PESONA ADIK TIRI CULUN

PESONA ADIK TIRI CULUN
64. Rahasia Sebenarnya


Semuanya sudah tidak ada di gereja itu sesuai dengan perintah detektif Wells pada para personil polisi yang menjaga di sekitar gereja. Helikopter datang menjemput Carine namun Carine tidak ingin co-pilot itu menjadi korban ledakan bom itu.


"Turunlah...! Biar aku yang membawa helikopter ini sendiri!" pinta Carine.


"Tapi nona Carine, saya di minta Mr.M untuk mengantarkan anda di manapun yang anda inginkan," bantah Lukas.


"Apakah kamu mencintai keluargamu?" geram Carine.


"Tentu saja. Istriku sedang hamil besar dan aku sedang menantikan kelahiran anak pertama kami," balas Lukas.


"Kalau begitu turun dari helikopter itu! Biar aku yang membawa pergi bom itu," ucap Carine sekali lagi sambil mengarahkan bom pada Lukas yang langsung terperanjat.


"Jauhi benda itu dariku...!" Lukas segera melompat turun dari helikopter. Ia berlari menjauhi tempat itu hingga menabrak seorang pria namun ia tidak peduli.


Carine naik ke atas helikopter dan meletakkan bom itu di samping tempat duduk sebelahnya. Saat ingin menutup pintu helikopter, seseorang langsung menarik tubuhnya keluar dari helikopter membuat Carine jatuh terjerembab ke lantai.


"Kembalikan milikku itu padaku..!" titah seorang pria sambil mengarahkan pistolnya ke keningnya Carine.


"Cih...! Aku sudah curiga kalau itu adalah ulahmu," cibir Carine pada pria yang tidak lain adalah bosnya Nick sendiri.


"Aku sudah tahu kejeniusanmu Carine. Kau seperti ayahmu. Kau tidak pernah menyerah untuk setiap hal yang belum bisa kamu ungkapkan. Itulah mengapa kau terpilih menjadi agen rahasia FBI," ucap tuan Meldosa.


"Aku sangat paham manusia sepertimu yang bekerjasama dengan tuan Meldosa. Kau yang telah tega membunuh ayahku saat melakukan konspirasi dengan tuan Franco demi jabatan," tembak Carine langsung pada permasalahannya.


"Kami hanya tidak ingin capres yang saat itu sedang bersaing dengan pihak lawan memenangkan pemilu itu," ucap tuan Meldosa.


"Lantas apa yang kau inginkan dengan drama pencurian bom itu?" tanya Carine penasaran.


"Kamu tidak perlu tahu Carine. Dengan membunuh ayahmu maka jabatan di tempat kami akan trus bertahan jika kami bisa membunuh lawan politik capres yang kami usung saat itu dan juga saat ini," ucap tuan Wizzy.


"Begitukah. Demi jabatan murahan itu membuat kamu menghalalkan segala cara. Tapi drama kalian sudah berakhir tuan Wizzy Meldosa," ucap Carine pura-pura melihat ke belakang punggungnya tuan Wizzy Meldosa untuk mengecoh perhatian tuan Wizzy yang ikut menengok ke belakang.


Dengan secepat kilat Carine menendang tangan tuan Wizzy hingga pistol dalam genggaman pria itu terlepas. Perkelahian pun tidak terkendalikan antara keduanya.


Pukulan dan tendangan yang dilancarkan oleh Carine pada dada dan perut tuan Wizzy cukup membuat pria ini terhuyung ke belakang walaupun tidak sempat jatuh.


Carine tidak ingin membuang waktu langsung melompat ke udara lalu memutar tubuhnya dengan mengarahkan kaki jenjangnya menendang pipi tuan Wizzy yang langsung terjatuh.


Carine mengeluarkan pistolnya mengarah ke dada tuan Wizzy yang menjauhi tubuhnya dari Carine dengan menggeserkan bokongnya ke belakang. Tuan Wizzy melihat kedatangan anak buahnya Nick dari kejauhan. Ia lalu memfitnah Carine di depan Nick.


Ia mengambil pistol miliknya yang tadi jatuh dengan cepat menembakkan dirinya sendiri tepat di lengannya lalu melemparkannya ke arah Carine yang langsung gelagapan sendiri dengan ulah tuan Wizzy.


"Hei bodoh...! apa yang kamu lakukan, hah?!" bentak Carine seraya menginjak pistol itu dengan kakinya.


