Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran

Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran
Bab 96. Hari bersamamu


Di istana Fostiarus..


2 orang yang tidak asing tampak sedang berjalan mengendap-endap menuju ke menara tempat Alexander menyimpan kekuatan nya. Sepanjang perjalanan ke menara yang letaknya tak jauh dari istana utama itu, dijaga ketat oleh beberapa pengawal kepercayaan Alexander dan yang terkuat dari kelompok kstaria kerajaan nya.


Kedua orang itu bersembunyi di balik tembok saat melihat pengawal yang ada di dekat menara itu. Mereka adalah Efrat dan Abraham yang sebelumnya pernah menjual Leticia ke rumah bordil.


" Sial ! disini juga dijaga sangat ketat " gerutu Efrat kesal


" Bagaimana pun caranya kita harus pergi ke menara itu dan mengambil kristal , mutiara berlian, atau apalah namanya itu. " kata Abraham


" Benar, tapi bagaimana caranya kita melewati yang satu ini? mereka terlihat kuat dan seperti nya bukan pengawal biasa. " kata Efrat


" Untuk yang satu ini kita butuh strategi " Abraham terlihat berfikir


" Hey, apa kau yakin dengan ini? kita sedang mempertaruhkan hidup kita dengan melakukan ini. Jika Raja tiran itu tau, matilah kita !" Efrat terlihat ragu dan takut


" Apa kau tidak ingin hidup bahagia? kaya selamanya? hidup terjamin, tidak khawatir kekurangan, belum lagi status sosial kita akan meningkat. Bukankah selama ini itu yang kau dan aku inginkan?" tanya Abraham


" Iya itu benar, aku juga menginginkan ini. Tapi, tindakan kita saat ini sangat berbahaya !" seru Efrat


" Kalau ingin hidup enak, terkadang kita harus melakukan hal yang berbahaya. Mari kita bertaruh hari ini untuk masa depan kita " kata Abraham semangat


" Baiklah, apa rencana mu?" tanya Efrat pada teman nya itu.


Mereka berbisik-bisik, seperti merencanakan sesuatu. Tak lama kemudian, Efrat datang menghampiri kedua pengawal yang terlihat kuat itu dengan membawa makanan di nampan yang ia bawa.


" Siapa kau? kenapa kau bisa datang kemari?" tanya kstaria 1 dengan wajah yang garang, ia bertubuh besar, tinggi, dan kekar.


" Maafkan saya tuan kstaria, saya hanya diminta untuk memberikan makanan untuk kalian " kata Efrat ramah


" Makanan? " kstaria 1 melirik kstaria 2 seolah bertanya-tanya. " Kami tidak meminta makanan kok " lanjut si ksatria 1 kebingungan


" Iya memang tidak. Saya datang kesini atas perintah nyonya Anne, dan nyonya Anne berkata ini adalah perintah Baginda Raja, agar saya mengantarkan makanan " Efrat mempertahankan senyuman nya, padahal di dalam hatinya, pria paruh baya itu merasa cemas, dan berdebar-debar.


" Oh begitu, kebetulan sih kami memang lapar " kata kstaria 2


Efrat meletakkan makanan yang berada di nampan itu, di meja. Kemudian, dua kstaria itu duduk sambil memakan cemilan yang dibawanya. Terlihat juga 2 gelas minuman yang ada di meja. Sementara Abraham dengan diam-diam pergi menyelinap berusaha masuk ke menara, saat Efrat sedang sibuk mengajak para kstaria itu mengobrol.


" Haha.. ayo di minum juga minuman nya tuan kstaria " Efrat tertawa canggung


" Terimakasih tuan. " kstaria 1 meneguk minuman yang berwarna orange seperti jus itu, sampai habis. Begitu juga dengan ksatria 2.


Bagus, minumlah sampai habis. Syukurlah Abraham sudah pergi, setelah kedua orang ini tumbang. Aku akan menyusulnya. Ini untuk mengubah nasib kami ! dan semoga pangeran Gustaf menepati janjinya setelah ini.


