
“Apa? Ha? Oh, baiklah.” Eva kebingungan mendengar jawaban ketus dari Igor.
“Mulai sekarang, kau harus menjawab pertanyaanku dengan, Ya atau Tidak. Bisakah kau melakukan itu?” Sepertinya dia tahu bahwa Igor sedang mengalami masalah saat itu.
“Ya,” jawab Igor.
“Apa kau membutuhkan bantuan?”
“Tidak.”
“Bisakah kau mengurus situasi yang sedang kau hadapi sendirian?”
“Ya.”
“Aku akan memberikanmu waktu selama 60 menit untuk menemuiku, jadi, jangan sampai terlambat sedikitpun. Aku sangat merindukanmu. Taman kota tempat biasa kita bertemu, aku akan menunggumu disana.”
“Baiklah,” jawab Igor singkat. Matanya membara penuh dengan kemarahan saat mendengar perkataan Eva.
Pikirannya hanya ingin selamat dan bertemu dengan istrinya, tanpa membuatnya cemas sedikitpun.
Waktu menunjukkan pukul 6 sore. Tak terasa Igor sudah lama berada di tempat itu. Satu jam lagi, dia harus keluar dan bertemu dengan Eva. Hanya itu yang dia inginkan.
Si Bos langsung menutup telepon. Menyuruh salah satu tukang pukul mengembalikannya ke dalam saku Igor.
“Lepaskan dia!”
Igor kembali duduk di sofa setelah empat tukang pukul melepaskannya.
“Namaku, Jack. Orang-orang biasa memanggilku Bos Jack. Kau bisa memanggilku dengan sesukamu saja.” Jack mengulurkan tangannya pada Igor.
“Tak kusangka kau akan begitu mudah mempercayai seseorang.” Igor mendengus tak mau menjabat tangan Jack.
“Ah, sial!” umpat Jack kesal. “Justru sebaliknya. Sebenarnya, aku sama sekali tidak tertarik pada siapa dirimu, apa niatmu, dan kenapa kau membawa orang-orang kami.”
“Transaksi yang terjadi di dalam bisnisku, lebih berlandaskan kau mempercayaiku daripada aku mempercayaimu.”
“Oi, Berandal. Bawa laptop ku kemari!” Jack menyuruh Si Bartender yang saat itu berdiri di depan meja kerja Jack.
Layar laptop itu menunjukkan rekaman CCTV, tempat dimana Jack menyekap beberapa orang yang tak mau membayar hutangnya.
Seorang dua bocah laki-laki, 3 wanita dewasa, dan 5 pria remaja, sedang mendekap di ruangan milik Jack dengan kaki tangannya yang terikat satu sama lain.
Igor menelan ludah melihat itu semua. Hati kecilnya tak bisa membiarkan perbuatan yang dilakukan Jack, tapi, dia harus berpura-pura untuk menjadi klien dengan membeli salah satu tawanan itu.
“Jika kau telah memilih beberapa orang dari sana, maka kita bisa buat kesepakatannya besok. Akan tetapi, jika kau memesan yang lain, kau harus menunggu lebih lama,” ucap Jack.
“Bocah itu!” Igor menunjuk 2 bocah dari layar laptop. “Aku akan membeli kedua bocah itu sekaligus.”
Jack menyeringai lebar. Dia mengambil pulpen dan kertas, menuliskan harga untuk itu. 5.000.000 juta Dolar, tertulis di atasnya.
“Kau seorang bos, tapi kau tak bisa memperhitungkan sesuatu, pantas saja kau masih miskin.” Igor mendengus merebut kertas itu dan menambahkan angka nol dibelakangnya. 50.000.000 juta Dolar.
“Aku ingin nama dan foto komplotan Alex.” Igor memberikan kertas bertuliskan harga itu kembali.
Jack tercengang. Dia menelan ludah melihat nominal yang diberikan Igor padanya.
Jack mengambil kertas itu seakan dia dapat mencium aroma khas uang yang telah ada di depan matanya. “Jika kau melakukan ini, aku akan sulit menolaknya. Hahahahaha.”
“Berikan salah satu ponsel kita padanya.” Salah satu kacung segera mengambil sebuah ponsel jadul dan memberikannya pada Igor.
“Itu adalah ponsel prabayar. Kau harus menelponku hanya dari ponsel itu. Hanya ada satu kontak di dalam ponsel itu.”
Jack mengambil sebatang cerutu dan menyulutnya dengan korek api. “Biarkan aku menjelaskan persyaratan kesepakatan diantara kita. Sedikit saja kau melanggar persyaratan itu, kesepakatan kita sudah batal.
Jika kesepakatannya batal, aku akan segera dan dengan tegas menghancurkan semua bukti yang ada. Orang-orang yang berada di dalam ruangan itu, mereka semua termasuk bukti.”
Igor memikirkan cara agar dia dapat menyelamatkan semua sandra di dalam itu, selagi dia mencari kaki tangan ayahnya. Dia tak ingin mengorbankan semua orang yang disekap itu hanya karenanya.