
Tiga hari berada di kamar hotel bersama istrinya namun Orlando tidak bisa melakukan apapun pada bidadarinya yang masih belum siap untuk dikunjungi miliknya.
Padahal Carine sudah minum obat antibiotik hanya untuk mencegah infeksi. Hingga segitunya pikiran gadis ini yang tidak ingin tubuhnya lecet sedikitpun. Orlando tidak ingin melakukan protes pada Carine yang memang sulit untuk dibujuk. Kalau maunya ya maunya.
"Apakah polisi line-nya sudah bisa dilepas, nyonya?" goda Orlando saat keduanya kembali berada di tempat tidur.
"Sepertinya besok baru bisa," sahut Carine yang tidur berhadapan dengan suaminya.
"Tapi, aku menginginkanmu, sayang. Aku rela kamu tinggal tugas di hari pernikahan kita dan sekarang apakah aku tidak diberikan kesempatan untuk mendatangimu lagi?" tanya Orlando sambil mengelus pipi Carine.
"Kita bisa melakukannya dengan ciuman dan kamu bisa menyentuh ditempat yang lain seperti dadaku dan aku bisa memuaskan milikmu dengan mulutku," ucap Carine masih dengan penolakannya.
Orlando tersenyum dalam hati saat Carine memberikan saran yang cukup membuatnya memiliki ide untuk membangkitkan gairah istrinya.
"Sayang. Aku ingin kamu mengenakan lagi G-string merah...!" pinta Orlando yang ingin mengerjai istrinya.
"Baiklah. Tunggu sebentar!" Carine menuruti permintaan suaminya lalu masuk ke ruang ganti untuk mencari beberapa G-string yang dengan model unik nan menggoda berwarna merah.
Lagi-lagi, Carine merias dirinya bak pelacur kelas atas untuk menggoda suaminya. Tidak lama Carine keluar dengan penampilan yang sudah berubah mengenakan sepatu high heels berwarna senada.
Carine terlihat sangat cantik dan berjalan anggun dengan rambut sengaja digulung ke atas. Orlando yang awalnya sibuk dengan ponselnya mulai merasakan aroma parfum khas milik istrinya yang selalu membuatnya nyaman.
Orlando mengangkat wajahnya perlahan dengan memindai penampilan Carine dari ujung kaki yang terlihat sangat cantik mulus bak model ternama yang memperagakan pakaian dalam atau mungkin lebih tepatnya seorang model majalah dewasa.
Jakun Orlando kembali naik turun melihat kesempurnaan Carine yang membuat kepalanya makin pusing.
"Sayang. Orlando meletakkan ponselnya kala matanya kembali di manjakan pemandangan yang saat ini bisa membuatnya mimisan.
Tanpa banyak kata, Orlando menyerang tubuh istrinya seperti singa kelaparan yang baru menemukan mangsanya. Ciuman keduanya makin menggebu dengan tangan mereka mencari sesuatu yang bisa dijadikan pegangan untuk menambah sensasi nikmat saat ini.
Orlando tidak peduli lagi dengan larangan istrinya yang tidak ingin dimasukin miliknya. Toh Carine sendiri yang sengaja menggoda dirinya.
Ciuman berlanjut hingga area leher jenjang lalu berpindah ke dada Carine yang tidak lepas dari santapan Orlando secara bergantian hingga Carine mulai terbawa suasana karena otaknya sudah dipenuhi gairah yang bergejolak membangkitkan libidonya yang ingin diperlakukan lebih.
Apalagi saat ini Orlando sudah berada di bagian bawah perutnya siap mengorek lebih dalam miliknya untuk memberikan cairan pelumas agar milik Carine mengeluarkan cairan kenikmatannya jika dijilat dengan permainan lidahnya di liang sempit milik Carine.
"Ohhh...Orlando...! Aku mau sampai baby," ucap Carine mencoba mendorong wajah Orlando dari liang kehidupannya itu agar bisa menikmati sisa kenikmatannya. Setelah itu Orlando tidur di samping Carine sejenak.
Melihat milk suaminya yang menegang, Carine tidak bisa diam begitu saja karena rasa dibagian intinya dituntut untuk dipuaskan. Carine menaiki tubuh Orlando dan memberanikan diri untuk menuntun benda pusaka kokoh itu ke miliknya membuat Orlando yang mengira Carine hanya memuaskan miliknya dengan mulutnya malah berubah di tempat sempitnya.
Orlando tersentak kaget luar biasa karena ia sempat memejamkan mata. Walaupun begitu Orlando tersenyum melihat kuda betinanya ternyata tidak sanggup menahan dirinya. Walaupun terlihat sangat hati-hati menurunkan bokong indahnya agar tidak menimbulkan rasa sakit seperti awal di masukin saat malam pertama mereka.