🍂🍂🍂


Leticia dan Alexander berjalan sambil bergandengan tangan. Mereka sudah puas makan, dan berjalan-jalan sambil menunggu malam datang. Karena esok harinya, Alexander harus segera kembali ke istana dan melakukan rutinitas nya.


Kini mereka berada di hamparan Padang rumput yang luas dan sedang duduk disana. Mereka bermaksud untuk melihat matahari terbenam.


" Wah, makanan disana benar-benar enak. Ternyata suami ku ini pandai merekomendasikan makanan yang enak " kata Leticia senang


" Menurutku masakan mu lebih enak " kata Alexander


" Benarkah? "


Apa karena di dunia ini tidak ada makanan seperti itu, makanya dia bilang enak?


" Ya, benar. Masakan mu lebih enak, dan unik " kata Alexander.


Sama seperti dirimu yang unik dan berbeda dari gadis lain.


" Aku senang kau suka, nanti saat kita tiba di istana. Aku akan memasakkan untukmu setiap hari "


" Kau tidak usah melakukan itu, ada banyak orang yang akan melakukan nya di istana. Tugasmu hanya duduk diam, setia menunggu suami mu pulang, dan nikmati hidupmu sebagai Ratu dari kerajaan Fostiarus "


Ratu? apa aku benar-benar sudah menjadi Ratu kerajaan Fostiarus?.


" Ratu? sebelumnya aku tidak pernah berfikir kalau aku akan menjadi ratu. "


" Maka sekarang kau harus pikirkan, kau adalah Ratu ku. Ratu kerajaan Fostiarus, karena kau sudah menjadi pasangan ku. Kau tidak perlu melakukan hal seperti memasak, mengerjakan pekerjaan rumah, ataupun bekerja yang berat berat "


" Tapi dulu aku biasa melakukan itu, saat berada di istana mu. Aku memasak, bersih-bersih, Kenapa sekarang aku tidak bisa melakukan nya?" tanya Leticia tak senang


" Sudah jelas karena kau adalah ratu ku " jawab Alexander


" Kau jangan lupa, selain Ratu. Aku juga istrimu, apa tidak boleh seorang istri memanjakan suaminya ?"


" Me-memanjakan? apa maksud mu?" tanya Alexander


Wanita itu tersenyum dan memeluk suaminya.


" Ke-kenapa tiba-tiba?" tanya Alexander yang kaget saat istrinya memeluk nya. Jantungnya kembali berdebar-debar.


" Memanjakan maksud nya itu adalah aku ingin melakukan tugas sebagai istri. Apa tidak bisa?" Jari jari kecil wanita itu menelusuri otot dada suaminya.


Orang keras kepala ini harus dijinakkan dulu, barulah ia menurut. Semoga godaan ku berhasil.


" Aku akan setuju kalau itu memang bertugas memanjakan ku "


" Benarkah? jadi aku boleh memasak untuk mu setiap hari kan?" tanya Leticia ceria


" Baiklah, baiklah. Aku juga tidak bisa menolak mu " Alexander setuju setelah di bujuk oleh istrinya.


Yes, berhasil dijinakkan !


Leticia senang dan memeluk suaminya dengan manja. Namun, tiba-tiba saja dia teringat sesuatu yang meresahkan nya.


Melihat wajah istrinya yang tidak baik itu, Alexander menanyakan keadaan nya dengan lembut. Rupanya wanita itu mengkhawatirkan kakak nya, Derrick. Dan bagaimana reaksinya nanti saat ia tau bahwa Leticia dan Alexander sudah menikah tanpa persetujuan nya.


Hati Derrick pasti terluka, ia juga pasti kecewa dengan tindakan mereka berdua, akan tetapi ia harus menerima kenyataan bahwa kini adiknya sudah menikah dengan orang yang ia benci dan orang itu adalah orang yang di cintai adiknya. Alexander menghibur Leticia, berusaha menenangkan nya. Saat ia bertemu dengan Derrick nanti, ia akan memohon pada nya agar menerima dirinya sebagai adik iparnya.


