
🔥🔥🔥
Api kemarahan membara di dalam tubuh dan hati Alexander. Ia ingin sekali memotong motong kedua pria brengsek yang ada di depannya itu. Akan tetapi, ia mengurungkan niatnya itu karena keselamatan Leticia lebih penting dari segalanya.
" bawa mereka ke penjara ! " seru Alexander
" Baik yang mulia " jawab Andre patuh
" Yang.. yang mulia tolong ampuni kami. Ampuni nyawa kami. Kami benar-benar menyesal. " kata Abraham dan Efrat memohon
" Aku akan mengurus kalian nanti. Keselamatan wanita ku lebih penting daripada cecunguk seperti kalian !" seru Alexander tajam
Tanpa pengawalan dari siapapun, Alexander pergi menggunakan sihir teleportasi nya.
SLING
Dalam sekejap mata, ia sudah sampai di depan tempat pelacuran itu. Ada banyak wanita berpakaian tidak senonoh, di sana.
" Leticia, semoga itu benar-benar dirimu. Semoga kau baik-baik saja " kata Alexander bergumam sendiri.
Sementara itu, di dalam sebuah kamar yang minim pencahayaan.
Terlihat Leticia yang sedang berusaha mencari jalan keluar, ia bahkan mencoba mencungkil jendela yang ada di kamar itu.
" Sial ! ini terlalu sulit ! kenapa aku tidak bisa membukanya? " gerutu Leticia yang mencoba membuka jendela dengan obeng yang ia pegang.
" Di film film ini sangat mudah dilakukan, kenapa di dalam kehidupan nyata ini begitu sulit ? huh.. dasar film penipuan ! ini semua gara-gara ayah palsu ku itu, kalau aku bertemu dengannya lagi, aku akan memberi nya pelajaran. Tapi sebelum itu aku harus keluar dulu dari sini. Ayo semangat Elena !"
Leticia terus berusaha mengorek-ngorek ujung jendela itu dengan obeng. Sebenarnya ia berusaha memecahkan jendelanya, tapi orang-orang yang menjaga di luar akan mendengarnya.
KLAK
CEKREK
Wanita itu mematung dan terdiam, ketika ia mendengar suara orang yang membuka pintu kamar itu. Leticia segera menyembunyikan obeng yang ia pegang dan menyembunyikan dirinya di pojok kamar sambil membelakangi pria itu.
" Balikkan badanmu, aku ingin melihat wajahmu !" ujar Gustaf
Setiap aku mendengar ada gadis berambut perak aku selalu berfikir mungkin itu adalah dirimu. Bodohnya aku, kenapa aku harus melakukan ini? kau kan sudah lama tiada.
Suara pria?
" Si.. siapa kau menyuruhku?" tanya Leticia gugup
Apa jangan-jangan pria ini yang mau tidur denganku? dasar pria hidung belang.
Gustaf terperangah saat mendengar suara Leticia yang tidak asing baginya.
Suaranya mirip sekali dengan..ah tidak, mana mungkin. Ini pasti hanya kebetulan.
GREP
" Kyaa !!"
Gustaf tak bisa menahan lagi rasa penasaran nya, ia memegang tangan Leticia dan akhirnya mereka saling berhadapan. Mata pangeran itu terbelalak seolah melihat hantu, kaget dan tak percaya. Ia melihat wanita yang sudah mati ada di hadapan nya.
" Le..lepaskan aku.. !! pria brengsek !" teriak Leticia kesal
Kenapa pria ini menatap ku seperti itu?dia terlihat kaget melihatku? apa dia mengenal pemilik tubuh ini sebelum nya?
Tuhan, apakah ini yang namanya kebetulan? atau ini adalah takdir? Mana mungkin, di hadapan ku saat ini adalah dia?
" A.. apa mungkin kau mengenalku?" tanya Leticia ragu-ragu.
Gustaf semakin terpana mendengar pertanyaan yang membingungkan keluar dari mulut wanita yang ada di depannya itu. Di pikiran nya banyak pertanyaan, salah satu nya adalah kenapa Leticia bersikap seolah-olah mereka baru pertama kali bertemu? apa wanita yang ada dihadapannya ini benar benar Leticia? ataukah seseorang yang mirip dengannya?
