
🍂🍂🍂
Gustaf mengusir Zayana dan ia mengatakan bahwa ia tak membutuhkan bantuan Zayana untuk menghancurkan Alexander. Karena ia juga sudah tau kelemahan Alexander ada pada Leticia.
" Kalau tentang gadis itu, aku juga sudah tau. Tapi, aku tau kelemahan nya yang lain. Apa kau mau tau? dia bisa saja mati atau kehilangan sihirnya karena kelemahan ini " kata Zayana
" Kau ingin bernegosiasi denganku? apa yang kau inginkan?" tanya Gustaf serius
" Izinkan aku bekerja sama dengan yang mulia dan akan aku katakan kelemahan Raja tiran itu. " Zayana menyeringai
" Hanya itu saja? " tanya Gustaf
" Dan aku juga ingin kerajaan ku dikembalikan " jawab Zayana dengan tajam
" Baiklah, kalau rencana ini berhasil kita akan mendapatkan apa yang kita inginkan. " Gustaf setuju
Zayana tersenyum senang karena ia bisa bergabung dengan Gustaf untuk menyerang Alexander.
Sementara Gustaf sedang memikirkan wanita yang membuatnya tertarik.
Kenapa tiba-tiba aku memikirkan nya? ada apa ini? aku pasti sudah gila.
🍂🍂🍂
Keesokan harinya, di istana Fostiarus.
Alexander pergi ke kamar Leticia dan melihat gadis itu masih tertidur pulas walaupun tangannya terikat.
" Bagaimana bisa kau tidur nyenyak? curang, padahal aku tidak bisa tidur karena memikirkan mu semalaman. " gumam Alexander sambil melepaskan ikatan sihir yang mengikat tangan Leticia.
Dengan hati-hati, Alexander mengoleskan salep di pergelangan tangan Leticia yang memerah karena tali.
" Ini semua salahmu. Sikap ku yang seperti ini karena dirimu " gumam Alexander
Alexander merogoh saku jas yang dipakainya, terlihat sebuah kotak kecil berwarna merah disana, kotak itu berbentuk hati. Lalu ia memasukkan nya lagi ke dalam saku jas nya.
" Aku harus bagaimana denganmu Leticia? "
Kalau kau menjalin hubungan resmi denganku, otomatis semua musuhku diluar sana akan tau kalau kau adalah orang yang paling berharga bagiku. Mereka akan memburu mu, menjadikan mu alat balas dendam, aku hanya takut kehilanganmu. Kenapa menjalin hubungan saja bisa sesulit ini? padahal aku hanya ingin kau disisi ku. Apa ini karena aku terlahir sebagai titisan iblis? Aku hanya takut kalau kutukan Gothel itu nyata.
#FLASHBACK
Malam sebelum nya, Alexander sedang minum-minum di menara gelap sendirian. Ia tampak sedang bingung memikirkan sesuatu.
Tap
Tap
" Siapa disana?" tanya Alexander yang peka mendengar suara langkah kaki
" saya kira anda tidak akan menyadari kehadiran saya, karena yang mulia sedang dalam pengaruh alkohol " ucap Daniel sambil berdiri di depan pintu kamar gelap tanpa cahaya sedikitpun
" Haa.. kau terdengar meremehkan ku Daniel. Apa kau mau mati? beraninya kau datang kemari???!" suara Alexander meninggi dan melempar botol kosong yang ada di depannya ke arah pintu.
Dengan cepat, Daniel menghindar dari botol itu.
PRANG
" Terserah yang mulia mau menghukum saya, saya tidak apa-apa.. Sebelumnya maaf saya berbuat lancang, tapi saya mohon jangan putus dengan nona Leticia. " Daniel duduk berlutut di depan Alexander yang penampilannya terlihat kacau.
" memangnya aku mau putus dengannya? dia yang memutuskan ku ! "seru Alexander marah
" hoho, jadi nona Leticia yang mencampakkan Yang mulia ? serius?" tanya Daniel sambil tersenyum
" Daniel, kau mau mati ya?!!" teriak Alexander marah. " kau masih saja bisa bercanda denganku, kau tidak ada takutnya sama sekali padaku " gumam Alexander kesal
" hehe saya sudah bersama yang mulia sejak kecil, mana mungkin saya takut pada yang mulia. "
" Meskipun sikapku jelek seperti ini? " tanya Alexander sambil meminum minuman yang ada di botol nya.
