan sihir nya seperti biasa. Derrick terlihat kesal dan murka pada Alexander. Ia mengingat kan adiknya itu agar tidak lupa dengan pembantaian yang dilakukan Raja tiran itu kepada keluarganya, dan kerajaan Brilla.
" Aku tidak akan melarang mu menyukai seseorang, siapapun juga, tapi jangan orang itu. Jangan lupa Tisha, dia adalah orang yang sudah membantai keluarga kita.. dan kau melihatnya sendiri bukan? ayah mati dipenggal olehnya di depan mata mu ! dan kau masih mau bersama pria jahat itu? Kalau perlu, aku akan selalu mengingatkan mu, kau siapa dan dia siapa! jika kau memang lupa.. " kata Derrick sambil menatap adiknya itu dengan serius tidak seperti biasanya.
" Auranya hitam, dia benar-benar murka " gumam Leticia dalam hatinya
Leticia benar-benar bingung, tapi ia tak bisa berbohong dengan perasaan nya sendiri bahwa ia juga memiliki perasaan yang sama dengan Alexander. Wanita itu juga ingin menjalin hubungan dengan Raja tiran itu, dan jujur saja kebencian nya pada Raja itu sudah berhasil dikalahkan oleh rasa cintanya.
Seandainya ia menjalin hubungan dengan Raja tiran itu, kakak nya sudah pasti akan menolaknya mati matian. Kebencian Derrick pada Alexander sudah mendarah daging, kalau bisa mungkin pria itu sudah membunuh Alexander. Apakah kebencian itu bisa berubah di hati Derrick?
Memang secara logika, tidak masuk akal jika seorang wanita yang sudah dibunuh keluarga nya akan menjalin hubungan dengan si pembunuh. Begitu pula sebaliknya, akan sulit bagi hubungan mereka ke depannya tanpa restu dari Derrick.
***
Alexander terlihat kesal, ia sudah kembali ke kamarnya. Dan ia lebih kesal lagi saat ia melihat Daniel sedang tertidur lelap di ranjangnya.
" Daniel ! bangun kau !" Alexander membentak
" Tolong sebentar lagi.. umm.. " Daniel mengigau sambil ngiler di bantal, pria itu masih tertidur pulas
" Cari mati KAU !"
Raja tiran itu menggunakan sihirnya dan melempar Daniel yang sedang tertidur ke lantai.
BUK
" Ah.. yang mulia .. sakit .." Daniel terbangun dan memegang pantatnya yang terasa sakit karena jatuh ke lantai
" Beraninya kau tidur di ranjang ku! hanya aku dan Leticia yang boleh tidur di ranjang itu! kau asisten kurang ajar !" kata Alexander marah-marah
" Am.. ampuni saya yang mulia, saya ketiduran... " Daniel berlutut dan memohon maaf
" Kenapa suasana hatinya buruk setelah kembali dari Ilios? bukankah harusnya yang mulia senang, ada apa ini?" batin Daniel heran
Dan Daniel lah yang terkena imbas dari kemarahan Alexander pada Derrick. Bahkan sampai keesokan harinya, Daniel masih dihukum untuk membereskan semua berkas yang ada di ruang kerja Raja juga membersihkan kamar Raja. Daniel sudah seperti pelayan saja.
Di tambah lagi hari itu ada rapat dewan istana yang menentang Alexander membatalkan pernikahan nya dengan Vivian. Membuat Raja tiran itu mood nya semakin memburuk, ia bahkan melukai beberapa bangsawan yang menentangnya itu karena emosinya tidak terkendali.
" Yang mulia ! tolong hentikan ! dia bisa mati !" kata Daniel panik melihat seorang bangsawan yang berdarah darah setelah Raja tiran itu mematahkan tangannya.
" Bangun kau ! kau bilang apa tadi? Pangeran Gustaf cocok jadi raja ??!" teriak Alexander dengan mata merah penuh kemarahan
Para bangsawan itu panik dan mulai berjalan mundur menjauhi Alexander yang murka.
KLANG
KLANG
" Sial,yang mulia Raja benar-benar akan membunuh Count Calypso !" batin Duke Zillon panik
" Yang.. yang mulia.. am..ampuni saya " kata Count Calypso yang lemas karena banyak mengeluarkan darah
" Kau bilang ampun?!! " Suara Raja tiran itu menggelegar seperti petir, dan membuat orang orang disana ketakutan.