" Kau.. " Gustaf memeluk Leticia dengan perasaan yang tak bisa dijelaskan oleh kata-kata.
GREP
" Apa yang kau lakukan?! lepaskan aku pria hidung belang !" teriak Leticia
BRAK
Sebelum Gustaf meneruskan kata-katanya, pintu kamar itu sudah rusak ditendang oleh seseorang.
" Ternyata kau adalah dalangnya, paman?" tanya Alexander menuduh
" Alexander?" Gustaf melepaskan pelukannya dari Leticia, dan terkejut melihat Alexander sudah ada di depannya, menatapnya dengan tajam.
Leticia melihat ke arah Alexander, dalam pikiran nya ia bertanya-tanya siapa pria tampan di depannya itu. Namun, hatinya merasakan debaran yang aneh saat melihat Alexander.
Siapa pria tampan ini? kenapa hatiku merasa aneh saat melihatnya? ada perasaan tidak asing saat melihat matanya. Siapa dia?
Alexander melihat ke arah Leticia dengan perasaan yang sama, ia tak percaya bahwa ia melihat Leticia yang hidup ada di depannya. Dengan mata yang berkaca-kaca pria itu berjalan menghampiri Leticia yang terlihat kebingungan.
Kenapa dengan tatapan nya itu? dia seperti mau menangis. Kenapa aku peduli padanya? hatiku, kenapa begini?. batin Leticia sedih
Leticia, ini benar-benar dirimu kan? aku tidak bermimpi kan? kau ada di depanku dan kau masih hidup.
Alexander menyentuh pipi Leticia perlahan lahan, wanita itu terpana dengan sentuhan nya. Ia tak menolak sentuhan dari pria itu.
Padahal aku tidak mengenalnya, tapi kenapa aku membiarkan nya menyentuhku?
Gustaf menepis tangan Alexander yang menyentuh Leticia. Pangeran itu tampak marah.
" dia bukan Leticia ! wanita ini aku sudah membelinya, jadi dia milikku !" ujar Gustaf tegas
" Berisik " Alexander tersenyum sinis dan menyerang Gustaf dengan satu serangan sihirnya, hingga si pangeran itu terlempar jauh.
BRAK
Leticia kaget saat melihat Alexander menggunakan sihir. Ia seperti baru pertama kali melihat orang yang menggunakan sihir.
" Hey kau sama sekali tidak berubah ya !" teriak Gustaf yang sudah berada di lantai.
" Aku tidak ada waktu untuk mengurus mu paman, jika kau bertemu denganku lagi. Aku harap kau akan kabur " mata Alexander berubah menjadi merah.
Pria tampan ini sangat menyeramkan. Kenapa aku berada di dalam situasi ini? siapa mereka berdua?
" Chia, ayo kita pulang " kata Alexander mengajak dengan lembut, dan memegang tangan Leticia. Namun wanita itu menepisnya.
" Siapa kau ? kenapa kau menyentuhku sembarangan? " tanya Leticia marah
Raja tiran itu terpana saat Leticia mengajukan pertanyaan yang tidak masuk akal padanya. Ia mengira wanita itu hanya sedang bercanda, namun melihat ekspresi dan kata-kata gadis itu, ia yakin bahwa ada yang salah dengan Leticia.
" Aku tanya sekali lagi, apa kau benar-benar tidak mengenalku?" tanya Alexander sambil memegang kedua bahu wanita itu.
" Kau cabul ya ! sudah kubilang aku tidak mengenalmu !" seru Leticia
Sebaiknya aku kabur dulu dari sini. Aku juga tidak tau dia orang jahat atau bukan.
Leticia mendorong Alexander. Kemudian ia berlari dengan cepat keluar dari tempat yang sudah hancur itu, ia juga tak tau harus pergi kemana. Yang ia pikirkan adalah pergi secepatnya dari tempat itu dan menghindar dari Alexander dan Gustaf.
" Hosh..hosh.. semangat Elena ! kau harus pergi dari dunia yang tidak waras ini, tidak ada yang bisa di percaya di dunia ini. " gumam Leticia sambil berlari.
BRUK
Leticia terjatuh ketika ada sesuatu yang menghalangi jalannya.
" Kyaaa !! kenapa bisa ada tembok ditengah jalan begini?!!" Wanita itu mendongakkan kepalanya dan melihat sesuatu yang ia sebut sebagai tembok itu.
