PESONA ADIK TIRI CULUN

PESONA ADIK TIRI CULUN
41. Terhalang


Carine mengusap ponselnya di mana wajah suaminya terlihat sangat tirus. Ia juga ikut menangis tidak kuat menahan rindunya pada Orlando.


"Kita akan bertemu sayang setelah misi ini berakhir. Kami berdua sangat merindukanmu. Aku akan melakukan misi ini secepatnya. Aku hanya butuh kepercayaannya Tuan Smith agar aku mudah mendapatkan akses untuk mengetahui permainannya yang telah merugikan negara," lirih Carine seraya mengusap air matanya.


Beberapa Minggu kemudian, Carine dan tuan Smith berangkat bersama ke perusahaan. Tuan Smith bicara dengan anak buahnya. Bahasa yang digunakan oleh tuan Smith adalah bahasa Dasnk atau bahasa Jermani Utara.


Tuan Smith sengaja menggunakan bahasa itu untuk menjaga kerahasiaannya dari Carine. Bumil itu pura-pura tidak mengerti bahasa tersebut tapi ia sengaja merekam obrolan tuan Smith dengan anak buahnya mengunakan ponselnya.


"Kapan pengiriman butir emas itu akan dilakukan?" tanya tuan Smith.


"Sekitar satu pekan lagi tuan," jawab anak buahnya.


"Baik. Siapkan pasukan kita untuk merampok biji emas itu. Itu adalah milik keluargaku yang negara itu rampok. Aku harus mengambil hasilnya. Mereka tega membunuh orangtuaku demi mengusai pertambangan itu. Jadi biarlah mereka bekerja dan kita yang ambil hasilnya," ucap Tuan Smith sengit membuat Carine menatap wajah gusarnya.


Tuan Smith memalingkan wajahnya keluar jendela. Ia tidak ingin melihat wajah polos Carine yang menatapnya curiga walaupun ia yakin Carine tidak mengusai bahasa yang sedang ia bicarakan.


Sementara Carine tersenyum dalam diam. Karena ia akan menggagalkan rencana pria itu walaupun bukan dirinya yang akan menangani perampokan itu.


"Kena kau penjahat. Kita akan tahu seberapa besar kehebatan mu kali ini," batin Carine menyusun rencana.


Mobil terus melaju dan pembicaraan itu masih terekam jelas dari ponselnya Carine yang tidak bisa diretas oleh siapapun karena itu milik tuan Q anggota FBI bagian pencipta alat-alat serba canggih untuk kepentingan misi agen rahasia.


Selang beberapa menit kemudian, mereka sudah tiba di perusahaan dan Carine segera turun lebih dulu tanpa mempedulikan tuan Smith yang baru mau menyudahi obrolannya dengan anak buahnya.


Carine ingin segera masuk ke kamar mandi lobi untuk mengirim hasil rekamannya ke Mr. M. Tubuhnya cukup bergetar hebat kali ini dengan lidah yang terasa kelu.


Tuan Smith yang melihat Carine masuk ke toilet lobi, baru mengerti kalau Bumil itu kebelet pipis sehingga tidak meminta ijin padanya. Namun pria tampan itu tidak ingin naik ke lantai atas terlebih dahulu karena ingin menunggu Carine selesai dengan urusannya.


Beberapa orang karyawan yang melintas di depan tuan Smith tampak heran dengan sikap tuan Smith yang tidak lagi seperti biasanya. Wajah datar itu saat ini terlihat lebih melunak sejak kehadiran Carine. Isu segera merebak melihat perhatian tuan Smith pada Carine yang mereka tahu wanita itu sudah bersuami tapi menjadi wanita kesayangan tuan Smith.


"Apakah wanita itu sudah bercerai dari suaminya hingga menggoda tuan Smith yang sangat tampan itu dan masih perjaka lagi. Tampan-tampan kok goblok ya. Bukannya cari yang singel malah mengejar wanita yang sudah bersuami dan sedang hamil lagi. Seleranya sangat rendah sekali," gerutu salah satu staffnya yang selalu menarik perhatian tuan Smith namun selalu gagal.


Keduanya berlalu meninggalkan tuan Smith yang masih setia menunggu Carine di balik toilet wanita. Usai menyelesaikan tugasnya, Carine keluar dari bilik toilet dan pura-pura mencuci tangan dan membenarkan riasannya.


