
Setelah menampar Orlando dan mengungkapkan perasaannya, Carine mundur beberapa langkah dan membalikkan tubuhnya sambil menjatuhkan kepalanya di sudut lift dan menangis di sana.
Sementara Orlando sangat menyesal karena terbawa suasana perasaan cemburunya yang tidak ingin mata orang lain menatap Carine. Orlando menarik nafas dalam lalu mendekap tubuh istrinya dan mencium pangkal leher Carine.
"Maafkan aku....! Kau milikku. Aku tidak suka berbagi dengan orang lain yang menikmati kecantikanmu," bisik Orlando.
Carine tidak pedulikan perkataan Orlando. Ia hanya sibuk mengusap air matanya. Orlando memencet lantai 5 dan menggendong tubuh wanitanya.
"Kita menginap di sini. Aku sudah memesan kamar untuk kita," ucap Orlando membawa keluar tubuh istrinya. Carine menyembunyikan wajahnya diceruk Orlando.
Sebenarnya ada kerinduan mendalam yang ia rasakan kepada suaminya. Ia merindukan masa romantis yang selalu tercipta diantara mereka.
Tiba di kamar, tubuh Carine dibaringkan. Dan Orlando tidak sabar lagi menyalurkan hasratnya pada istrinya yang malam ini sangat membuatnya bergairah.
Dalam sekejap, dress mewah ditubuh Carine itu sudah teronggok di lantai. Menyisakan G-string dengan dua pistol yang ada diantara paha Carine. Dan dua pistol lagi di betis Carine.
Orlando melepaskannya dengan sangat hati-hati. Sentuhan Orlando berlanjut pada perut bawah istrinya yang sudah terlihat menggumpal. Ia membenamkan ciumannya di sana seakan meminta maaf pada calon bayinya.
"Baby. Daddy sudah tidak sabar ingin melihatmu," desis Orlando membisikkan sesuatu pada calon bayinya sambil membelai lembut perut istrinya.
"Hanya malam ini aku memberikan hakmu sebagai suamiku Orlando, setelah itu tidak ada lagi kebersamaan diantara kita. Kau tidak siap menjadi suami seorang agen rahasia Orlando.
Dan aku yang salah karena tidak mempertimbangkan psikologimu yang harus diuji dulu sebelum memutuskan untuk menikah denganmu," batin Carine yang mulai merasakan sentuhan memabukkan dari Orlando di pusat gairahnya yang membuat tubuhnya bergetar hebat saat Orlando mencumbui bagian bawahnya begitu intens.
Seakan ingin menebus kesalahannya, Orlando memimpin permainan itu yang akan menjadikan sentuhan terakhirnya karena setelah ini, dia tidak merasakan lagi kenikmatan surgawi itu karena Carine memilih untuk pergi dari kehidupan Orlando.
"Oh baby. Milikmu makin nikmat, hmm," lenguh Orlando saat menyatukan milik mereka yang tidak pernah ia dapatkan pada wanita liar di luar sana.
Orlando baru merasakan wanita yang tak berbagi miliknya dengan berbagai pria jauh lebih nikmat apalagi dilakukan dalam pernikahan sah.
Itulah mengapa Orlando berubah posesif pada Carine karena menemukan kenikmatan sebenarnya yang ia cari ada pada Carine.
Sayangnya, Orlando tidak bisa menyesuaikan sikapnya dengan Carine yang memiliki kelebihan sebagai wanita luar biasa. Wanita kuat dan jenius.
Sudah berulang kali, Carine melakukan pelepasan namun tidak dengan Orlando yang masih kuat bertahan hingga akhirnya Carine menggantikan permainan mereka dengan beralih ia yang memimpin kini. Yah, hanya permainan Carine yang bisa memuaskan Orlando.
"Faster baby!" pinta Orlando kala gelombang kenikmatan itu siap melemparkan dirinya dalam kubangan kenikmatan. Jerit Orlando meresapi permainan Carine hingga menahan tubuh Carine saat ledakan cairan benihnya menyirami janinnya di dalam sana begitu banyak.
Carine yang kelelahan akhirnya tidur diatas tubuh suaminya dan Orlando tidak ingin melepaskan miliknya dari milik Carine hingga keduanya tertidur dalam keadaan berpelukan.
