SUAMIKU BUKAN PEMBUNUH

SUAMIKU BUKAN PEMBUNUH
EPISODE 067


Keesokan harinya. Hari itu adalah tepat di hari ke tiga puluh, atau satu bulan, setelah Eva dan timnya menangani kasus pembunuhan, sejak pembunuhan yang dilakukan oleh Gun.


Di hari itu juga, Inspektur Han akan menjemput Igor secara langsung ke rumahnya.


Sebelum Eva dan Igor mempersiapkan diri, Eva menghubungi Inspektur, mengatakan, agar dia memperlakukan suaminya dengan baik dan selayaknya, sembari Eva mencari bukti bahwa suaminya tak melakukan kesalahan apapun.


Tepat pukul 9 pagi, Eva dan Igor telah bersiap. Mereka berdua menggunakan jas blazer yang sama. Mereka bergandengan tangan, menanti kehadiran Han yang akan menjemputnya.


Selang beberapa waktu, sebuah mobil sedan bermerek Mercy berhenti tepat di depan rumah Eva.


Eva langsung beranjak untuk menyambut, saat mengetahui bahwa pengendara mobil itu adalah Han.


Eva menggandeng tangan Igor dan keluar untuk menemui Han yang sudah berdiri di halaman rumahnya.


Sejak awal bertemu, pandangan Igor menatap Han dengan ketus. Dia hanya menunjukkan tatapan dingin yang sering digunakannya.


“Kenapa kau datang sendirian? Kau bahkan menggunakan mobil pribadimu sendiri,” ucap Eva. Dia berpikir bahwa Han akan membawa beberapa Detektif atau opsir yang akan membantunya.


“Kenapa? Kenapa jika aku sendirian? Apa kalian akan menyakitiku jika aku datang seorang diri?” Han mendengus.


“Apa maksudmu, Inspektur?”


“Hari ini adalah hari dimana kita bisa menangkap Arthur yang sangat terkenal ini. Kau benar, Eva. Sebaiknya aku membawa semua opsir dan bahkan pasukan SWAT, tapi, aku tak akan melakukan itu.” Han balik menatap Igor.


Baiklah. Mari kita masuk  dan mengobrol di dalam rumahmu. Aku ingin minum teh hangat pagi ini.


***


Di ruang tamu yang cukup luas, mereka bertiga mengobrol sejenak, sebelum Han menjalankan tugasnya untuk menangkap.


Eva duduk bersebelahan dengan suaminya, dan Han duduk di hadapan mereka berdua.


Segelas teh hangat diberikan Eva untuk Han.


TING SYRUP!!!


Han mengaduk teh dan menyeruputnya perlahan.


Ruang tamu milik Eva lengang sejenak. Eva dan suaminya masih melihat Han yang menikmati teh, dan belum mengucapkan sepatah kata apapun.


Inspektur Han menghela nafas panjang dan berkata, “Informan Arthur! Terlebih dahulu, aku akan mengucapkan terima kasih banyak padamu. Terimakasih banyak atas informasinya. Aku tahu itu bukan tindakan yang mudah.


Berkat informasi darimu, kami dapat menyingkirkan Jack beserta semua kacung dan tukang pukulnya, dan menyelamatkan beberapa sandera.


Ini bagian terpentingnya. Apa kau sudah mendapatkan soal kaki tangan ayahmu, Alex?”


“Belum. Aku gagal mendapatkannya. Semuanya gagal dan tak berjalan sesuai rencanaku. Dia menyadari bahwa aku sedang menyadapnya dan bekerja sama dengan kepolisian. Kau harus bertanya langsung pada Jack, Inspektur Han.”


Han mengangguk-angguk paham.


“Sekarang, sebagai Inspektur sekaligus Detektif, aku memiliki pertanyaan untukmu sebagai buronan, Arthur,” ucap Han serius. “Dua puluh tahun lalu. Saat itu, kau masih duduk di bangku SMA.


Apa kau yang membunuh petani desa itu di sawahnya sendiri? Jika itu kau, kenapa kau membunuhnya? Aku yakin kau punya motif untuk membunuh petani itu.”


“Aku sama sekali….”


“Bukan dia!”