Alexander percaya bahwa waktu akan mengubah sikap Derrick padanya, perasaan Derrick juga akan berubah. Leticia merasa lega dengan kata-kata Alexander itu,dan ia kembali bersemangat untuk meruntuhkan kakak nya yang keras kepala, saat ia kembali ke Brilla nanti.


Leticia bersandar di dada bidang milik suaminya itu dengan santai. Sambil menikmati angin sore yang bertiup ke arah nya. Tiba-tiba saja Leticia memikirkan sesuatu yang berat di dalam pikiran nya, lalu ia mengatakan itu pada suaminya.


" Lex, jika suatu saat nanti kau mencintai seseorang selain diriku. Atau hatimu berubah, tolong beritahu aku dulu " Leticia terlihat serius


" Apa sebenarnya yang kau pikirkan? kenapa kau bicara begitu? aku hanya akan mencintai mu seorang " Raja tiran itu terdengar marah, ia melepaskan pelukannya pada Leticia dan menatap tajam kepada wanita yang ada di depan nya itu.


" Jangan bilang begitu, suatu saat nanti hatimu akan berubah. Jika saat itu tiba, beritahu aku. Lalu aku akan pergi "


GREP


Hmph..


Ciuman yang kasar dari raja tiran menghampiri bibir merah wanita itu. Ia terlihat marah pada wanita yang didepannya itu.


Kenapa kau mengatakan sesuatu seperti itu? apa kau meragukan kesetiaan ku? atau kau mungkin..


Leticia mendorong Alexander karena ia merasa bahwa ciuman itu membuatnya tak bisa bernapas.


" Hentikan, aku tidak bisa bernapas "


Alexander menggigit bibir istrinya sampai memerah.


" AW ! "


" Masih tidak tau kesalahan mu? masih mau bicara sembarangan lagi? kau sudah tau apa yang akan terjadi jika aku marah kan?" tanya Alexander sambil memegang kedua tangan istrinya.


" A-aku.."


BRUK


Pria itu menjatuhkan tubuh Leticia. Hingga wanita itu terbaring di rerumputan, dan Alexander berada di atasnya.


" Apa yang kau.."


Pria itu membungkam istrinya dengan ciuman, hingga Leticia tak bisa bicara lagi. Tak lama kemudian, ia melepas nya lagi.


" Hukuman " Alexander membuka tali pita yang mengikat gaun Leticia.


" Apa yang mau kau lakukan di alam terbuka seperti ini??!" tanya Leticia kaget


" Menurutmu, aku mau apa?" tanya Alexander sambil tersenyum seolah mengisyaratkan sesuatu.


Di alam terbuka itu, Alexander dengan berani mencium cium tubuh istrinya. Terutama bagian tubuh istrinya yang sensitif. Setelah kejadian tadi malam, Alexander sudah tau dimana titik titik sensitif istrinya.


" Ah ! hentikan kau mesum !" Leticia berusaha meredam suara nya, ia mendorong pria itu. Tapi, usaha nya sia-sia. Pria di depannya itu kembali menerkam nya dengan sengaja.


" Bilang dulu maaf, baru ku lepaskan "


" Kau sudah gila ya?"


" Kau yang sudah gila, kau berfikir aku akan selingkuh darimu? " tanya Alexander. " Percaya atau tidak, aku bisa melakukan nya disini. Kau tau kau kan aku selalu semauku "


Ini tempat terbuka, bagaimana kalau ada orang lain yang melihat nya? dia ini benar-benar selalu semaunya. Leticia tampak ketakutan dengan ancaman suaminya.


" Baiklah, aku minta maaf suamiku. Aku minta maaf " kata Leticia sambil mendorong suaminya


Alexander menepati janjinya, ia melepaskan istrinya. Dengan telaten, ia juga membantu Leticia merapikan kembali bajunya. Mereka kembali duduk dan terlihat suasana yang kurang menyenangkan diantara mereka.


