Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran

Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran
Bab 123. Menyegel Lucifer


🍂🍂🍂


Sekali lagi mereka berpelukan, Leticia tak mampu berpura-pura lagi bahwa ia juga sangat merindukan Alexander. Hatinya merasa lega saat melihat Alexander ada di depannya, tapi ia juga cemas melihat Alexander yang terluka.


Leticia mengobati luka luka yang ada di tubuh suaminya itu dengan hati-hati.


" Aku kan sudah bilang, akting mu itu benar-benar buruk "


" Alex, sudahlah. Anggap saja aku memang membencimu " Leticia fokus mengobati tangan Alexander.


" Bagaimana bisa orang yang saling mencintai tiba-tiba saling membenci? itu aneh " Alexander tersenyum memandangi Leticia yang sedang memberikan perban pada lengannya.


" Aku tidak bilang aku mencintaimu "


" Jadi kau mau bilang kau tidak mencintai ku?"


Alexander tak percaya dengan kata-kata Leticia.


" Apa yang kau pikirkan? kenapa kau kemari? kau mau mati ya?!" Leticia terlihat cemas


" Bila kematian itu datang, maka akan aku hadapi. Aku hanya bisa mati ditangan orang yang kucintai "


" Alexander !"


Hentikan, kumohon hentikan. Jika aku lebih dekat denganmu maka kau yang akan terluka. Tapi, aku juga tidak mau jauh denganmu lagi.


" Aku mengerti jalan pikiran mu, Leticia. Saat kau mengatakan kata-kata kasar untuk mengusirku. Jujur, hatiku agak terluka. Tapi, paman Gustaf menunjukkan pencerahan pada hatiku. Dia meyakinkan ku, bahwa kau tidak mungkin melakukan itu tanpa alasan "


" Kau ini bicara omong kosong apa sih? Luka mu sudah aku obati, aku akan kembali " Leticia beranjak dari tempat duduk yang ada di dalam jeruji itu


" Leticia, tunggu sebentar! aku belum selesai bicara. Kau ini, sudah ketahuan masih saja bersikap seperti ini " Alexander memegang tangan Leticia


Mereka pun berbicara dan saling terbuka satu sama lain, tanpa di sangka Keith menolong mereka agar bisa berbicara lama di dalam sel. Alexander berbicara banyak tentang segel Lucifer dan apa yang ia lakukan selama 3 Minggu itu.


" Apa? 3 minggu? aku disini baru tiga hari !" Leticia kaget


" 3 hari? rupanya kau tidak tau ada perbedaan waktu di dunia iblis dan dunia manusia. 1 hari kau berada disini, artinya 1 Minggu di dunia manusia " jelas Alexander


" Aku baru tau, itu berarti anak kita sudah berusia 2 bulan lebih. "


" Oh ya, aku belum menyapa anak kita "


Alexander duduk berlutut di depan Leticia yang sedang duduk di kursi, dengan lembut Alexander mengelus perut Leticia.


" Nak, apa kau merindukan ayah? maafkan ayah karena membuatmu dan ibu mu menderita, tapi ayah janji. Kita akan segera keluar dari sini dan hidup bahagia. Ayah juga akan melaksanakan janji ayah pada ibumu untuk mengadakan pesta resepsi pernikahan yang mewah " Alexander mendekatkan kepalanya ke arah perut Leticia.


Wanita itu tersenyum melihat tingkah suaminya, yang sudah lama tidak ia lihat. Akhirnya hari ini Leticia bisa tersenyum tanpa paksaan, dan hatinya pun merasa senang setelah sekian lama ia terus sedih.


" Kapan aku minta begitu?"tanya Leticia sambil tersenyum


" Tidak pernah sih, ini hanya janjiku padamu. Saat kita pulang dan keluar dari masalah ini, mari kita adakan resepsi pernikahan yang mewah dan megah " jawab Alexander


" Baiklah, aku memang tidak pernah bisa menang darimu, kalau begitu kau harus membawaku pulang dan kita harus selamat bersama " jelas Leticia


" Iya pasti "


Pasangan suami istri itu nampak membicarakan sesuatu yang penting diantara mereka. Sekarang mereka sudah sama-sama terbuka satu sama lain. Leticia menceritakan tentang dirinya yang diancam oleh Lucifer, jika ia tak menuruti Lucifer maka orang-orang yang ada di dunia manusia yang akan menjadi korbannya. Seperti wabah yang terjadi saat portal dunia iblis terbuka, saat semua iblis berkeliaran bebas di dunia manusia.


