PESONA ADIK TIRI CULUN

PESONA ADIK TIRI CULUN
43. Jebakan


Carine mengeratkan tas ransel yang dibawanya di mana ada dua laptop dan juga ponselnya yang merupakan alat elektronik yang membantunya untuk urusan penyamarannya. Jika benda itu diberikan kepada tuan Smith berarti dia tidak punya kesempatan lagi untuk bisa menghubungi Mr. M. Dan terlebih lagi dia ingin menghubungi suaminya saat ini.


"Berikan tasmu, Carine ..!" desak tuan Smith yang berubah dingin dengan tatapan menakutkan.


"Tidak bisa. Aku akan kesulitan untuk menghubungi ibuku jika terjadi sesuatu padaku," tolak Carine.


"Sudah ada aku di sini dan kau tidak butuh siapapun," ucap tuan Smith.


"Tidak. Sebentar lagi aku akan melahirkan dan aku butuh ibuku di sampingku," bantah Carine.


"Di sini ada dokter yang akan membantumu melahirkan. Aku di sini cukup lama hingga kamu akan menunggu melahirkan bayimu itu di tempat ini," ucap tuan Smith sambil menyeringai licik.


"Kalau tahu kamu akan menetap lebih lama disini, aku tidak akan memaksamu agar ikut denganmu. Apakah aku bisa pulang duluan, tuan Smith?" bujuk Carine makin membuat hatinya terasa sangat ketakutan saat ini.


"Tidak. Kau sudah masuk dalam perangkapku, baby. Kau yang memintanya sendiri dan aku tidak bisa memaksamu untuk itu. Bukankah kamu tahu aku sangat tergila-gila padamu," ucap tuan Smith seperti orang kerasukan dan tawanya terdengar menggelegar membuat tubuh Carine makin meremang.


"Mengapa kamu berubah jadi bajingan seperti ini tuan Smith? Aku kira kau adalah pria yang sangat terhormat ternyata kau tidak lebih dari seorang...-"


"Diammm...!" bentak tuan Smith lalu merampas tas milik Carine dan mengeluarkan ponsel dan laptop miliknya Carine dan di banting ke lantai hingga berantakan.


Ia lantas menyeret tubuh Carine masuk ke dalam kamarnya yang sudah rapi.


"Tempatmu di sini dan jangan coba-coba untuk kabur! Di sini sudah ada kawat pagar beraliran listrik disekitar rumah ini. Jika sayang pada nyawamu dan calon bayimu itu, maka jangan berusaha kabur atau kau akan mati terpanggang!" ancam tuan Smith.


"Lakukan apapun di kamar ini. Kau tetap mendapatkan asupan makanan. Aku akan pergi sebentar. Malam ini aku ingin kamu melayaniku. Aku sudah tidak sabar ingin bercinta denganmu karena tubuhmu makin terlihat seksi dalam keadaan hamil seperti itu," imbuh tuan Smith lalu keluar dari kamarnya dan membiarkan Carine di kamar itu.


Carine langsung jatuh terduduk lemas di lantai kayu itu. Hanya saja ia masih bisa menggunakan dua pistol yang akan melindungi dirinya yang tidak diketahui oleh tuan Smith. Beruntungnya ia menyimpannya di antara dua pahanya untuk berjaga-jaga dari serangan penjahat.


"Syukurlah. Dia hanya menjebakku saja. Dua tidak mengetahui identitasku sebenarnya," batin Carine berusaha tenang.


Carine ingat akan pesan Mr. Q untuk mengirim sinyal tanda darurat melalui jam tangan yang dipakainya saat ini jika terjadi sesuatu kepada dirinya.


"Terimakasih Mr. Q. Aku berhutang nyawa padamu," ucap Carine mulai melakukan sesuatu pada jam tangannya sesuai arahan Mr. Q.


Sementara di markas FBI, Mr. M yang menerima sinyal bahaya dari Carine segera meminta pasukannya untuk melakukan pengintaian pada tempat itu.


Mr. M mencari keberadaan Carine di hutan belantara di negara yang akan mereka jebak tuan Smith nanti malam.


