Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran

Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran
Bab 90. Backstreet


🍂🍂🍂


Tak terasa 4 hari sudah berlalu, Leticia di kurung di istana Brilla tidak boleh pergi kemana-mana, apalagi pergi keluar istana, ia diawasi ketat oleh pengawal pengawal yang diperintahkan oleh Derrick.


Selama itu juga Leticia tidak mendapatkan kabar apa apa dari Alexander, padahal ia sudah menulis surat setiap hari untuk Alexander.


Raja tiran itu bahkan tak menemuinya sama sekali. Rupanya Leticia mengira kalau Alexander masih bisa memakai sihir teleportasi nya. Padahal karena perjanjian nya dengan Gloria, ia tak bisa memakai sihir teleportasi nya, dan satu elemennya sudah ia berikan pada si penyihir itu. Kapan gadis itu akan tau semua nya? Ia menggerutu di kamarnya dan marah-marah pada Alexander yang tidak ada kabar nya.


" Aku sudah mengirimkan surat padanya. Tapi dia sama sekali tidak membalasnya ! apa dia tidak merindukan ku? menyebalkan sekali tiran psikopat itu !"


Leticia dan Alexander memang tidak bertemu selama 4 hari. Namun selama itu, Leticia memanfaatkan waktu nya untuk mendekatkan Zayana dan Derrick. Perlahan-lahan sikap Derrick yang dingin pada Zayana mulai berubah, Leticia senang melihat hubungan kakak dan kakak ipar nya mulai membaik.


Dan selama 4 hari itu juga, Darren sudah berkunjung 2 kali untuk mendekati Leticia dengan alasan menyemangati sahabatnya itu.


Karena Leticia sudah kembali ke istana, Carol kembali menjadi dayang Leticia dan melayaninya dengan baik.


Sementara itu Gustaf dan Vivian sedang mengumpulkan kekuatan dari para haters Raja tiran itu untuk menyerang Alexander dan istana Fostiarus saat Alexander lengah.


****


Pagi itu adalah pagi yang cerah, Derrick terlihat sedang bersiap-siap untuk pergi ke wilayah barat kerajaan nya. Zayana sebagai istri siaga, sudah menyiapkan baju untuk suaminya.


" Baju yang kau siapkan, sangat bagus dan cocok. " kata Derrick dengan wajah jaim nya


Ini tidak buruk.


" Syukurlah kalau yang mulia suka " kata Zayana senang


Ya, begini juga bagus. Sikapnya padaku perlahan-lahan mulai membaik. Apa ini awal dari hubungan kita?.


" Apa kau mau ikut denganku?" tanya Derrick tiba-tiba


" Apa saya boleh ikut?" tanya Zayana tak percaya


" Iya kau boleh, tapi siap-siap dulu " jawab Derrick


" Saya tidak akan lama-lama. Tolong tunggulah saya !" kata Zayana semangat. Wanita itu langsung berlari masuk ke dalam kamarnya.


Derrick tersenyum melihat Zayana yang terburu-buru.


" Apa dia memang aslinya adalah orang yang bersemangat seperti ini? padahal dulu di depanku dia selalu saja bersikap datar tanpa ekspresi. " gumam Derrick heran


Setelah Zayana berganti baju, Derrick, Zayana dan Leticia pergi ke ruang makan untuk sarapan pagi bersama. Leticia terlihat tidak bersemangat, sementara Zayana kebalikannya.


" Ada apa adik ipar?" tanya Zayana cemas


" Aku tidak apa apa kakak ipar, hanya saja tidak berselera makan " jawab Leticia sambil cemberut dan mengacak-acak makanan nya di piring


Pasti dia memikirkan si tiran itu. Aku pikir dia akan lupa padanya. Aku bahkan sudah merobek dan menghancurkan semua surat yang dikirimkan oleh Raja tiran itu untuk nya. Maafkan kakak karena telah berbohong padamu, tapi kakak melakukan ini semua demi dirimu juga.


" Kau ingin makan apa? biar dayang dapur membuatkan mu makanan yang baru " tanya Derrick


" Kakak tidak mengerti ya apa yang benar-benar aku inginkan?" tanya Leticia balik


Pria itu makan dengan santai dan pura-pura tak mendengar Leticia. Dan tentu saja itu membuat Leticia semakin kesal padanya. Tapi, tiba-tiba Derrick membicarakan sesuatu yang membuat Leticia dan Zayana tercengang.