Namun, Leticia menyembunyikan satu hal dari Alexander yaitu fakta tentang janji darah yang dilakukan oleh nya dan Lucifer.


🍂🍂🍂


Raja iblis terlihat berada di dalam kamar Leticia, wajahnya terlihat kesepian. Tanpa ekspresi, dingin dan seolah terasa hambar. Ia memandangi setiap sudut di kamar itu.


" kau harus tinggal selamanya di sisi ku Leticia"


Lucifer terbayang-bayang Leticia yang sedang tersenyum duduk di depannya, seperti nya sesuatu yang ia sebut cinta itu adalah obsesi.


Tok, tok, tok


" Masuk "


" Yang mulia, aku sudah kembali " Leticia masuk ke dalam kamarnya


" Kau sudah datang? apa kau mau makan sesuatu? pasti bayinya lapar " Lucifer tersenyum ramah


Leticia tidak merasa heran atau bingung lagi dengan sikap Lucifer yang selalu berubah-ubah padanya, kadang dingin dan kadang hangat.


Apa dia masih terpengaruh dengan kekuatan aura ku?


" Aku tidak ingin apa-apa yang mulia, aku lelah.".


" Kalau begitu beristirahat lah dulu di kamar ini, besok kamar kita akan selesai di renovasi " Lucifer tersenyum


" Apa maksud yang mulia? kamar kita?"


" Tentu saja kita tidak bisa selamanya tinggal di kamar yang terpisah. Kita kan sudah menjadi suami istri "


" Kita bukan suami istri, aku sudah punya suami, yang mulia !" seru Leticia kesal


Sikap Lucifer langsung berubah drastis, ia menatap Leticia dengan tajam dan mencengkeram pipi nya dengan kasar.


" Bilang sekali lagi? siapa suami mu?!" Lucifer membentak


Kegilaan nya datang lagi, dasar psiko. Baru sedetik yang lalu dia bersikap baik. Sekarang dia malah seperti ini. Aku tidak bisa diam saja dan menerima perlakuan nya, aku harus melawan, membuatnya menerima kenyataan.


" Suamiku adalah Alexander Victor De Wayne " jawab Leticia tanpa takut, dan menatap tajam Lucifer


" APA?! kau berani mengatakan dia adalah suami mu? jelas-jelas suami mu itu aku!" kata Lucifer marah


Tidak, aku baru ingat. Kalau aku harus bersikap baik dulu padanya dan mendapatkan simpati nya. Agar aku bisa membebaskan Alex dari tahanan.


" I-iya suami ku adalah kau yang mulia "


" Ya kan? suami mu itu aku, jadi kita harus mulai tidur bersama " Lucifer mulai tersenyum seperti biasanya lagi, sorot matanya yang tajam menghilang dalam sekejap. Raja iblis itu juga melepaskan cengkraman nya dari Leticia.


" Ti-tidur bersama? maaf yang mulia, tapi itu tidak bisa, karena bisa menyakiti bayinya " Leticia berusaha mempertahankan senyuman nya


" Baiklah, kalau tidak bisa tidur bersama. Aku bisa menjagamu di kamar. Tapi, malam ini aku ada urusan, jadi kau tidur dulu saja sendiri ya ratu ku "


" I-iya " Leticia melebarkan bibirnya dan tersenyum


" Jangan lakukan hal macam-macam yang bisa membuatku marah. Kalau kau membuatku marah, orang yang ada di penjara itu yang akan menanggung akibatnya. Kau mengerti Ratu ku?" Lucifer tersenyum menyeringai


Sialan, lagi lagi mengancam ku


" Tentu saja yang mulia, anda jangan cemas. Aku akan menjadi anak baik disini " Leticia duduk di sudut ranjang


Lucifer tersenyum melihat Leticia yang tersenyum. Ia menghampiri Leticia dan mencium keningnya. Gadis itu langsung kaget dan kedua matanya terbuka lebar.