Sekitar pukul 2 pagi Carine menghubungi Mr.M untuk mengirimnya helikopter ke hotel tempat mereka menginap. Carine juga meninggalkan surat untuk Orlando yang sudah ia tulis saat bangun untuk membersihkan tubuhnya dari sisa percintaan mereka.
Beberapa menit kemudian, helikopter FBI sudah siap menjemput Carine. Ibu hamil ini mengecup bibir suaminya sebelum keluar dari kamarnya.
...----------------...
Sekitar menjelang pukul 8 pagi, Orlando yang tidur dengan posisi telungkup mulai menggapai tubuh istrinya namun tidak ada sentuhan apapun diujung jarinya. Ia mengintip sedikit dengan mata yang malas terbuka dan benar saja Carine tidak tampak dalam penglihatannya.
"Carine...Carine ...!"
Orlando memaksakan diri untuk bangun dan mencari wanitanya ke dalam kamar mandi dan ruang ganti namun tidak menemukan Carine.
Perasaannya mulai tidak enak karena tidak menemukan apapun dari Carine kecuali jejak bercinta mereka yang tergambar jelas di atas seprei putih.
"Ke mana istriku?" Orlando meraih ponselnya dan tangannya berhenti sesaat melihat ada kertas dengan barisan tulisan yang sangat rapi ditimpa dengan ponselnya agar mudah di lihat.
"Ini apa ..?" lirih Orlando seraya membaca barisan kalimat itu dan di atasnya ada namanya.
"Dear hubby..!"
Mungkin saat kamu membaca surat ini, aku sudah tidak berada lagi di kota ini bahkan negara ini. Untuk sementara waktu aku ingin menjauhkan diriku dari jangkauanmu untuk memikirkan kembali nasib pernikahan kita yang awal menikah begitu kilat dan berpisah pun dengan mudahnya.
Aku tahu kamu tidak bisa menerima kenyataan bahwa aku sendiri yang menangkap Daddymu karena kejahatannya yang sudah berlangsung cukup lama.
Tapi itu tidak membuat aku menyesalinya karena hukum harus ditegakkan entah itu siapa bagiku sekalipun itu adalah kamu.
Hukum mengalahkan cinta karena kebenaran harus ditegakkan. Aku merasa tidak bersalah dalam hal ini karena yang aku jalankan itu adalah hal yang benar' dan aku tidak butuh penilaianmu bagaimana aku untukmu.
Kesalahan terbesarku adalah jatuh cinta padamu dan itu yang tidak bisa aku tepis. Aku tahu ini akan terjadi karena aku yang membuat hubungan kita menjadi salah paham. Tapi, aku tidak menyesali percintaan kita karena aku tulus mencintaimu.
Maaf aku harus pergi. Jika berada bersamamu itu tidak akan membuat aku bernafas lega untuk menyelamatkan janinku. Aku harus jaga emosiku dari setiap sindiran pedas mu atau Aku bisa gila bila bertahan di sisimu.
Terimakasih sudah memberikan banyak cinta untukku. Aku akan kembali jika kamu siap menjadi suamiku dan ayah terbaik untuk anak kita. Aku berjanji akan menjaganya dengan nyawaku. Aku mencintaimu Orlando, sangat mencintaimu. Jangan mencariku karena negara ini melindungi keberadaan ku. Jaga dirimu...!
Carine ...!"
Orlando syok hingga tangannya terasa gemetar. Ia tidak menyangka istrinya itu benar-benar wanita nekat. Rasa menyesal tidak berarti lagi karena diakuinya kalau sikapnya benar-benar keterlaluan pada Carine.
"Jadi, kamu ijinkan aku bercinta denganmu hanya untuk berpamitan denganku? Cinta seperti apa yang kamu miliki untukku? Itu bukan cinta Carine. Cinta akan tetap bertahan walau apapun yang terjadi diantara kita. Kau tidak mencintaiku.
Kau pembohong besar. Kau hanya menipuku... Carinnnnne.... kembali, sayang! Maafkan aku...!
Carinnnnne....aku mencintaimu. Kau tahu kalau aku tidak bisa jauh darimu...! Carinnnnne.....!" pekik Orlando menangis histeris karena kebodohannya sendiri yang mengabaikan perasaan istrinya.