"Berarti saat ini Carine tidak bisa lagi menggunakan alat komunikasinya kecuali jam tangannya itu. Semoga dia baik-baik saja tanpa disakiti oleh bajingan maniak itu," gumam Mr. M penuh amarah pada tuan Smith yang gila akan harta dan kekuasaan.


Mr. M tidak ingin gegabah menyerbu tempat di mana Carine saat ini sedang disekap oleh tuan Smith. Ia menunggu nanti malam saat tuan Smith akan melakukan penyergapan pada beberapa mobil truk pengangkut biji emas ke perusahaan peleburan logam mulia tersebut.


...----------------...


Ini makanan untukmu, nona. Ambillah dan habiskan..!" titah pelayan itu yang tidak mau masuk ke kamar Carine.


Carine akhirnya mau menerimanya dan mengucapkan terimakasih kepada pelayan pria itu yang tidak ingin menatap wajahnya.


Jika tidak ingat saat ini lagi hamil, Carine ingin menghabisi semua para penjaga yang ada di rumah hutan belantara itu.


Carine menghabiskan makanannya dan meminum susu untuk ibu hamil. Sementara itu tuan Smith dan anak buahnya sudah bersembunyi di lereng gunung untuk berjaga-jaga di sekitarnya.


Mereka masih menunggu pergerakan mobil truk pengangkut biji emas. Kali ini jumlah mereka lebih besar dari yang biasanya. Setelah menunggu beberapa lama, iring-iringan mobil pengawal truk itu begitu banyak mengawasi truk pengangkut biji emas itu. Tiga truk di kawal depan dan belakang.


Ada sekitar 10 mobil mini bus yang menjadi sasaran empuk anak buahnya tuan Smith. Pria bodoh ini tidak mengetahui jika dirinya saat ini sudah masuk dalam jebakan anggota FBI yang ingin menangkapnya hidup-hidup.


Masing-masing anak buahnya tuan Smith siap menuggu perintah dari tuan mereka. Sementara mobil truk pembawa biji emas itu terus bergerak menuruni perbukitan dengan sangat hati-hati karena jalanan licin.


"Serang mereka sekarang dan rebut dua truk pembawa biji emas itu!" titah tuan Smith pada anak buahnya.


"Siap bos."


Anak buahnya mulai melempar granat itu ke arah mobil mini bus yang ada paling belakang. Mini bus itu langsung meledak seketika. Rupanya mobil-mobil pengawal truk itu tanpa pengemudi. Mobil minibus pengawal truk itu berjalan melewati lereng bukit itu melalui kendali remote kontrol.


Anggota FBI belum berani bergerak hingga menunggu kedatangan para anak buahnya tuan Smith.


Lima mobil minibus di belakang truk sudah diledakkan oleh anak buahnya tuan Smith. Kini lima mobil minibus di depan truk yang akan menjadi incaran mereka.


"Sebagian kalian turunlah ke bawah untuk merebut truk dibelakang itu. Cepat...!" titah tuan Smith.


"Baik tuan." Mereka turun berbondong-bondong untuk menghentikan mobil truk yang paling belakang.


Baru saja mereka mendekati truk, tiba-tiba pasukan FBI bangkit dari mobil truk itu menghabisi semua anggota tuan Smith. Sang ketua perampok itu tercekat melihat para anak buahnya dibantai habis oleh FBI secara brutal.


"Bos...! Kita telah dijebak. Truk pengangkut biji emas itu ternyata anggota FBI yang bersembunyi di dalamnya," ucap Senderos.


"Apa...?! FBI...? Jadi operasional kita telah diketahui oleh FBI? Bagaimana bisa...?" geram tuan Smith yang merasa telah dikhianati oleh anak buahnya tapi dia tidak tahu siapa yang telah membocorkan rahasianya kali ini.


"Apakah itu kamu, Carine? Mengingat indentitas dirimu yang sulit terlacak. Kau harus membayar kerugian ini, baby..! Tunggu aku pulang sekarang.


Aku akan memperkosamu dan membuat bayimu meninggal," geram tuan Smith segera menghubungi anak buahnya untuk menjaga Carine lebih ketat.


"Buat wanita itu tidur sampai aku kembali..!" titah tuan Smith pada pengawal yang menjaga Carine di depan kediaman tuan Smith yang ada di dalam rumah hutan itu.