SUAMIKU BUKAN PEMBUNUH

SUAMIKU BUKAN PEMBUNUH
EPISODE 030


“Omong-omong, soal kaki tangan. Sepertinya aku juga yakin bahwa ayahku memiliki kaki tangan.”


“Maksudmu.. Alex memiliki kaki tangan? Kenapa kau baru mengatakan hal itu sekarang?” Mata Gun terbuka lebar menatap Igor.


Igor mendengus. “Apa kau bodoh? Kau bahkan tidak mempercayaiku sama sekali, saat aku mengatakan hal yang sebenarnya tentang istrimu, kenapa aku harus mengatakan hal itu?


Mungkin, jika saat itu aku mati, kau mungkin juga akan menculik kakakku dan menggantungnya, sebab kau masih tak bisa menemukan jasad istrimu.”


Nafas Gun tersengal-sengal mendengar berita itu. Masih ada harapan untuk mencari mayat istrinya.


“Siapa itu? Siapa yang membantu pembunuhan yang dilakukan ayahmu? Siapapun dia, aku yakin dia adalah kaki tangannya,” seru Gun.


Igor mendekatkan dirinya dan kembali berbisik.


“Kudengar kau memiliki waktu sekitar dua bulan untuk hidup. Jika berada dalam posisimu, maka aku akan menggunakan waktu itu dengan bijak dengan mengejar pelaku yang sebenarnya, bukan terus menuduhku.”


Igor berdiri dan akan pergi dari ruangan itu. Sudah cukup lama dia mengobrol dengan Gun. Dia harus kembali sebelum detektif itu kembali ke ruang rawat Gun.


“Hei, tunggu! Lepaskan ini! Lepaskan aku! Aku tak ingin mati! Lepaskan ini dariku, tolong! Tolong biarkan aku hidup!” Gun merengek dan memohon Igor agar melepaskan borgol dan infus yang berada di tangan dan hidungnya.


Dia berpikir bahwa Igor sudah menyuntikkan suntik mati pada infus Igun, tapi tidak demikian adanya.


“Tenang saja! Kau tak akan mati. Aku tak memberi atau menyuntikkan apapun pada infus mu.”


Gun celingukan melihat selang infus yang berada disekitarnya.


“Kenapa? Kenapa kau tak membunuhku? Apa kau sengaja tak membunuhku?” Aneh. Gun merengek meminta tolong, tapi dia malah terkejut dan balik bertanya, kenapa Igor tak membunuhnya.


“Mudah saja. Itu karena kau tak memberitahukan pada siapapun soal diriku dan identitasku, meskipun kau bisa melakukan itu. Kau bisa memberitahukan semua orang bahwa aku adalah Arthur, anak dari seorang pembunuh berantai 15 tahun silam, tapi kau tak melakukannya.”


“Satu hal lagi. Itu mengingatkanku pada sesuatu. Beberapa polisi juga mulai penasaran, kenapa kau menyiksaku saat itu, bukannya langsung membunuhku, jadi, kau harus mencari alasan untuk itu, jika kau ingin tetap selamat.”


Igor melambaikan tangan, lalu pergi dari ruang rawat Gun


***


Sementara Eva di rumahnya. Masih berpakain yang sama, seperti saat ia berada di rumah sakit sejak pagi tadi.


Dia membawa cairan HYDRAULIC, cairan yang digunakan petugas forensik untuk mengetahui bekas darah yang ada, serta beberapa peralatan lengkap lainnya.


Dengan sebuah palu berukuran besar, Eva membobol ruang basement milik Igor yang terkunci.


Dia ingin memeriksa ruangan, sembari Igor masih berada di rumah sakit.


Saat pagi, dia melihat sebuah berita, bahwa Alex juga memiliki basement di tempat tinggalnya dahulu.


Maka itu, Eva memeriksa basement milik suaminya untuk memastikannya sendiri.


Satu menit setelah cairan itu diberikan pada lantai, Eva mematikan lampu ruangan. Terlihat jelas banyak sisa bercak darah yang ada lantai ruangan itu.


Dia yakin bahwa darah itu milik Roy saat dia menghilang dan tiba-tiba bertemu di tempat kerja suaminya dengan keadaan yang babak belur.


Beberapa alat perkakas lain juga ditemukan di basement milik suaminya, juga beberapa tali yang terlihat bekas darah, setelah terkena cairan itu. Lampu kembali dinyalakan olehnya.


Duduk di lantai lesehan dan menopang kepalanya. Dia merasa separuh lebih sudah yakin bahwa suaminya adalah Arthur, anak kandung dari pembunuh berantai 15 tahun silam.


Akan tetapi, Eva tak akan berterus terang. Dia akan berpura-pura tak mengerti apapun saat di depan suaminya, sembari terus melakukan penyelidikan itu sendiri, dan melihat langsung dengan matanya.