" Tidak ada cara lain lagi, hanya satu orang yang bisa menghentikan pembantaian ini " batin Daniel berfikir
Daniel pergi secepatnya ke kamar nya, dan mengambil gulungan sihir. Ia menggunakan gulungan sihir itu untuk menemui Leticia di Ilios.
KLING
Daniel sudah sampai di dapur istana Ilios, ia melihat Leticia dan Carol sedang memasak disana. Beruntungnya saat itu tidak ada pelayan lain yang terlihat.
" tuan Daniel? kenapa kau ada disini?" tanya Leticia heran
" Tuan putri, nona Carol ! syukurlah saya berteleportasi ke tempat yang benar. " kata Daniel gelisah
" Ada apa tuan Daniel? kau terlihat gelisah?" tanya Leticia
" Tuan putri tolong ikut saya sebentar ! ini darurat !" kata Daniel memohon
" Ta..tapi.. kemana?" tanya Leticia tak mengerti
" Ke istana Fostiarus! tolong yang mulia ! saya mohon tolong hentikan yang mulia !" seru Daniel
Leticia terlihat panik mendengar nya, ia takut terjadi sesuatu pada Alexander.
" Carol, tolong tangani ini dulu. Aku akan segera kembali !" kata Leticia terburu-buru
" Ba..baik nona " kata Carol patuh
Leticia dan Daniel pun menghilang bersamaan dengan cahaya.
***
Mereka sudah sampai di istana Fostiarus, Leticia melihat banyak bercak darah berceceran di lantai.
" Tuan Daniel.. da..darah.."
" Iya ini bahaya yang saya maksud, ayo kita pergi menemui yang mulia !'
TAP
TAP
TAP
Leticia dan Daniel berlari ke aula kerajaan dan mereka melihat banyak para bangsawan yang terluka, Dominic juga terlihat marah dan memegang pedangnya yang penuh darah.
" Hentikan yang mulia !" seru Leticia sambil menghampiri Alexander.
" Mata merah, aura hitam pekat.. dia sangat marah, tidak ini bukan hanya kemarahan biasa. Tapi, ini murka !" batin Leticia
" Leticia .." Alexander melihat ke arah Leticia
" Ya, ini aku. Tenanglah, letakkan pedangmu.. " kata Leticia berusaha membujuk
" Tapi mereka sudah menentang ku ! mereka harus mati !" kata Alexander masih marah
" Kau sudah janji pada ku kan? tidak akan membunuh orang yang tidak bersalah.. apa kau lupa?" tanya Leticia
" Aku tidak pernah lupa janjiku, tapi mereka ini bersalah. Yang bersalah pantas mati" kata Alexander sambil mengayunkan pedangnya ke arah Count Calypso yang gemetaran
Leticia berdiri di depan Count Calypso dan menghalangi Alexander. Pedang itu hampir saja melukai Leticia, jika Raja tiran tidak menghentikan nya tepat waktu.
" Kau sudah gila ya?! kau mau mati?" tanya Alexander kesal
" wanita ini menyelamatkan ku, padahal aku selalu menghina nya. Dia ternyata sangat baik " batin Count Calypso terharu
" Aku bersalah, kalau begitu bunuh aku. Karena aku menghalangi mu untuk membunuhnya " kata Leticia tegas
KLANG
Alexander menjatuhkan pedangnya yang berlumuran darah itu, ia menyerah karena Leticia menghentikan nya.
" Te.. terimakasih nona " kata Count Calypso lega
" Pergilah, sebelum yang mulia Raja marah lagi " ujar Leticia pada semua bangsawan yang terluka disana.
Para bangsawan itu pergi, dan kemarahan Alexander mulai mereda karena kehadiran Leticia.
" aura hitam nya sudah menghilang. Baguslah " batin Leticia senang
" Syukurlah semua selamat, tidak ada pertumpahan darah di sini. Tidak ada yang mati, aku tidak perlu membereskan mayat hari ini... memang tuan putri adalah solusi terbaik dalam meredakan amarah yang mulia Raja " batin Daniel bersyukur
" Tuan Daniel, antar aku kembali ke istana Ilios !" ujar Leticia
" kau mau kemana? " tanya Alexander sambil memeluk Leticia dari belakang.
" Yang mulia Raja, lepaskan aku! aku harus kembali !" seru Leticia memberontak
" Kau sudah disini, dan kau ingin kembali? tidak semudah itu .."
Kyaaa !!
Leticia terkejut saat Raja itu menggendongnya.
...---***---...