
1.000.000 Dollar. Igor menulis angka fantastis itu di atas kertas. “Bukankah angka ini cukup untukmu?”
Si Bos tercengang melihat angka dengan nominal yang cukup banyak itu. Sejenak dia berpikir, apakah dia akan menerima tawaran yang menggiurkan itu atau mengabaikannya.
“Astaga, ini sulit dan membingungkan.” Si Bos pusing.
“Sepertinya aku bisa mendapatkan lebih banyak uang, jika menyerahkan kaki tangan itu kepadamu, dan bisa juga, aku mendapatkan lebih banyak lagi jika aku menyerahkanmu padanya.”
“Bagaimana menurutmu? Mana yang akan memberikan lebih banyak uang dan keuntungan untukku?” Si Bos dipenuhi dengan keserakahan dan ketamakan.
Igor mendengus kesal. “Orang yang lambat saat memperhitungkan sesuatu, tak akan hidup dengan lama.”
“Hahaha. Dasar brengsek! Baiklah. Aku memang pengusaha, tapi, aku tak akan menghianati klienku sendiri. Aku tak akan bisa mati dengan tenang, jika aku melakukan itu.”
“Klien? Maksudmu, kau menjual orang-orang yang tak bisa membayar utang itu pada ayahku dan kaki tangannya? Kau menculik dan menyandera orang-orang yang tak bisa membayar utang dan menjualnya? Kau melakukan pekerjaan gila itu?”
plok plok plok! “Kau ternyata cukup pintar.” Si Bos bertepuk tangan tersenyum sinis.
“Baiklah, aku sudah memutuskan apa yang aku pilih.” Si Bos berdiri dan menatap semua kacung dan tukang pukulnya. Memberi instruksi. “Aku akan membiarkan kaki tangan itu memilikimu.”
Semua kacung dan tukang pukul Si Bos melangkah mendekati Igor.
*BUK!!!! Sebuah balok melayang tepat ke dada Igor. Empat orang tukang pukul memegang kedua tangan Igor dan membuatnya berlutut di lantai.
*BUK!!! Salah satu tukang pukul kembali memukul rahang Igor karena Igor masih berusaha melepaskan diri.
Si Bos terkekeh, berjalan mendekati Igor. “Seharusnya aku tak melakukan ini pada anaknya Alex, tapi, apa yang bisa kulakukan saat Alex sudah mati dan kaki tangannya masih hidup? Aku tak punya pilihan lain.”
“Kau tak boleh melakukan ini padaku. Lepaskan aku sekarang juga!”
“Astaga, sebenarnya aku juga tak ingin melakukan ini, tapi, kau memaksaku untuk melakukannya.” Si Bos mengambil alat suntik berisi bius. “Setelah kau bangun dari tidurmu, kau akan bertemu dengan seorang yang kau cari.”
Tukan pukul dan kacung Si Bos memegang tangan, kepala, kaki dan leher Igor dengan erat, agar mempermudah Si Bos untuk menyuntikkan jarum itu.
“HENTIKAN!!! Lepaskan aku! Aku bisa menjadi klien dan pelanggan mu juga, jadi, lepaskan aku sekarang!”
Si Bos terdiam mendengar perkataan Igor. Kembali menurunkan alat suntik yang hampir saja menusuk leher Igor.
“Pelanggan tetap. Aku bisa menjadi pelanggan tetap yang membutuhkan jasamu. Bagaimana? Apa kau tertarik?”
“Ah, sial!” Si Bos meletakkan alat suntik itu ke meja, lalu duduk menatap Igor. “Apa kau yakin dengan perkataanmu? Hei, Bajingan! Jika kau berani mempermainkanku, aku akan menguliti mu hidup-hidup.”
“Aku serius! Aku membutuhkan jasamu! Aku ingin membeli manusia yang kau sandera. Apa Ayahku tak pernah memberitahumu tentangku?” Igor mendengus. Entah rencana apa yang ingin dia lakukan kali ini.
“Ya, aku pernah mendengarnya sesekali. Dia bilang, bahwa kau sangat mirip dengannya,” jawab Si Bos. “Astaga. Ini membuatku pusing. Aku tak tahu maksudnya dalam pengertian ini. Biarkan aku berpikir dulu!”
Si Bos menyandarkan bahunya ke sofa, memegang jenggotnya yang tipis, dan berpikir sejenak.
*KRIING!!!!
Ponsel Igor tiba-tiba berdering. Salah satu tukang pukul mengambil ponsel itu dari saku jaket, memberikannya pada Si Bos.
“Istri?” Si Bos kembali terkekeh saat tahu bahwa Igor punya istri. “Aku akan mengangkatnya, jadi, bicara saja dengan tenang.” Si Bos mendekatkan ponsel ke mulut Igor.
“Ya, halo?”
“Aku hanya ingin mendengar suaramu. Sebenarnya, hari ini aku sangat kesulitan dan tak yang kupikirkan selain dirimu.”
Suara Eva terdengar begitu memelas.
Igor tak ingin membuat Eva semakin khawatir padanya. Dia menarik nafas panjang, lalu menjawab, “Aku sedang sibuk. Mari bicara nanti,” jawabnya ketus.