" Kau.. pria cabul yang tadi !" teriak Leticia terkejut dan ketakutan.
Kenapa dia tiba-tiba ada di depanku? apa dia bukan manusia? ini tidak masuk akal, aku sudah berlari jauh darinya, dan aku juga tidak melihat dia berlari mengejar ku. kenapa dia..
" Bukan ini raut wajah yang ingin ku lihat darimu Leticia, apa kau berpura-pura seperti ini karena kau marah padaku? " tanya Alexander dengan nada sedih
Kenapa dia menanyakan pertanyaan aneh yang tidak ku mengerti sama sekali? apa dia benar-benar mengenal pemilik tubuh ini?
" Maaf, aku bukan Leticia. Namaku adalah Elena. Dan kenapa kau menanyakan sesuatu yang aneh? aku bahkan tidak mengenalmu " kata Leticia bingung
Kedua tangan pria itu memegang lengan Leticia dan menatap nya dengan sedih.
" Mana mungkin?! kau tidak mengenalku? kau bohong !!" teriak Alexander
Apa dia benar-benar tidak mengenalku? sebenarnya ada apa ini? . Alexander terlihat sakit hati dan sedih karena Leticia tidak mengenalinya.
" Seperti nya kau salah orang, aku benar-benar bukan Leticia " jawab Leticia.
Kenapa dia terlihat sedih?
BUK
BUK
BUK
" Jangan habiskan tenaga mu hanya untuk memukulku, lebih baik kau diam saja " kata Alexander
" Aku sudah bilang aku tidak mengenalmu ! dasar kau pria cabul ! kau pasti salah satu dari pria hidung belang itu, kau penipu sama seperti mereka kan? kau mau menjual ku kemana lagi?" tanya Leticia kesal
Jelas-jelas ini dirimu, sikap mu. Cara bicara dan semuanya, adalah dirimu Leticia. Tapi, kenapa kau tidak mengenaliku? apa yang sudah terjadi?
" Aku tidak akan menjual mu, apa kau buta? aku sedang berusaha menolong mu dari pria hidung belang itu " kata Alexander yang masih menggendong
" Bagaimana bisa aku percaya padamu? semua pria di dunia ini mungkin saja penipu dan pembohong, bahkan saat aku kembali sadar.. aku ditipu oleh pria ! " gerutu Leticia
Diam diam Alexander sedikit tersenyum. " bagaimana bisa dia bukan Leticia? caranya menggerutu dan marah-marah, ini benar-benar dia. Dia bahkan mengatakan bahwa aku cabul, persis seperti pertama kali waktu kami bertemu "
" Kau bisa percaya padaku, karena aku adalah salah satu pria di dunia ini yang tidak mungkin menyakitimu " kata Alexander yakin
" Kau berkata seolah-olah kita sudah saling mengenal sejak lama, padahal kan kita baru bertemu.. " Leticia heran
" Uh.."
Kenapa tiba-tiba kepalaku pusing?
" Ada apa? apa kau sakit?" tanya Alexander sambil menurunkan Leticia dari gendongan nya , ia menatap wanita itu dengan cemas.
" Tidak.. tuan.. aku.." Leticia jatuh pingsan, dan Alexander menangkap nya agar tubuhnya tidak jatuh ke tanah.
" Leticia ! Leticia, bangunlah ! ada apa dengan mu?!!" seru Alexander panik
🍂🍂🍂
Dengan sihir teleportasi nya, ia membawa Leticia kembali ke istana. Daniel dan pengawal kerajaan yang ada di lorong, terkejut saat melihat Leticia ada di gendongan Alexander.
" benar-benar nona Leticia.. bagaimana mungkin " gumam Daniel tak percaya
" Panggilkan tabib Erin untuk memeriksa nya !" seru Alexander
" Baik yang mulia " jawab Daniel patuh
Aku tidak percaya ini, nona Leticia benar-benar bangkit dari kematian. Dan dia terlihat baik-baik saja.
Daniel segera berlari dengan sigap untuk memanggil tabib Erin.
Setelah mendapat panggilan dari Alexander, tabib itu bergegas menemui pasien yang akan ia periksa itu, ke kamar Raja.