" Kau tau apa kesalahan mu?" tanya Alexander tegas


" Ya aku tau, aku kan sudah minta maaf " jawab Leticia


" Minta maaf yang benar dan jelas !" seru Alexander


" Aku minta maaf karena mengatakan bahwa hatimu akan berubah "


Dia sangat perhitungan sekali. Benar, inilah tiran yang sebenarnya.


" Jadi, apa kesimpulan nya?" tanya Alexander sambil tersenyum tipis


" Kau mau aku bilang apa lagi? bukankah aku sudah minta maaf ?" tanya Leticia heran


" Ckckck Dasar tidak peka. Kesimpulan nya adalah bahwa aku tidak mau kau bicara sembarangan seperti itu lagi. "


Jika kau bicara seperti ini. Apa artinya kau akan setia padaku Alexander?. Leticia berbicara dalam hatinya, matanya menatap Alexander dengan penuh pertanyaan dan keraguan.


Dia menatapku seperti itu? apa dia meragukan ku?


Tangan pria itu menyentuh dagu Leticia dan membuat wajah mereka bertemu. Dan mata mereka saling bertatapan.


" Kenapa tidak bicara? kau ragu padaku? " tanya Alexander.


Leticia mengangguk pelan, ia tak berani menatap suaminya itu.


" Sebenarnya apa yang kau takutkan? kenapa kau ragu? Jadi bicaralah, biar aku tau !" seru Alexander


" Aku takut suatu saat nanti aku akan terluka kembali oleh cinta. Karena sulit bagiku untuk jatuh cinta padamu, jika kau melukai ku, maka kelak akan sulit bagiku untuk menutup luka ku. Hati manusia bisa berubah, dan aku takut hatimu juga begitu. Sekarang kau mencintaiku, bisa saja esok hari kau mencintai gadis lain yang lebih cantik, lebih baik dariku. Karena itu, aku ragu apakah kita bisa bertahan selamanya?"


Pemikiran nya tentang cinta dan kesetiaan sangat dalam. Apa itu karena masa lalu nya?.


" Kita bisa bertahan selamanya, mungkin kau belum sepenuhnya percaya padaku. Tapi aku akan buktikan dengan sikapku, bahwa aku berjanji tidak akan pernah melukaimu, aku tidak akan melepaskan mu apapun yang terjadi, aku hanya akan mencintai mu. Jadi, cobalah percaya padaku. Lihatlah sikapku padamu kedepannya akan bagaimana, hatiku tidak akan berubah " terang Alexander


Hatiku meleleh, ternyata si tiran ini bisa mengucapkan kata-kata romantis seperti ini.


" Baiklah, aku akan mencoba percaya padamu " jawab Leticia sambil tersenyum


" Sebaliknya, aku juga akan mencoba percaya padamu. Jika kau ketahuan mengkhianati ku, aku akan membunuhmu dan selingkuhan mu itu " kata Alexander sambil tersenyum sinis


" Haha.. aku tidak akan melakukan itu, aku ini wanita yang setia. Aku justru khawatir padamu, dengan wajahmu itu kau bisa memikat wanita manapun " Leticia tersenyum canggung


Ya benar. Setidaknya wajah nya itu dia bisa memikat siapa saja. Jika dia belum tau sifat aslinya, pasti mereka akan menempel padanya.


" Meskipun wanita wanita itu terpikat oleh wajah tampanku. Aku akan mencolok mata mereka dan menyingkirkan mereka semua. Tidak peduli mereka mau melihatku atau tidak, aku hanya butuh kau saja yang melihatku " terang Alexander


" Haha baiklah " Leticia


" Aku lah yang harusnya khawatir, karena begitu banyak pria yang mendekat ke arah mu. "


" Kau cemburu?" tanya Leticia


" Tidak, aku bukan cemburu. Aku marah "


Setelah itu mereka melihat matahari terbenam bersama-sama. Leticia merasa senang, karena seharian itu ia bersama dengan Alexander tanpa beban.