" Beberapa lamaran pernikahan datang untukmu, Tisha " kata Derrick


" Ya, lalu?" kata gadis itu cuek


" Kau kan sudah memasuki usia yang cukup untuk menikah, dan aku ingin kau segera menikah. Kau harus melihat dari siapa saja tawaran lamaran pernikahan itu, lalu menerima salah satu dari mereka


" Aku tidak perlu melihatnya, aku kan sudah punya calon sendiri " kata Leticia yang mulai mengerti maksud kakak nya


" Hentikan keras kepala mu itu putri Leticia ! kau dan dia selamanya tidak bisa bersama, sampai mati pun aku tidak setuju " kata Derrick membentak adiknya itu


" Yang mulia, tenanglah. Bicara baik-baik " kata Zayana berusaha melerai dan mencairkan suasana pagi itu yang mulai panas


" Kakak yang harus menghentikan sikap keras kepala kakak. Aku tidak akan menikah dengan pria lain selain Alexander, dia satu satunya yang ingin aku nikahi. Kakak, hubungan ku dan dia tidak main-main, kami serius !" seru Leticia


" Kenapa dia pria satu-satu nya yang akan kau nikahi? masih banyak pria diluar sana yang lebih baik dari dia. Aku bisa mencarikan mu putra bangsawan, pangeran, atau bahkan Raja sekalipun. Tapi jangan dia ! " teriak


" Aku hanya ingin dia ! titik !" seru Leticia sambil berdiri dari kursinya,


" Kau bersikeras pria yang menikah denganmu harus dia? apa mungkin kau dan dia sudah melakukan sesuatu? " tanya Derrick curiga


" Yang mulia, tolong tenanglah.." kata Zayana


Bagaimana ini? pertengkaran mereka semakin memanas saja?. Zayana kebingungan


" Apa kakak bilang? aku dan dia melakukan apa? apa kakak sudah gila? apa aku wanita seperti itu di mata kakak? aku tidak melakukan nya sebelum menikah !! " Leticia marah


" Jadi kalian tidak melakukan itu kan? baguslah, kalau sampai terjadi sesuatu pada tubuhmu karena dia, aku akan menghabisi nya. " kata Derrick sambil tersenyum sinis


" KAKAK !!" Leticia marah


" Pokoknya besok adalah pesta yang aku selenggarakan untukmu dan mengenalkan mu sebagai putri kerajaan Brilla. Sampai saat itu kau tidak diperbolehkan kemana-mana, oh ya dan jika kau tidak mau memilih pria-pria yang melamar mu. Aku ada pilihan pria yang terbaik di atas semuanya " kata Derrick


" Apa? kakak jangan seenaknya, aku sudah punya kekasih kak " kata Leticia


" Ratu, kau sudah selesai sarapan kan? mari kita pergi " Derrick mengajak istrinya untuk pergi.


Zayana berdiri dari kursinya, ia berbisik pada Leticia. Bahwa ia akan mencoba terus membujuk Derrick agar memberikan restunya pada hubungan Leticia - Alexander.


Zayana dan Derrick pun pergi menaiki kereta. Sementara Leticia duduk menyendiri di ayunan yang ada di taman, ditemani oleh Carol.


Ternyata sulit juga membujuk kakak. Alex, disaat seperti ini kau ada dimana?.


" Misi tentang kakak ipar ku sudah hampir selesai, sekarang tinggal misi ku sendiri. Belum juga berhasil, apa yang bisa membuat kakak memaafkan nya dan memberikan restu pada hubungan kami. Aku juga ingin menikah secepatnya dengan tiran psikopat itu, aku tidak mau menjomblo terus . " gumam Leticia sedih


Carol datang membawakan cemilan kesukaan Leticia.


" yang mulia jangan sedih ya, ini saya bawakan cemilan untuk yang mulia " kata Carol ceria


" Carol, kau memang paling mengerti aku ya " kata Leticia sambil mengambil kue Stoberi yang ada di piring, lalu memakan nya.


Setelah memakan cemilan dan bosan berjalan-jalan, Leticia masuk kembali ke dalam istana. Lalu ia mendengar suara memanggilnya di lorong. Seseorang memegang tangannya, membawanya ke tempat sepi dan gelap di istana itu, lalu membekap mulutnya dengan ciuman di bibir.


" Hmph... hmph.. "


Lex?


Leticia kaget melihat orang yang menciumnya itu adalah Alexander. Hatinya sangat bahagia melihat kekasihnya ada di depannya.


" Haa.. kau hampir tidak bisa membuat ku bernapas, aku kira kau pria cabul ! " Leticia menghela napas nya setelah ciuman yang begitu mendadak dan hampir mencekik nya itu


" Maaf, ini karena aku begitu merindukan mu. " Alexander membelai rambut panjang kekasihnya dan menatap Leticia dengan penuh kerinduan.