CUP


" Tidur yang nyenyak " tak lupa Raja iblis itu bersikap seperti seorang ayah dari bayi yang berada dikandungan Leticia, ia mengelus perut Leticia dengan lembut " Kau juga tidur yang nyenyak ya nak, jangan menyusahkan ibumu "


Entah kenapa aku merasa punya ikatan dengan bayi yang ada di perut nya. Setiap mengelus perut nya seperti ini hatiku merasa nyaman. Apa? aku bilang hati? apa aku punya hati?


Leticia terpana mendengar kata-kata lembut dari Lucifer, sesaat ia lupa bahwa yang ada di depannya itu adalah Raja iblis penguasa kegelapan dunia iblis. Leticia merasa bahwa Lucifer sedikit mirip dengan manusia saat berkata lembut padanya dan bayi yang ada di perutnya.


Anehnya, Leticia juga tidak menolak sentuhan Lucifer, dan lebih anehnya lagi Leticia merasa nyaman ketika Lucifer memegang perutnya. Sama seperti saat Alexander menyentuh dan mengelus perutnya. Kenapa ia tidak marah? malah merasa nyaman?


" Aku pergi, jika kau perlu sesuatu kau bisa memanggil Lorian " Lucifer berjalan meninggalkan Leticia di dalam kamar itu sendirian.


KLAK


Lucifer menutup pintunya dengan hati-hati. Sementara itu Leticia terdiam, dan nampak sedang berfikir.


Leticia jangan luluh oleh sikap lembutnya. Jangan lupa, dia adalah iblis yang memisahkan mu dari orang-orang yang kau cintai. Jangan lupa, dia adalah Raja iblis psiko.


" Entah kenapa aku merasa kadang-kadang Lucifer seperti manusia, dia memiliki perasaan, emosinya juga tidak stabil, perasaan nya mudah berubah-ubah. Entah apa yang dia rasakan padaku sehingga menahan ku disini? apa benar hanya karena bayi ku saja?" gumam Leticia bingung


****


Keith dan Lucifer berada di penjara, mereka mendatangi iblis iblis yang menghina Leticia saat di pesta penobatan. Ternyata kesibukan nya adalah karena hal ini.


Mereka gemetaran ketakutan melihat Lucifer yang terlihat begitu marah.


" Yang mulia saya sudah menangkap mereka. " kata Keith patuh


" Kenapa kau menunda nunda nya Keith?" tanya Lucifer


" yang mulia, kami mohon. Ampuni kami yang mulia ! ampuni kami !" seru ke 5 iblis itu berlutut dan memohon ampun.


Lucifer menggerakkan tangannya, keluarlah cahaya merah dari tangannya. Dengan sekali serangan dari Lucifer, ke 5 iblis itu langsung berubah menjadi abu.


" Pergi lah ke neraka " Lucifer tersenyum sinis melihat apa yang ada di depannya.


Keith terlihat bingung melihat sikap raja nya itu. Akhirnya ia memberanikan diri bertanya pada Lucifer, perasaan apa yang dimiliki Lucifer untuk Leticia.


" Keith, kau terlalu banyak bertanya " Lucifer terlihat dingin. " Maafkan saya yang mulia, saya benar-benar penasaran. " jawab Keith


" Perasaan yang ku miliki untuknya? entahlah, yang jelas aku ingin dia mencintai ku dan aku ingin dia di sisi ku. " jelas Lucifer


" yang mulia tidak mungkin jatuh cinta pada Ratu kan?" tanya Keith meyakinkan rasa penasaran pada dirinya sekali lagi.


" Cinta? itu hanya bisa dirasakan manusia "


" Apa anda yakin yang mulia?" tanya Keith lagi


" Memangnya kau tau apa tentang cinta sehingga berani bertanya seperti ini padaku?! "Lucifer membentak bawahannya itu


" Karena anda kan punya hati, yang mulia "


" Tidak, iblis tidak punya hati "


" Jangan memungkiri nya yang mulia, anda sudah punya hati sekarang " kata Keith yakin


WUSH


Lucifer memakai sihirnya untuk membungkam mulut Keith.


