SUAMIKU BUKAN PEMBUNUH

SUAMIKU BUKAN PEMBUNUH
EPISODE 058


“Tidak! Aku menolak melakukannya. Arthur telah menempatkan dirinya dalam bahaya hanya untuk memberikan informasi, guna membantu dan menyelamatkan para sandera. Aku tak bisa melakukan itu.


Kita sudah berjanji padanya. Jika harus mengkhianati kepercayaan itu untuk menangkapnya, dan jika itu yang akan kalian lakukan, aku akan mundur dari kasus ini,” tegas Eva.


Eva mulai berani melawan karena dia tak ingin membuat suaminya mengalami banyak masalah. Eva ngambek, lalu pergi dari ruangan.


***


“Apa? Kau sudah gila? Kenapa kau memberikan informasi itu kepada polisi? Dan kau mengaku bahwa kau adalah Arthur?” Roy terkejut.


Saat itu Igor datang ke apartemen Roy untuk memberitahukan hal itu. Setibanya disana, ternyata Oliv juga berada di apartemen Roy, setelah dia mengunjungi psikiater itu.


Mereka duduk di sofa bersama dan mendengarkan cerita Igor. Roy dan Oliv pun terkejut dan bingung kenapa Igor mengakui identitasnya kepada polisi.


“Hanya dengan cara itu mereka akan cepat bergerak. Kita sudah tak punya waktu lagi. Lihatlah, walau aku sendiri, aku lebih cepat mendapatkan informasi daripada para detektif dan polisi itu. Selain itu, mereka juga sudah berjanji untuk melindungiku, jika informasiku ternyata benar.”


“Tunggu, Arthur! Bagaimana bisa kau mempercayai mereka?” tanya Oliv. “Kau tak boleh begitu saja mempercayai polisi. Mereka akan mengambil apa yang mereka inginkan, lalu mengkhianatimu.”


Roy mendengus. “Itu benar! Apa kau bodoh? Kau bahkan mencari soal kaki tangan itu kepada bos gangster. Begitu polisi terlibat, mereka pasti berpikir bahwa kau pasti bisa mengkhianatinya, lalu kau akan ditangkap karena itu.”


Igor menarik nafas dalam, lalu menghembuskannya kembali. Dia juga hanya berharap rencananya akan berjalan sesuai dengan yang diinginkan.


“Aku hanya berpikir, apa yang akan dilakukan Eva dan timnya saat mereka melihat korban yang dikurung, jika mereka ada di posisiku. Jika itu Eva, dia tak akan pernah mengabaikan para korban itu.”


“Aku butuh bantuanmu, Roy. Keadaan mungkin tidak akan berjalan sesuai rencanaku, maka itu, kita butuh rencana cadangan.” Igor menatap Roy.


“Bagaimana denganku, Arthur? Sebagai kakak, aku juga akan membantumu sebisaku. Apa yang bisa kakak lakukan untukmu?”


“Tak ada, Kak. Aku tak ingin membuatmu dalam bahaya.”


“Tapi, aku ingin melakukan sesuatu untukmu, Arthur.”


“Sudahlah, Kak. Lagipula, aku tak yakin padamu untuk mempercayakan sesuatu.”


“Apa maksudmu, Arthur?”


“Kakak masih tak stabil sepenuhnya. Kakak juga hampir membuat kesalahan di depan Eva sebelumnya. Jika kakak mengerjakan hal ini, kemungkinan besar kakak akan emosional dan merusak segalanya. Percayakan saja semuanya padaku, Kak.”


Oliv menunduk lesu.


“Hei, Berandal! Kenapa kau berkata seperti itu pada kakakmu sendiri? Tanpa kau sadari, kau sudah melukai perasaannya.” Roy melotot.


“Tak apa, Roy. Arthur ada benarnya. Mungkin aku akan mengacaukan semuanya jika aku masih emosional,” sahut Oliv.


“Astaga, kau terlalu menyayanginya, Liv.”


*KRING!!!


Panggilan masuk dari ponsel Igor. Akan tetapi, panggilan itu masuk ke dalam ponsel prabayar yang diberi Jack.


Saat melihatnya, itu adalah nomor telepon kepolisian, yang baru saja ditelpon Jack saat pagi.


Sebelum mengangkatnya, Jack tak lupa untuk memasang sebuah alat untuk mengubah suara dengan efek.


