Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran

Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran
Bab 109. Aku akan jadi ayah?


" Sayang, bangunlah. Apa yang terjadi? Daniel panggil Tabib Erin !!" teriak Alexander yang panik.


" Ya, yang mulia !!"


Daniel langsung berlari untuk memanggil tabib Erin di tempatnya, ruang pengobatan istana.


Alexander menggoyang goyangkan tubuh Leticia, ia ketakutan terjadi sesuatu pada Leticia.


" Sebaiknya Tisha dipindahkan dulu ke kamar, ayo " kata Derrick menyarankan


" Iya "


Kedua tangan kekar Alexander menggendong tubuh Leticia dan membawanya ke kamar. Diikuti oleh Derrick dan Gustaf juga.


Dengan hati-hati Alexander meletakkan Leticia di kamar tidur mereka. Alexander duduk disampingnya, dan terlihat cemas sambil menunggu kedatangan tabib Erin.


" Kenapa mereka lama sekali?!" Alexander ketakutan sambil memegang tangan Leticia.


" Tenanglah, bukankah pria itu baru pergi memanggil tabib nya. " Gustaf berusaha menenangkan Alexander


Pertama kali aku melihat sisi Alexander yang seperti ini. Dia sedang ketakutan dan mencemaskan Tisha. Dia benar-benar mencintai nya, kenapa dulu aku tidak bisa melihatnya? Zayana benar.


" Ya, Tisha akan baik-baik saja. Dia itu kuat " ucap Derrick yakin


" Bagaimana ini? dia belum sadar juga. Dia tidak biasanya seperti ini, bahkan hari ini dia terlihat aneh "


Beberapa menit kemudian..


KLAK


Tabib Erin dan Daniel sudah datang, dan segera masuk ke kamar itu. Tabib Erin segera memeriksa Leticia. Memeriksa urat nadi nya, mengecek suhu tubuh Leticia dengan hati-hati.


Alexander, Derrick dan Gustaf menanti hasil pemeriksaan dari tabib Erin. Ketiga pria itu terlihat cemas.


" Apa yang mulia,ada memakan sesuatu yang aneh hari ini? atau kah sesuatu yang aneh darinya?" tanya tabib Erin


" Saat aku pulang tadi, Leticia sedang muntah-muntah. Dia juga mengeluh kepalanya pusing dan terasa berat " Jelas Alexander


" Apa? Tisha benar-benar sedang sakit?" tanya Derrick cemas


" Apa dia baik-baik saja tabib?" tanya Gustaf yang juga cemas


Tabib itu tiba-tiba tersenyum dan memeriksa sekali lagi denyut nadi Leticia melalui tangan nya.


" Benarkah ada gejala seperti itu?" tanya tabib Erin sekali lagi, untuk meyakinkan sesuatu.


" Iya, apa dia baik-baik saja? apa sakitnya parah? dia tidak apa-apa kan?" tanya Alexander takut


" Semuanya tenang saja, yang mulia baik-baik saja. Yang mulia seperti nya tidak sakit apa-apa " Tabib Erin tersenyum senang


" Eh?" Gustaf dan Derrick bingung


" Bagaimana bisa dia tidak sakit? dia jatuh pingsan seperti itu, bahkan muntah muntah ! apa diagnosis mu itu tidak salah?" tanya Alexander tak percaya


" tabib, tolong katakan yang jelas " ujar Gustaf penasaran


" Baiklah baiklah, jika gejala gejala itu memang ada. Dan saya juga sudah memeriksa denyut nadinya, saya yakin kalau yang mulia Ratu sedang.. "


" Sedang apa?" tanya Alexander penasaran


" Yang mulia ratu sedang hamil, yang mulia. Selamat !! " jawab Tabib Erin sambil tersenyum senang


" A-Apa?!" Derrick, Daniel dan Gustaf kaget mendengar nya, mereka langsung terpana.


Sementara itu Alexander terpaku dan berdiri mematung saking kaget nya mendengar kata hamil keluar dari mulut tabib Erin. Seperti nya Alexander masih mencerna apa yang baru saja ia dengar? Antara mimpi dan kenyataan, benarkah istrinya itu sedang hamil?


