SUAMIKU BUKAN PEMBUNUH

SUAMIKU BUKAN PEMBUNUH
EPISODE 060


“Kau tak apa, Senior?” tanya Mike pada Eva yang masih syok.


“Apa-apaan kau? Kenapa kau melakukan ini?” Dean menarik lengan dan kerah baju Han menatap tajam. Han tak menghiraukan itu. Matanya hanya tertuju pada Eva.


“Ini semua salahku, Kepala Tim. Dia tidak bersalah,” ucap Eva menunduk.


*PLAK!! “Singkirkan tanganmu.” Han menepis tangan Dean dari kerahnya.


“Kau, ikuti aku ke atap gedung.” Han melangkah pergi.


“Ada apa Eva?” tanya Dean.


“Mungkin hanya sedikit kesalahpahaman. Aku akan berbicara padanya dulu, permisi.” Eva melangkah pergi mengikuti Han.


Atap gedung polisi itu tepat berada di atas lantai lima. Dari atap itu, semua orang yang beraktivitas di dekat kantor kepolisian dapat dilihat.


Beberapa kendaraan bermotor dan bermobil yang melintas, pejalan kaki yang berada di dekat taman, berlalu lalang seperti biasanya.


Han berdiri di pinggir atap, tepat di belakang pembatas, menunggu kedatangan Eva.


I menghela nafas panjang. “Mari begini saja. Anggap saja kau tidak tahu apa-apa tentang masalah ini. Bukti yang kumiliki sudah cukup membuktikan bahwa dia adalah Arthur, yang mengganti nama menjadi Igor.


Aku tak akan membiarkanmu untuk terlibat dalam kasus ini. Apa kau tak sadar? Kau adalah korban terbesar Arthur. Keadaan menjadi seperti ini karena kau tak tahu apa yang harus kau perbuat. Begitu, kan?”


Muka Eva memelas menatap Han. Dia kembali menggeleng.


“Evangelista! Perasaan yang kau miliki padanya tidaklah nyata. Kau terlalu terkejut untuk mengetahui kebenaran dan otakmu melindungimu dengan berpihak padanya. Aku yakin begitulah isi kepalamu.”


Han menggebu-gebu membentak Eva dengan kesal.


“Tidak, Inspektur. Bukan seperti itu kejadiannya. Aku yakin ada kebenaran lain dalam masalah itu,” bantah Eva.


“Lanta? Bagaimana dengan Igor yang asli? Apa kau juga tahu itu?”


Eva terdiam mematung.


“Pria yang identitasnya dicuri selama lebih dari 10 tahun tidak akan bisa menjalani hidupnya lagi, dan kau tahu itu.”


“Yang kutahu hanya, orang tua Igor juga terlibat dalam hal ini. Aku yakin merekalah yang memberikan identitas itu pada Arthur. Aku tahu bahwa Arthur bukanlah orang yang akan menyakiti orang lain.


Lihatlah, dia bahkan menempatkan dirinya dalam bahwa untuk menyelamatkan para sandera. Dia melakukan itu untuk membantu kepolisian.”


“Apa kau memiliki bukti? Bukan hanya keyakinanmu, tapi bukti yang konkrit dan akurat. Kau punya itu?”


“Inspektur Han, aku mohon padamu.” Eva menangis dan berlutut di depan Han. Memohon. Meremas tangan dan jarinya sendiri. “Tolong bantu aku sekali ini saja, Inspektur. Pura-pura saja tidak tahu. Aku mohon padamu.”


Eva menangis terisak-isak dan membuat Inspektur merasa iba.


“Astaga, Sial! Kau… Apa kau gila? Kau serius dengan itu?”


“Aku berjanji padamu, aku akan mempertaruhkan semua hidupku untuk membuktikan bahwa dia tak bersalah. Jika kau menangkapnya, dia tak akan pernah punya kesempatan untuk membuktikan bahwa dia tak bersalah.


