PESONA ADIK TIRI CULUN

PESONA ADIK TIRI CULUN
28. Penangkapan


Satu pekan berlalu, Carine sudah memantapkan hatinya untuk menangkap tuan Franco di perusahaan ayah tirinya itu. Kebetulan hari ini, Orlando masih berada di luar kota dan belum tahu kapan akan kembali karena tidak ada konfirmasi dari suaminya itu.


Momen itu di manfaatkan oleh Carine untuk menangkap ayah tirinya itu bersama pasukan FBI.


"Apakah kamu sudah siap Carine?" tanya Mr. M saat mereka sedang dalam perjalanan menuju perusahaannya tuan Franco.


"Sudah Mr."


"Baik. Semoga kali ini buaya darat itu tidak berkelit lagi karena dirinya sudah melakukan dosa besar atas kejahatan yang ia perbuat," ucap Mr. M.


Tidak lama kemudian, pasukan mobil FBI tiba di perusahaan milik tuan Franco. Carine turun dengan gagah mengenakan seragam FBI berjalan menuju lobi namun dicegat oleh satpam.


"Kami dari FBI. Mohon kerjasamanya..! ucap Carine sambil berjalan masuk tanpa peduli dengan satpam yang berusaha menghalangi mereka namun tidak bisa melakukannya karena kalah anggota.


Carine memasuki lift bersama teman-temannya sementara anggota FBI yang lain mencegah resepsionis untuk tidak menghubungi atasan mereka agar tuan Franco tidak kabur dari penangkapan mereka.


Sementara itu, tuan Franco sedang serius melakukan meeting dengan para pemegang saham. Carine menemui sekretaris tuan Franco yaitu sekertaris Gwen.


"Ada apa ini?" tanya sekertaris Gwen saat Carine mendekatinya.


"Di mana tuanmu?" tanya Carine menatap horor ke sekertaris Gwen yang hendak menghubungi asistennya tuan Franco yaitu asisten Cavin.


"Tutup telepon itu! Aku tanya di mana tuan Franco atau kau ingin ikut di tangkap?!" tanya Carine disertai ancaman pada sekertaris Gwen yang langsung mengangguk gugup.


"Baik. Saya akan antarkan anda, nona!" ucap sekertaris Gwen berjalan duluan di depan diikuti Carine yang terlihat datar.


"Ini ruang meeting nya. Beliau sedang meeting dengan....-"


Tanpa menunggu jawaban Gwen, Carine lebih dulu mendorong pintu itu dengan cepat di ikuti anggotanya membuat tuan Franco dan para pemegang saham syok.


"Ada apa ini...?" sentak tuan Franco seraya berdiri dan menatap wajah cantik Carine yang tidak dikenali tuan Franco karena Carine sedang menjadi dirinya sendiri.


"Anda kami tangkap atas sejumlah kejahatan yang anda lakukan tuan Franco," ucap Carine seraya membalikkan tubuhnya tuan Franco hingga jatuh telungkup di atas meja saat Carine hendak memasang borgol pada pria tampan yang merupakan ayah tirinya.


"Carine...!" batin tuan Franco yang sangat mengenali suara Carine tapi wajah mereka tidak sama.


"Bawa dia...!" Carine menarik lengan tuan Franco dan menyerahkan ke anggotanya yang langsung menggiring tuan Franco keluar dari perusahaannya.


Carine berusaha menahan air matanya agar tidak tumpah. Ia membayangkan wajah kecewa Orlando saat tahu kalau dirinya sendiri yang menangkap ayah mertuanya itu.


Lima mobil FBI meninggalkan perusahaan tuan Franco. Wartawan yang baru mengetahui penangkapan pengusaha nomor tiga di Amerika itu segera mencaritahu sepak terjangnya tuan Franco dalam dunia bisnis karena selama ini bisnis yang digeluti tuan Franco tidak tersentuh oleh pihak kepolisian karena kuatnya sogokan.


Asisten Wizz yang mengetahui berita penangkapan tuan Franco segera menghubungi Orlando yang baru tiba di bandara setelah kembali dari luar kota.


"Tuan Orlando."


"Ya. Ada apa?"


"Apakah anda sudah melihat berita tentang penangkapan ayah anda?" tanya asisten Wiz.


"Saya belum begitu jelas tentang permasalahannya. Yang saya tahu kalau agen rahasia FBI sendiri yang menangkap tuan Franco atas sejumlah kejahatan yang dilakukan tuan Franco tapi belum jelas kejahatan apa," sahut asisten Wizz.