“Jangan diangkat!” Oliv ketakutan.


“Tak apa, Kak. Tenang saja. Aku menggunakan pengubah suara untuk ini. Mereka juga tak akan bisa melacak keberadaan ku dengan alat ini.”


“Ya, halo?” Igor menyambungkan headset ke ponsel jadul itu.


“Ini Detektif Evangelista dari Kantor Polisi Pusat. Saat ini kau berbicara dengan pengeras suara.”


“Halo, Pak Arthur. Aku Dean, Kepala Tim yang menangani kasus ini.” Kepala Tim mengambil alih telepon. “Kami mempercayai informasi yang telah kau berikan, Pak.”


“Baiklah, kalau begitu. Aku akan menjelaskan dengan singkat, apa rencanaku nanti. Akan ada dua kesepakatan antara aku dan Jack.


Selama kontak pertama, aku akan memberikan uang muka tebusan pada Jack, begitu dia memeriksa jumlahnya, dia akan mengatakan padaku tentang lokasi kedua. Lokasi dimana semua para sandera berada.


Lalu, aku akan pergi ke lokasi ke dua untuk menyelamatkan semua korban sandera itu, jika aku memiliki masalah dengan pertemuan pertama dengannya, maka yang kedua tidak akan pernah terjadi.


Dia tak akan memberikan lokasi tempat para sandera kepadaku. Jika begitu, peluang untuk kalian menggerebek tempat itu mustahil.”


“Tunggu sebentar, Arthur. Maaf jika memotong pembicaraan mu.” suara Han terdengar. “Jadi maksudmu, kau akan menyelesaikan kontak pertama dengannya dan memberitahukan pada kami untuk lokasi kedua.


Lalu, kami akan datang ke lokasi ke dua dan menggerebek tempat itu, bukan begitu?”


“Ya, kau benar. Aku akan melakukan kontak pertama, tapi kau dan semua rekan polisi mu harus bertanggung jawab di lokasi kedua, untuk menyelamatkan semua sandera.


Hanya dengan cara itu kita bisa menangkap semua kacung Jack sekaligus membebaskan para korban.”


“Pak Arthur.” Kepala Tim kembali bersuara. “Kurasa terlalu berbahaya jika kau datang sendirian ke lokasi pertama. Izinkanlah kami untuk melindungimu. Katakanlah, dimana lokasi kontak pertama.”


Kepala tim membujuknya agar dapat menangkapnya sesuai dengan apa yang telah mereka bahas. Mereka ingin menangkap Arthur, tapi tidak dengan Eva.


“Tidak! Aku tak akan menghubungi polisi. Aku tak butuh bantuan kalian. Para sandera lebih membutuhkan kalian. Aku bisa menanganinya sendiri,” tegas Igor.


“Hei, Arthur. Dengarkan aku!” Han bersuara. “Kami akan melindungimu dengan aman. Percayalah pada kami. Kami tidak akan menangkapmu.”


“Hei, apa kau pikir aku bodoh? Semakin kau bersikeras ingin membantuku, aku dapat menyimpulkan bahwa kau akan menangkapku nanti. Dasar, Tolol.”


Telepon hening seketika. Walau tak sepenuhnya tahu, Igor sudah yakin bahwa mungkin saja polisi akan mengkhianatinya nanti.


“Pak Arthur, percayalah pada kami.” Akhirnya suara Eva terdengar kembali walau terdengar lesu.


“Dengarkan aku, Pak Arthur.” Han kembali berbicara. “Kami bukan orang rendahan yang akan mengejar para informan yang telah memberitahu kami informasi penting. Kau bisa mempercayai kami.”


“Itu benar,” sahut Kepala Tim. “Rencana ini tidak akan menjamin keselamatanmu, Pak Arthur. Jack bisa saja mencelakaimu nanti. Itulah yang kami khawatirkan saat ini.”


“Kami akan berusaha sebaik mungkin untuk melindungimu, Pak Arthur. Tolong utamakan keselamatanmu,” lanjut Eva.


“Sekali lagi aku tegaskan, aku tidak akan pernah menghubungi polisi dengan cara atau dengan alasan apapun. Kalian hanya perlu menyelamatkan para sandera itu. Aku bisa mengurus diriku sendiri.”


Igor langsung mematikan sambungan telepon. Kembali memasukkan semua ponsel prabayar, headset, dan alat pengubah suara ke dalam tas kecilnya.