" Yang mulia ! ini berita besar, yang mulia akan menjadi seorang ayah!!" ujar Daniel girang, melihat ke arah Alexander yang ternganga sendiri.


" Hamil?" gumam Gustaf pelan


" Aku akan jadi paman?" Derrick tersenyum senang, sama senangnya dengan Daniel


Berbeda dengan Derrick, Daniel dan Alexander yang pasti senang mendengar berita itu. Gustaf terlihat bingung dan sedih. Ada sesuatu yang menusuk hatinya, mengusik pikiran nya. Kata-kata hamil itu membuat hatinya terluka. Mengapa ?


Leticia sedang hamil? dan dia mengandung anak Alexander. Apa aku benar-benar sudah tidak ada kesempatan lagi? apa aku harus menyerah saja?


Matanya menyiratkan kesedihan, ia juga dalam kebingungan. Haruskah ia senang dan ia sedih mendengar nya, yang jelas ia sudah merasakan bahwa harapan nya pada Leticia sudah pupus.


Kehadiran seorang anak dalam hidup Leticia dan Alexander, akan memperkuat hubungan mereka. Maka kesempatan untuk Gustaf pun sudah tertutup sepenuhnya. Gustaf tersenyum dan memberi kan selamat pada Alexander dengan hati yang terluka.


" Selamat, kau akan jadi seorang ayah "


Gustaf berusaha tersenyum, ia menepuk pundak Alexander sebelum keluar meninggalkan kamar itu. Gustaf berjalan terhuyung-huyung saat meninggalkan kamar itu, hatinya hancur.


" Apa maksud mu ada anakku di dalam perut Leticia?" tanya Alexander dengan mata yang terpana


" Benar yang mulia, selamat yang mulia " Tabib Erin tersenyum cerah


" aku? aku akan jadi seorang ayah? "


Alexander tak percaya bahwa dirinya akan menjadi seorang ayah. Saking senangnya pria itu sampai tidak bisa berkata-kata.


" Selamat yang mulia! selamat !" Daniel tersenyum bahagia


Benarkah ini? aku benar-benar akan menjadi seorang ayah? Chia, sedang mengandung benihku di dalam rahimnya? benarkah ini bukan mimpi? aku benar-benar tidak menyangka akan secepat ini.


" Kau pasti sangat senang sampai tidak bisa berkata-kata, kalau aku jadi dirimu. Aku akan lompat lompat kegirangan " kata Derrick senang


Aku juga jadi ingin segera punya anak. Aku harus lebih sering melakukan nya dengan Zayana. Batin liar Derrick mulai aktif


Setelah itu dengan semangat Alexander menanyakan pada Tabib Erin, tentang apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan ibu hamil. Dan apa saja yang bisa membuat ibu hamil senang.


" Tidak ada yang perlu di cemaskan yang mulia. Saat ini Yang mulia Ratu hanya sedang tidur karena mungkin dia lelah. " kata tabib Erin


" Syukurlah, lalu apa yang harus aku lakukan saat dia bangun nanti? aku harus menyiapkan apa?" tanya Alexander bingung


Seperti nya yang mulia sangat senang, sampai menjadi bingung. batin Daniel


" Em.. itu, saya sudah resep kan obat herbal dan vitamin untuk menjaga janin yang ada di kandungan yang mulia tetap sehat dan kuat. Karena kehamilan muda beresiko tinggi untuk keguguran, saya sarankan agar yang mulia tidak boleh melakukan hal hal yang berat "


" dan seperti apa hal hal yang berat itu?" tanya Alexander semangat


" Seperti mengangkat barang, mengerjakan pekerjaan rumah yang berlebihan, saya sarankan agar yang mulia banyak beristirahat. Dan perhatikan makanan nya juga ya, yang mulia "


" Ba-baiklah "


" Ah ya satu lagi yang mulia, jangan sampai ibu hamil merasa stress. Itu akan berpengaruh pada kondisi kesehatan nya "


" akan ku ingat itu, terimakasih " Alexander mengangguk dengan patuh, seperti nya ia benar-benar mendengarkan tabib Erin dengan seksama dan perhatian.