Putra seorang psikopat dan pembunuh berantai yang memiliki seorang istri Detektif. Aku tak akan mampu mengatasi jika rakyat mendengar dan melihatnya.


Bagaimana aku bisa menyaksikan jika semua hal itu terjadi? Jelas aku tak akan sanggup menerimanya.”


Tangisan Eva semakin menjadi-jadi, tak henti-hentinya dia memohon kepada Han untuk melupakan masalah itu.


Karena merasa iba, Han berjongkok untuk menenangkan. “Saat ini, mungkin saja kau sangat membenciku. Akan tetapi, pada akhirnya kau akan berterima kasih padaku.”


“Inspektur, kumohon padamu! Tolong aku kali ini saja!”


“Kita akan menyerang Jack dan anak buahnya malam ini dan menangkap Arthur besok pagi. Aku sendiri yang akan datang ke rumahmu untuk menangkapnya..


Aku tak bisa meninggalkanmu begini tanpa mengambil tindakan, jadi, enyahlah dari sini. Sampai semua masalah ini beres, aku harap kau akan berpura-pura menutup matamu.”


Han berdiri, lalu pergi dari atap.


Eva masih menangis terisak-isak. Dia terduduk bersimpuh di atap gedung meratapi nasibnya yang malang.


Sejenak Eva merenung. Dia mulai mengusap air matanya dan kembali berpikir.


Dia harus tetap ikut untuk menangkap para gembong penjual manusia itu. Dia juga harus menyelamatkan suaminya yang datang sendirian. Dia harus tetap berangkat, dan menghiraukan perkataan Han.


Mudah saja baginya untuk menemukan lokasi Igor, karena Igor pasti mengenakan jam tangan yang diberikan olehnya.


Eva bangkit dan bergegas kembali ke ruangannya untuk bergabung dengan semua tim yang akan berangkat pada malam itu.


Sesampainya Eva di ruangan, semua timnya baru saja berbondong-bondong pergi ke mobil sembari menunggu lokasi yang akan diberikan oleh informan.


Dia kembali bertemu Han yang saat itu sedang bersiap, menggunakan rompi anti peluru.


“Hei, Berandal!” Han kesal melihat Eva yang kembali ke ruangan itu. Han berjalan mendatangi Eva yang juga bersiap mengenakan rompi anti peluru.


“Eva, kenapa kau tak menurutiku? Kau tak seharusnya berada disini? Lepaskan rompi itu.”


“Tidak, Inspektur. Aku perlu mengambil beberapa bagian dan keputusan untuk kasus ini, apapun yang terjadi nantinya.”


“Kenapa kau melakukan itu?”


“Karena ini pekerjaanku. Sudah seharusnya aku melakukan ini.” Eva selesai memakai rompi dan akan menyusul beberapa tim yang sudah bersiap di dalam mobil


“Tidak. Kau harus menetap disini.” Han menghalangi jalan Eva. “Dan buatlah alasan untuk meninggalkan kasus ini. Itulah yang harus kau lakukan.”


“Kau yang paling tahu soal ini, Inspektur,” ucap Eva kesal. “Hanya aku yang sangat ingin menyelesaikan kasus ini lebih dari siapapun.”


“Inilah masalahmu.  Kau terlalu terlibat dalam semua hal secara emosional.”


“Dia akan menelpon kita dan meminta bantuan untuk menyelamatkan para sandera. Kau ingin aku hanya diam dan menunggu kalian? Tidak, aku tak akan tinggal diam.


Apa kau bisa melakukan itu, jika kau berada di posisiku saat ini? Malam ini, tujuan kita adalah menangkap semua gembong itu. Ditambah lagi, Arthur akan menghubungiku secara pribadi untuk pergi ke lokasinya.


Kau masih berpikir tak membutuhkanku? Terserah kau saja, apa yang akan kau lakukan setelah aku menyelamatkan dia. Malam ini, aku akan tetap pergi. Permisi.”


Eva melangkah menghindari Han, lalu pergi menyusul semua tim.