Hmphh..hmphh .


" Kau terlalu banyak bicara Keith "


Aku? punya hati? iblis seperti ku?


🍂🍂🍂


Keesokan harinya, Lucifer mengajak Leticia jalan-jalan ke taman yang ia buat untuk menyenangkan Leticia. Taman bunga matahari, bunga kesukaan nya. Hari itu Leticia sangat penurut, karena ia berupaya mengalihkan perhatian Lucifer. Agar Alexander bisa mengambil kristal di kastil Iblis untuk menyegel Lucifer.


Leticia dan Lucifer jalan-jalan bersama di taman bunga itu. Ia mengagumi taman bunga matahari yang indah di tengah-tengah dunia iblis yang panas dan menyesakan itu.


" Dari mana yang mulia tau saya suka bunga matahari?" tanya Leticia


" Jadi kau suka bunga matahari?" tanya Lucifer tak tahu


" Apa? jadi yang mulia tak tau saya suka bunga matahari?" tanya Leticia bingung


Dia tidak terlihat pura-pura tidak tahu. Apa dia benar-benar tidak tau?


" Syukurlah kalau kau suka bunga matahari, tadinya aku pikir kau mungkin suka mawar. "


" Lalu kenapa tidak buat taman mawar saja?" tanya Leticia


" Kenapa harus buat taman mawar? aku membuat taman ini berdasarkan pikiran ku sendiri tentang mu " Lucifer tersenyum dan terlihat senang


" Pikiran tentangku? taman ini di buat berdasarkan pikiran yang mulia tentangku? apa yang kau pikirkan tentangku?" tanya Leticia tak mengerti


" Saat melihat senyuman mu, kau terlihat seperti bunga matahari yang cerah. Itulah yang kupikirkan tentangmu " kata Lucifer serius


Tak disangka kata-kata yang terdengar sederhana dan indah itu, meluncur dari bibir Lucifer. Leticia sampai sempat ternganga mendengar nya.


" Wah, jika wanita lain di dunia ku mendengar ini. Mungkin mereka akan dibuat berdebar olehmu " Leticia tersenyum


" Lalu apa kau berdebar karena ku?" tanya Lucifer sambil menatap Leticia, menatap dengan penuh harapan.


Astaga, ini pertanyaan mematikan. Aku harus jawab jujur apa jawab bohong?


" Aku tidak tahu jelas apa yang aku rasakan padamu, jadi sampai saat aku tau perasaan ku padamu. Kau tidak bisa pergi dari sini. Aku akan mengabulkan apapun yang kau mau " jelas Lucifer


Tidak disangka, dia lebih pengertian hari ini. Dia tidak memaksa ku memberi jawaban seperti kemarin. Perubahan sikapnya benar-benar seperti cambuk bagiku. Aku dibuat bingung olehnya.


Tiba-tiba mata Lucifer memerah, dan sinar hitam mengelilingi tubuhnya. Sontak, Leticia menjauh dari Lucifer. Raja iblis itu kembali ke wujudnya yang menyeramkan.


Apa yang terjadi dengannya? kenapa dia tiba-tiba berubah? Alex, apa terjadi sesuatu padanya?


" Sialan ! siapa yang berani mengambil kristal keabadian ku?!" gerutu Lucifer murka


Alexander datang menghampiri Leticia dan Lucifer sambil membawa pedang nya, tubuhnya terluka.


" Alex !" seru Leticia sambil berlari memeluk suaminya.


Wajah Lucifer terlihat terluka dan kecewa melihat Leticia berlari ke pelukan Alexander. Di dalam dirinya ada yang bertanya-tanya, perasaan terluka apakah yang ia rasakan itu? apa perasaan nya terhadap Leticia yang sebenarnya?


