
Di sisi lain, Oliv berada di apartemen Roy. Dia mendengarkan cerita dari Roy bahwa Eva telah mengetahui semuanya, dan dia tak tahu apa yang akan terjadi dengan Arthur saat ini.
“Apa kau yakin?” tanya Oliv.
“Ya,” jawab Roy lesu. Dia menceritakan kejadian semalam saat di ruko.
Oliv langsung panik. Dia mengeluarkan ponselnya, menghubungi mencoba menghubungi Eva.
Dengan cepat Roy merebut ponsel Oliv dan membatalkan panggilan itu. “Ah, sial! Kenapa kau ingin menelpon Detektif Eva? Apa yang akan kau lakukan?”
“Kemarikan itu!” Oliv mencoba merebut kembali ponselnya.
“Tidak. Jangan lakukan itu.” Roy menjauhkan ponsel dari Oliv.
Oliv mendengus kesal. Dia berdiri dari sofa dan beranjak pergi.
“Mau kemana kau? Apa yang akan kau lakukan?” Roy ikut berdiri. Menahan tangan Oliv.
“Minggir! Aku ingin menyerahkan diri!” Oliv mendorong tubuh Roy ke sofa.
“Tunggu, Liv. Kau sudah gila? Kenapa kau melakukan itu?” Roy kembali menghalangi Oliv yang sudah di depan pintu.
*TING!!! Pintu apartemen Roy terbuka.
“Ada apa ini?” tanya Igor yang melihat mereka berdua berdebat.
“Arthur, apa kau baik-baik saja?” Oliv panik.
“Ya, aku baik-baik saja. Kenapa?”
Mereka bertiga kembali ke sofa untuk mengobrol.
Oliv memulai percakapan itu. Dia menceritakan semua yang didapat saat pergi ke tempat Hipnoterapi.
Gelang warna hijau. Itu adalah gelang yang dipakai oleh Si Kaki Tangan saat menemui Oliv di pemakaman Alex.
Oliv juga mengatakan bahwa dia pernah melihat gelang itu di rumah sakit tempat Fred bekerja.
Beberapa dokter dan Fred pun pernah menggunakan gelang yang sama seperti apa yang dilihat Oliv.
Saat di rumahnya, Oliv telah melihat dan mencari di internet, bahwa gelang itu adalah simbol milik Dokter spesialis yang bekerja di MEDICAL CENTER, tempat Fred menjadi direktur saat ini.
Hal yang membuatnya semakin yakin adalah, mana mungkin Fred mau menampung seseorang dan rela memberikan identitas anaknya sendiri pada Arthur saat itu.
Fred pasti memberikan itu agar dia bisa mengawasi Arthur dan tetap menyembunyikan kejahatannya setelah Alex pergi lebih dulu.
Ditambah dengan keyakinan Oliv bahwa Si Kaki tangan itu memiliki ciri yang aneh pada setiap kuku jarinya yang tak simetris.
“Fred. Dia pasti Fred,” ucap Igor yakin.
“Fred? Siapa dia?” tanya Roy.
“Orang tua yang mengganti dan memberikan identitas baru pada Arthur,” jawab Oliv. “Akan tetapi, apa kau yakin itu dia?”
“Ya, aku yakin itu. Mana mungkin dia memberikanku identitas, jika aku adalah orang yang sama sekali tak berhubungan dengannya?”
Igor berdiri dan merapikan jaketnya. “Aku akan membunuh bajingan itu. Dia sudah merusak semua hidupku menjadi seperti ini.” Igor bergegas pergi dari apartemen Roy
“Hei, tunggu Arthur!”
“Mau kemana kau?”
Oliv dan Roy sudah tak bisa lagi menahannya. Mereka berdua pun segera menghubungi Eva untuk melaporkan kejadian itu.
Di rumah sakit MEDICAL CENTER. Igor baru datang dengan mobilnya dan memarkirkannya di taman rumah sakit dengan sembarangan.
Dengan wajah yang menggebu-gebu dan amarah yang menguasai dirinya, Igor berjalan masuk ke dalam rumah sakit dan menuju ke kantor Fred.
*DOK DOK DOK!!! “BUKA PINTUNYA!!!”
Igor menggedor pintu ruangan Fred dan berteriak dengan keras. Seluruh pasien dan pengunjung rumah sakit itu melihat Igor yang mulai menggila.
Tiga orang satpam mendatangi dan memperingatkannya.
“Apa yang kau lakukan, Pak? Kau tak boleh membuat keributan di tempat ini!” ucap salah satu satpam.
“Aku tak ada urusan dengan kalian. Suruh direktur kalian keluar dan bertemu denganku.”
Tak lama kemudian, Fred membuka pintu ruangannya.