" Sebaiknya kita pergi dari sini, biarkan mereka beristirahat" ujar Derrick pada Daniel


"Ya yang mulia " Daniel mengerti


KLAK


Pintu kamar Leticia dan Alexander pun tertutup. rapat. Alexander duduk di samping istrinya yang sedang tidur itu, dirinya masih belum menyangka bahwa Leticia akan mengandung anaknya secepat ini. Rasa takut juga muncul pada dirinya, apakah ia bisa menjadi ayah yang baik untuk anaknya kelak?


" Sayang, beristirahat lah. Dan terimakasih sudah menjadi istri yang sempurna untukku "


Alexander mencium kening istrinya dengan penuh kasih sayang. Setelah itu ia mengambil selimut dan tidur di sofa, membiarkan Leticia tidur sendirian di ranjangnya yang luas.


Sementara itu Gustaf sedang duduk merenung di salah satu anak tangga di taman belakang istana. Gustaf melihat bunga matahari yang ditanam oleh Leticia dan terlihat sedih.


" Raja Gustaf, kau belum tidur?" tanya Derrick sambil mendekat ke arah Gustaf dan duduk disampingnya.


" Aku belum mengantuk. Kau sendiri?" tanya Gustaf


" Ya, aku juga belum. " jawab Derrick


Derrick sudah bisa menebak apa yang membuat Gustaf tidak bisa tidur, apa yang membuat Raja baru Fostiarus itu hatinya menjadi gundah gulana. Tidak lain dan tidak bukan, adalah karena berita kehamilan Leticia.


" Kau pria yang baik Raja Gustaf, kau bisa mendapatkan wanita manapun di dunia ini yang lebih baik dari nya. " ucap Derrick


" Apa Raja Derrick sedang menghiburku?" tanya Gustaf dengan senyuman pahitnya.


" Tidak. Aku hanya sedang memberi saran padamu. Hatimu akan sakit kalau kau terus memikirkan nya, melupakannya memang sulit, tapi aku yakin waktu bisa menyembuhkan luka. Saatnya kau menerima kenyataan, dan jalan mu sudah tertutup Raja Gustaf " ucap Derrick dengan berat hati


" Iya kau benar, ini saatnya aku melepaskan beban di hatiku. Jalanku memang sudah tertutup, dan hatiku sakit "


Sekelebat ingatan nya tentang Gustaf dan Leticia, terngiang di kepala Gustaf. Hatinya perih, berat hatinya harus menerima kenyataan bahwa kesempatan nya kini sudah hilang. Sudah waktunya ia melepas beban di hatinya.


" Aku senang jika kau benar-benar menyadari nya. Memang terasa sakit sekarang, tapi percayalah nanti kau akan terbiasa " ucap Derrick yakin


" Ya, ini saatnya aku menyudahi semuanya. Meski sulit, aku akan berusaha " mata Gustaf dipenuhi kesedihan. Bibirnya tersenyum tapi hatinya terluka.


Kehadiran seorang anak memang tak bisa terbantahkan lagi, bahwa ikatan cinta Alexander dan Leticia sudah semakin kuat. Sebagai pihak ketiga ia tak bisa menghancurkan kebahagiaan Leticia dan Alexander.


Walaupun ia sangat mencintai Leticia, tapi ia tak bisa menghancurkan cinta Leticia dan merebut kebahagiaan nya. Gustaf memilih mundur perlahan dan akan mengembalikan semuanya seperti semula. Gustaf ingin cinta nya dikenang sebagai cinta yang tidak egois.


Lalu bagaimana dengan Vivian? apa dia akan menerima dengan lapang dada seperti Gustaf?


Mengetahui kehamilan Leticia dari pelayan setianya, membuat Vivian semakin kesal. Malam itu di dalam kamarnya ia mengamuk.


" Tidak ! ini tidak mungkin !! wanita itu hamil? ada anak Alexander di dalam perutnya?!! Tidak bisa ! anak itu harus musnah !"


Vivian berteriak-teriak seperti orang yang tidak waras.


🔥🔥🔥


Tengah malam..