Petang itu mereka kembali ke penginapan, dan segera disambut oleh Daniel dan para pengawal.


" Yang mulia Raja, dan yang mulia Ratu, akhirnya sudah kembali "


" Ratu? tidak, aku belum resmi jadi ratu. Tolong jangan panggil aku begitu " kata Leticia kebingungan dan merasa malu


" Kau harus membiasakan diri mu dipanggil seperti itu, kau istriku. Dan itu artinya kau sudah jadi Ratu ku, ratu kerajaan Fostiarus " kata Alexander tegas


" Ah ya baiklah " jawab Leticia


Alexander, Leticia dan para pengawal makan malam bersama di restoran yang ada di penginapan itu.


Terlihat sekali Alexander tidak nyaman karena banyak orang disana. Sementara Leticia makan lahap seperti biasanya.


" Ada apa? apa kau merasa tidak enak badan?" tanya Leticia bingung melihat Alexander yang berwajah dingin


Daniel,sir Carl dan kedua pengawal itu kaget mendengar pertanyaan Leticia pada suaminya.


" Apa aku tidak salah dengar? Baginda Ratu menanyakan keadaan baginda Raja?" bisik Jerome pada Daniel


" Kau tidak salah dengar sir Jerome, aku juga dengar " kata Daniel


" Bagaimana bisa baginda ratu bertanya tentang keadaan yang mulia? yang mulia Raja kan tidak pernah sakit seumur hidupnya " kata Sir Carl heran


" Seseorang seperti Baginda Raja tidak mungkin sakit " kata Jack yakin


" Benar, lalu apa yang membuat wajahnya seperti itu?" tanya Daniel heran, sambil melihat ke arah Raja nya yang terlihat kesal.


Leticia juga merasa heran dengan perubahan suasana hati Alexander.


" Apa kau sudah selesai makan?"


" Aku mau coba dessert dulu, sebentar ya " kata Leticia semangat


" Makan nya di kamar saja " jawab Alexander tak senang


" Kenapa? apa kau benar-benar sakit? tidak mungkin, kau kan tidak pernah sakit. " Leticia memegang kening Alexander.


Kenapa aku senang dia menyentuh ku dan memperhatikan ku seperti ini? ternyata diperhatikan juga tidak buruk.


" Kau tidak demam "


" Aku memang tidak demam, tapi aku benar-benar tidak enak badan. " kata Alexander sambil memegang tangan istrinya dengan manja.


Kenapa dia bertingkah manja seperti ini? apa dia benar-benar sakit?


Alexander melirik para pria yang memandang istrinya dengan membara, dengan sinis dan tajam. Rupanya Alexander ingin buru-buru pergi ke kamarnya karena tidak nyaman dengan para pria yang menatap istrinya itu.


Sialan, harusnya aku membeli penginapan ini saja sekalian. Lalu aku akan mengusir para pria brengsek yang menatap istriku seperti itu ! rasanya aku ingin mengeluarkan mata mereka dari situ, jika tidak ada Leticia. Mereka mungkin sudah kuhabisi. Tidak bisa, aku tidak bisa marah di depan Chia, ini hari kami bersama, hari baik untuk kami. Aku tidak boleh menghancurkan nya.


" Baiklah, kalau kau merasa tidak enak badan. Kita pergi ke kamar sekarang, besok kan kita harus kembali ke istana. Aku akan memeriksa keadaan mu " kata Leticia cemas


" Iya, ayo kembali " Alexander tersenyum sambil menggandeng tangan istrinya.


Daniel, Sir Carl, Jerome dan Jack sampai bengong melihat rajanya begitu manja pada Leticia. Baru pertama kalinya mereka melihat raja mereka yang kejam itu bersikap manja pada seseorang. Inilah bukti sang tiran telah jinak.


Ternyata begini ya rasanya di perhatikan, tidak buruk. Aku akan sering-sering melakukan ini.


...---***---...