"Semoga Mr. M bertindak dengan cepat sebelum perusahaan pertambangan itu mengirim biji emas itu ke tempat peleburan logam mulia," batin Carine lalu mengusap tangannya dengan tisu.


Carine segera keluar dari toilet itu sambil menarik nafas lega. Ketika hendak berbelok tubuhnya hampir saja menabrak tubuh kekar tuan Smith yang langsung menahan pinggangnya agar Carine tidak jatuh.


"Aisss....! kenapa kau tiba-tiba saja menghalangi aku? kenapa kamu tidak duluan saja naik ke atas," omel Carine yang tidak lagi menggunakan bahasa formal dengan tuan Smith.


"Aku harus mengawasi ibu hamil ini karena aku tidak mau kamu cindera," ucap tuan Smith menyampaikan alasannya namun Carine tahu kalau tuan Smith mencurigai dirinya.


"Baiklah. Ayo kita ke atas...!" ajak Carine berjalan duluan karena saat ini ia masih sangat gugup.


Tuan Smith begitu terkesan dengan kecerdasan Carine yang sangat luar biasa itu. Mereka kadang lupa waktu jika sudah terlibat dalam urusan kerja.


...----------------...


Hari yang dinantikan oleh tuan Smith tiba. Pria ini minta ijin pada Carine untuk pergi ke luar negeri sendiri.


"Carine. Besok aku mau melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri. Aku harap kamu dan Melendez bisa menjaga perusahaan ini dengan baik," ucap tuan Smith di sela makan siang bersama Carine dan Melendez.


"Kenapa aku tidak boleh ikut?" protes Carine yang sangat ingin ikut dengan tuan Smith untuk mengetahui pergerakan lanjutan tuan Smith dalam operasi perampokan biji emas ke luar dari pertambangan.


"Kamu sedang hamil. Itu tidak baik untuk janin mu. Cepatlah lahiran supaya kita bisa pergi bersama keliling dunia," hibur tuan Smith.


"Siapa yang mau ikut denganmu bodoh? Justru aku masih ingin tahu rencanamu selanjutnya," geram Carine membatin.


Melihat wajah lesu Carine membuat tuan Smith tidak tega. Ia akhirnya memutuskan untuk mengajak Carine namun tidak bisa mengucapkan langsung saat ini karena dia harus tetap waspada.


"Sudahlah. Kita di sini saja. Jangan terlalu memaksa tuanku. Kau hanya akan merepotkan dia di sana," ucap Melendez namun Carine tampak datar menanggapi Melendez yang tidak lebih seperti penjilat.


"Baiklah. Kita kembali ke perusahaannya sekarang...,!" ajak tuan Smith pada kedua anak buahnya ini.


Hari yang dinantikan tiba, tuan Smith menjemput Carine di apartemen Bu mil itu yang terlihat sedang mengerjakan laporan untuk Mr.M.


Ting tong....


Carine segera keluar melihat tamu yang datang dan ternyata tuan Smith.


"Ada apa dia ke sini? Bukankah dia seharusnya sudah ada di bandara?" tanya Carine seraya menarik gagang pintu untuk menemui tuan Smith.


"Ada apa tuan? Apa ada yang ketinggalan?" tanya Carine.


"Ikutlah denganku...! Aku ingin kamu mendampingi aku ke luar negeri," ucap tuan Smith seraya masuk ke dalam apartemen Carine.


Carine yang lupa mematikan laptopnya yang ada di atas meja itu di mana layar laptopnya terdapat logo resmi FBI. Tuan Smith sudah melangkah mendekati meja makan di mana laptop itu berada namun tidak mengarah ke arah pintu masuk.


Beruntungnya masih terhalang layar laptop itu membuat Carine buru-buru menghampiri laptop miliknya untuk ia tutup.


"Silahkan duduk tuan! Aku mau bersiap-siap dulu," ucap Carine berjalan terburu-buru hingga akhirnya kakinya tersangkut kabel colokan yang tersambung di laptop membuat gadis ini jatuh. Sementara tuan Smith sudah duduk di kursi yang ditempati oleh Carine di mana ia duduk di depan laptopnya.


......................


Say tolong baca karya author yang baru launching judulnya Bodyguard merangkap istri.. terimakasih!