Di sebuah gang kecil di pusat kota kerajaan Fostiarus, terlihat seorang pria sedang berlari seperti di kejar kejar sesuatu.


Hosh Hosh Hosh..


Napas pria itu terengah-engah, rasanya ia sudah kesulitan juga untuk bernapas.


Aku harus terus berlari, aku harus berlari ke tempat yang ramai. Jika aku berhenti, aku mati.


TAP


WUSH


Pria paruh baya yang tidak diketahui namanya itu berhenti mendadak dan tercengang, saat di depannya sudah ada Lucifer yang menghadang jalannya. Mulut Lucifer berlumuran darah, begitu pula dengan tangannya. Wajah putih dan tampannya, ternodai oleh darah.


" Teman mu yang tadi itu rasa darahnya sangat pahit, tidak enak sama sekali " Keluh Lucifer dengan seringai di wajahnya.


" To-tolong biarkan saya per-pergi. Saya janji tidak akan memberitahukan hal ini pada siapa pun. Tolong biarkan sa-saya hidup " suara pria itu terdengar gemetar, menjadi terbata-bata.


Pria itu memohon dengan kaki yang gemetaran, badan yang basah oleh keringat. Rasa takut menyelimuti hati dan pikiran nya. Kini pria itu sudah berada di jalan buntu.


" Dasar manusia rendahan, mana mungkin yang mulia akan membiarkan mu hidup setelah kau melihatnya " ucap Keith yang tiba-tiba sudah ada di belakang pria itu dan menghadangnya.


" Ka-kalian benar-benar bukan manusia?" tanya pria itu ketakutan


" Bukan, bodoh " Lucifer tersenyum sinis, lalu ia menggigit leher pria itu


" ARGHHH!" Pria itu berteriak di tengah keheningan malam. Karena jalanan yang sepi, tidak ada yang mendengar teriakannya itu.


Lucifer menyedot darah pria itu, hingga tubuh pria itu menjadi pucat seperti kehilangan darah. Pria itu ambruk, jatuh ke tanah, tergeletak tak berdaya.


BRUK


" Yang ini juga pahit, tapi lumayan lah untuk mengisi stamina. " Lucifer mengelap darah yang ada di dekat bibirnya. " Kau kemari, pasti kau sudah dapat apa yang ku mau kan?"


" Ya yang mulia, saya sudah dapatkan informasi tentang wanita yang bernama Leticia itu. "


" Katakan "


" Leticia adalah istri dari Raja tiran Alexander. Dia adalah putri bungsu dari mendiang Raja Edmund dari kerajaan Brilla. "


" Begitu kah? lalu bagaimana mereka bisa saling berhubungan?" tanya Lucifer


" Awalnya mereka saling membenci, karena Alexander membunuh Raja Edmund. Alexander menahan gadis itu di istana nya, untuk menemukan kakak nya yang saat itu menghilang. Entah bagaimana mereka bisa jatuh cinta, tapi awalnya seperti itu ceritanya yang mulia " jelas Keith


" Oh jadi begitu. Awal nya benci lalu jadi cinta, seperti dalam pementasan drama murahan saja. Cih, tidak ku sangka manusia setengah iblis seperti dia bisa jatuh cinta. Setidaknya dia masih punya hati. " Gumam Lucifer


" Jadi bagaimana yang mulia? apa yang akan kita lakukan selanjutnya?" tanya Keith


" Kumpulkan pasukan kita, aku ingin penyerangan ke istana Fostiarus secepatnya. Aku ingin lihat juga, siapa wanita yang sudah mengambil hati pemeran utama pria ini "


" Baik yang mulia " jawab Keith patuh


Lucifer tersenyum menyeringai, di kepalanya sudah tersusun rencana yang mengerikan.


...--***---...


Hai Readers! thanks ya, yang masih setia di novelku ini. Mohon maaf upnya agak telat, udah 3 hari ini 😊🙏 makasih yang udah buat ngasih like, vote, hadiah dan komen nya.


Oh ya ..🎉🤗


Yang belum tau novel baru ku, yuk mampir. Genre nya romansa modern. Kasih juga like komen vote dan hadiah nya ya 😊😊😘


makasih Readers 😊