Tidak bertemu selama 4 hari saja, dia sudah semakin cantik. Bagaimana jika Daniel berkata benar, bagaimana jika dia direbut orang lain? pria pria di Brilla kan sangat tampan tampan.


" Aku juga merindukan mu, tapi aku butuh penjelasan mu. Selama 4 hari ini kau kemana ? aku menunggu surat balasan darimu " tanya Leticia sambil memeluk Alexander.


Mereka saling menatap kebingungan. Leticia pun menarik Alexander untuk pergi ke gudang, wanita itu mengunci pintunya rapat-rapat. Sedangkan di luar sana, para pengawal suruhan Derrick sedang mencarinya.


" Aku tidak tau kalau kakak mu akan mengurung mu seperti ini " Kata Alexander kesal


" Tidak kok. Kakak hanya .. dia hanya..


" Dia masih belum setuju dengan hubungan kita kan?" tanya Alexander


" Itu.. "


" Sudah aku duga, ini tidak akan mudah. " Alexander menghela napas


" Seperti nya kau benar-benar berusaha, kau kemari dengan menyamar sebagai pengawal. Haha.. lihat pakaian mu itu, yang mulia Raja yang terhormat " Leticia tertawa kecil melihat pakaian yang dipakai Alexander


" Jangan mengejekku ! karena siapa aku melakukan ini? aku sudah kemari 3 kali dan kakak mu tidak mengizinkan ku untuk masuk..Padahal aku sudah rindu setengah mati padamu, jadi hari ini aku menyamar " kata Alexander sedih


" Apa? kakak mengusir mu? keterlaluan sekali kakak! aku akan memarahinya saat dia pulang nanti. " kata Leticia kesal


" Tapi sekarang rindu ku sudah berkurang setelah melihat mu " Alexander tersenyum


Mereka membicarakan surat yang mereka kirimkan satu sama lain. Dan tidak ada yang menerima surat nya, mereka sudah menduga ini adalah salah satu ulah Derrick untuk memisahkan mereka dan menghalangi mereka untuk saling berkomunikasi. Namun, Leticia bingung karena Alexander bisa saja menggunakan teleportasi nya seperti biasa, tapi kenapa ia tidak datang menemui nya?


Alexander mengatakan bahwa kekuatan nya sedang melemah, jadi ia tak bisa menggunakan sihir teleportasi nya.


" Apa kau sakit? makanya kau tidak bisa menggunakan sihir teleportasi mu lagi ya?" tanya Leticia cemas


Biarlah dia berpikir begitu, karena aku tidak mau dia tau kalau aku menyerahkan kekuatanku untuk kehidupan nya.


" Iya aku hanya sedang sakit saja " jawab Alexander sambil tersenyum pahit


Kenapa aku merasa ada yang Alexander sembunyikan dariku?


" Kau harus makan yang teratur, tidur malam juga penting. Jangan suka begadang, walaupun tidak ada aku kau harus hidup teratur dan menjaga kesehatan mu. " kata Leticia perhatian


" Iya aku tau " jawab Alexander


" Tau apanya? kau kurusan begini, padahal baru 4 hari tidak bertemu. Apa kau begitu merindukan ku?" tanya Leticia


" Iya aku begitu merindukan mu, aku ingin segera memiliki mu. " jawab Alexander sambil memeluk kekasihnya dengan lembut


" Aku juga ingin bersamamu " Leticia tersenyum


Di dalam gudang yang gelap itu, Leticia dan Alexander mencurahkan rasa rindu mereka. Dengan bermesraan, berpelukan, dan berciuman, tanpa melewati batas itu.


Karena Raja tiran itu akan pergi perang ke wilayah selatan Fostiarus, Alexander tak bisa berlama-lama. Meski berat hatinya harus berpisah lagi dengan kekasihnya, tapi ia harus pergi untuk menyelamatkan warga nya yang berada di wilayah selatan.


Sebenarnya Leticia ingin mengatakan tentang pesta yang akan diadakan besok pada Alexander, dan tentang kakak nya yang akan menjodohkan nya dengan pria lain. Tapi ia mengurungkan niatnya, karena Alexander harus pergi berperang, konsentrasi nya bisa pecah, emosinya bisa meledak kalau Raja tiran itu tau.


" Semangat kau pasti bisa memenangkan perang itu. Kau adalah raja yang baik sekarang " kata Leticia menyemangati


CUP


" Aku bisa, aku akan kembali dengan selamat. Saat aku kembali, aku akan datang kemari dan melamar mu, tidak peduli kakak mu akan menolak ku. Aku akan berdiri tegap di depan istana mu sampai dia menerima ku " kata Alexander setelah mencium kening Leticia


" Kita.. kita seperti suami istri saja. Berpelukan, mencium kening, kau seperti suami yang pamit pada istrinya untuk pergi bekerja " kata Leticia malu-malu


Kenapa tiran yang dingin ini bisa berubah menjadi romantis? apa dia belajar dulu untuk bersikap romantis? dia kan tidak pernah seperti ini sebelumnya.