KLAK
" Tuan Daniel, yang mulia Raja.. apa yang saya lihat ini benar benar nyata?" tanya Tabib Erin tak percaya melihat Leticia sedang terbaring tak sadarkan diri di ranjang Raja.
Setelah 2 tahun lamanya ,aku tidak pernah dipanggil ke istana. Terakhir aku dipanggil ke istana adalah saat nona Leticia yang terluka, karena aku adalah tabib yang di rekrut oleh Baginda Raja dan dikhususkan untuk merawat nona Leticia. Aku sangat terkejut saat mendapatkan panggilan ke istana secara tiba-tiba dan berfikir yang bukan-bukan bahwa yang mulia mempunyai wanita lain selain nona Leticia. Tapi sekarang aku tau alasan nya. Percaya atau tidak, kenyataan bahwa nona Leticia yang sudah mati 2 tahun yang lalu, kini ada di depanku dengan keadaan hidup. Apa yang sebenarnya terjadi?
" Jangan banyak bicara ! periksa keadaan nya sekarang !" ujar Alexander.
Tabib Erin segera mengecek denyut nadi wanita yang masih tidak sadarkan diri itu dengan tangannya. Beberapa menit kemudian setelah pemeriksaan..
" Yang mulia, anda tidak usah cemas. Nona jatuh pingsan karena pengaruh anestesi, sekarang nona sedang tertidur dan memulihkan tubuhnya. " terang tabib Erin
" Anestesi? jadi mereka memberikannya anestesi??! Daniel, aku ingin kau menyiksa dua manusia brengsek itu di tahanan nya. Beri mereka anestesi yang banyak !" Alexander terlihat marah.
" Baik yang mulia " jawab Daniel patuh
" Tabib Erin, lalu apakah dia masih..." Alexander tiba-tiba menghentikan bicaranya dan memikirkan sesuatu.
Apa yang kupikirkan? kenapa aku ingin bertanya apakah Leticia masih suci atau tidak? mau dia masih suci atau tidak, aku akan tetap mencintainya. Apalah arti semua itu, asalkan dia baik-baik saja.
" Ada apa yang mulia?" tanya Tabib Erin
" Aku hanya ingin menanyakan, kenapa dia tidak mengingat ku? apa ada masalah dengan tubuhnya sehingga dia tidak bisa mengingat ku?" tanya Alexander.
Daniel dan tabib Erin terperangah saat mendengarnya.
" Apa? apa nona Leticia benar-benar tidak mengingat yang mulia? kalau begitu, apa ada masalah dengan kepala nya ya? baiklah, nanti saya akan memeriksa dan memastikan nya saat nona Leticia sudah siuman " terang Tabib Erin
" Baiklah, siapapun yang ada disini jangan beritahu kepada Raja Derrick tentang Leticia. Karena aku sendiri yang akan memberitahu nya nanti " ujar Alexander tegas
" Baik yang mulia " jawab tabib Erin dan Daniel patuh
" Kalian keluar lah dulu !" seru Alexander
Tabib Erin dan Daniel membungkuk lalu pergi dari kamar Raja. Tak lama setelah kepergian dua orang itu, Alexander duduk di sudut ranjang dan bersebelahan dengan Leticia yang tertidur. Pria itu menatap Leticia dengan rasa cinta di dalam matanya, namun dengan raut wajah yang sedih.
" Apa ini mimpi? kau ada di depanku, dan masih hidup? " Alexander menyentuh pipi kekasihnya itu, tanpa sadar ia menetes air mata.
" Tahukah kau bagaimana perasaan ku selama 2 tahun ini? kematian mu adalah neraka untukku, setiap hari aku selalu merindukan mu, aku menyesal tidak bisa membahagiakan mu. Aku bahkan tidak sempat mengatakan maaf padamu, atas semua perbuatan ku di masa lalu. Aku yang membuatmu seperti ini, tapi Chia.. terimakasih kau sudah kembali ke depan ku dalam keadaan hidup. Aku yakin ini adalah kesempatan yang Tuhan dan yang kau berikan agar aku bisa melindungi mu dan membahagiakan mu. Tolong jangan pergi lagi dariku ... jika benar kau hilang ingatan, aku akan baik-baik saja. Kalau harus memulai dari awal lagi, aku tidak apa.. karena aku akan membuatmu kembali mengingatku.. "
CUP
Alexander mencium kening Leticia dengan lembut dan penuh kasih sayang. Raja tiran itu merasa kalau hilangnya ingatan Leticia adalah hukuman untuk nya, ia merasa terlalu egois di masa lalu dan lalai menjaga orang yang ia cintai. Dan mungkin ini peringatan dari Tuhan agar ia melindungi Leticia lebih baik.