"Agen rahasia...?" tanya Orlando lirih dan pikirannya langsung tertuju kepada istrinya, Carine.


"Apakah selama sepekan ini Carine termenung karena ingin menangkap daddy? Apakah dia mendekatiku punya tujuan agar bisa menangkap daddy?" Orlando terlihat terus menerus curiga pada Carine dengan menahan geram.


Orlando langsung menuju markas FBI untuk bertemu dengan Carine. Namun kesibukan gadis itu yang saat ini sedang berada di ruang kerjanya membuat Carine tidak bisa menemui suaminya.


"Maaf tuan. Nona Carine saat ini sedang sibuk. Silahkan tunggu beberapa jam lagi," ucap rekan Carine pada Orlando yang terlihat sangat gusar.


Sementara itu, Carine memberikan semua laporan kejahatan tuan Franco pada Mr. M yang akan melakukan interogasi kepada tuan Orlando.


Bukan hanya Orlando yang merasa sangat kesal pada Carine, tapi nyonya Adeline yang sudah mengetahui berita penangkapan suaminya yang dilakukan oleh putrinya sendiri begitu marah pada Carine.


"Kenapa kamu tega melakukan ini pada mommy, Carine?! Apa kurangnya perhatian Franco padamu? Dia sangat menyayangi kamu seperti putrinya sendiri.


Kamu mengkhianati kepercayaan kami dengan menikahi Orlando dan sekarang kamu tega menjebloskan suamiku ke dalam penjara? Dasar anak tidak tahu diuntung...!" maki nyonya Adeline yang mengirim pesan ke putrinya Carine.


Carine memang sengaja mematikan ponselnya karena tidak ingin menerima telepon dari Orlando maupun ibunya yang mungkin saat ini sedang kesal kepadanya. Ia juga tidak ingin pulang karena takut akan bertemu dengan Orlando.


"Lebih baik aku menginap di sini daripada harus menghadapi kemarahan Orlando. Aku sudah siap jika ia harus menceraikan aku," gumam Carine pada dirinya sendiri.


Malam tiba. Carine merasa sangat lapar dan memutuskan untuk keluar mencari makanan. Iapun berjalan menuju tempat parkir mobil yang tidak jauh dari gedung FBI. Baru saja ingin membukakan pintu mobil, lengannya sudah ditarik keras oleh Orlando.


"Baru mau pulang?" tanya Orlando sinis membuat Carine terbungkam karena posisi tubuhnya di dorong ke sisi mobil dengan kedua lengannya di cengkram oleh Orlando.


"Orlando ...?!" sentak Carine gugup.


"Kenapa...? Sudah puas setelah berhasil menipuku untuk mencapai tujuanmu? Begitukah caramu agar kamu bisa mengelabui daddy dengan melakukan penyamaran didepan dia agar identitasmu sebagai agen rahasia tetap aman, hah?!" bentak Orlando murka.


Carine menggelengkan kepalanya dengan cairan bening sudah berkabut memenuhi mata indahnya.


"Tidak Orlando. Tidak seperti itu sayang. Tolong jangan salah paham kepadaku. Memang aku sedang membohongi kalian semua termasuk mommyku sendiri. Tapi cintaku kepadamu adalah benar. Tidak ada kebohongan didalamnya," ucap Carine apa adanya namun dibantah keras oleh Orlando.


"Tidakkk....!" bentak Orlando tepat di wajah Carine yang tidak kuat lagi menahan tubuhnya. Perutnya yang tiba-tiba bergejolak menahan luapan isi perutnya yang membuat tubuhnya makin melemah.


"Tidak... tidak....! Kau seorang penipu. Kau hanya mencintai dirimu sendiri. Buktinya apa kau mencintaiku, hah?! Bukankah selama ini kamu sangat pintar bersandiwara? kamu bisa membohongi aku tentang profesimu dan rencana penangkapan daddyku kamu bohongin juga. Cinta apa yang kamu punya untuk ku Carine?! Aku sangat membencimu, wanita sialannnnn....!" bentak Orlando


Hoekkk....hoekkk....


Carine mendorong tubuh Orlando menjauhi dirinya agar tidak terkena muntahnya. Carine berlari ke belakang mobil untuk memuntahkan lagi isi perutnya.


Alih-alih untuk menolong istrinya, Orlando malah meninggalkan Carine begitu saja yang sedang menahan rasa pusing yang amat sangat saat ini.


Tepat Carine jatuh pingsan, mobil Orlando sudah jauh meninggalkan dirinya seorang diri di tempat parkir.