"Kamu tidak apa sayang?" tanya Orlando pura-pura cemas namun hatinya bersorak kegirangan karena Carine melakukannya sendiri tanpa ia paksa.
"Pingin nyoba saja untuk memastikan obat antibiotiknya mujarab atau tidak," ucap Carine berdalih biar menutupi rasa malunya padahal saat ini dia tidak bisa menahan birahinya yang membuat kepalanya berkedut sakit.
"Diamlah. Biarkan aku menikmatinya," ketus Carine yang sudah kepalang basah menahan malu.
"I...iya sayang. Lakukanlah sesuai keinginanmu," basa-basi Orlando seraya menikmati goyangan pinggul Carine yang terlihat sangat lihai mengaduk-aduk miliknya membuatnya merem melek sambil mendesis seperti orang kepedesan. Jika tidak sedang mode on dengan tegangan tinggi saat ini, rasanya tawa Orlando ingin meledak melihat wajah lucu Carine yang menyembunyikan jiwa liarnya terkesan malu-malu tapi mau.
Kedua tangannya ikut berpartisipasi menggoyangkan paha wanitanya untuk menyenangkan miliknya. Rasa penasaran Orlando saat merasakan permainan istrinya seakan mengerti cara memuaskan suami di atas ranjang.
Carine tidak terlihat seperti gadis perawan pada umumnya yang tidak mengerti apapun tentang dunia dewasa. Namun Carine mengetahui bagian apa saja yang bisa membuat pria dewasa bisa bertekuk lutut menerima pelayanannya melebihi ekspektasinya.
"Sayang. Kamu sangat luar biasa. Kamu sangat hebat!" puji Orlando yang ingin bergantian memimpin permainan namun Carine tampak tidak terlihat lelah padahal sudah hampir setengah jam Carine berada di atas miliknya. Keduanya sama-sama kuat hingga menikmati pertahanan stamina mereka yang sedang mengarungi samudra asmara.
"Carine. Sayang....! Aku mau keluar...!" ucap Orlando menahan setiap sendinya yang menghantarkan gelombang kenikmatannya untuk menembakkan benihnya di rahim wanitanya yang nampak melenguh panjang dengan tarian erotis yang terlihat sangat memikat Orlando yang gemas melihat dada Carine bergelantung indah menantang' dirinya untuk di remas dengan gemas oleh tangan kekarnya.
"Sama-sama baby," pinta Carine saat dirinya juga siap meledakkan cairan hangat yang akan menyatu dengan benih suaminya.
"Akhhh....!" jerit Carine tak kuasa menahan gelombang nikmatnya yang datang menyerang bagian intinya hingga tubuhnya jatuh terkulai lemas dengan gigi gemeretuk menahan getaran tubuhnya yang sedang menahan kenikmatan yang tak bertepi kini.
Rasa kedutan pada dinding rahim yang mengurut lembut milik Orlando membuat pria ini tidak bisa melukiskan kata yang melebihi rasa puas menerima pelayanan luar biasa dari istrinya dibandingkan dengan wanita liar di luar sana yang tidak ada apa-apanya.
Orlando memeluk tubuh polos bermandikan peluh itu nampak licin dan mengeluarkan aroma harum membuat Orlando makin mabuk kepayang. Orlando menjatuhkan tubuh Carine kesamping setelah dirasanya gadis ini seakan sudah tak berdaya setelah tenaganya terkuras habis melayani suaminya penuh puja.
"Sayang. Apakah milikmu sakit?" tanya Orlando untuk memastikan lagi keadaan sarang sempit istrinya.
"Sakitnya membawa nikmat," ucap Carine sambil tersenyum dengan mata terpejam seperti orang yang masih dilanda mabuk berat.
"Benarkah?" tegas Orlando.
"Iya sayang. Rasanya tak mau berhenti. Maunya lagi dan lagi," lanjut Carine.
"Bagaimana kamu bisa mengetahui cara melayani dan memuaskan aku di tempat tidur sayang?" selidik Orlando penasaran.
"Menonton film dewasa membantuku mengetahui seluk beluk percintaan panas," jawab Carine apa adanya.
"Sayang. Apakah kamu tidak tergiur jika menonton film begitu sendirian tanpa ada lawan?" tanya Orlando.
"Aku nonton itu sebagai ilmu bukan merangsang syahwat. Aku tidak berniat berkhayal karena itu akan membuat otakku lumpuh," balas Carine.
"Kalau begitu, ayo bercinta lagi sayang. Aku belum puas dan tidak akan pernah puas bercinta denganmu," pinta Orlando membuat Carine merona malu.
"Mau?" ajak Orlando.
"Siapa takut," ucap Carine.