🍂🍂🍂
Di kerajaan Brilla ( kecil ) dibawah kepemimpinan Derrick..
Hari itu, Derrick membawa Zayana yang sudah memakai gaun putih. Ke kerajaan nya untuk menikah. Zayana juga ditemani beberapa kstaria nya yang ikut menyaksikan pernikahan itu. Para kstaria Zayana sangat tidak suka dengan sikap Derrick yang menjadikan Zayana sebagai istri hanya untuk membalas dendam.
Zayana menunggu dan duduk di ruang rias, Carol menghampiri nya dan melihat kesedihan di wajah Zayana.
" Tuan putri, anda benar-benar sangat cantik " kata Carol memuji
" Terimakasih, oh ya aku belum tau siapa namamu?" tanya Zayana ramah
" Nama saya Carol, saya adalah orang yang dulu melayani mendiang Putri Leticia " jawab Carol sopan
" Begitu kah?" tanya Zayana
" Sekarang saya ditugaskan oleh yang mulia Raja untuk melayani putri Zayana, maksud saya Ratu Zayana " kata Carol
" Baiklah, kalau begitu aku mohon bantuan nya" kata Zayana
Kenapa Baginda sampai melakukan semua ini? padahal Ratu Zayana terlihat baik, dan dia juga kelihatannya menyesali perbuatannya. Tapi, ini juga bukan salah nya juga ! ini kesalahan bawahannya, Ratu Zayana mungkin tidak bermaksud mencelakai putri Leticia.
" Yang mulia Ratu, bolehkah saya bertanya sesuatu? ini sangat mengganjal hati saya " kata Carol sopan
" jangan sungkan, bicara saja "
" Benarkah yang mulia Ratu memang berniat mencelakai dan membunuh putri Leticia? itu tidak benar kan?" tanya Carol
" Itu benar, aku memang merencanakan untuk mencelakai nya karena ia adalah kekasih dari Raja Alexander. " jawab Zayana jujur
" Tapi kan, yang membunuh tuan putri Leticia itu adalah bawahan anda. Seharusnya yang mulia Ratu menjelaskan nya kepada yang mulia Raja, bahwa yang mulia Ratu tidak bersalah dan bukan yang mulia yang membunuh putri Leticia !" seru Carol merasa kasihan pada Zayana
" Tidak, walaupun yang membunuh nya adalah bawahan ku. Ini tetap salahku, aku memang berniat mencelakai nya, meskipun aku tidak berniat membunuhnya. Ini memang salahku " kata Zayana sambil tersenyum pahit.
Upacara pernikahan pun dimulai, Derrick dengan terpaksa menggandeng tangan Zayana ke depan mimbar untuk melakukan sumpah pernikahan mereka.
Tanpa ada senyuman sedikitpun, Derrick hanya mengiyakan semua pertanyaan pendeta yang menikahkan mereka dengan perasaan hambar. Sementara Zayana terlihat menyembunyikan kesedihannya di depan semua orang dengan senyuman.
" Sekarang waktunya kalian bertukar cincin " kata pendeta
" Tidak ada cincin " jawab Derrick dingin
" Apa?" pendeta itu kaget mendengar nya. Derrick seolah-olah tidak mau menikah karena tidak ada cincin.
" Bukankah janji pernikahan nya yang penting? cincin itu hanya simbol, kurasa Ratuku tidak membutuhkannya.."
Wanita itu terlihat menahan kekesalannya, dan sakit hatinya mendengar perkataan orang yang sudah menjadi suaminya. Harga dirinya sebagai seorang istri dan wanita terluka oleh Derrick yang tidak memberikan simbol pernikahan mereka.
Semua orang yang hadir di pernikahan itu berkasak kusuk membicarakan sikap Derrick pada Zayana.
Haruskah kau mempermalukan ku sampai seperti ini?
...---****---...