Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran

Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran
Bab 53 Rencana jahat ( part 2 )


***


.


.


Cahaya matahari menyinari kamar Leticia yang ada di lantai 2 istana Ilios. Cahaya itu membangunkan Leticia dari tidur nyenyak nya.


" Hoamm..." gadis itu merentangkan tangannya.


" Eh, ini kok seperti ada tangan?" gumam Leticia yang merasakan ada tangan yang menyentuh tangannya


" Chia ku, kau sudah bangun?" tanya Alexander yang berbaring disampingnya, pria itu tersenyum cerah melihat wajah cantik gadis itu.


" Kau ! kenapa kau ada disini?!!" teriak Leticia kaget melihat Alexander ada di ranjangnya


" Aku tidak sengaja ketiduran disini, karena kau sudah bangun. Sepertinya aku harus pergi " kata Alexander sambil duduk di pinggir ranjang


" Haah? sejak kapan kau ada disini?" tanya Leticia penasaran


" Semalam aku kemari "


" Tapi kenapa kau kemari malam-malam?" tanya Leticia polos


" Apa aku harus jawab karena aku merindukan nya? ah tidak tidak, nanti aku di kira lebay. " batin Alexander


" Aku hanya ingin memastikan kau tidur dengan baik atau tidak, kau kan selalu kesana kemari kalau tidur !"


" Haa?? benarkah? perasaan, aku selalu tidur dengan tenang deh. Ya sudah kau cepat pergi sana ! semalaman disini, apa kau tidak memikirkan pekerjaan mu di istana? " kata Leticia mengingatkan


" Ya ya.. aku memang akan kembali. Tapi, kenapa ya aku merasa kau tidak senang aku kesini? kau juga malah mencemaskan pekerjaan ku dari pada aku?" tanya Alexander tak paham


" Tentu saja aku mencemaskan pekerjaan mu, nanti kalau pekerjaan mu menumpuk, tuan Daniel akan kena imbasnya. Jadi kau harus cepat ke..


CUP


Pria itu mengecup bibir Leticia dan membuat wanita itu kaget, dan seketika wajahnya pun merah merona.


" Hey kau apa yang kau lakukan barusan, Hah?" Leticia kaget sambil memegang bibirnya


" itu hukuman untukmu, karena kau mencemaskan pria lain di depanku. " Raja tiran itu tersenyum manis dan membuat wajah Leticia makin merona.


" Aku tidak mencemaskan pria lain, aku hanya kasihan saja pada nya...dia sebenarnya orang yang lucu dan baik, dia juga baik padamu.." gumam Leticia


" Lucu? benarkah? dia itu menyebalkan " gumam Alexander pelan


" Pokoknya, lain kali tidak boleh menyebut pria lain saat berdua denganku! karena akan ada hukuman untukmu "


" hukuman?"


" Ya, hukuman. Contohnya seperti barusan"


" Hukuman macam apa itu dasar cabul!" kata Leticia ngambek


GREP


Alexander merangkul tubuh mungil gadis itu, tangannya melingkar di pinggang Leticia.


" Biarlah aku cabul, dan itu hanya untukmu saja. "


" Kau.. kau..." Leticia gugup


" kenapa dia jadi jago menggombal seperti ini?" batin Leticia heran


" Aku akan pergi.."


Alexander mendekatkan wajahnya ke arah gadis itu, seperti nya ia ingin menciumnya. Tapi, dengan cepat tangan Leticia menutupi bibir pria itu.


" Kenapa?"


" Aku belum gosok gigi, tidak bisa sekarang ! aku bau. Jadi.. jangan ya.. " Leticia malu


" Haa.. tidak apa bau, asal kau tetap cantik " Alexander memuji wanita itu.


Pria itu akhirnya mencium bibir Leticia dengan lembut dan dalam. Berbeda dengan ciuman ciuman sebelumnya yang kasar dan penuh nafsu, kali ini ciuman itu penuh perasaan kasih sayang di dalamnya.


" Aku kan sudah bilang jangan, kau ini ya !"