" Benar, meskipun anda suka marah-marah dan menyuruh nyuruh saya. Tapi, yang mulia tidak munafik. Sebenarnya yang mulia adalah orang yang lembut "terang Daniel sambil menatap Alexander dengan tulus.
" Hahaha.. aku terharu dengan ucapan mu ini Daniel, seandainya Leticia yang mengatakan ini aku akan sangat senang. Tapi, dia malah mau putus denganku " ucap Alexander sambil tertawa sedih
" Itu juga yang dirasakan nona Leticia pada yang mulia. Dia juga mencintai yang mulia, dan melihat yang mulia dengan cara yang berbeda. Nona Leticia dan saya memandang yang mulia seperti itu. Jika ada orang yang sangat peduli pada yang mulia di dunia ini, itu hanya saya dan nona Leticia. " terang Daniel
" TIDAK ! aku monster baginya, aku masih orang jahat baginya ! dia memanggilku kejam !" seru Alexander menyangkal
" Tidak begitu yang mulia, saya rasa nona Leticia berkata seperti itu tidak dari dalam hatinya. Dia kesal pada yang mulia yang selalu mengulur waktu dan tidak memberikan kepastian padanya. " Daniel berusaha memperjelas semuanya
Selain jadi asisten nya, aku bahkan harus merangkap menjadi konsultan cinta yang mulia Raja. Tentu saja ini ku lakukan secara gratis, karena hubungan mereka bisa membuat kondisi yang mulia stabil. Aku juga tidak bisa membuat yang mulia berada dalam kegelapan terus menerus.
Raja tiran itu tertegun dan terdiam setelah mendengar perkataan Daniel. Ada sedikit kesedihan terlihat di matanya, dan disisi lain ia membenarkan perkataan asisten pribadi nya itu.
" Apa yang mulia takut kalau nona Leticia berada dalam bahaya jika ia bersama yang mulia? benar begitu bukan? yang mulia tidak percaya diri?" tanya Daniel
" Kau sudah lihat sendiri apa yang terjadi padanya. Saat itu dia berdarah di depanku, aku pikir aku akan mati. Jika terjadi sesuatu padanya aku mungkin tidak bisa hidup lagi ! saat itu aku takut Daniel.. aku takut..." Alexander terlihat linglung dan frustasi. Daniel tidak tega melihatnya.
Sejak kecil Alexander selalu mengalami kegelisahan dan setiap ia merasa hatinya gelisah, ia selalu pergi ke menara gelap untuk menenangkan dirinya. Daniel tau itu, karena sejak kecil ia selalu bersama Alexander.
Walaupun Alexander terlihat kejam di luar, tapi Daniel selalu mengikutinya kemana-mana. Mereka berteman dekat, dan saling tau satu sama lain.
" Aku harus bagaimana Daniel. Aku takut.. aku takut sekali. Aku harusnya melepaskan nya tapi aku tidak mau putus dengannya, aku tidak mau. Aku mencintai nya sampai ke dalam hati dan pikiran ku "
Sulit dipercaya, Raja tiran itu kini menangis karena Leticia. Daniel pun baru pertama kali menyaksikan nya, pria itu sampai terpana melihatnya.
Biasanya kalau yang mulia dalam kondisi normal. Dia pasti akan marah-marah sekarang, tapi dia bisa mencurahkan isi hatinya karena sedang mabuk. Itu karena nona Leticia.
" Yang mulia ! teguhkan hati anda ! anda tidak akan kehilangan lagi, tidak akan ! karena yang mulia akan menjaga dan melindungi nona Leticia dengan baik. Saya juga akan membantu yang mulia " Daniel menyemangati
" Apa aku bisa melakukan nya? melindunginya? " tanya Alexander tak yakin
Ya, benar. Yang mulia hanya takut akan kehilangan nona Leticia. Kenapa nona Leticia tidak menyadari hal itu? dia jadi beranggapan kalau yang mulia mempermainkan nya. Sekarang aku harus memberi semangat kepada yang mulia agar segera memulihkan kepercayaan dirinya dan melamar nona Leticia.
" Yang mulia bisa melindungi nya, yang mulia kan adalah Raja terhebat di seluruh dunia ini. " kata Daniel sambil menggenggam tangan Alexander dan menyingkirkan botol minuman yang sebelumnya di pegang oleh Alexander.
Jika yang mulia sudah sadar, dia pasti akan marah-marah sekarang karena aku menyentuh tangannya. Syukurlah.
" Kalau begitu, apa yang harus aku lakukan sekarang?" tanya Alexander yang masih linglung
Daniel merogoh saku celananya dan memberikan sebuah kotak merah berbentuk hati lalu menyerahkan nya pada Alexander.