" Setiap hari kita akan melakukan ini kalau kita sudah menikah. Aku pergi " kata Alexander sambil membuka jendela gudang


" Ya, hati hati "


Jadi ini ya rasanya pacaran backstreet?


Setelah yakin Alexander sudah pergi lumayan jauh, Leticia keluar dari gudang. Gadis itu kaget begitu melihat Carol ada di depannya.


" Ca.. Carol .."


" Yang mulia anda dari mana saja? ada Raja Darren datang ingin menemui yang mulia " kata Carol


" dia datang lagi?" tanya Leticia


Apa dia tidak ada kerjaan lain? hampir setiap hari dia datang kemari?


Leticia menemui Darren yang sedang ada di taman di depan istana Brilla. Pria itu sedang duduk di kursi, beberapa camilan dan segelas teh sudah tersedia di meja yang ada di depannya.


Tanpa mereka berdua sadari, Alexander masih ada di sana dan bersembunyi di semak-semak. Alexander yang tadinya sudah pergi, kembali lagi setelah melihat kereta Darren datang ke istana itu.


" Yang mulia, apa kau tidak ada kerjaan? setiap hari kau datang kemari?" tanya Leticia heran


Apa? si brengsek itu datang setiap hari menemui Chia ku?. Batin Alexander kesal


" kenapa ya rasanya kau tidak senang aku datang kemari menemui sahabatku?" tanya Darren sambil tersenyum


" Bukan begitu, aku hanya merasa kau tidak usah datang kemari setiap hari. Bukankah kau adalah Raja negeri Ilios? bagaimana bisa seorang Raja datang setiap hari ke wilayah lain? apa kata orang? apa kau tidak ada kerjaan?" tanya Leticia sambil duduk di kursi nya


" Iya aku memang raja Ilios. Tapi aku sedang tidak ada kerjaan saja. Bukankah kerajaan ku sudah makmur dan bebas perang? jadi ya aku santai saja " kata Darren santai


Benar juga? negeri Ilios kan negeri yang sudah makmur dan bebas perang. Jadi itu sebabnya dia tidak ada kerjaan dan datang kemari setiap hari. Tapi tetap saja seharusnya dia tidak datang kesini setiap hari. Jika Alex tau, dia akan cemburu dan marah.


" itu memang benar, tapi aku minta jangan datang kesini setiap hari. Jangan salah paham, aku bukannya mengusir mu. Aku hanya tidak mau ada rumor dan gosip tentang kita, ya walaupun kita sahabat. Kita harus punya jarak, dan aku juga sudah punya kekasih "' kata Leticia tegas


Bagus, Chia ku sangat tegas. batin Alexander senang


Justru itu, aku ingin ada rumor dan gosip tentang kita. Dengan begitu aku bisa menekan mu agar lebih mendekat padaku. Itu tujuanku.


Seperti apa yang diinginkan oleh Darren, para pelayan dan pengawal di istana Brilla diam-diam sudah mulai bergosip tentang hubungan Leticia dan Darren. Tentu saja Leticia belum mengetahui semua gosip nya.


" Maafkan aku kalau begitu, aku tidak akan sering lagi datang kemari. Karena aku hampir lupa kau punya kekasih, oh ya bagaimana dengan Raja Derrick, apa dia sudah setuju dengan hubungan mu dan Raja Alexander?" tanya Darren dengan wajah memelas


Kenapa aku merasa sikap baik Darren memiliki motif tersembunyi? apa dia hanya berpura-pura baik?. batin Leticia curiga


" Kakak ku belum menyetujui hubungan kami " jawab Leticia sedih


" Aku sudah menduga dia sangat keras kepala. Oh ya, tentang pesta besok. Apa kau sudah putuskan untuk memilih salah satu dari lamaran yang datang padamu ?" tanya Darren sambil tersenyum dan sekilas melirik ke arah semak semak.


" Aku belum memikirkan itu " jawab Leticia


" Bagaimana pun juga dia pasti akan memaksamu? jika kau butuh bantuan, aku siap membantu " kata Darren ramah


" Lamaran apa??!" tanya Alexander yang menunjukkan dirinya di depan Leticia dan Darren. Pria itu terlihat marah.


" Ternyata ada yang mulia Raja Alexander disini?" tanya Darren pura-pura terkejut


Alex? kenapa dia belum pergi? apa dia mendengar semuanya?. Leticia terkejut


...---***---...