" Chia, aku pergi dulu ya. Nanti aku akan menemui mu " kata Alexander sambil mencium kening Leticia


" Iya baiklah, ingat selalu berhati-hati " kata Leticia cemas


" Apa apaan kau ini? kau sedang meremehkan kekuatan ku ya? tenang saja, aku adalah yang terkuat disini. " kata Alexander sambil tersenyum percaya diri


" Tetap saja kau harus berhati-hati.." wanita itu terdengar cemas


" rupanya kau sedang mencemaskan ku? tenang saja, tidak ada yang bisa mengalahkan ku. " Alexander menenangkan Leticia


" Ya aku tau itu. Aku akan selalu mengingatkan mu untuk berhati-hati, hari ini aku merasa akan ada sesuatu yang besar. " Leticia cemas


" entah kenapa aku merasa tidak enak hati " batin Leticia


" Kau lah yang harus berhati-hati, selama aku tidak ada kau tidak boleh bersama dengan pria lain. Aku akan menemui mu jika aku sudah tidak sibuk, jika ada hal darurat kau bisa mencium kalung itu dan memanggil namaku. Lalu, aku akan datang "


" Apa kalung ini bisa melakukan itu? apa kalung ini seperti ponsel?" tanya Leticia sambil melihat kalung yang ia kenakan di lehernya


" Ponsel? apa itu?" tanya Alexander heran


" kenapa dia selalu mengatakan hal-hal yang tidak ku mengerti? seolah olah dia dari dunia lain " batin Alexander heran


" Itu.. itu .."


" Sudahlah, jangan jelaskan lagi. Ingat saja kata-kata ku "


Wush


SLING


Alexander pergi begitu saja, dan menghilang dari pandangan Leticia.


" Semoga kau baik-baik saja " gumam Leticia berharap


***


Fostiarus---


Raja Tiran itu sudah ada di ruang kerjanya, ia melihat Daniel yang sedang tertidur di sofa setelah membereskan dokumen.


" Yang mulia.. anda darimana saja? saya kan sudah bilang jangan lama-lama..anda pergi semalaman " Daniel membuka matanya dan terlihat lelah


" Seperti nya kau begadang semalaman?" tanya Alexander yang melihat mata panda Daniel.


" Karena siapa saya begadang seperti ini.. huu.." Daniel menggerutu


" Jadi apa kerjaan nya sudah beres?" tanya Alexander


" Sudah selesai yang mulia "


" Kau boleh istirahat " ujar Alexander


" Apa ? benarkah?? terimakasih yang mulia " Daniel menatap Raja nya itu dengan mata yang berbinar-binar


" hanya 2 jam saja, tidak masalah kan? karena kita harus pergi ke wilayah bartione "


" Raja ku yang sebelumnya tidak pernah meminta pendapat orang, atau mempertimbangkan perasaan orang lain, kini sedang bertanya pada ku dengan lembut tentang jam istirahat ku yang biasanya selalu 1 jam sehari ? sulit dipercaya !" batin Daniel terpana


" Saya tidak masalah yang mulia, tapi apa semalam terjadi sesuatu yang baik? wajah anda terlihat cerah " kata Daniel senang


" Kau ini banyak omong ya ! pergi sana ! sebelum aku menyuruhmu tidak beristirahat sama sekali !" kata Alexander marah-marah


" Ba..baiklah yang mulia saya pergi " Daniel cemberut


" Ya ampun, lihatlah tempramen nya itu. Mana ada wanita yang mau dengannya, seharusnya dia bersyukur karena nona Leticia mau bersamanya. Dasar galak !" Daniel menggerutu dihatinya.


" Daniel, apa kau sedang memaki ku di dalam hatimu?" tanya Alexander sinis


" Ti.. tidak yang mulia !!" Daniel menyangkal


" Insting yang mulia memang tajam seperti biasanya " batin Daniel


" Oh begitu ya? tapi raut wajah mu bilang begitu tuh "


" Mana berani saya memaki yang mulia, dan dari mana yang mulia tau kalau saya memaki yang mulia? saya kan mengatakan nya dalam hati hehe " Daniel tersenyum


" Oh.. jadi kau mengaku sudah memaki diriku di dalam hatimu???!!" Alexander tersenyum tipis dan terlihat menyeramkan bagi Daniel yang melihatnya


" lagi-lagi senyum mematikan itu.. astaga aku salah bicara lagi " batin Daniel ketakutan


" Pfut.. hahaha.."


