Suamiku Guruku

Suamiku Guruku
Saranghae


Hari sudah semakin sore.


Afriadi dan Latika sudah pulang.


Tinggallah Qilan sendiri di taman, para kru juga sudah pulang.


"Qilan!" panggil Hasan dari kejauhan melambaikan tangan, ia mendekat duduk di dekat Qilan. Hasan mengatur nafasnya, Qilan hanya melihatkan saja temannya ini.


Hasan tertawa kecil, "Hehehe.. Maaf ya Lan, lambat."


Qilan memutar bola matanya lanjut menyantap somay yang ia beli tadi.


Ia tersentak kaget sat somaynya dicolong, ia menatap sinis Hasan yang menyantap somaynya.


"Sudah terlambat makanan orang kau ambil juga," kata Qilan.


Hasan cengengesan menggaruk kepalanya, "Sorry lah aku sibuk tadi."


Qilan menghela nafas, "Ada apa kau menyuruhku nunggu disini?"


Hasan masih mengunyah, menatap Qilan. Cepat ia menghabiskan makanannya lalu bicara, "Lan minta tissue."


Qilan menatap kesal Hasan, terpaksa mengambil lap tangan miliknya lalu diberikan pada Hasan. Cepat Hasan mengelap tangannya dan mulutnya.


"Itu bekas ingusku tadi," kata Qilan. Hasan langsung membatu kaget toh dia lap ke mulut bekas ingus Qilan, wajah Hasan merah padam menatap Qilan kesal.


"BWAHAHAHA..." Qilan tertawa terbahak-bahak penduduk taman pada meliriknya heran, "Aku bercanda, aku gak ingusan."


Hasan memonyongkan mulut meraba kantong celananya, ia membimbing sesuatu lalu diberikan pada Qilan.


"Nih." Hasan memberikan tiket bioskop.


"Kau menyuruhku menunggumu disini hanya untuk ini?" Qilan mendapatkan serius Hasan dengan nada suara yang ditekan, "Terimakasih."


Hasan merasa tertipu kirain dia tak mau terima, "Kuharap kau suka."


"Tumben kau ngajakku nonton."


"Aku gagal kencan Lan, belum bertemu sudah ditolak."


Qilan tertawa menepuk pundak Hasan, "Kualat kau semalam mengejekku."


"Dah, sesama jomblo jangan bahas."


***


Malamnya.


Afriadi ngajak Latika makan diluar, sate kambing yang ada dipinggir jalan dekat pinggir laut sambil makan menikmati angin malam dan pemandangan kota ditemani kemerlapan bintang di atas sana.


Hari ini Latika senang sekali, Afriadi menyiapkan kejutan sederhana untuknya.


Senyumnya mulai tampak merekah lagi.


Selama menunggu pesanan Afriadi terus menatap Latika tak lari darinya, yang ditatap jadi tambah malu nan canggung.


"Dek!" seru Afriadi, Latika membalas dengan gumaman.


"Adek pakai susuk ya?"


Mata Latika langsung membulat sempurna dengar pertanyaan Afriadi, dahinya mengkerut, menjawab dengan sinis, "Gak."


"Abang kira pakai, soalnya pandangan Abang real teralihkan darimu."


Ealah, Afriadi gombal.


Lihat tuh wajah Latika sudah memerah.


"Auww," rintih Afriadi kena cubit Latika, yang dicubit terkekeh pelan membalas cubitan Latika.


Mereka Lampung cubit cubitan, tanpa sadar dibelakang para pelanggan memperhatikan mereka sampai ada yang iri karena pasangannya gak sesoswit mereka.


Tak lama Latika ngambek gara gara tak tahan Afriadi gombal terus. Latika ngambek agar Afriadi berhenti gombal, dia gak kuat.


Latika memalingkan wajahnya dari Afriadi menyembunyikan wajah yang sudah memerah. Sedangan Afriadi yang merasa Latika ngambek beneran mencari cara agar dia dapat menghibur Latika, dia lihat ada dua orang remaja SMA kelihatannya, mereka membawa gitar.


Dipikiran Afriadi sudah terlintas satu ide cemerlang. Dengan percaya diri Afriadi meminjam gitar anak SMA yang berdiri tengah memesan sate juga.


Latika merasa suaminya pergi, ada rasa lega dihatinya.


Entah kenapa tiba-tiba tubuhnya merinding dengar bisikan dari Afriadi.


"Latika, saranghae," bisik Afriadi kembali duduk memangku gitar.