" apa ini? " tanya Alexander sambil melihat kotak yang ada di tangannya.
" Ini pesanan yang mulia, sekarang yang mulia hanya perlu meyakinkan nona Leticia agar dia tidak bisa pergi dari yang mulia dengan ini. " kata Daniel yakin
" Maksud mu aku harus melamarnya?" tanya Alexander
" Benar yang mulia, kalau tidak pangeran Darren dari Ilios itu akan bergerak duluan ! anda dan nona Leticia sudah ditakdirkan bersama, jadi anda harus menjelaskan kepadanya ! lalu menjadikan nona Leticia milik anda sepenuhnya ,ikat dia dan jangan buat dia berpaling dari anda sedikit pun. " Daniel berbicara dengan penuh percaya diri.
Alexander membuka kotak cincin yang ada di depannya itu. Terlihat sebuah cincin berbentuk matahari dan ada berlian berwarna merah di tengah nya yang tampak berkilauan.
" Aku harus menjadikan nya milikku dan melindungi nya. Benar, itu yang harus aku lakukan. Aku tidak akan kehilangan lagi. "
" Benar, begitu baru benar ! yang mulia semangat !" teriak Daniel senang
Daniel membisikkan sebuah rencana kepada Alexander agar Leticia memaafkannya dan mengambil hatinya kembali.
#END FLASHBACK
Akhirnya pria itu membulatkan tekad nya , ia merogoh kembali kotak yang ada di saku jas nya. Lalu ia memasangkan cincin di jari manis wanita itu diam-diam dan tersenyum. Pria itu bergumam pelan dan mengatakan
" terimakasih Daniel "
Tak lama setelah itu..
Leticia terbangun karena merasakan kalau ada seseorang yang menyentuh tangannya dan mengoles oleskan sesuatu yang lembab ke pergelangan tangannya itu.
" Yang mulia ! sedang apa kau disini?" tanya Leticia yang langsung bangun karena kaget.
Wanita itu menatap tajam ke arah Alexander, seolah olah pria itu sudah melakukan sesuatu padanya.
Apa yang dia lakukan disini? kenapa menyentuh nyentuh tanganku?
" Kau sudah bangun, maaf aku membangunkan mu " Alexander tersenyum cerah
Kenapa dia malah tersenyum seperti itu? dia bahkan mengatakan maaf juga? apa dia merencanakan sesuatu? ini aneh sekali.
Leticia menyentuh kening Alexander dan memeriksa suhu tubuhnya. Ia juga menyentuh leher pria itu. Lalu segera melepaskan nya.
" Apa kau baik-baik saja?" tanya Leticia cemas
Dia tidak demam kok, suhu tubuhnya juga normal. Ada angin apa?
Wanita itu terlihat bingung dengan sikap manis dan lembut Alexander. Yang ia pikirkan saat melihat Alexander datang ke kamarnya, adalah tentangnya yang marah-marah.
" Aku baik-baik saja. Justru harusnya itu pertanyaan ku, apa kau baik-baik saja? aku mengikat mu sangat kencang, kau pasti kesakitan?" tanya Alexander sambil menatap lembut pada Leticia.
" Aku.. aku..." Leticia semakin kebingungan dengan sikap Alexander padanya, dan ia terkejut melihat salep luka ada di tangan pria itu.
Apa dia mengobati luka ku saat aku tidur? kenapa dia berperilaku sangat lembut? dia tidak marah. Padahal aku sudah mempersiapkan diri untuk berdebat dengannya
" Jika tanganmu masih terasa sakit, aku akan panggilkan Erin ( tabib ) kemari " Alex terlihat cemas
" Tidak usah, yang mulia. Aku baik-baik saja " Leticia menahan Alexander dengan tangannya
Ia semakin terkejut karena melihat di jarinya terpasang cincin yang indah.
" Ah ini.. kenapa bisa ada cincin disini?" tanya Leticia
Raja tiran itu tersenyum manis dan memegang tangan Leticia, menyentuh jari jarinya dengan lembut.
" Cincin ini milikmu " jawab Alexander serius
Leticia terpana mendengar nya, terlebih lagi cincin itu berbentuk bunga matahari kesukaannya. Tapi sejak kapan cincin itu terpasang di jarinya? jika Alexander yang memberikannya, apa maksudnya ? ia bertanya-tanya dalam hatinya.
...---***---...
Bab 68 : Untukmu