"Aku sudah tahu permainanmu gadis bodoh. Kau dan ayahmu itu sama-sama pecundang yang memanfaatkan keadaan untuk mencapai tujuan. Aku sudah tahu kalau kamu bekerjasama dengan penjahat itu yang telah mencuri bom itu. Itulah sebabnya kamu mengetahui bom itu di simpan di sini," ucap tuan Wizzy membalikkan fakta.


Nick yang salah paham langsung menembak Carine dari belakang membuat Carine spontan balik menembak pria itu tepat di pahanya. Nick akhirnya terjatuh sambil meringis kesakitan.


Karena pergeseran kakinya Carine yang spontan membuat pistol yang diinjaknya itu akhirnya di rebut oleh tuan Wizzy. Tuan Wizzy menembak lagi punggung Carine membuat gadis itu tidak kuat lagi lalu jatuh terkapar dengan tubuh bersimbah darah.


Carine yang masih sadar hanya bisa membuka matanya setengah terbuka saat Tuan Wizzy mendekatinya.


"Begitulah cara kematian ayahmu. Dia mati di tangan anak buahnya sendiri yang kau agung-agungkan itu. Mr. M adalah orang yang telah menembak ayahmu karena menganggap ayahmu pengkhianat.


Namun sayang ia sangat menyesali perbuatanya itu karena salah paham pada ayahmu. Itulah mengapa ia menjaga dirimu sebaik mungkin hanya untuk menebus kesalahannya.


Dengan cepat tuan Wizzy menembak Carine dengan pistol milik Nick. Dengan cara itu ia merasa menjadi pahlawan untuk memfitnah keduanya karena saling tembak merebut bom itu.


Ia lalu masuk ke helikopter milik FBI membawa pergi bom itu yang sebentar lagi akan meledak. Carine mendengar suara baling-baling helikopter itu menjauh dari atap gereja itu. Namun ia tidak bisa berbuat apa-apa.


"Bawalah pergi barang sialan mu itu sejauh yang kau bisa. Semoga kau mati bersamanya..!" umpat Carine lalu menutup matanya tidak sadarkan diri.


Sementara di kediaman Orlando, putranya menangis melolong terdengar menyayat hati. Orlando menghubungi Carine namun ponsel istrinya tidak di angkat. Merasa penasaran Orlando menghubungi Mr. M untuk menanyakan keadaan Carine.


"Hallo Mr. M...!" sapa Orlando.


"Orlando. Ada sesuatu yang terjadi pada Carine. Aku mengirimnya helikopter untuk membawa pergi bom menjauhi gereja katedral di pusat kota New York namun hanya helikopternya saja yang menjauh dari menara gereja tapi Carine masih ada di atas atap itu," ucap Mr. M tergugu.


"Apaaa..?! jadi Carine ada di kota ini?" sentak Orlando panik dan tidak mendengar semua penjelasan Mr. M.


"Sebaiknya kamu ke gereja itu. Kita ketemu di sana. Aku akan menceritakan kepadamu nanti," ucap Mr. M.


"Baik. Aku akan ke sana sekarang," ucap Orlando yang langsung menghubungi asisten Wizz untuk mengirimkannya helikopter.


"Mommy. Aku harus pergi. Ada sesuatu yang terjadi pada Carine. Aku harus melihat sendiri keadaan istriku," ucap Orlando seraya mengecup pipi putranya yang masih menangis sesenggukan.


Baru saja ia melangkah ke dalam rumah tiba-tiba terdengar ledakan di atas langit yang begitu dahsyat tepat di atas permukaan laut yang tidak jauh dari kediaman Orlando.


"Tidakkkkkk.....! Carinennnnn...!" pekik Orlando yang merasa Carine yang membawa bom itu dengan helikopter milik FBI lalu meledak di atas udara.


Saking kuatnya ledakan itu menimbulkan gelombang air laut yang meluap hingga mencapai kediaman Orlando. Ayah satu anak ini menarik lengan ibu mertuanya untuk masuk lagi ke dalam rumah.


"Apakah Carine yang membawa bom itu ke atas sana?" tanya Orlando sambil menangis.


"Apa yang kamu katakan Orlando? Apakah bom itu meledakkan putriku?" tanya nyonya Adeline ikut histeris membuat sang cucu makin mewek.


Dreeeettt....


Orlando segera mengangkat telepon itu." Hallo Mr. M.


"Hallo Orlando. Carine....Carine ...Carine !" ucap Mr. M terbata-bata membuat Orlando makin frustrasi.


"Ada apa dengan istriku? Apakah bom itu telah meledakkan dirinya?" tanya Orlando.


"Bukan itu. Carine tertembak dan dia...?"