Treeeeng...


Senar gitar dimainkan Afriadi menggoda Latika.


'Kyaaa!' batin Latika sudah menjerit.


Latika menahan senyuman, padahal ia ingin lalu melebarkan senyumannya sampai senyuman itu tak bisa ditahan, ia akhirnya tersenyum manis saat Afriadi mulai menaikkan gitar dan mulai bernyanyi.


Afriadi menyanyikan lagu 'Making A Lover'


🎶Sesange sorijilleo I love you neolsaranghandago


Naui yeojaga doeeo dallago


Nunbusyeo Always you're my star


Naeganeol jikyeojulge


I can always be waiting for you🎶


Himgyeoun nae sarmui kkeuteseo nal bangyeojun danhansaram


Dasi harureul sijakhae neoui yeppeun miso tteoollyeo🎶


🎶Nan nuguboda haengbokhae neoman naegyeote isseumyeon


Jeo haneure I promise you


Nae modeungeol neoege julge🎶


Latika terpukau Afriadi menyanyikan lagu Korea, bukan Latika saja tapi para Amry yang ngefans banget sama oppa oppa Korea. Mata mereka pada melirik Afriadi bahkan sampai ada yang ikut nyanyi. Para pengguna jalan banyak yang singgah menikmati lagu dan termasuk Manang tukang jualan.


🎶Sesange sorijilleo I love you neolsaranghandago


Naui yeojaga doeeo dallago


Nunbusyeo Always you're my star


Naeganeol jikyeojulge


I can always be waiting for you🎶


🎶Wae ijeseoya ongeoni sesangeul gajingeot gata


Gomawo namanui cheonsa cheoeumcheoreom neol saranghae


Jeo haneure I promise you


Neoui modeungeol gatgosipeo🎶


"Ayo Amry ikut bernyanyi," ajak Afriadi dan dapat tanggapan dari mereka semua.


Dengan suara lantang dan semangat mereka ikut menyanyi.


Warung makan sate kambing jadi konser sama Afriadi.


🎶Sesange sorijilleo I love you neolsaranghandago


Naui yeojaga doeeo dallago


Nunbusyeo Always you're my star


Naeganeol jikyeojulge


I can always be waiting for you🎶


🎶Uri hanaman yaksokhae haneure geolgo maengsehae


Taeyang bulta eobseojil geunalkkaji neol saranghae


Oh my love🎶


🎶Gidohae neol heorakhae jugil neoui namjaro nal badajugil


Yaksokhae jungneun nalkkaji nae maeum byeonchi anha


I can always be waiting for you


Baby, I will forever with you


Yeongwonhi neomaneul saranghae🎶


Plok... Plok... Plok...


Afriadi dapat tepuk tangan yang meriah dari para penonton, Afriadi senyum puas melihat wajah istrinya kek tomat.


Selesai tepuk tangan buyar Afriadi bicara.


"Adek, jangan ngambek lagi," kata Afriadi dapat dukungan darul para pengunjung warung makan.


Latika meangguk, ia tak mengeluarkan suara sebab kalau ia bicara nada suaranya itu Lo gemetar gemetar.


"Kasih cium mas biar pacarnya bicara!" seru salah satu pelanggan dapat dukungan dari pelanggan lainnya.


Latika menundukkan kepalanya menyembunyikan wajah yang sudah memerah sempurna, berharap Afriadi tak melakukannya disini tapi hati kecilnya merengek minta kiss.


Afriadi menempelkan dua jari di bibirnya lalu ia tempelkan pada pipi Latika.


Sontak saja satu warung dibuat heboh olehnya, Latika saja sampai kaget tak bisa berkata-kata.


Ia mengembalikan gitar pada anak SMA itu dan memberikan uang padanya sebagai hadiah sudah meminjamkannya gitar. Afriadi sekalian mengambil pesanan mereka.


Selama makan Afriadi sedikit menjahili Latika, pakai mau suapin Latika segala, tapi bohong ketika sate sudah didepan mulut Latika tinggal masuk saja lagi Afriadi keburu menarik satenya kembali masuk kedalam mulutnya sendiri.


Latika memukul gemes Afriadi.


Malam itu menjadi memory terindah mereka.


***


Haduh, jujur ya selama nulis episode kek gini author tersenyum melulu kayak ada rasa geli geli gimana gitu.


kalian juga gitu ya selama membaca? kek ada rasa geli geli gimana gitu?


komen ya


😊