Eva tahu bahwa suaminya tak melakukan itu, tapi Arthur tetap ingin mengaku bahwa dialah pembunuh dari petani itu.


“Apa-apaan ini? Kalian belum menyesuaikan perkataan satu sama lain. Hahahaha.” Han terkekeh.


“Aku tak punya motif untuk membunuhnya.”


Eva kesal mendengar pernyataan itu dari mulut suaminya. Kenapa dia mau berbuat dan berkorban untuk hal yang tak dilakukannya sama sekali?


“Pagi itu di gudang miliknya sendiri, dia ditemukan tewas dengan leher yang berlubang. Tak hanya itu, kancing baju sekolah juga ditemukan disekitar mayatnya.


Saat kau baru dinyatakan menjadi tersangka, kau kabur dan membakar semua rumahmu menyeluruh, menghilangkan jejak. Dan semua ini dilakukan oleh anak yang baru berusia 17 atau 18 tahun.


Akan tetapi, kenapa dia tak membuang senjata yang digunakannya untuk membunuh. Kau juga menulis di buku catatanmu sendiri bahwa kau telah membunuh, seolah kau ingin segera ingin ditangkap saat itu.”


Eva mendengus kesal. Dia berdiri, berbalik, dan berjalan menjauh. Dia tak tahu harus melakukan apa untuk membantu suaminya.


Dia belum mendapatkan bukti apa-apa, untuk membuktikan suaminya tak melakukan itu. Dia hanya mendengar cerita dari Oliv saat suaminya bertemu dengan Oliv.


Dia belum mendapatkan pernyataan Oliv secara langsung untuk itu.


“Aku menemukan sesuatu yang menarik dalam pernyataan saksi. Semua orang bilang bahwa Arthur lebih dari mampu untuk melakukannya, tapi hanya satu orang yang mengatakan bahwa itu tidak mungkin. Orang itu adalah…..”


“Aku yang membunuhnya,” potong Igor. “Aku membunuh petani tua itu, dan aku tak mempunyai motif untuk melakukannya,” ucapnya datar.


Han tersenyum kecil. Dia sepertinya juga yakin bahwa Arthur tidak membunuh petani itu. Menjadi polisi selama lebih dari 10 tahun, membuatnya dapat kejujuran seseorang dari perkataannya.


Han berdiri dari kursinya menatap Arthur dan berkata, “Terima kasih untuk kopinya, Pak Igor.”


Eva dan Igor tercengang mendengar perkataan itu. Han kini kembali memanggilnya dengan Igor bukan Arthur. Han juga tak ingin menangkap seseorang yang memang tak bersalah, ditambah dengan dia sudah dibantu banyak oleh Arthur untuk menangkap para gembong lainnya.


Han mengeluarkan perekam dari saku jaketnya dan memberikan itu pada Igor.


Igor dibuat terkejut. Itu adalah rekaman milik Roy yang pernah digunakannya untuk merekam percakapan di dalam mobil.


Entah bagaimana bisa Han kembali mendapatkan Alat perekam itu.


“Itu untuk harga secangkir teh.” Han tersenyum, berbalik, lalu pergi keluar dari rumah Igor.


Eva semakin terkejut. Dia berlari menghampiri Han yang akan masuk ke dalam mobilnya.


“Inspektur Han! Kenapa kau pergi begitu saja?” tanya Eva.


“Lantas, apa kau ingin memberikanku sarapan pagi juga?” Han membuka pintu mobil.


“Apa artinya ini? Alasanmu pergi begitu saja.”


“Astaga, Eva. Aku tidak sebodoh yang kau pikirkan. Kau bilang Arthur, suamimu tidak bersalah, tapi kau tak menggalinya lebih jauh. Itulah alasanku. Agar kau bisa membuktikan bahwa dia memang tidak bersalah.


Tragedi adik laki-laki dan kakak perempuan yang menjadi musuh dunia dalam semalaman. Aku tak ingin menyentuh itu. Baiklah, aku pergi dulu. Sampai jumpa di kantor. Kau harus bergegas ke kantor polisi.”


Han masuk ke dalam mobil, menyalakan mobilnya dan mobil pun berjalan pergi.


Sementara Eva, dia masih berdiri di depan rumahnya melihat mobil Han pergi dan menghilang dari pandangan mata.