Daniel bengong melihat Raja tiran itu tertawa lepas tidak seperti biasanya.


" Yang.. yang mulia.. " Daniel terbata-bata


" Benar saja kata Chia ku, kau sangat lucu kalau diperhatikan dari dekat tapi kau juga menyebalkan. Bersyukurlah, Chia ku berkata kalau kau adalah orang baik, jika tidak .. aku mungkin sudah membuangmu sejak lama " Alexander tersenyum tulus


" Benarkah nona bilang begitu? ah.. " Daniel terharu


" Seandainya nona Leticia ada disini, suasana di istana ini pasti akan lebih indah. Terimakasih nona malaikat.. aku bisa melihat senyuman hangat yang mulia.." batin Daniel senang


" jangan tunjukkan ekspresi seperti itu. Jangan berfikir macam-macam pada wanita ku !" kata pria itu galak


" Lihat lah, mode bucin nya aktif lagi haha " batin Daniel


Asisten setia Raja itu pergi ke kamarnya untuk tidur karena ia sudah begadang semalaman. Setelah ia beristirahat, ia kembali mendampingi Alexander di aula kerajaan.


Tak lama setelah kepulangan Alexander ke istana nya, beberapa bangsawan menemuinya karena ingin melaporkan sesuatu yang penting.


" Ada apa? kalau kalian kesini ingin protes karena rencana pernikahan, lupakan saja " kata Alexander cuek


" kami datang kemari bukan berbicara soal itu yang mulia. " kata Count Bernard dengan wajah yang serius


" Kalau begitu ada apa?" tanya Alexander tajam


" Daerah Winterne sekarang sedang dalam keadaan darurat yang mulia.." kata Duke Varant


" Ada beberapa orang tidak di kenal menghancurkan Winterne, mereka menjarah dan menculik anak anak terutama para wanita. Lalu orang-orang itu membuat kerusuhan " Count Miles menambahkan


" Ini aneh, daerah Winterne bukan lah daerah yang kaya sehingga harus dijarah. Apa yang orang-orang itu lakukan disana? siapa berani mengacaukan wilayah kekuasaan ku" batin Alexander


Ketiga bangsawan itu melihat raut wajah Alexander yang terlihat kesal, karena daerah Winterne adalah tempat dimana ia dilahirkan. Dan tempat dimana ia dan keluarga angkatnya tinggal.


" Kalian sudah tau siapa orang-orang itu?" tanya Alexander sambil mengepalkan tangannya


" kami belum mengetahui nya yang mulia, yang jelas mereka bukanlah warga desa Winterne " jawab Duke Varant


" Jadi yang mulia apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Count Bernard


" Kita cari dulu orang-orang yang hilang itu dan menolong mereka " jawab Alexander


" HAH??" ketiga bangsawan itu kaget mendengar nya dan saling melihat satu sama lain, seperti tak yakin.


" Apa ada yang salah?" tanya Alexander


" Yang mulia anda yakin dengan itu?" tanya Count Miles ragu


" pertanyaan aneh macam itu? bukankah prioritas utama kita adalah menyelamatkan korban dulu? kalian sangat aneh " Alexander keheranan dengan ketiga bangsawan itu.


" Bukan mereka yang aneh, tapi anda yang mulia. " batin Daniel


" Biasanya yang mulia akan mencari dulu si pelaku lalu mengadilinya, tapi kali ini kenapa dia memilih memprioritaskan rakyat? sejak kapan yang mulia berubah... " batin Duke Varant terpana


" Ini benar benar aneh, benarkah dia Raja tiran yang terkenal kejam itu? kenapa dia berubah jadi baik seperti ini? kemana kekejaman nya itu" batin Count Miles heran


" Kerahkan pasukan Black Knight untuk mencari para korban, setelah pelakunya ketemu, aku sendiri yang akan memotong motong tubuhnya " kata Alexander dengan wajah yang seram dan mematahkan kuas yang dipegangnya


KREK


GLEK


Ketiga bangsawan itu lagi-lagi terpana dengan tingkah Alexander. Apalagi saat melihat raut wajahnya yang menyeramkan dan tatapan membunuh, mereka terlihat ketakutan.


