
Sesampainya mereka di depan rumah, Eva membopong menggandeng tangan suaminya. Melangkah memasuki rumah.
Tepat berada di ruang keluarga, lagi-lagi Igor mengalami sesak nafas, melihat foto pernikahan dan foto keluarga yang terpajang di dinding. Satu kesalahan yang dilakukannya pada Eva, Igor akan terus mengingatnya.
Eva memegang kedua pundak Igor mencoba menenangkannya. “Tak apa. Kau tak perlu mengingat hal yang membuatmu sakit. Kau hanya perlu mengingat kenangan baik diantara kita.”
Eva memegang pipi Igor, lalu mencium bibirnya. Dengan berciuman mesra mungkin akan membuat suaminya melupakan semua kesalahannya, walau membutuhkan waktu yang lama.
Pukul 01.00 dini hari. Sepasang pasutri itu telah berada di tempat tidurnya. Saling berpegangan tangan.
Sebelumnya, Eva mengajak Igor untuk mandi bersama, dan membersihkan semua luka dan kotoran yang ada di tubuhnya masing-masing.
Konon, melakukan semua hal secara bersamaan akan menimbulkan suatu hubungan yang romantis dan harmonis, untuk setiap pasangan.
Di atas ranjang itu, Igor mulai menceritakan semua kisahnya secara jujur pada Eva.
Mulai dari mengganti identitas, dan bagaimana dia bisa melakukan itu.
***
Lebih dari sepuluh tahun yang lalu. Arthur remaja sedang menjadi buron, karena dia dinyatakan sebagai tersangka pembunuhan petani di desanya.
Saat itu dia masih bekerja di tempat pengiriman ekspedisi kurir, yang mana Fredrik adalah temannya saat itu.
Malam itu saat hujan deras, beberapa polisi dan detektif berlari untuk mengejarnya. Arthur berlari menyusuri hutan belantara hanya untuk menghindari kejaran para polisi itu.
Saat itu, para detektif dan kepolisian sudah tertinggal jauh dari keberadaan Arthur. Saat Arthur sudah akan keluar dari hutan, para polisi dan detektif mungkin baru memasuki hutan itu.
Terjadi sebuah kecelakaan pada Arthur. Saat dia melangkah keluar dari hutan menuju jalan raya, sebuah mobil melaju dengan kencang dan menabraknya.
Tubuh Arthur terpental jauh. Beberapa bagian kepalanya bocor, dan sebagian tulang dan sendinya retak.
Dan Si Penabrak itulah yang bernama Igor yang asli. Igor asli, anak kandung dari Fred.
Igor membawa tubuh Arthur pulang ke rumahnya untuk segera diobati. Singkat cerita dia pingsan selama beberapa pekan di rumah Fred.
Akan tetapi, Arthur kebingungan. Saat ia terbangun dari komanya, dia juga melihat orang yang telah menabraknya, Igor yang asli, juga sedang terbaring di suatu kamar.
Saat itu Arthur remaja membuat perjanjian dengan ayah dan ibu Igor untuk mengganti nama Arthur.
Entah apa yang membuat Fred dan istrinya mau melakukan itu, bahkan mereka bersukarela untuk memberikan Arthur remaja identitas anaknya sendiri, dan membiarkan anaknya yang masih terbaring koma.
Arthur pun tak tahu kenapa orang yang menabraknya juga tak sadarkan diri, dan mungkin saja lebih parah keadaannya dibanding dirinya saat itu.
Dan selama sisa hidupnya, setelah semua persetujuan yang ada, Arthur secara resmi mengubah identitasnya menjadi Igor, anak dari keluarga konglomerat Fred.
Dan itu lah, bagaimana Arthur mengganti dan mengubah identitasnya.
****
Kembali ke ranjang Igor dan Eva.
“Mengingat kau sadar akan keberadaanku, maka aku akan selalu menggunakan jam tangan ini.” Igor menunjukkan jam tangannya. Dia sepertinya baru menyadari bahwa jam tangan itu berisi GPS pelacak.
Eva menyeringai lebar. “Kau memang sungguh aneh.”
“Sejauh mana kau mengikutiku, Sayang?”
“Aku berada di gudang tua kosong. Saat itu, aku melihatmu bertemu dengan kakakmu. Dan mendengar kau berkata, kau tak tahu, apa sebenarnya itu perasaan cinta. Kau tak tahu, apakah kau mencintaiku atau tidak.
Hatiku sangat hancur saat itu. Kau bisa membayangkan, bagaimana aku kembali ke rumah setelah mendengar ucapanmu itu.”
Igor menunduk. Lagi-lagi dia menangis dan memegang dada kirinya yang sesak.
“Hmm, sudahlah. Kenapa kau menangis lagi?” Eva mengusap air mata Igor.
“Entahlah, aku tak tahu.” Igor menggelang.
“Tidak. Aku tahu kenapa kau menangis, itu karena kau sangat mencintaiku,” tegas Eva.
“Bukan….” Igor menggeleng, menyeka air matanya. “Kurasa aku tak mampu untuk melakukan itu.”
“Kenapa tak mampu? Kau selalu berusaha membuatku bahagia. Kau hanya sangat ingin menutupi masa kelammu agar aku tak mengetahuinya. Kau hanya menunjukkan hal yang selalu baik di depanku. Kau dapat melakukan itu.”
“Ya, mungkin kau benar. Akan tetapi, hal itu membuatku telah menipumu selama ini, bahkan saat kita masih pacaran.”
“Dahulu aku sering belajar dan meninggalkan perpustakaan saat larut malam. Dari depan perpustakaan itu, aku dapat melihatmu dari kejauhan. Kau berdiri dan selalu menungguku di luar, setiap harinya.
Saat itulah aku benar-benar yakin bahwa kau sangat mencintaiku. Kau benar-benar memperdulikanku, meski dengan semua sikap dingin yang kau miliki.
Ketika Ayahku tiba-tiba meninggal, aku merasa seolah langit telah menghitam, seperti akan terjadi kiamat. Aku selalu cemas dan marah. Hampir semuanya yang kulakukan membuatku menangis.
Akan tetapi, kau berbeda. Kau tidak melakukan sama seperti apa yang orang lain lakukan padaku. Kau tak pernah mendesakku untuk segera pulih dan membaik ataupun memberikan nasehat omong kosong.
Kau hanya mendengarkan semua keluh kesahku dan membiarkanku menangis sekeras-kerasnya di pundakmu. Begitulah selama ini aku baik-baik saja. Kau mencintaiku, dan aku bisa merasakannya.”
Perkataan panjang Eva membuat hati Igor terenyuh.
“Aku sangat mencintaimu, Eva.” Igor mengangkat tangan kanan Eva dan menciumnya.
Eva menghela nafas panjang, menahan air matanya yang akan keluar.
“Esok hari, Inspektur Han akan membawamu ke kantor. Orang-orang akan menilaimu dan mendefinisikan siapa dirimu sesuai standar mereka sendiri.”
“Lupakan saja. Aku yakin akan baik-baik saja.” Igor tersenyum kecil. “Mulai sekarang, aku sudah tidak peduli dengan apa kata orang. Aku hanya akan memperdulikanmu.”
“Ada kehangatan yang amat dalam di hatimu. Kau tak boleh melupakan hal itu.”
“Lihatlah, kau bahkan lebih aneh daripadaku.” Igor setengah menyeringai setengah menangis.
Setelah saling bercerita panjang lebar, mereka berdua akhirnya tertidur pulas. Bersiap untuk menanti datangnya hari esok.