" Teganya kau ! teganya kau mengkhianati ku setelah apa yang ku lakukan untukmu, Leticia ! kau kan mencintai ku !" teriak Lucifer murka


" Maafkan aku, tapi aku tidak mencintaimu. "


Alexander tidak mau bertele-tele lagi, ia menghampiri Lucifer yang perhatian nya sedang teralihkan karena menatap Leticia. Alexander menusuk dada Lucifer dengan pedang miliknya, dan menempelkan kristal itu ke kening Lucifer. Lucifer tidak menduga bahwa ia akan mendapatkan serangan mendadak dari Alexander.


" ARGHHHH !! teganya kau Leticia ! Beraninya kalian padaku !" Lucifer terlihat kesakitan, dan luka di dadanya tidak pulih seperti biasanya. Raja iblis itu berdarah.


Aku tidak bisa memulihkan diriku! ini tidak mungkin! kenapa aku harus berakhir seperti ini lagi?


Tes, tes, Tes,


SLING


Cahaya menyilaukan keluar dari Kristal itu, mulut Alexander komat-kamit seperti mengucapkan sesuatu yang tidak terdengar oleh Leticia. Keith dan bangsa iblis yang lain melihat pemandangan itu. Mereka merasa ketakutan karena Lucifer akan kalah dan di segel.


" Aku mempertaruhkan ke empat elemen ku untuk menyegel mu dan semua iblis di dunia iblis agar tidak bisa masuk ke dunia ku lagi !" seru Alexander sambil memegang kristal itu.


" Aku.. Aku akan kembali lagi, aku akan kembali lagi padamu dan anak mu Leticia. " Lucifer tersenyum pahit, tubuhnya perlahan lahan menghilang oleh cahaya.


Aku akan kembali pada kalian, dalam bentuk lain.


Leticia menangis melihat tubuh Lucifer yang menghilang di depannya. Sementara Alexander masih sibuk menyegel Lucifer.


" Sekarang aku tau perasaan ini, aku yakin kalau aku mencintaimu" Lucifer tersenyum pahit.


" Itu bukan cinta tapi obsesi " jawab Leticia


Kenapa aku selalu mengalami akhir yang buruk? aku hanya ingin dicintai, aku hanya tidak ingin sendirian. Jika ada kehidupan selanjutnya, aku akan meminta pada Tuhan agar tidak dilahirkan menjadi iblis lagi.


Lucifer dan dunia iblis menghilang di depan Leticia dan Alexander. Dan tiba-tiba saja mereka sudah berada di dalam hutan larangan tempat portal dunia iblis.


Alexander menggendong Leticia dengan hati gembira karena sudah kembali ke dunia mereka.


" Alex, kau berhasil ! kita kembali ! kita kembali ke dunia kita " Leticia memeluk Alexander dengan gembira.


" Iya, kita berhasil. "


" Terimakasih sudah menepati janjimu " Leticia mencium pipi Alexander, lalu tersenyum.


Mereka pun berjalan keluar dari hutan larangan dan bergegas kembali ke istana. Dalam perjalanan mereka, Leticia dan Alexander berbicara tentang Lucifer.


" Apa dia benar-benar tidak akan kembali ke dunia manusia?" tanya Leticia


" Seperti nya tidak, jika segelnya tidak ada yang membukanya maka dia akan terkurung selamanya di dalam pedang ku ini "


" Jadi dunia iblis dan iblis iblis itu tersegel dalam pedang yang diberikan mendiang ratu Clara?"


" Ya begitulah, karena aku tidak bisa memusnahkan nya. Maka aku hanya bisa menyegelnya seperti ini "


" Kalau begitu kita harus berhati-hati dan menjaga pedang mu dengan sebaik-baiknya ! "


" Ya aku tau, daripada membicarakan dia terus kenapa kita tidak membicarakan tentang kita?" tanya Alexander


" Tentang kita? apa yang mau dibicarakan?" tanya Leticia


" Tentu saja menyiapkan resepsi pernikahan kita " Alexander tersenyum


" Kalau itu sih aku mau !" kata Leticia semangat


...---***---...


Hai Readers! maaf ya untuk bab ini terkesan buru buru atau ada kata-kata nya kurang klop, author lagi agak kurang sehat nih 🤣 jadilah kurang fokus juga.


Tetap stay di novelku, jangan lupa kasih like nya, komen, vote dan gift juga boleh.