" Aku tarik kembali ucapan ku, dia masih lah Raja yang kejam itu " batin Count Miles


" Yah, ini baru Raja ku sang tiran hehe " batin Daniel terkekeh sendiri


" Kenapa kalian malah bengong?! beraninya kalian membuatku bicara sendiri?!!" teriak Alexander galak


" Ampuni saya yang mulia.. ampuni kami.. akan kami laksanakan !!" kata ketiga bangsawan itu kompak


Mereka bertiga pun lari terbirit-birit keluar dari ruang kerja Alexander karena ketakutan melihat Alexander yang marah. Daniel tertawa kecil melihatnya karena merasa lucu, Rajanya itu hanya bucin para Leticia seorang.


Di tempat lain, Gustaf senang mendengar berita bahwa desa Winterne di serang.


***


Di Ilios, Leticia, Carol dan salah satu pelayan dapur pergi berbelanja ke pasar. Leticia dan Carol sangat menikmati pergi ke luar istana, mereka melihat negeri Ilios yang indah sembari berjalan-jalan.


" Ini pertama kalinya loh kami keluar dari istana dan pergi ke pasar " kata Carol senang


" Jadi ini ya pasar negeri Ilios, sangat indah dan bersih.. " kata Leticia kagum


" Indah bukan? selain itu negeri kami juga memiliki taman hiburan yang bagus, kalian pasti akan suka " kata Zoya mempromosikan


" Benarkah ? benarkah? kalau waktu mu senggang, ajak kami ke taman hiburan itu ya. Dan kau jadi tour guide kami ya " Leticia semangat


" baiklah nona Leticia.. aku akan mengajakmu dan Carol juga nanti. Oh ya, tour-gu..ide itu apa?" tanya Zoya tak mengerti


" itu semacam pemandu wisata ! ya.. begitulah hehe "


Mereka bertiga pergi berbelanja bahan-bahan makanan ke pasar, dan menikmati nya dengan gembira. Zoya mengagumi Leticia yang sangat terbuka, ceria, dan friendly, padahal dulunya ia adalah seorang tuan putri tapi ia tidak menutup diri atau memiliki sikap sombong. Kekagumannya bertambah saat ia melihat Leticia yang terlihat menyukai anak kecil, hal itu terbukti dengan Leticia menolong anak kecil yang hendak ditindas oleh seorang bangsawan.


" Apaan itu ya mereka berkumpul disana?" tanya Leticia penasaran


" Aku juga tidak tau " jawab Zoya tak tahu


" Ayo kita lihat !"


Leticia, Carol dan Zoya berlari menuju kerumunan orang-orang yang ada di pasar itu. Dan terlihat seorang anak kecil sedang dipukuli oleh seorang pengawal bangsawan.


" Sa..saya sudah bilang saya tidak mencuri. Ini milik saya.. saya membelinya.." kata Max sambil menangis memegang sebuah gelang


Giselle mengambil gelang itu dengan paksa dari tangan Max. Wajahnya terlihat marah, ia bahkan menyuruh pengawalnya memukul Max.


" Orang seperti mu mana bisa membeli gelang mahal seperti ini, jelas jelas ini milikku ! dasar kau pencuri kecil !" Giselle melihat penampilan Max yang kucel dan dekil, dimatanya Max adalah seorang pengemis.


" Kau tidak bisa menuduh orang lain tanpa bukti, nona !" teriak Leticia dengan berani wanita itu maju ke tengah tengah dan membantu Max berdiri


" Kau? kau kan pelayan itu?" tanya Giselle dengan nada yang sinis dan ketus.


Leticia dan Giselle saling melancarkan serangan mata, seperti ada sengatan listrik yang keluar dari mata mereka.


" Gadis ini lagi? dia kan yang menggoda pangeran Darren " batin Giselle tak suka melihat Leticia


" Dia .. bukannya dia calon tunangan pangeran Darren?" batin Leticia


Dan drama pun dimulai...


...---***---...